Apa Arti Audit: Pengertian, Jenis, dan Tujuan Lengkap
apa arti audit
Kapanlagi.com - Dalam dunia bisnis dan organisasi, apa arti audit menjadi pertanyaan penting yang perlu dipahami oleh setiap pelaku usaha. Audit merupakan proses pemeriksaan sistematis dan independen yang dilakukan untuk memastikan keakuratan informasi dan kepatuhan terhadap standar yang berlaku.
Pemahaman tentang apa arti audit sangat krusial karena proses ini berperan dalam menjaga kredibilitas laporan keuangan dan meningkatkan kepercayaan stakeholder. Audit tidak hanya terbatas pada aspek keuangan, tetapi juga mencakup berbagai bidang operasional perusahaan.
Menurut Auditing and Assurance Services: An Integrated Approach oleh Arens, audit adalah proses pengumpulan dan evaluasi bukti tentang informasi terukur tentang suatu entitas ekonomi oleh orang yang kompeten dan independen untuk menentukan dan melaporkan kesesuaian informasi dengan kriteria yang telah ditetapkan.
Advertisement
1. Pengertian Audit Secara Mendalam
Untuk memahami apa arti audit secara komprehensif, perlu diketahui bahwa audit merupakan suatu pemeriksaan sistematis dan independen terhadap kegiatan dan dokumen terkait untuk menentukan apakah kegiatan tersebut dilaksanakan sesuai dengan protokol, prosedur kerja baku, dan persyaratan regulatori yang berlaku. Proses ini melibatkan pengumpulan bukti yang memadai untuk memberikan dasar yang reasonable dalam memberikan opini atau kesimpulan.
Istilah audit berasal dari bahasa Latin "audire" yang berarti mendengar atau memeriksa. Dalam konteks modern, audit telah berkembang menjadi proses yang lebih kompleks dan terstruktur. Audit mencakup kegiatan identifikasi masalah, analisis, dan evaluasi bukti yang dilakukan secara independen, objektif, dan profesional berdasarkan standar audit untuk menilai kebenaran, kecermatan, kredibilitas, efektivitas, efisiensi, dan keandalan informasi.
Menurut STRATEGI JITU PENGEMBANGAN OBAT DI INDONESIA oleh Dr. Ria Christine Siagian, audit merupakan suatu pemeriksaan sistematis dan independen terhadap kegiatan dan dokumen terkait uji klinik untuk menentukan apakah kegiatan tersebut dilaksanakan, dan apakah data dicatat, dianalisis dan dilaporkan dengan akurat sesuai dengan protokol, prosedur kerja baku dari sponsor, dan persyaratan regulatori yang berlaku.
Proses audit harus dilakukan oleh individu yang memiliki kualifikasi melalui pelatihan dan pengalaman untuk melaksanakan audit secara benar. Kualifikasi seorang auditor harus didokumentasikan dengan baik untuk memastikan kredibilitas hasil audit yang dihasilkan.
2. Jenis-Jenis Audit Berdasarkan Tujuan dan Lingkup
Pemahaman tentang apa arti audit tidak lengkap tanpa mengetahui berbagai jenisnya. Audit dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria, mulai dari tujuan, lingkup pemeriksaan, hingga pihak yang melaksanakannya.
- Audit Laporan Keuangan (Financial Statement Audit) - Jenis audit ini bertujuan untuk menilai kewajaran penyajian laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Auditor akan memeriksa apakah laporan keuangan mencerminkan posisi keuangan yang sebenarnya.
- Audit Operasional (Management Audit) - Fokus pada evaluasi efisiensi dan efektivitas operasional perusahaan. Audit ini mengkaji apakah sumber daya perusahaan digunakan secara optimal untuk mencapai tujuan organisasi.
- Audit Ketaatan (Compliance Audit) - Dilakukan untuk memastikan bahwa perusahaan mematuhi regulasi, peraturan, dan kebijakan yang berlaku, baik internal maupun eksternal.
- Audit Kinerja - Mengevaluasi pencapaian target dan tujuan yang telah ditetapkan organisasi, serta mengukur efektivitas strategi yang diterapkan.
- Audit Internal - Dilakukan oleh auditor yang merupakan pegawai perusahaan untuk mengevaluasi sistem pengendalian internal dan memberikan rekomendasi perbaikan.
Menurut Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja oleh Abdurrozzaq Hasibuan, audit harus mampu memberikan suatu bukti yang dapat secara nyata menunjukkan bahwa apa yang sedang diaudit telah sesuai atau tidak dengan kriteria audit yang ditetapkan.
3. Tujuan dan Manfaat Pelaksanaan Audit
Memahami apa arti audit juga berarti mengetahui tujuan dan manfaat yang ingin dicapai melalui proses ini. Tujuan utama audit adalah untuk memberikan keyakinan yang memadai bahwa informasi yang disajikan telah akurat dan dapat diandalkan.
- Kelengkapan (Completeness) - Memastikan semua transaksi dan kejadian ekonomi telah tercatat dengan lengkap dalam periode yang tepat.
- Ketepatan (Accuracy) - Verifikasi bahwa semua data dan transaksi telah dicatat dengan benar sesuai dengan jumlah dan klasifikasi yang tepat.
- Eksistensi (Existence) - Memastikan bahwa aset, kewajiban, dan transaksi yang tercatat benar-benar ada dan telah terjadi.
- Penilaian (Valuation) - Menilai apakah aset dan kewajiban telah dinilai sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku.
- Klasifikasi (Classification) - Memverifikasi bahwa transaksi telah diklasifikasikan dengan benar dalam akun yang sesuai.
Berdasarkan Administrasi dan Manajemen Pendidikan Sekolah oleh Mohamad Mustari, audit keuangan bertujuan untuk mengukur, membandingkan dan mengevaluasi pengeluaran dan pemanfaatannya. Audit keuangan seharusnya menetapkan seberapa efektif dan efisien sumber pendanaan yang ada digunakan.
4. Proses dan Tahapan Pelaksanaan Audit
Untuk benar-benar memahami apa arti audit, penting untuk mengetahui bagaimana proses audit dilaksanakan. Audit merupakan proses yang terstruktur dan mengikuti tahapan-tahapan yang sistematis.
- Perencanaan Audit - Tahap awal dimana auditor memahami bisnis klien, mengidentifikasi risiko, dan menyusun strategi audit yang akan dilaksanakan.
- Pelaksanaan Audit - Proses pengumpulan bukti audit melalui berbagai prosedur seperti inspeksi, observasi, konfirmasi, dan analisis.
- Evaluasi dan Pelaporan - Analisis terhadap bukti yang dikumpulkan dan penyusunan laporan audit yang berisi opini auditor.
- Tindak Lanjut - Komunikasi hasil audit kepada manajemen dan pemantauan implementasi rekomendasi perbaikan.
Menurut Manajemen Bank oleh Andrianto, monitoring dan pengawasan kredit merupakan suatu sistem dalam pengelolaan yang dapat berfungsi sebagai penutup kekurangan/kelemahan dalam proses kegiatan. Dengan demikian, monitoring dan pengawasan harus mampu memberikan feedback agar tindak lanjut perbaikan segera dapat dilaksanakan.
5. Standar dan Kualifikasi Auditor
Pemahaman tentang apa arti audit tidak dapat dipisahkan dari standar dan kualifikasi yang harus dimiliki oleh auditor. Auditor harus memiliki kompetensi teknis, independensi, dan integritas yang tinggi untuk dapat melaksanakan audit secara efektif.
Kualifikasi auditor mencakup pendidikan formal di bidang akuntansi atau audit, pengalaman praktis yang memadai, serta sertifikasi profesional yang relevan. Auditor juga harus memahami standar audit yang berlaku dan mampu menerapkannya dalam praktik.
Independensi auditor merupakan aspek krusial dalam audit. Menurut Buku Ekonomi Publik oleh Dr. Ridwan dan Ihsan Suciawan Nawir, independensi meliputi dua aspek yaitu independence in fact dan independence in appearance. Independence in fact terletak pada independen yang sesungguhnya yang meliputi bagaimana kinerja para praktisi individu dalam menjalankan tugasnya.
Auditor harus menghindari praktik-praktik yang dapat mengurangi independensi dan berpengaruh pada opini yang dibuat. Hal ini penting untuk menjaga kredibilitas dan objektivitas hasil audit.
6. FAQ (Frequently Asked Questions)
Apa perbedaan antara audit dan akuntansi?
Akuntansi adalah proses pencatatan, pengklasifikasian, dan pelaporan transaksi keuangan, sedangkan audit adalah proses pemeriksaan dan verifikasi terhadap hasil dari proses akuntansi tersebut untuk memastikan keakuratan dan kesesuaiannya dengan standar yang berlaku.
Siapa yang berhak melakukan audit?
Audit harus dilakukan oleh auditor yang memiliki kualifikasi dan kompetensi yang memadai, seperti Akuntan Publik (CPA) untuk audit eksternal atau auditor internal yang telah terlatih untuk audit internal perusahaan.
Berapa lama proses audit biasanya berlangsung?
Durasi audit bervariasi tergantung pada ukuran perusahaan, kompleksitas operasi, dan jenis audit yang dilakukan. Audit laporan keuangan tahunan biasanya memakan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan.
Apa yang terjadi jika hasil audit menunjukkan ketidaksesuaian?
Jika audit menemukan ketidaksesuaian atau kesalahan, auditor akan melaporkan temuan tersebut kepada manajemen dan memberikan rekomendasi perbaikan. Manajemen kemudian harus mengambil tindakan korektif yang diperlukan.
Apakah semua perusahaan wajib diaudit?
Tidak semua perusahaan wajib diaudit. Kewajiban audit biasanya berlaku untuk perusahaan publik, perusahaan dengan aset atau omzet di atas batas tertentu, atau perusahaan yang bergerak di sektor tertentu sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Bagaimana cara memilih auditor yang tepat?
Pemilihan auditor harus mempertimbangkan kualifikasi, pengalaman, reputasi, independensi, dan pemahaman terhadap industri perusahaan. Penting juga untuk memastikan auditor memiliki lisensi dan sertifikasi yang valid.
Apa manfaat audit bagi perusahaan?
Audit memberikan berbagai manfaat seperti meningkatkan kredibilitas laporan keuangan, mengidentifikasi kelemahan sistem pengendalian internal, mencegah fraud, membantu pengambilan keputusan, dan meningkatkan kepercayaan stakeholder terhadap perusahaan.
(kpl/fds)
Advertisement