in partnership with Indosiar

Dewi Perssik Tekankan Jadi Penyanyi Dangdut Academy 8 Harus Perhatikan Attitude Panggung

Dewi Perssik Tekankan Jadi Penyanyi Dangdut Academy 8 Harus Perhatikan Attitude Panggung
Dewi Perssik di D'Academy 8/KapanLagi.com/Budy Santoso

Kapanlagi.com - Dewi Perssik menegaskan bahwa menjadi penyanyi tidak cukup hanya bermodal suara bagus. Pesan itu ia sampaikan setelah menyimak penampilan duet Listen dan Kiara di panggung Final Audition D'Academy 8 yang menampilkan lagu "Cuma Satu".

"Dua-duanya menghibur, suaranya bagus cuma saya mau kasih saran. Cuma masukan untuk Kiara, satunya Listen kurang energik satunya si Kiara saking berenerginya sampai off tempo, semangat. Penyanyi itu bukan hanya bisa bernyanyi tapi performanya atau attitude panggung itu penting," ujar Dewi Perssik.

Dalam sesi komentar tersebut, Dewi Perssik menyoroti keselarasan performa dengan lagu, termasuk gerak tubuh dan ketepatan mengikuti irama, sebagai aspek yang tak kalah penting dari kualitas vokal.

1. Duet Listen dan Kiara di Final Audition

KapanLagi.com/Budy Santoso

Persaingan di Final Audition D'Academy 8 semakin ketat. Coach Fildan memasangkan Listen dan Kiara dalam satu panggung karena menilai keduanya memiliki karakter yang sama-sama centil dan manja.

Duet mereka membawakan "Cuma Satu". Namun, penampilan itu belum berhasil meraih Standing Ovation (SO) dari jajaran dewan juri, termasuk Dewi Perssik.

Para juri tetap mengapresiasi kualitas vokal keduanya. Meski begitu, ada sejumlah catatan yang disampaikan, mulai dari penguasaan tempo, pengaturan dinamika, hingga performa di atas panggung.

2. Catatan Dewi Perssik soal Attitude Panggung

KapanLagi.com/Budy Santoso

Dewi Perssik mengawali komentarnya dengan apresiasi terhadap aspek hiburan dari duet Listen dan Kiara. Ia kemudian menekankan pentingnya attitude panggung yang selaras dengan lagu, dari gerak hingga ketukan.

"Orang itu nggak harus ngedance banting kanan banting kiri nggak perlu tetapi bagaimana caranya orang bisa nyanyi sesuai nada, gerakan pun juga harus sesuai, ketukan," lanjutnya.

Dewi juga memberi catatan spesifik untuk masing-masing peserta. Kiara dipuji karena karakter vokalnya yang centil, tetapi ia beberapa kali keluar tempo. Sementara itu, Listen dinilai masih kurang bertenaga dan belum cukup ekspresif.

"Kalau kamu (Kiara) nyanyinya mother suka, suara centil-centilnya dapet kurangnya cuma off tempo itu tadi. Kalau Listen, kaya kurang belum makan nyanyinya, lemes, kurang centil, kurang ekspresif ya sayang kan cantik Listennya," katanya.

Ketika Ramzi meminta Dewi memilih salah satu, ia menjatuhkan pilihan pada Kiara dari sisi vokal. Ia juga menilai Listen akan lebih kuat jika menambah power saat tampil.

"Sebenarnya gini, kalau dari segi menyanyinya saya suka Kiara. Tapi kalau dari segi penampilan sebenarnya Listen ditambah power dia lebih oke, jadi kesimpulannya kalau dari segi suara saya pilih Kiara," tuturnya.

3. Lesti dan Soimah Bahas RAL dan Teknik Napas

Sejalan dengan Dewi Perssik, Lesti turut mengingatkan soal bagian RAL (Rhythm and Lyrics). Ia menilai Listen dan Kiara terburu-buru memasuki bagian tersebut dan kurang memberi ruang untuk menikmati musik.

"Kalau dari aku buat Kiara dan Listen, rasanya baru tadi peserta sebelumnya aku baru bilang bahwa kalau nyanyi ada RAL-nya itu dinikmatin dulu musiknya, didengerin dulu musiknya. Nah tadi Kiara dan Listen itu sama-sama buru-buru padahal kan nggak ada yang nungguin," kata Lesti.

Lesti menyebut RAL sebagai momen penting membangun suasana lagu sekaligus menonjolkan kualitas vokal. Untuk penampilan kali ini, ia memilih Kiara sebagai peserta yang lebih unggul.

Soimah juga menilai tempo di awal lagu yang terlalu cepat membuat kesempatan mengambil napas berkurang, sehingga memengaruhi kestabilan vokal.

"Ada tekniknya cara mencuri napas. Karena kamu buru-buru di depannya jadi kamu nggak ada kesempatan untuk mencuri napas sehingga patah di situ," ujar Soimah.

Selain itu, Soimah mengingatkan agar peserta lebih memperhatikan pembawaan cerita dalam lagu, menyamakan koreografi, serta meningkatkan kekompakan supaya penampilan terasa lebih enak dinikmati.

(kpl/fbi)

Rekomendasi

Trending