Kapanlagi.com - Jengkol balado merupakan salah satu hidangan khas Indonesia yang digemari banyak orang karena cita rasanya yang pedas dan gurih. Meskipun memiliki aroma yang khas, jengkol yang diolah dengan benar dapat menghasilkan masakan yang lezat dan menggugah selera.
Kunci utama dalam cara memasak jengkol balado adalah proses merebus jengkol hingga empuk dan pemilihan bumbu balado yang tepat. Dengan teknik yang benar, jengkol akan memiliki tekstur lembut dan bumbu yang meresap sempurna ke dalamnya.
Hidangan ini sangat cocok disajikan sebagai lauk pendamping nasi hangat untuk makan siang atau makan malam bersama keluarga. Perpaduan rasa pedas dari cabai dan gurih dari jengkol menciptakan harmoni rasa yang sulit untuk ditolak.
Jengkol balado adalah hidangan tradisional Indonesia yang terbuat dari jengkol yang direbus hingga empuk kemudian dimasak dengan bumbu balado yang kaya akan rempah-rempah. Bumbu balado sendiri merupakan bumbu khas Minangkabau yang didominasi oleh cabai merah, bawang merah, bawang putih, dan tomat yang dihaluskan kemudian ditumis hingga harum.
Proses pengolahan jengkol balado memerlukan perhatian khusus terutama dalam tahap perebusan. Jengkol harus direbus dengan waktu yang cukup lama agar teksturnya menjadi empuk dan mudah dicerna. Selain itu, perebusan yang tepat juga membantu mengurangi aroma khas jengkol yang terlalu menyengat.
Hidangan ini memiliki karakteristik rasa pedas, gurih, dan sedikit manis yang berasal dari kombinasi bumbu-bumbu pilihan. Tekstur jengkol yang empuk berpadu dengan bumbu balado yang meresap menciptakan sensasi rasa yang khas dan membuat siapa saja yang mencicipinya ingin menambah porsi nasi.
Jengkol sendiri merupakan sumber protein nabati yang baik untuk tubuh. Menurut data dari berbagai penelitian kesehatan, jengkol mengandung protein, serat, dan berbagai mineral yang bermanfaat bagi kesehatan, meskipun konsumsinya perlu dibatasi bagi penderita asam urat.
Sebelum memulai cara memasak jengkol balado, penting untuk menyiapkan semua bahan yang diperlukan. Pemilihan bahan yang berkualitas akan sangat mempengaruhi hasil akhir masakan.
Proses memasak jengkol balado memerlukan beberapa tahapan penting yang harus dilakukan dengan teliti. Berikut adalah panduan lengkap cara memasak jengkol balado yang empuk dan lezat.
Mengolah jengkol memerlukan teknik khusus agar hasilnya empuk dan aromanya tidak terlalu menyengat. Berikut adalah tips penting dalam cara memasak jengkol balado yang perlu diperhatikan.
Cara memasak jengkol balado dapat divariasikan dengan menambahkan bahan-bahan lain untuk menciptakan cita rasa yang berbeda. Berikut beberapa variasi yang bisa dicoba di rumah.
Variasi ini menggabungkan jengkol dengan ikan teri medan yang gurih. Rendam 100 gram ikan teri dalam air panas selama 15 menit untuk mengurangi kadar garamnya, kemudian tiriskan dan goreng hingga kering. Setelah jengkol balado hampir matang, masukkan ikan teri goreng dan aduk rata hingga tercampur sempurna. Kombinasi jengkol dan teri menciptakan tekstur yang beragam dan rasa yang lebih kompleks.
Tambahkan 5 buah tahu putih yang sudah dipotong dadu dan digoreng hingga kecokelatan. Masukkan tahu bersamaan dengan jengkol saat mencampurkan dengan bumbu balado. Tahu menyerap bumbu dengan baik dan memberikan tekstur lembut yang kontras dengan jengkol yang lebih padat.
Rendam 100 gram cumi asin dalam air mendidih hingga teksturnya melunak, kemudian tiriskan. Masukkan cumi asin bersamaan dengan jengkol saat menumis dengan bumbu balado. Cumi asin memberikan rasa gurih asin yang khas dan aroma laut yang memperkaya cita rasa hidangan.
Untuk versi khas Minang, tambahkan setengah sendok teh terasi bakar yang sudah dihaluskan bersama bumbu. Gunakan lebih banyak cabai untuk rasa yang lebih pedas dan tambahkan sedikit santan kental (50 ml) saat memasak agar bumbu lebih creamy dan gurih. Masak hingga santan menyusut dan minyak terpisah.
Jengkol balado yang sudah matang dapat disimpan untuk dikonsumsi di kemudian hari. Simpan dalam wadah kedap udara dan masukkan ke dalam kulkas, jengkol balado dapat bertahan hingga 2-3 hari. Saat akan disajikan kembali, hangatkan dengan api kecil sambil ditambahkan sedikit air agar tidak kering.
Untuk penyajian, jengkol balado paling nikmat disantap bersama nasi putih hangat. Hidangan ini juga cocok dipadu dengan lauk lain seperti ayam goreng, tempe goreng, atau sayur asem. Taburkan bawang goreng di atas jengkol balado sebelum disajikan untuk menambah aroma dan tekstur renyah.
Jengkol balado juga dapat dijadikan bekal untuk makan siang di kantor atau sekolah. Masukkan ke dalam kotak makan yang tertutup rapat agar aromanya tidak menyebar. Panaskan kembali sebelum disantap agar rasanya lebih nikmat.
Sebagai pelengkap, sajikan jengkol balado dengan lalapan segar seperti timun, tomat, dan kemangi. Sambal terasi atau sambal kecap juga bisa menjadi pendamping yang pas untuk menambah kenikmatan hidangan ini.
Waktu merebus jengkol hingga empuk berkisar antara 30-45 menit jika menggunakan panci biasa dengan api sedang. Jika menggunakan panci presto, waktu yang dibutuhkan lebih singkat yaitu sekitar 15-20 menit. Pastikan jengkol benar-benar empuk dengan cara menusuknya menggunakan garpu, jika mudah tertusuk berarti jengkol sudah matang sempurna.
Ada beberapa cara efektif untuk mengurangi bau jengkol. Pertama, rendam jengkol dalam air bersih semalaman dan ganti airnya beberapa kali. Kedua, tambahkan 3-5 lembar daun salam saat merebus jengkol. Ketiga, beberapa orang menambahkan sedikit kopi bubuk atau air asam jawa ke dalam air rebusan. Keempat, pastikan jengkol direbus hingga benar-benar empuk karena jengkol yang setengah matang cenderung lebih berbau.
Ya, sangat disarankan untuk menggeprek atau memipihkan jengkol setelah direbus dan dikupas. Proses menggeprek membuat permukaan jengkol lebih luas sehingga bumbu balado dapat meresap lebih dalam dan merata. Namun, jangan menggeprek terlalu keras hingga jengkol hancur, cukup pipihkan sedikit agar teksturnya tetap utuh namun bumbu mudah meresap.
Tingkat kepedasan jengkol balado sangat tergantung pada selera masing-masing. Untuk rasa pedas sedang, gunakan 10 buah cabai merah keriting dan 5 buah cabai rawit. Jika suka lebih pedas, tambahkan jumlah cabai rawit hingga 10-15 buah. Sebaliknya, jika tidak terlalu suka pedas, kurangi jumlah cabai rawit atau hilangkan sama sekali dan hanya gunakan cabai merah besar yang tingkat kepedasannya lebih rendah.
Jengkol balado bisa dibuat tanpa digoreng terlebih dahulu, namun hasilnya akan berbeda. Jengkol yang digoreng memiliki tekstur luar yang lebih kering dan renyah serta rasa yang lebih gurih. Jika tidak ingin menggoreng, jengkol yang sudah direbus bisa langsung dicampurkan dengan bumbu balado, namun teksturnya akan lebih lembek dan kurang renyah. Penggorengan juga membantu mengurangi kadar air dalam jengkol sehingga bumbu lebih mudah meresap.
Jika jengkol balado sudah terlalu pedas, ada beberapa cara untuk mengurangi tingkat kepedasannya. Tambahkan 1-2 sendok teh gula pasir untuk menyeimbangkan rasa pedas. Bisa juga menambahkan potongan tomat segar yang akan memberikan rasa asam dan segar sehingga mengurangi sensasi pedas. Cara lain adalah menambahkan sedikit santan atau susu cair yang akan melapisi lidah dan mengurangi rasa pedas yang menyengat.
Jengkol balado yang sudah matang dapat disimpan dalam wadah kedap udara di dalam kulkas selama 2-3 hari. Pastikan wadah tertutup rapat agar aroma jengkol tidak menyebar ke makanan lain di kulkas. Saat akan dikonsumsi kembali, hangatkan jengkol balado dengan api kecil dan tambahkan sedikit air jika terlalu kering. Jangan menyimpan jengkol balado di suhu ruang lebih dari 4 jam karena dapat menyebabkan makanan cepat basi.