Kapanlagi.com - Cara membuat bonsai kelapa dimulai dari bibit kelapa tua yang sehat, lalu disemai sampai tunasnya muncul. Setelah itu, sabutnya dikupas dan batoknya ditanam di pot kecil.
Supaya ukurannya tetap mini, tunas yang sudah tua perlu disayat dan pertumbuhan akarnya dibatasi. Kalau kamu sabar menjalani setiap tahap, cara membuat bonsai kelapa ini sebenarnya bisa dikerjakan sendiri di rumah.
Dilansir dari Cybex Kementerian Pertanian, membuat bonsai dari tanaman kelapa memang tidak mudah, tetapi kalau berhasil, nilai seninya tinggi dan harga jualnya juga sangat tinggi. Situs yang sama menyebut kelapa gading merah, kelapa gading susu, dan kelapa albino sebagai jenis yang paling sering dijadikan bonsai.
Tanaman Buah dalam Pot: Panduan Memilih Jenis, Media Tanam, dan Cara Merawatnya di Lahan SempitAdvertisement
Langkah pertama dalam cara membuat bonsai kelapa adalah memilih bahan baku. Hasil akhirnya sangat bergantung pada kualitas bibit, jadi jangan buru-buru di tahap ini. Bayangkan saja seperti memilih bahan masakan: kalau bahannya bagus, separuh pekerjaan sudah beres.
Satu hal yang perlu kamu pahami sejak awal: bonsai kelapa berbeda dari bonsai pada umumnya. Mengutip Bonsai Empire, situs referensi bonsai internasional, ada fakta botani penting soal kelapa:
"Pohon kelapa tidak menumbuhkan cabang dan batangnya tidak memiliki lapisan kambium. Namun dengan membatasi pertumbuhan akar dan memangkas daun, kelapa bisa dibuat tetap kecil."
Tentukan jenis kelapa: Pilih salah satu dari tiga jenis yang umum dipakai, yaitu kelapa gading merah, gading susu, atau albino. Jenis gading biasanya dipilih karena warna batoknya menarik dan ukurannya relatif kecil.
8 Tanaman Hidroponik yang Cepat Panen, Bisa Dipetik dalam Hitungan MingguPilih buah yang sudah tua: Kriteria bibit yang baik adalah buah kelapa yang sudah tua . Kelapa tua lebih cepat bertunas.
Petik langsung dari pohon: Bibit harus dipetik langsung dari pohon, bukan yang jatuh sendiri. Sebaiknya pilih buah yang akarnya banyak dan batoknya kecil. Kelapa yang jatuh rawan retak atau cacat di bagian dalamnya.
Cek kondisi buah dengan mengocoknya: Menurut pedoman bonsai internasional, buah sebaiknya masih utuh, berumur sekitar satu tahun, dan terdengar bunyi air saat dikocok. Kalau tidak ada bunyi air, kemungkinan buahnya sudah kering di dalam.
Perhatikan ukuran buah: Hindari kelapa yang terlalu kecil atau terlalu besar karena keduanya sulit dibentuk. Ukuran sedang biasanya paling pas untuk pot bonsai.
Pertimbangkan varietas kerdil: Kalau tinggal di luar Indonesia atau sedang mencari alternatif, beberapa panduan luar negeri merekomendasikan Malayan dwarf, Fiji dwarf, dan Maypan sebagai pilihan terbaik untuk bonsai kelapa.
Tips singkat: tandai tanggal pemetikan di kulit kelapa pakai spidol. Dengan begitu, kamu bisa memantau berapa lama bibit butuh waktu untuk bertunas.
Setelah bibit siap, tahap berikutnya adalah menumbuhkan tunas. Bagian ini sering disepelekan, padahal dalam cara membuat bonsai kelapa, posisi batok saat disemai sangat menentukan bentuk akhir bonsai. Pusat pertumbuhan kelapa ada di batoknya, jadi arah peletakannya akan memengaruhi pola akar.
Sebagaimana dilaporkan Manila Bulletin, ada pilihan lain untuk menumbuhkan bibit, yaitu memakai media air. Caranya, biarkan bagian biji tempat tunas akan muncul terendam air, misalnya dengan menaruh biji di atas botol plastik yang sudah dipotong, lalu isi botol dengan air dan tambah lagi bila berkurang.
Rendam bibit terlebih dahulu (opsional): Sebagian penanam merendam kelapa di air hangat selama 3-4 hari untuk memancing proses tumbuh. Langkah ini membantu, terutama kalau kelapa terasa agak kering.
5 Hobi yang Akan Meningkatkan Kecerdasan dan Kebahagiaan Anda!Siapkan wadah semai: Gunakan polybag. Menurut Bonsai Empire, polybag dengan beberapa lubang drainase bisa mempercepat proses perkecambahan.
Tentukan posisi batok sesuai bentuk yang kamu inginkan: Kalau diletakkan vertikal (berdiri), batok nantinya dikelilingi akar. Kalau diletakkan horizontal, bibit akan tumbuh menyerupai keong.
Benamkan sebagian buah ke media: Panduan internasional menyarankan menanam kelapa kira-kira setengah bagian ke dalam tanah, dengan sisi runcing menghadap ke bawah. Jaga media tetap lembap, tapi jangan sampai becek.
Tunggu tunas muncul: Tunas kelapa biasanya muncul pada minggu ke-2 atau ke-3. Waktunya bisa lebih lama tergantung kondisi buah dan suhu lingkungan.
Jaga tunas tetap utuh: Pastikan batang atau tunas kelapa tidak rusak di tahap awal, karena hal ini bisa membuat tanaman mati.
Inilah tahap yang membuat kelapa biasa berubah jadi tanaman hias. Bagian inti dari cara membuat bonsai kelapa ada di sini, yaitu membersihkan batok, menanamnya di pot, lalu menjaga ukurannya tetap mini. Kerjakan pelan-pelan karena tunas muda masih rapuh.
Tunggu tunas cukup tinggi: Menurut Bonsai Empire, setelah tunas mencapai sekitar 30 cm (biasanya dalam 3-5 bulan), sabut luar boleh dibuang supaya kelapa terlihat lebih kecil dan menarik, lalu ditanam di pot bonsai. Sebagian penghobi di Indonesia mulai mengupas lebih awal, yaitu begitu tunas muncul.
Buka dan kupas sabut dengan hati-hati: Gunakan pisau tajam atau cutter. Salah satu teknik yang umum dipakai adalah memotong miring sekitar 1/3 bagian belakang kelapa, lalu mengupas sabut sedikit demi sedikit agar tunas tidak rusak.
5 Hobi yang Akan Meningkatkan Kecerdasan dan Kebahagiaan Anda!Bersihkan serat halus pada batok: Setelah itu, buang sisa serat yang masih menempel di biji. Merendam biji di air membuat serat lebih mudah dikerok. Kalau ingin hasil lebih halus, gosok dengan amplas.
Siapkan media tanam: Racikan yang sering dipakai penghobi lokal adalah campuran pasir, tanah, dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:1. Intinya, gunakan tanah berpasir yang cepat meresapkan air agar bonsai tetap sehat.
Pilih pot yang pas: Pot cukup dangkal, tapi minimal bisa menampung batok kelapa. Pastikan pot punya lubang drainase di bagian bawah.
Tanam batok dengan posisi miring: Cybex Kementerian Pertanian menganjurkan meletakkan batok kelapa pada posisi miring. Saat memasukkan ke media, jangan sampai akarnya patah.
Gunakan pot perpanjangan untuk mengatur tinggi (opsional): Pot perpanjangan bisa dipakai untuk mengatur ketinggian biji kelapa dengan mengisi tanah lebih dulu. Setelah akar menembus ke pot utama, pot perpanjangan dan tanahnya dibuang sehingga batok terlihat menggantung di atas akar.
Rapikan akar secara bertahap: Jangan langsung memotong akar-akar tipis. Sebaiknya tunggu beberapa hari agar tanaman tidak makin stres, dan tutup biji dengan kain basah selama seminggu supaya tanaman pulih sebelum akar tipis dibuang.
Sayat tunas tua agar tetap mini: Ketika bibit sudah tumbuh sekitar 15-20 cm, lakukan penyayatan di bagian bawah agar tidak membusuk. Sayat hanya pelepah atau tunas yang sudah tua, jangan tunas muda.
Arahkan bentuk sesuai selera: Panduan lokal menyarankan mengikat bonsai dengan tali kawat sesuai bentuk yang diinginkan. Perlu dicatat, ada perbedaan pendapat soal ini: Bonsai Empire menyebut teknik pengawatan tidak diterapkan pada bonsai kelapa. Jadi, kalau ingin pakai kawat atau tali, ikat dengan longgar dan cek secara rutin.
Contoh sederhananya, bayangkan kamu menanam kelapa gading secara horizontal, lalu memakai pot perpanjangan. Hasilnya batok bundar berwarna kekuningan yang tampak "melayang" di atas jalinan akar, mirip bentuk rumah siput. Bentuk seperti ini banyak dijumpai di pasar tanaman hias. Kalau ingin belajar teknik dasar bonsai secara umum, kamu bisa membaca panduan membuat bonsai untuk pemula sebagai pelengkap.
Selesai menanam bukan berarti pekerjaan selesai. Bonsai kelapa justru butuh perhatian rutin supaya daunnya tetap hijau, akarnya sehat, dan ukurannya tidak melonjak. Prinsip dasarnya sama seperti cara merawat bonsai untuk pemula, hanya saja kelapa punya kebutuhan khusus sebagai tanaman tropis.
Sebagai gambaran, kelapa termasuk tanaman yang menyukai iklim panas dan lembap. Tanaman ini hanya tumbuh baik di daerah tropis dan membutuhkan kelembapan tinggi, setidaknya 75%. Kabar baiknya, kondisi seperti ini mudah ditemukan di sebagian besar wilayah Indonesia.
Berikan sinar matahari cukup: Kelapa butuh tempat yang terang, dengan sinar matahari langsung setidaknya setengah hari. Teras atau halaman yang terkena sinar pagi adalah pilihan ideal.
Cara Membuat Cucak Ijo Jinak dan Gacor untuk PemulaJangan biarkan media kering: Bonsai kelapa butuh banyak air dan tidak boleh sampai kering. Meski begitu, pastikan air bisa mengalir keluar dari pot agar akar tidak busuk.
Pilih waktu menyiram yang tepat: Siram sekali sehari, pagi atau sore hari. Saat cuaca panas dan berangin, media lebih cepat kering, jadi cek kelembapannya lebih sering.
Rutin memberi pupuk: Kelapa sebaiknya dipupuk cukup banyak sepanjang tahun. Pupuk organik padat lebih disarankan, tapi pupuk cair juga bisa dipakai.
Semprot daun untuk menjaga kelembapan: Menyemprot bonsai kelapa dengan sedikit air setiap beberapa hari membantu menciptakan suasana seperti di pulau tropis. Cara ini berguna terutama kalau bonsai diletakkan di dalam ruangan.
Kendalikan pertumbuhan dengan mengikis kulit luar: Penanam di Filipina memakai teknik memotong lapisan kulit terluar pada pangkal tunas. Cara ini mencegah bonsai tumbuh terlalu cepat.
Bersihkan bagian yang mengering: Bonsai kelapa yang sudah jadi hanya perlu dibersihkan secara rutin untuk membuang bagian batang yang mengering.
Lindungi dari hama: Agar bonsai kelapa terhindar dari hama dan penyakit, kamu bisa memakai insektisida dan herbisida yang sesuai. Gunakan sesuai dosis di kemasan.
Percantik tampilan batok: Semprot biji dengan air untuk membersihkan kotoran, lalu lapisi dengan pernis agar tampilannya lebih menarik. Kamu juga bisa menutup permukaan media dengan lumut supaya bonsai terlihat lebih tua.
Hindari suhu dingin: Pohon kelapa sangat sensitif terhadap cuaca dingin. Kalau kamu tinggal di dataran tinggi, letakkan bonsai di tempat yang hangat dan terlindung dari angin malam.
Waktunya bervariasi. Tunas biasanya muncul dalam beberapa minggu, sedangkan sampai siap dikupas dan dipindah ke pot bonsai butuh sekitar 3-5 bulan. Membentuk tampilan yang rapi dan stabil bisa memakan waktu lebih lama, tergantung perawatan.
Bisa. Selain tanah, bibit kelapa juga bisa ditumbuhkan di media air dengan merendam bagian tempat tunas akan muncul, misalnya pakai botol plastik bekas. Setelah akar tumbuh cukup banyak, bibit bisa dipindahkan ke media tanah atau tetap dipelihara di air sesuai selera.
Secara teori banyak kelapa bisa ditumbuhkan dari buahnya, tetapi tidak semuanya cocok dijadikan bonsai. Jenis yang paling sering dipakai di Indonesia adalah kelapa gading merah, gading susu, dan albino, karena ukuran buahnya relatif kecil dan warnanya menarik.
Cara Membuat Cucak Ijo Jinak dan Gacor untuk PemulaDaftar Referensi
(kpl/ums)