Cara Membuat Bonsai untuk Pemula, Panduan Lengkap dari Bibit hingga Pembentukan Pohon Mini
cara membuat bonsai (h)
Kapanlagi.com - Bonsai adalah seni menumbuhkan pohon dalam pot dangkal agar tampak seperti pohon tua berukuran mini. Bagi pemula, cara membuat bonsai dapat dimulai dari langkah paling sederhana tanpa perlu bakat khusus.
Prosesnya mencakup pemilihan bakalan, penanaman di pot, pembentukan dengan kawat, serta perawatan harian yang telaten. Dengan kesabaran, tanaman biasa pun bisa disulap menjadi karya seni hidup yang bernilai tinggi.
Memahami filosofinya membantu Anda menjalani setiap tahap cara membuat bonsai dengan lebih tenang. Anne Swithinbank, pakar hortikultura sekaligus penulis, dikutip dari Homes and Gardens, menyatakan, "Seni bonsai Jepang diterjemahkan sebagai 'budidaya nampan', dan bertujuan menciptakan pohon kecil dalam wadah dangkal yang memiliki gaya, bentuk, serta misteri yang sama dengan pohon-pohon di hutan."
Advertisement
1. Cara Membuat Bonsai dari Awal hingga Tertanam di Pot
Langkah paling mendasar dalam cara membuat bonsai adalah menyiapkan bahan, memilih jenis pohon, meracik media tanam, dan menanamnya di pot yang tepat. Lakukan lima tahapan berikut secara berurutan agar bakalan bonsai memiliki fondasi yang kuat sejak dini.
Dilansir dari The Spruce, jika baru mulai melatih bonsai, sebaiknya bekerja dengan varietas yang paling mudah dilatih seperti juniper, ficus, Japanese red maple, dan Chinese elm. Jenis-jenis ini relatif memaafkan kesalahan pemula sehingga Anda bisa lebih fokus belajar teknik.
Pilih Jenis Pohon yang Tepat: Utamakan tanaman berkayu dikotil, berumur panjang, tahan di berbagai kondisi, dan indah secara alami. Hampir semua tanaman berbatang kayu dengan cabang sejati dapat dijadikan bonsai, meski sebagian spesies memang lebih cocok. Untuk mengenal lebih banyak pilihan, pahami dulu ragam jenis tanaman hias yang tersedia di sekitar Anda.
Tentukan Sumber Bakalan: Anda bisa membeli bonsai jadi, membeli bahan setengah jadi, atau memperbanyak sendiri. Bakalan hasil perbanyakan bisa berupa tanaman yang mudah diperbanyak melalui biji, stek, cangkok, okulasi, maupun enten. Pilih bibit hasil cangkok atau okulasi dari indukan sehat bila ingin karakter yang lebih cepat terbentuk.
Racik Media Tanam yang Poros: Karena pot bonsai kecil, media harus mampu menahan air sekaligus membuang kelebihannya dengan cepat. Campuran tanah bonsai umumnya terdiri dari akadama (mineral menyerupai tanah liat), batu apung (pumice), dan batu lava, ditambah sedikit bahan organik. Sebagai alternatif lokal, gunakan campuran pasir, tanah gunung atau tanah merah, kompos, dan pupuk kandang matang.
Siapkan Pot Dangkal Berlubang: Gunakan pot tipis dan dangkal yang membatasi penyebaran akar sekaligus mempertahankan ukuran pohon tetap kecil. Pastikan terdapat setidaknya dua lubang drainase agar air tidak menggenang, seperti prinsip tanaman yang cocok ditanam di pot dangkal. Lubang drainase yang baik juga mencegah pembusukan akar sebagaimana perlakuan pada pohon di dalam pot.
Tanam Bakalan dengan Hati-hati: Tancapkan batang bakalan di tengah pot, tutup akarnya dengan media tanam, lalu siram menggunakan semprotan halus hingga air keluar dari lubang bawah. Letakkan di tempat teduh selama masa adaptasi, dan pelajari langkah lanjutannya pada panduan cara menanam bonsai untuk pemula.
2. Cara Membentuk dan Menggaya Bonsai dengan Pemangkasan serta Pengawatan
Setelah bakalan tumbuh kuat, tibalah bagian paling kreatif sekaligus paling menantang dari cara membuat bonsai, yaitu membentuknya. Tujuannya adalah menciptakan kesan pohon dewasa di alam melalui pemangkasan dan pengawatan yang cermat.
John Naka, maestro bonsai dunia, sebagaimana dikutip dari AZ Quotes, mengatakan, "Tujuannya bukanlah membuat pohon tampak seperti bonsai, melainkan membuat bonsai tampak seperti pohon."
Pangkas untuk Membentuk Kerangka: Pemangkasan terbagi menjadi pemangkasan perawatan (menipiskan agar bentuk terjaga) dan pemangkasan berat untuk menata struktur. Gunakan alat yang tajam dan bersih, sebab potongan yang hancur akibat gunting tumpul akan sulit menutup dan mengundang penyakit. Prinsip pemangkasan bentuk sejak dini juga berlaku agar percabangan bonsai kuat dan seimbang.
Tentukan Waktu Pengawatan: Mulailah membentuk saat batang dan akar sudah mapan, umumnya setelah pohon berumur beberapa tahun, dan hindari mengawati pohon yang sedang tumbuh terlalu rimbun atau dalam kondisi lemah. Pengawatan pada saat yang tepat memudahkan cabang menyesuaikan diri dengan pola yang diinginkan.
Lilit dengan Kawat yang Sesuai: Gunakan kawat aluminium anil untuk cabang muda dan kawat tembaga anil untuk cabang tua yang lebih tebal. Kawat dililitkan pada sudut sekitar 45 derajat, lalu cabang dibengkokkan perlahan ke posisi yang diinginkan. Sebagai patokan, gunakan kawat setebal sepertiga dari ketebalan cabang yang akan dilatih.
Bengkokkan dan Arahkan Cabang: Jangkarkan kawat dengan melilitkannya ke batang atau cabang kokoh sebelum menuju cabang sasaran, dan jangan mengawati pohon yang baru disiram karena cabangnya lebih rapuh. Konsepnya menyerupai menggiring tanaman merambat, hanya saja tekanannya sedikit lebih kuat karena batang bonsai cenderung keras.
Lepas Kawat Tepat Waktu: Kawat biasanya dibiarkan menempel selama 3 hingga 12 bulan hingga cabang menetap pada bentuk barunya. Periksa setiap minggu dan segera lepas dengan cara memotong kawat, bukan menguraikannya, sebelum kawat menggigit kulit cabang. Teknik pembentukan ini serupa dengan usaha menjaga ukuran pohon tetap pendek dan ringkas.
3. Cara Merawat Bonsai agar Tetap Sehat dan Tahan Lama
Perawatan menjadi penentu keberhasilan cara membuat bonsai dalam jangka panjang karena pohon hidup di media tanam yang terbatas. Lima kebiasaan berikut wajib dijalankan secara konsisten agar bonsai tetap prima.
Dari pengamatan redaksi, kesalahan dalam menyiram adalah penyebab kegagalan yang paling sering menimpa pemula. Penyiraman berlebihan dapat membuat akar membusuk dalam beberapa bulan, sementara kekurangan air bisa mematikan bonsai hanya dalam hitungan hari.
Siram Berdasarkan Kondisi Tanah, Bukan Jadwal: Jangan menyiram menurut jadwal tetap; masukkan jari sekitar satu sentimeter ke dalam media, dan siram hanya jika terasa kering. Hindari penyiraman yang berlebihan dan lakukan penyiraman secara rutin yang disesuaikan dengan cuaca.
Atur Lokasi dan Kebutuhan Cahaya: Sebagian besar bonsai sebenarnya adalah tanaman luar ruangan, dan hanya spesies tropis seperti ficus, jade, serta Chinese elm yang bisa hidup permanen di dalam rumah. Tempatkan pohon di lokasi terang; jenis luar ruangan membutuhkan sinar cukup banyak, mirip pertimbangan memilih bibit dan lokasi ideal pada pohon lain.
Beri Pupuk Selama Masa Tumbuh: Berikan pupuk berimbang secara teratur sepanjang musim pertumbuhan, lalu kurangi saat pertumbuhan melambat. Anda dapat menggunakan pupuk cair maupun butiran dengan dosis sesuai anjuran, sebagaimana prinsip pemupukan pada waktu yang tepat.
Ganti Pot (Repotting) Secara Berkala: Memilih campuran media yang tepat dan mengganti pot secara teratur sangat penting; kebanyakan bonsai perlu direpoting setiap dua tahun agar akarnya tidak terlalu memenuhi pot sehingga sulit menyerap dan menyimpan air. Saat memindahkannya, jaga agar campuran media baru tidak jauh berbeda dari sebelumnya. Untuk panduan menyeluruh, simak cara merawat bonsai yang benar.
Cegah Hama dengan Penyemprotan Rutin: Semprotkan air pada daun secara berkala untuk menjaga kelembapan sekaligus mengurangi serangan serangga. Botol semprot bahkan bisa dianggap salah satu alat terpenting, dan Anda dapat sesekali menyemprotkan larutan sabun ringan sebagai pencegahan.
Baca juga: tanaman hias murah untuk mempercantik teras rumah dan tanaman hias bunga kecil yang mudah dirawat.
4. Ragam Gaya Bonsai yang Bisa Dijadikan Inspirasi
Mengenal berbagai gaya akan melengkapi pemahaman cara membuat bonsai sehingga Anda punya arah yang jelas saat membentuk pohon. Gaya-gaya ini bersifat sebagai panduan, bukan aturan kaku, dan tetap terbuka bagi kreativitas Anda.
Sebagaimana dilaporkan Longwood Gardens, sejumlah gaya bonsai merupakan modifikasi dari lima gaya dasar yang meniru bentuk pohon di alam. Berikut beberapa gaya populer yang bisa Anda pelajari.
Tegak Formal (Chokkan): Gaya yang sangat umum dengan batang lurus tegak; sering muncul di alam ketika pohon mendapat banyak cahaya dan tidak bersaing dengan pohon lain. Batang harus jelas mengecil dari pangkal ke puncak.
Tegak Informal (Moyogi): Umum di alam maupun dalam seni bonsai; batang tumbuh tegak menyerupai huruf S dengan percabangan di setiap tikungannya. Puncak pohon tetap berada di atas pangkal batang.
Miring (Shakan): Batang lurus seperti gaya tegak formal, tetapi tumbuh dari tanah dengan sudut miring sehingga puncaknya berada di sisi kiri atau kanan pangkal akar. Akar tampak menahan pohon agar tidak roboh.
Kaskade (Kengai): Bentuk dramatis yang meniru pohon di tebing atau lereng; batangnya membengkok turun hingga melewati dasar pot, dengan cabang tumbuh mendatar atau sedikit ke atas.
Setengah Kaskade (Han-kengai): Seperti kaskade dan ditemukan di alam pada tebing atau tepi sungai dan danau; batang tumbuh tegak sebentar lalu membengkok ke bawah atau ke samping. Namun batangnya tidak sampai turun di bawah dasar pot.
Sapu (Hokidachi): Meniru pohon peluruh dengan batang lurus tegak yang bercabang merata ke segala arah, membentuk mahkota membulat menyerupai kipas; cocok untuk spesies berdaun kecil seperti elm, maple, dan zelkova.
Tertiup Angin (Fukinagashi): Pohon mini yang tampak seperti telah diterpa angin kencang dan konstan, sehingga cabang dan tajuknya cenderung mengarah ke satu sisi.
Baca juga: tanaman hias dengan daun berurat merah dan tanaman hias dengan bentuk daun memanjang.
Membentuk bonsai adalah perjalanan panjang yang menuntut ketelatenan, bukan sesuatu yang instan; para profesional pun butuh bertahun-tahun untuk mendapatkan hasil terbaik. John Naka, maestro bonsai dunia, dikutip dari Bonsai Empire, menuturkan, "Bonsai bukanlah hasil akhir; hasil itu datang belakangan. Kenikmatan Andalah yang terpenting."
5. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Bonsai
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat bonsai?
Waktunya bergantung pada bahan awal yang Anda gunakan. Dari biji dibutuhkan sekitar 5 hingga 10 tahun untuk menjadi bonsai yang dikenali, sedangkan dari tanaman pembibitan atau bakalan cukup 2 hingga 3 tahun untuk membentuk tampilan yang layak. Membeli bahan setengah jadi menjadi jalur tercepat bagi pemula yang ingin segera berlatih membentuk.
Apakah semua jenis pohon bisa dijadikan bonsai?
Hampir semua tanaman berkayu dengan cabang sejati bisa dijadikan bonsai, meski sebagian spesies lebih sesuai daripada yang lain. Meski begitu, banyak pemula gagal bukan karena kurang bakat seni, melainkan karena memilih pohon yang menuntut perawatan sangat teliti. Karena itu, mulailah dari jenis yang mudah dan tahan banting.
Apakah bonsai harus diletakkan di luar ruangan?
Tergantung jenis pohonnya. Sebagian besar spesies bonsai justru perlu hidup di luar ruangan sepanjang tahun, dan hanya jenis tropis seperti ficus, jade, serta Chinese elm yang mampu bertahan permanen di dalam rumah. Pastikan pohon selalu mendapat cahaya yang memadai sesuai karakter spesiesnya.
Daftar Referensi
- Bonsai Empire. John Naka. Diakses pada 17 September 2026, dari https://www.bonsaiempire.com/locations/bonsai-artists/john-naka
- Homes and Gardens. How to care for a bonsai tree: expert tips for growing. Diakses pada 17 September 2026, dari https://www.homesandgardens.com/gardens/how-to-care-for-a-bonsai-tree
- The Spruce. 19 Types of Bonsai Tree Species to Grow. Diakses pada 17 September 2026, dari https://www.thespruce.com/types-of-bonsai-trees
- Longwood Gardens. The Beauty of Bonsai Styles. Diakses pada 17 September 2026, dari https://longwoodgardens.org/blog/2023-05-17/beauty-bonsai-styles
- AZ Quotes. Quotes by John Naka. Diakses pada 17 September 2026, dari https://www.azquotes.com/author/57821-John_Naka
(kpl/ums)
Advertisement
D Academy 8
-
Ulang Tahun Selebritis Ulang Tahun Soimah Dirayakan di Panggung Dangdut Academy 8
