Cara Menanam Kelengkeng dari Biji dan Bibit agar Cepat Berbuah Lebat
cara menanam kelengkeng (h)
Kapanlagi.com - Cara menanam kelengkeng bisa dilakukan melalui biji maupun bibit hasil cangkok dan okulasi. Kuncinya terletak pada pemilihan bibit unggul, tanah gembur berdrainase baik, serta lokasi dengan sinar matahari penuh.
Perawatan rutin seperti penyiraman, pemupukan, dan pemangkasan sangat menentukan kecepatan berbuah. Menguasai cara menanam kelengkeng yang tepat membuat pohon tumbuh subur dan produktif walau hanya di pekarangan atau pot.
Kelengkeng atau lengkeng (Dimocarpus longan) merupakan pohon buah tropis yang masih sekerabat dengan leci, dengan buah yang sangat manis, berair, dan tumbuh bergerombol. Dilansir dari Gardenia, umur pohon kelengkeng dapat mencapai 40 hingga lebih dari 100 tahun tergantung kondisi tumbuh dan perawatannya. Selain nikmat disantap, ada banyak manfaat buah kelengkeng untuk kesehatan yang membuatnya layak dikoleksi di rumah.
Advertisement
1. Cara Menanam Kelengkeng dari Biji
Menanam dari biji adalah pilihan paling murah dan cocok untuk belajar berkebun. Meski demikian, cara menanam kelengkeng dari biji menuntut kesabaran ekstra karena pohonnya cenderung lebih lambat berbuah. Simak juga panduan cara menanam kelengkeng untuk pemula agar tahapannya makin jelas.
Sebagaimana diungkapkan University of Florida IFAS Extension, pohon dari biji tidak mewarisi seluruh sifat induk dan lambat berbuah, bahkan bisa belum berbuah setelah enam tahun, sehingga metode vegetatif kerap lebih diandalkan.
Pilih Biji dari Buah Matang: Ambil biji dari buah kelengkeng yang benar-benar matang, segar, dan manis dari pohon induk sehat agar daya tumbuhnya tinggi.
Bersihkan dan Rendam: Cuci sisa daging buah, lalu rendam biji dalam air bersih sekitar 12-24 jam untuk memicu perkecambahan; utamakan biji yang tenggelam.
Semai di Media Gembur: Semai pada campuran tanah halus, pasir, dan kompos dengan posisi biji direbahkan; jaga kelembapan hingga berkecambah dalam 2-4 minggu.
Beri Cahaya Tidak Langsung: Letakkan bibit muda di tempat teduh dengan cahaya tidak langsung lebih dulu, baru dikenalkan ke matahari penuh secara bertahap.
Pindah Tanam: Setelah tumbuh 4-6 helai daun sejati dan cukup kuat, pindahkan ke polybag besar atau lahan agar akar leluasa berkembang.
Baca juga: Cara menyemai tanaman dari biji dan stek untuk pemula
2. Cara Menanam Kelengkeng dari Bibit di Lahan dan Pot
Bagi yang ingin cepat panen, cara menanam kelengkeng dari bibit vegetatif jauh lebih dianjurkan. Bibit dari cangkok atau sambung mewarisi sifat pohon induk dan dapat berbuah 2-3 tahun setelah tanam. Prinsipnya mirip dengan panduan menanam tanaman buah dalam pot pada umumnya.
Pilih Bibit Unggul: Gunakan bibit cangkok atau okulasi setinggi minimal 40-60 cm dengan batang kokoh, daun hijau tua mengkilap, dan bebas hama.
Tentukan Lokasi Terbaik: Tanam di lokasi bersinar matahari penuh dan jauh dari pohon lain, bangunan, atau kabel listrik karena pohon kelengkeng bisa tumbuh sangat besar.
Olah Tanah Secukupnya: Pastikan tanah berpasir, subur, dan berdrainase baik dengan pH sekitar 5,5-6,5. Tadewaldt, dikutip dari Homes & Gardens, menyatakan, "Hindari terlalu banyak memperbaiki tanah, sebab Anda ingin pohon tumbuh di tanah aslinya, bukan menambahkan banyak tanah kaya nutrisi yang justru membuat akar enggan menyebar keluar."
Buat Lubang dan Atur Jarak: Gali lubang tanam 60x60x60 cm dan diamkan sekitar seminggu; beri jarak antarpohon yang cukup lebar, umumnya beberapa meter, karena tajuk kelengkeng melebar.
Tanam pada Gundukan bila Perlu: Di lahan basah atau berair tanah dangkal, buat gundukan saat menanam agar akar berada di atas permukaan air dan tidak busuk.
Tanam dan Pasang Ajir: Lepas polybag hati-hati, tanam tegak dengan leher akar sejajar tanah, siram, lalu pasang ajir penyangga agar bibit tidak roboh diterpa angin.
Sebagaimana dilaporkan Weekand, untuk tanaman dalam pot campurkan gambut, pasir, dan kulit kayu atau perlit dengan takaran seimbang, serta gunakan pot besar berdiameter minimal 40-60 cm yang berlubang. Teknik serupa juga dipakai pada cara menanam buah matoa di pot.
Baca juga: cara menanam belimbing manis dalam pot, cara menanam sawo dalam pot agar tetap pendek, dan cara menanam stroberi di pot.
3. Cara Merawat Kelengkeng agar Cepat Berbuah
Perawatan konsisten adalah inti dari cara menanam kelengkeng hingga berhasil panen. Banyak pemula ragu memangkas karena takut merusak pohon. Erica Chernoh, ahli hortikultura Oregon State University Extension, menyatakan, "Banyak orang takut memangkas. Mereka mengira akan menimbulkan kerusakan permanen, padahal pohon sebenarnya cukup tangguh." Pelajari pula cara menanam kelengkeng agar berbuah lebat sebagai pelengkap.
Penyiraman dan Mulsa: Siram teratur agar bibit cepat mapan, dan setelah pohon mulai berbuah, siram rutin terutama saat berbunga dan berbuah. Beri mulsa di sekeliling pangkal untuk menjaga kelembapan, tetapi jaga jaraknya dari batang agar tidak busuk.
Pemupukan Berimbang: Untuk pohon muda, beri pupuk seperti 6-6-6 sekitar sebulan setelah tanam dan ulangi tiap 6-8 minggu pada tahun pertama. Jelang berbunga, perbanyak unsur fosfor dan kalium serta hindari nitrogen berlebih.
Pemangkasan Rutin: Pangkas seperlunya untuk membuang cabang mati dan membentuk tajuk sesuai keinginan. Susan Poizner, orchardist perkotaan sekaligus penulis buku perawatan pohon buah, dikutip dari joegardener, menyatakan, "Setelah Anda memahami ilmunya, memangkas pohon buah tidaklah sulit. Sebenarnya cukup intuitif."
Rangsang Pembungaan: Mengacu pada laporan FAO, kelengkeng umumnya membutuhkan periode musim yang sejuk dan kering selama 2-3 bulan untuk memicu pembentukan bunga. Pengurangan air sementara dan pemberian booster berkalium juga kerap dipakai untuk memancing bunga.
Pengendalian Hama: Waspadai hama seperti ulat penggulung daun leci dan berbagai kutu perisai. Buang bagian yang terinfeksi dan jaga sirkulasi udara untuk mencegah penyakit seperti antraknosa.
Panen Tepat Waktu: Tunggu kulit berwarna cokelat tua dan cicipi kemanisannya sebagai penanda matang, sebab buah tidak akan matang lagi setelah dipetik. Simpan hasil panen dalam kantong plastik di lemari es dan habiskan dalam 5-7 hari.
Untuk hasil maksimal, terapkan juga cara menyuburkan tanaman buah dalam pot dan rahasia agar pohon buah dalam pot cepat berbuah. Panen tepat waktu pula yang membuat kelengkeng termasuk pohon buah yang lebih jarang didatangi kelelawar.
4. Syarat Tumbuh dan Faktor Penentu Keberhasilan Kelengkeng
Keberhasilan budidaya tidak lepas dari kesesuaian lingkungan tumbuh. Merujuk MorningChores, kelengkeng hanya bertahan di wilayah tropis atau subtropis, tumbuh paling baik pada zona iklim USDA 9-12, dan menyukai tanah berpasir yang subur serta berdrainase baik. Berikut faktor kunci yang perlu diperhatikan.
Iklim dan Suhu Hangat: Kelengkeng tumbuh paling baik pada suhu sekitar 20-35 derajat Celsius.
Periode Kering untuk Berbunga: Musim kering yang sejuk dan jelas membantu pohon berpindah dari fase daun ke fase bunga.
Sinar Matahari Penuh: Kelengkeng butuh 6-8 jam sinar matahari langsung setiap hari untuk pertumbuhan, pembungaan, dan pembuahan yang sehat.
Tanah dan pH Ideal: Tanah lempung berpasir dengan pH 5,5-6,5 paling cocok untuk perkembangan akar.
Drainase Baik: Pastikan air tidak menggenang karena akar kelengkeng sangat rentan busuk.
Pemilihan Varietas: Pilih varietas unggul; untuk dataran rendah dikenal Pingpong, Diamond River, dan Itoh. Steve Renquist, ahli hortikultura Oregon State University Extension, menyatakan, "Jika Anda memulai dengan varietas yang tahan penyakit, peluang memiliki kebun berinput rendah jauh lebih besar."
Perlindungan Angin: Daun muda kelengkeng peka terhadap angin kencang yang bisa membuatnya kering dan rusak.
Kesabaran dan Konsistensi: Buah baru muncul setelah beberapa tahun, sehingga perawatan telaten sangat menentukan hasil akhir.
Prinsip yang sama berlaku untuk cara menanam pohon buah pendek di lahan sempit maupun konsep tabulampot serbaguna. Menariknya, dalam bahasa Inggris kelengkeng dikenal sebagai longan, seperti terangkum pada daftar nama buah dalam bahasa Inggris. Batang kelengkeng yang kokoh bahkan bisa menjadi inang saat menanam anggrek di pohon.
5. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menanam Kelengkeng
Berapa lama kelengkeng mulai berbuah setelah ditanam?
Bibit hasil perbanyakan vegetatif dapat berbuah 2-3 tahun setelah tanam, sedangkan pohon dari biji sering belum berbuah hingga lebih dari enam tahun. Perawatan intensif dapat mempercepat prosesnya.
Apakah kelengkeng bisa ditanam di dataran rendah?
Bisa. Dengan hadirnya varietas kelengkeng yang cocok untuk kondisi tropis, penanamannya kini meluas hingga ke dataran rendah. Pilih varietas dataran rendah seperti Pingpong, Diamond River, atau Itoh.
Apakah kelengkeng dari biji pasti berbuah sama dengan induknya?
Tidak selalu. Pohon dari biji tidak tumbuh sesuai tipe induk, meski tetap bisa menghasilkan panen. Karena itu bibit cangkok atau okulasi lebih dianjurkan bila ingin cepat dan pasti berbuah.
Daftar Referensi
- Food and Agriculture Organization (FAO). Longan Production. Diakses pada 28 September 2026, dari https://www.fao.org/4/X6908E/x6908e0g.htm
- University of Florida IFAS Extension. Longan - Gardening Solutions. Diakses pada 28 September 2026, dari https://gardeningsolutions.ifas.ufl.edu/plants/edibles/fruits/longan/
- MorningChores. Growing Longan Trees: How to Plant and Care for Longans. Diakses pada 28 September 2026, dari https://morningchores.com/growing-longans/
- Gardenia. Longan: Health Benefits, Uses, Growing Tips. Diakses pada 28 September 2026, dari https://www.gardenia.net/plant/dimocarpus-longan-benefits-uses-growing-tips
- Weekand. How to Grow a Longan Tree. Diakses pada 28 September 2026, dari https://www.weekand.com/home-garden/article/grow-longan-tree-18058788.php
(kpl/rsp)
Advertisement
D Academy 8
-
Ulang Tahun Selebritis Ulang Tahun Soimah Dirayakan di Panggung Dangdut Academy 8
