10 Cara Menanam Pohon Buah Pendek agar Pekarangan Sempit Tetap Panen
jenis pohon pendek untuk ditanam di lahan sempit (AI Generated)
Kapanlagi.com - Memiliki halaman rumah yang tidak terlalu luas bukan berarti harus mengurungkan keinginan menanam pohon buah. Saat ini ada banyak jenis tanaman buah yang dapat dipelihara dengan ukuran tetap ringkas melalui pemangkasan dan teknik budidaya yang tepat, sehingga tetap mampu menghasilkan panen melimpah.
Selain memangkas cabang secara berkala, penggunaan media tanam yang sesuai, pemberian pupuk berdasarkan fase pertumbuhan, hingga penanaman dalam pot atau tabulampot menjadi cara yang banyak diterapkan untuk menjaga ukuran pohon tetap pendek. Dengan perawatan tersebut, pekarangan mungil pun tetap bisa menjadi area hijau sekaligus sumber buah segar bagi keluarga.
Beragam pilihannya pun cukup lengkap, mulai dari tanaman buah tropis yang sudah akrab di Indonesia hingga varietas khusus yang memang dikembangkan agar cocok ditanam di lahan terbatas.
Advertisement
1. Jambu Kristal
Jambu kristal menjadi salah satu pilihan favorit untuk tabulampot karena mampu beradaptasi dengan baik terhadap pemangkasan rutin. Setelah panen pertama, batang utama dapat dipangkas agar pertumbuhan tanaman lebih banyak menghasilkan tunas baru sehingga tajuk berkembang melebar, bukan meninggi.
Tanaman ini juga mampu kembali berbuah hanya dalam hitungan bulan setelah pemangkasan apabila memperoleh sinar matahari penuh dan penyiraman yang dilakukan secara teratur setiap hari. Semakin banyak cabang yang dipangkas, semakin banyak pula titik tumbuh baru yang berpotensi menghasilkan bunga dan buah.
Agar hasil panen tetap berkualitas, buah muda dapat dibungkus menggunakan plastik atau kertas untuk mengurangi risiko serangan lalat buah. Dengan cara tersebut, jambu kristal tetap dapat menghasilkan buah lebat meski tinggi pohonnya dipertahankan di bawah dua meter.
2. Jeruk Nipis atau Lemon
Jeruk nipis maupun lemon pada dasarnya memiliki karakter pohon yang relatif kecil sehingga lebih mudah dikendalikan ukurannya. Cabang yang tumbuh terlalu tinggi cukup dipangkas agar pertumbuhan tanaman lebih melebar dan membentuk tajuk yang rapat.
Kedua jenis jeruk tersebut dikenal rajin berbunga sepanjang tahun selama memperoleh sinar matahari langsung setidaknya enam jam setiap hari. Pemupukan menggunakan unsur kalium secara berkala juga membantu meningkatkan pembentukan bunga menjadi buah yang lebih banyak, seragam, dan segar.
Jika ditanam dalam pot berdiameter minimal 50 sentimeter, sistem perakarannya tetap berkembang dengan baik tanpa mendorong pertumbuhan pohon menjadi terlalu tinggi. Hasilnya, pohon tetap mudah dipanen meski hanya setinggi pinggang orang dewasa.
3. Belimbing
Belimbing termasuk pohon buah yang tetap mampu berproduksi walaupun dipangkas hingga menyisakan tinggi sekitar satu setengah meter. Bahkan, pemangkasan cabang tua justru merangsang munculnya tunas baru yang lebih cepat menghasilkan bunga dan buah.
Keunggulan lain tanaman ini terletak pada bunga yang tumbuh langsung dari batang maupun cabang utama. Karena itu, bentuk tajuk yang melebar justru memperluas area tumbuh bunga sehingga produksi buah dapat meningkat.
Supaya tanaman terus berbuah sepanjang musim, diperlukan penyiraman secara rutin serta pemupukan yang seimbang dengan kandungan nitrogen, fosfor, dan kalium. Buah yang mulai membesar juga sebaiknya dibungkus agar kulitnya tetap mulus dan rasa manisnya terjaga saat panen.
4. Sawo
Di habitat aslinya, pohon sawo dapat tumbuh hingga belasan meter. Namun, jika dibudidayakan di dalam pot atau pekarangan sempit, pertumbuhannya jauh lebih mudah dikendalikan melalui pemangkasan pucuk secara berkala.
Sawo juga dikenal tahan terhadap pemangkasan yang cukup berat. Setelah cabang dipotong, tanaman justru cenderung menghasilkan tunas baru yang lebih produktif dibandingkan cabang lama yang sudah menua.
Perawatan berupa pemberian pupuk kandang secara rutin dan penyiraman yang cukup, terutama saat musim kemarau, membantu tanaman tetap berbuah lebat meski ukurannya dijaga tetap pendek. Dalam kondisi budidaya yang baik, pohon sawo umumnya mulai menghasilkan buah ketika berusia sekitar dua hingga tiga tahun setelah ditanam.
5. Mangga Tabulampot
Bagi pencinta mangga, varietas seperti mangga irwin dan mangga golek menjadi pilihan yang banyak dibudidayakan dalam pot. Kedua varietas ini cukup responsif terhadap teknik pemendekan batang serta pemangkasan tajuk sehingga tinggi pohon tetap mudah dikendalikan.
Selain memangkas cabang, sebagian pembudi daya juga melakukan pemangkasan akar secara berkala agar pertumbuhan tanaman tidak terlalu tinggi tanpa mengurangi produktivitasnya. Untuk merangsang munculnya bunga, larutan air kelapa kerap dimanfaatkan sebagai zat pengatur tumbuh alami sehingga pembungaan dapat terjadi lebih cepat dibanding menunggu proses alami.
Media tanam yang gembur dengan drainase baik juga berperan penting menjaga kesehatan akar. Dengan perawatan yang tepat, satu pohon mangga tabulampot dapat menghasilkan puluhan buah dalam satu musim panen.
6. Jambu Air
Jambu air termasuk tanaman yang cepat memunculkan tunas baru setelah dilakukan pemangkasan. Karakter tersebut membuatnya mudah dibentuk menjadi pohon pendek dengan tajuk yang melebar ke berbagai arah sehingga cocok ditempatkan di halaman rumah yang tidak terlalu luas.
Bentuk tajuk yang melebar justru membantu penyebaran buah lebih merata dibandingkan pohon yang dibiarkan tumbuh tinggi. Cabang-cabang muda hasil pemangkasan juga umumnya lebih cepat menghasilkan bunga dibandingkan cabang tua yang sudah mengeras.
Ketika tanaman mulai memasuki fase berbunga, penyiraman secara konsisten menjadi faktor penting. Kekurangan air pada tahap ini dapat menyebabkan bunga berguguran sebelum berkembang menjadi buah yang siap dipanen.
7. Anggur
Berbeda dengan kebanyakan pohon buah, anggur dapat dibudidayakan menggunakan sistem rambatan pada para-para rendah. Cara ini membuat tanaman tidak membutuhkan ruang vertikal yang luas, sekaligus memudahkan proses perawatan dan pemanenan.
Produktivitas anggur sangat bergantung pada pemangkasan sulur secara rutin. Hal itu karena bunga hanya muncul pada tunas baru yang tumbuh setelah pemangkasan, bukan pada cabang lama yang telah mengeras. Semakin disiplin jadwal pemangkasannya, semakin sering pula tanaman menghasilkan buah di daerah beriklim tropis.
Menjelang masa berbunga, pemberian pupuk dengan kandungan fosfor tinggi membantu mempercepat pembentukan bunga menjadi buah yang matang sempurna dan bercita rasa manis. Tanaman yang dirawat dengan baik mampu menghasilkan beberapa tandan buah dalam satu musim.
8. Delima
Delima dikenal memiliki pertumbuhan yang relatif lambat sehingga lebih mudah dipertahankan dalam bentuk semak rendah tanpa mengurangi kemampuan berbuahnya. Karena karakter tersebut, tanaman ini banyak dipilih sebagai penghias pekarangan sekaligus penghasil buah.
Menjaga ukuran pohon tetap pendek justru membuat energi tanaman lebih terfokus pada pembentukan bunga dan buah dibandingkan pertumbuhan batang. Pemangkasan cabang yang saling bertumpuk juga membantu memperbaiki sirkulasi udara di dalam tajuk.
Supaya hasil panennya maksimal, delima sebaiknya ditempatkan di lokasi yang memperoleh sinar matahari penuh sepanjang hari. Sebaliknya, penyiraman berlebihan perlu dihindari karena tanaman ini lebih menyukai media tanam yang tidak terlalu basah.
9. Tin
Pohon tin atau ara menjadi salah satu tanaman buah yang banyak dipilih untuk pekarangan perkotaan karena dapat tumbuh dengan baik di dalam pot berukuran besar. Melalui pemangkasan rutin, tinggi tanaman dapat dipertahankan tidak lebih dari dua meter meski telah ditanam selama bertahun-tahun.
Apabila kebutuhan sinar matahari dan air terpenuhi secara konsisten, pohon tin mampu menghasilkan buah beberapa kali dalam setahun. Pemangkasan pada cabang yang sudah tidak produktif juga membantu merangsang pertumbuhan cabang baru yang lebih cepat menghasilkan buah.
Media tanam berupa campuran sekam bakar dan pupuk kompos dapat membantu perkembangan akar meski ruang tanam terbatas. Saat memasuki masa panen, buah tin umumnya ditandai dengan perubahan warna kulit serta tekstur yang mulai melunak ketika disentuh.
10. Kelengkeng Dwarf
Kelengkeng dwarf menjadi pilihan menarik bagi pemilik rumah dengan lahan terbatas karena memang dikembangkan agar tetap berukuran pendek. Varietas seperti pingpong dan diamond river mampu mulai berbuah sejak usia muda tanpa harus menunggu terlalu lama.
Jenis ini juga banyak dimanfaatkan sebagai tanaman tabulampot karena dalam usia sekitar satu hingga dua tahun sudah dapat menghasilkan buah apabila dirawat dengan baik. Pemangkasan ringan pada cabang yang terlalu rapat membantu sinar matahari menjangkau seluruh bagian tajuk sehingga pertumbuhan tanaman lebih optimal.
Selain itu, pemberian pupuk yang mengandung boron dipercaya dapat meningkatkan kualitas bunga menjadi buah. Dengan perawatan yang konsisten, satu pohon kelengkeng dwarf mampu menghasilkan puluhan kilogram buah dalam satu musim panen.
(kpl/mda)
Advertisement
D Academy 8
-
Dangdut Academy Hasil Top 26 Dangdut Academy 8: Kadhafy Bangkalan Tersenggol
-
Dangdut Academy Lesti Kejora Rawat Karier Sejak Kecil, Ungkap Kunci Bertahan
