12 Cara Menanam Pohon Buah Naga agar Cepat Berbuah, Hasil Lebat dan Manis

12 Cara Menanam Pohon Buah Naga agar Cepat Berbuah, Hasil Lebat dan Manis
Menanam pohon buah naga. [AI Generated]

Kapanlagi.com - Buah naga menjadi salah satu tanaman buah yang banyak dibudidayakan karena perawatannya relatif mudah dan nilai jualnya cukup tinggi. Namun, tidak sedikit orang yang mengeluhkan tanaman buah naga tumbuh subur tetapi lambat berbunga dan berbuah. Padahal, ada beberapa teknik penting yang dapat diterapkan sejak awal penanaman agar tanaman lebih cepat memasuki fase generatif.

Kunci utama keberhasilan budidaya buah naga sebenarnya terletak pada pemilihan bibit, persiapan lahan, pengaturan nutrisi, dan perawatan rutin yang tepat. Jika semua tahapan dilakukan dengan benar, buah naga dari stek bahkan bisa mulai berbuah dalam waktu sekitar 8–12 bulan setelah tanam, tergantung varietas dan kondisi lingkungan.

1. Pilih Bibit Stek dari Induk yang Sudah Produktif

Cara menanam pohon buah naga agar cepat berbuah dimulai dari pemilihan bibit. Gunakan bibit hasil stek batang, bukan dari biji, karena stek lebih cepat berproduksi dan sifat unggul induknya akan menurun ke tanaman baru.

Pilih batang yang berasal dari tanaman induk yang sudah pernah berbuah minimal 3–4 kali. Batang sebaiknya tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua, berwarna hijau segar, keras, serta bebas dari bercak penyakit atau luka.

Ukuran stek ideal berkisar 30–50 cm dengan minimal empat tunas atau mata tunas. Bibit yang sehat akan mempercepat pertumbuhan akar dan mempersingkat waktu menuju pembungaan.

2. Siapkan Lokasi Tanam yang Mendapat Sinar Matahari Penuh

Buah naga merupakan tanaman yang sangat menyukai cahaya matahari. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari langsung setidaknya 6–8 jam setiap hari agar proses fotosintesis berlangsung optimal.

Hindari menanam buah naga di tempat yang terlalu teduh, lembap, atau sering tergenang air. Kondisi kurang cahaya dapat menyebabkan batang memanjang, berwarna pucat, dan lambat berbunga. Selain itu, pilih lokasi yang memiliki sirkulasi udara baik agar kelembapan tidak terlalu tinggi dan risiko serangan jamur dapat ditekan.

3. Gunakan Media Tanam yang Gembur dan Berdrainase Baik

Media tanam yang baik sangat menentukan kecepatan pertumbuhan buah naga. Campurkan tanah, pasir, dan kompos atau pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1.

Pasir membantu memperbaiki drainase, sedangkan kompos menyediakan unsur hara organik. Media harus gembur agar akar mudah berkembang dan tidak mengalami pembusukan akibat genangan air.

Sebelum digunakan, tanah dan pasir sebaiknya dijemur selama beberapa hari untuk mengurangi hama dan bibit penyakit yang mungkin terdapat di dalam media.

4. Tambahkan Dolomit untuk Menjaga Kesehatan Tanaman

Pemberian dolomit atau kapur pertanian sering diabaikan, padahal sangat bermanfaat untuk buah naga. Tambahkan sekitar 200–300 gram dolomit per lubang tanam.

Dolomit membantu menetralkan keasaman tanah dan menambah unsur kalsium serta magnesium yang penting bagi pertumbuhan batang, akar, dan pembentukan bunga. Pemberian dolomit sebaiknya dilakukan 1–2 minggu sebelum penanaman agar bereaksi terlebih dahulu dengan tanah.

5. Pasang Tiang Penyangga yang Kuat

Karena buah naga termasuk tanaman memanjat, keberadaan tiang penyangga sangat penting. Gunakan tiang beton, kayu keras, atau besi dengan tinggi sekitar 1,5–2 meter.

Pada bagian atas tiang, pasang lingkaran atau penyangga berbentuk silang agar batang dapat menjuntai dan membentuk cabang produktif. Cabang yang menjuntai inilah yang umumnya lebih cepat menghasilkan bunga dan buah. Ikat batang utama secara longgar agar tidak melukai jaringan tanaman saat pertumbuhannya membesar.

6. Berikan Naungan pada Awal Pertumbuhan

Stek yang baru ditanam belum mampu menahan terik matahari penuh. Oleh karena itu, berikan naungan sekitar 50% menggunakan paranet, daun kelapa, atau anyaman bambu.

Naungan membantu mengurangi penguapan dan mencegah stek mengalami stres. Setelah tunas baru tumbuh dan tanaman berumur sekitar 2–3 minggu, naungan dapat dibuka secara bertahap hingga tanaman terbiasa dengan cahaya penuh. Tanaman yang mengalami stres berat pada awal pertumbuhan biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk berbuah.

7. Lakukan Penanaman dengan Kedalaman yang Tepat

Tanam bagian bawah stek sedalam 5–10 cm ke dalam media tanam. Jangan menanam terlalu dalam karena dapat memicu pembusukan batang.

Setelah ditanam, padatkan media di sekitar stek agar tanaman berdiri kokoh, lalu siram secukupnya hingga media lembap tetapi tidak becek. Pada fase awal, fokus utama adalah pembentukan akar dan tunas baru, bukan pertumbuhan batang yang terlalu cepat.

8. Atur Penyiraman Sesuai Fase Pertumbuhan

Penyiraman yang berlebihan merupakan kesalahan paling umum dalam budidaya buah naga. Pada awal penanaman, siram setiap 2–3 hari sekali atau saat media mulai mengering.

Setelah tanaman besar, frekuensi penyiraman dapat dikurangi. Saat tanaman mulai berbunga dan berbuah, kelembapan media perlu dijaga tetap stabil agar bunga tidak rontok. Namun, ketika buah sudah hampir matang, penyiraman sebaiknya dikurangi agar rasa buah lebih manis dan ukuran buah optimal.

9. Lakukan Pemupukan Rutin untuk Merangsang Pembuahan

Agar buah naga cepat berbuah, pemupukan harus disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman.

Fase vegetatif (0–6 bulan)

  • NPK 15-15-15 sebanyak 10–20 gram per tanaman setiap bulan.
  • Tambahkan kompos atau pupuk kandang secara berkala.

Fase generatif (menjelang berbunga)

  • Gunakan pupuk dengan kandungan fosfor (P) dan kalium (K) lebih tinggi.
  • Contoh: NPK 12-12-17 atau KNO3.

Fosfor membantu pembentukan bunga, sedangkan kalium meningkatkan kualitas dan ukuran buah. Pupuk kandang 2–5 kg per tanaman setiap 3 bulan juga sangat baik untuk menjaga kesuburan tanah.

10. Pangkas Cabang yang Tidak Produktif

Pemangkasan sangat penting untuk mempercepat pembuahan. Buang tunas air, cabang yang terlalu rapat, cabang sakit, dan batang yang tumbuh berlebihan.

Saat tanaman mencapai tinggi sekitar 50–60 cm, pangkas ujung batang utama untuk merangsang pertumbuhan cabang samping. Cabang samping yang sehat akan menjadi calon cabang produktif.

Setelah panen, lakukan pemangkasan kembali agar nutrisi tanaman tidak habis untuk mempertahankan cabang yang sudah tua dan tidak produktif.

11. Lakukan Penyerbukan Manual Bila Diperlukan

Beberapa varietas buah naga, terutama yang memerlukan penyerbukan silang, akan menghasilkan buah lebih banyak jika dibantu penyerbukan manual.

Bunga buah naga mekar pada malam hari, biasanya antara pukul 20.00 hingga 24.00. Ambil serbuk sari menggunakan kuas kecil atau kapas, lalu oleskan ke putik bunga lain. Teknik sederhana ini dapat meningkatkan keberhasilan pembentukan buah dan menghasilkan ukuran buah yang lebih besar.

12. Jaga Kebersihan Kebun dari Hama dan Penyakit

Tanaman yang sehat akan lebih cepat berbunga dan berbuah. Bersihkan gulma di sekitar tanaman dan buang bagian yang terserang penyakit.

Hama yang sering menyerang buah naga antara lain kutu putih, kutu kebul, dan tungau. Untuk pengendalian ringan, gunakan pestisida nabati seperti ekstrak daun mimba. Pastikan drainase tetap baik karena kelembapan berlebih dapat memicu busuk akar dan busuk batang.

13. Pertanyaan Seputar Menanam Pohon Buah Naga

Apakah buah naga harus dikawinkan?

Buah naga tidak selalu harus dikawinkan, namun penyerbukan manual diperlukan untuk beberapa varietas atau jika penyerbuk alami tidak ada, guna meningkatkan hasil panen.

Kapan waktu terbaik melakukan penyerbukan manual buah naga?

Penyerbukan manual paling baik dilakukan pada malam hari, antara pukul 20.30 hingga tengah malam, karena bunga buah naga mekar pada waktu tersebut.

Apa saja kriteria bibit stek buah naga yang baik?

Bibit stek yang baik berasal dari induk yang sudah berbuah minimal 3-4 kali, batangnya sehat, tumbuh normal, keras, berwarna hijau, dan memiliki tinggi minimal 30-40 cm dengan empat tunas.

Mengapa buah naga perlu naungan di awal pertumbuhan?

Pada awal pertumbuhan, buah naga memerlukan naungan sekitar 50% agar tidak tumbuh lambat, kekuningan, kaku, dan kerdil akibat paparan sinar matahari berlebihan.

Bagaimana cara memupuk buah naga agar cepat berbuah?

Gunakan pupuk NPK 15-15-15 saat tunas tumbuh, NPK dan ZA pada fase vegetatif, serta pupuk organik kaya P dan K atau pupuk kimia TSP/KCl pada fase generatif untuk merangsang pembungaan dan pembuahan.

(kpl/ini)

Rekomendasi

Trending