Kapanlagi.com - Seblak kering adalah varian makanan khas Sunda yang disajikan tanpa kuah, berbentuk kerupuk berbumbu pedas gurih yang cocok dijadikan cemilan kapan saja. Cara membuat seblak kering pada dasarnya cukup sederhana, yaitu menggoreng kerupuk mentah yang sudah direndam minyak lalu mencampurnya dengan bumbu pedas dari kencur, bawang putih, cabai, dan daun jeruk.
Berbeda dengan seblak basah yang harus segera dimakan selagi hangat, seblak kering jauh lebih tahan lama bila disimpan dalam wadah kedap udara. Menguasai cara membuat seblak kering di rumah memungkinkan kamu mengatur tingkat kepedasan sesuai selera, bahkan menjadikannya peluang usaha cemilan pedas yang menguntungkan.
Kerupuk sendiri dipercaya telah menjadi bagian dari kuliner Indonesia sejak sebelum abad ke-10. Menurut para peneliti, kata "kerupuk" pertama kali muncul dalam manuskrip kuno Jawa, sehingga kreasi seblak kering yang kita kenal saat ini merupakan evolusi panjang dari tradisi pengolahan kerupuk di Nusantara.
Advertisement
Bahan yang dibutuhkan: 500 gram kerupuk bawang, 8 siung bawang putih (iris), 2 ruas kencur, 1 sdt kaldu bubuk, minyak secukupnya, daun jeruk secukupnya, 1 sdm bubuk cabai halus, dan 2 sachet bon cabe (sesuai selera).
Rendam kerupuk dalam minyak dingin: Masukkan kerupuk ke dalam wajan berisi minyak, lalu diamkan selama kurang lebih 1 jam agar kerupuk menyerap minyak secara merata tanpa mengembang berlebihan.
Goreng kerupuk dengan api kecil: Setelah 1 jam, nyalakan kompor dengan api sangat kecil. Aduk perlahan hingga kerupuk matang merata dan sedikit mengembang, tetapi tidak mengembang sempurna seperti kerupuk biasa. Angkat dan tiriskan.
Goreng bumbu secara terpisah: Goreng bawang putih, kencur, dan daun jeruk secara masing-masing dengan api kecil hingga kering dan harum. Pastikan tidak tercampur agar setiap bumbu matang sempurna.
Haluskan bumbu: Setelah bawang putih dan kencur matang, haluskan keduanya menggunakan ulek atau blender. Kemudian masukkan bubuk cabai, kaldu bubuk, dan bon cabe. Aduk hingga tercampur rata.
Campur kerupuk dengan bumbu: Masukkan kerupuk yang sudah digoreng ke dalam wadah bersama campuran bumbu. Aduk hingga seluruh kerupuk terbalut bumbu secara merata.
Tambahkan daun jeruk dan sajikan: Remah halus daun jeruk yang sudah digoreng, taburkan di atas kerupuk, lalu aduk kembali. Seblak kering klasik siap dinikmati atau disimpan dalam toples kedap udara.
Dilansir dari Chomps, capsaicin, senyawa yang memberikan rasa pedas pada cabai, memicu pelepasan endorfin dan dopamin, menciptakan efek "reward" ringan. Inilah alasan mengapa camilan pedas seperti seblak kering terasa begitu adiktif dan membuat kamu terus menginginkannya.
Bahan yang dibutuhkan: kerupuk mentah secukupnya, bon cabe sesuai selera, 8-10 lembar daun jeruk, 2-4 ruas kencur, dan minyak goreng secukupnya.
Rendam kerupuk dengan minyak: Tuang minyak goreng ke dalam wajan, masukkan kerupuk mentah, dan rendam selama 30 menit tanpa menyalakan api.
Goreng kerupuk bersama daun jeruk dan kencur: Nyalakan api kecil, goreng kerupuk sambil sesekali diaduk. Tambahkan daun jeruk dan potongan kencur ke dalam minyak. Aduk terus hingga daun jeruk dan kencur mengering.
Angkat dan tiriskan bahan: Setelah daun jeruk dan kencur kering, angkat terlebih dahulu. Lanjutkan menggoreng kerupuk hingga matang sempurna, lalu tiriskan.
Haluskan daun jeruk dan kencur: Rajang halus daun jeruk goreng atau remas hingga hancur. Kencur yang sudah digoreng juga dihaluskan.
Campurkan semua bahan: Dalam wadah besar, campurkan kerupuk goreng dengan bon cabe, remahan daun jeruk, dan kencur halus. Aduk rata hingga bumbu terbalut sempurna ke seluruh permukaan kerupuk.
Simpan dalam wadah tertutup: Pindahkan seblak kering ke toples atau wadah kedap udara. Cara membuat seblak kering model ini menghasilkan aroma kencur dan daun jeruk yang sangat harum.
Bahan yang dibutuhkan: 500 gram kerupuk bawang, minyak goreng, 8 lembar daun jeruk, 4 ruas kencur, 4 siung bawang putih, 2 sdm bumbu pedas (Aida/Antaka), dan penyedap rasa secukupnya.
Rendam kerupuk dalam minyak: Rendam kerupuk bawang dengan minyak selama 10 hingga 20 menit. Sambil menunggu, siapkan seluruh bumbu.
Goreng kerupuk dengan api sedang: Goreng kerupuk yang sudah direndam menggunakan api sedang cenderung kecil. Aduk terus-menerus agar kerupuk tidak mengembang penuh dan tetap bertekstur bantat.
Goreng bumbu secara bergantian: Setelah kerupuk diangkat, goreng kencur, bawang putih, dan daun jeruk secara terpisah hingga kuning keemasan. Jangan dicampur agar tingkat kematangannya merata.
Ulek seluruh bumbu goreng: Tumbuk semua bumbu yang sudah digoreng menggunakan cobek atau ulekan hingga halus. Proses mengulek membuat tekstur bumbu lebih kasar dan aromanya lebih kuat dibanding diblender.
Tumis bumbu ulek dan campurkan kerupuk: Tumis sebentar bumbu yang sudah diulek untuk mengeluarkan aroma, lalu masukkan kerupuk goreng. Tambahkan penyedap rasa dan bumbu pedas, aduk terus hingga merata.
Tiriskan di atas kertas: Pindahkan seblak kering ke wadah yang diberi alas kertas nasi agar kelebihan minyak terserap. Biarkan dingin sebelum dipindahkan ke toples penyimpanan.
Mengacu pada Cleveland Clinic, capsaicin bertindak sebagai senyawa termogenik, yaitu zat yang dapat menghasilkan panas untuk menstimulasi metabolisme dan membantu pembakaran lemak. Jadi, menikmati seblak kering pedas tidak hanya memuaskan lidah tetapi juga memberikan sedikit dorongan metabolik bagi tubuh.
Jacqueline Gomes, seorang Registered Dietitian dari New Jersey, dikutip dari SingleCare menyatakan, "Capsaicin bisa memberikan dorongan metabolik ringan melalui termogenesis, yaitu proses di mana tubuh menghasilkan panas dengan membakar kalori."
Gunakan wadah kedap udara: Simpan seblak kering dalam toples kaca atau kontainer plastik yang benar-benar rapat. Menyimpan kerupuk dalam wadah kedap udara pada suhu ruang dapat membuatnya bertahan hingga 2 minggu.
Pastikan seblak sudah dingin sepenuhnya: Jangan memasukkan seblak kering ke dalam toples saat masih panas karena uap yang terperangkap akan membuat kerupuk cepat melempem.
Hindari tempat lembap dan terkena sinar matahari langsung: Simpan bumbu dan camilan berbumbu di wadah kedap udara, jauh dari cahaya, panas, dan kelembapan. Pantri atau lemari dapur adalah lokasi ideal.
Tambahkan silica gel di dalam toples: Butiran penyerap kelembapan ini membantu menjaga tekstur renyah seblak kering lebih lama, terutama di daerah beriklim tropis lembap seperti Indonesia.
Kontrol suhu minyak saat menggoreng: Jika suhu minyak tidak tepat, kerupuk akan menjadi keras dan seperti kulit, bukan renyah dan lumer. Sebaliknya, jika minyak terlalu panas, kerupuk akan terlalu cepat kecokelatan. Gunakan api kecil hingga sedang untuk hasil terbaik.
Sesuaikan level kepedasan secara bertahap: Mulailah dengan takaran cabai sedikit, lalu koreksi rasa. Karena bumbu pedas mengandung panas yang kuat, mulailah dengan jumlah sedikit dan tingkatkan secara bertahap berdasarkan toleransi pedas kamu.
Variasikan bumbu tabur untuk kreasi rasa baru: Kamu bisa mengganti atau menambahkan bumbu tabur seperti rasa barbeque, keju, atau manis pedas agar seblak kering punya cita rasa berbeda setiap kali dibuat.
Sebagaimana dilaporkan Healthline, suplemen maupun makanan yang mengandung capsaicin dapat meningkatkan metabolisme dan membantu pembakaran lemak lebih mudah. Capsaicin bekerja dengan meningkatkan konsumsi oksigen dan suhu tubuh, yang memicu sedikit peningkatan kalori yang terbakar. Mengonsumsi camilan pedas seperti seblak kering secara moderat bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat.
Seblak kering juga bisa menjadi ide jualan yang menjanjikan. Artis Rafael Tan bahkan berhasil membangun bisnis seblak yang langsung diserbu peminat, membuktikan bahwa cemilan berbasis kerupuk pedas ini memiliki pasar yang luas. Dengan modal bahan yang terjangkau dan teknik pembuatan yang sederhana, siapa pun bisa memulai usaha seblak kering dari dapur rumah.
Seblak kering merupakan varian seblak yang renyah dan garing seperti kerupuk pada umumnya. Cara membuat seblak kering tentu berbeda dari seblak basah. Seblak basah menggunakan kerupuk yang harus direndam terlebih dahulu, sedangkan pada seblak kering kerupuk digoreng langsung dengan bumbu. Seblak kering juga jauh lebih tahan lama bila disimpan dalam wadah kedap udara, sementara seblak basah harus segera dinikmati selagi hangat.
Seblak kering akan bertahan lebih lama jika disimpan di dalam wadah kedap udara, umumnya bisa tahan hingga 1-2 minggu dalam kondisi baik. Kunci utamanya adalah memastikan kerupuk sudah benar-benar kering dan dingin sebelum dimasukkan ke dalam toples, serta menghindari paparan kelembapan yang bisa membuat teksturnya melempem.
Kerupuk bawang warna-warni atau kerupuk mawar putih adalah pilihan paling umum untuk membuat seblak kering. Kerupuk bawang dikenal karena penampilannya yang menarik, berwarna putih di tengah dengan lingkaran tipis berwarna merah muda, hijau, atau kuning di tepinya, serta memiliki aroma bawang putih yang khas. Kamu juga bisa menggunakan kerupuk aci atau kerupuk udang sesuai preferensi, karena masing-masing memberikan tekstur dan rasa yang berbeda pada hasil akhir seblak kerupuk buatanmu.
Daftar Referensi
(kpl/fed)