Kapanlagi.com - Bulan Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah yang menyimpan keistimewaan luar biasa bagi umat Islam. Bulan ini menjadi waktu ketika umat Muslim didorong untuk meningkatkan ibadah, melakukan refleksi, serta memohon ampunan atas perbuatan yang telah lalu.
Sebagai salah satu dari empat bulan suci (asyhurul hurum) dalam Islam, ibadah bulan Muharram memiliki kedudukan istimewa yang ditegaskan langsung dalam Al-Qur'an dan hadis Nabi Muhammad SAW. Kata "Muharram" sendiri berarti "dilarang" atau "diharamkan," karena bulan ini termasuk salah satu dari empat bulan suci dalam Islam yang secara tradisional melarang peperangan.
Dilansir dari Muslim Aid, semua amal perbuatan — baik maupun buruk — memiliki bobot yang lebih besar selama bulan ini. Hal ini menjadikan ibadah bulan Muharram sebagai momentum emas untuk memperbanyak kebaikan sekaligus menjauhi kemaksiatan sepanjang bulan.
Keistimewaan Bulan Muharram: Keutamaan, Puasa Asyura, hingga Amalan Sunnah yang DianjurkanAdvertisement
Keistimewaan Muharram tidak hanya terletak pada posisinya sebagai bulan pertama dalam kalender Islam, tetapi juga pada peristiwa-peristiwa sejarah dan keagamaan yang mendalam yang terkait dengannya. Mengacu pada IslamQA, Nabi Muhammad SAW diriwayatkan bersabda, "Aku berharap kepada Allah agar puasa pada hari Asyura dapat menjadi penebus dosa setahun yang telah lalu" (Sahih Muslim).
Dalam konteks keempat bulan haram, Muharram bersanding dengan Dzulqadah, Dzulhijjah, dan Rajab. Pada bulan-bulan ini, pahala kebaikan dilipatgandakan dan konsekuensi dosa menjadi lebih berat. Sebagaimana dikutip dari Orphans in Need UK, Muharram, yang berasal dari kata Arab "haram" yang berarti terlarang, adalah bulan suci di mana tindakan perang dan kekerasan dilarang. Bulan ini memberikan kesempatan unik bagi umat Muslim untuk merenungkan perjalanan spiritual mereka, memohon ampunan, dan membuat resolusi perbaikan diri.
Keistimewaan Bulan Muharram: Keutamaan, Puasa Asyura, hingga Amalan Sunnah yang DianjurkanKedudukan Muharram semakin kokoh karena Rasulullah SAW menyebutnya sebagai Syahrullah (Bulan Allah). Beliau bersabda, "Dan puasa terbaik setelah bulan Ramadan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Al-Muharram" (Sahih Muslim, Hadis 1163). Penyandaran nama bulan ini kepada lafaz Allah menunjukkan penghormatan dan pengagungan yang luar biasa terhadap bulan tersebut.
Berikut tingkatan puasa Muharram berdasarkan keutamaannya:
Baca juga: Niat Puasa Muharram, Tata Cara, dan Keutamaan yang Perlu Diketahui
Keistimewaan Bulan Muharram: Keutamaan, Puasa Asyura, hingga Amalan Sunnah yang DianjurkanPeristiwa pada Hari Asyura tidak hanya berkaitan dengan Nabi Musa saja. Menurut berbagai riwayat yang dihimpun para ulama, sejumlah peristiwa agung para nabi terjadi pada bulan ini, termasuk diselamatkannya Nabi Nuh dari banjir besar, dibebaskannya Nabi Ibrahim dari kobaran api, dan diberikannya ampunan kepada Nabi Adam setelah bertobat.
Salah satu praktik yang tidak ditinggalkan oleh bangsa Arab pra-Islam dari syariat Nabi Ibrahim adalah puasa pada tanggal 10 Muharram, yang juga dikenal sebagai Asyura. Mengutip dari Miftaah.org, Aisyah RA meriwayatkan bahwa kaum Quraisy biasa berpuasa Asyura pada masa Jahiliyah, dan Rasulullah SAW juga berpuasa pada hari itu. Ketika tiba di Madinah, beliau berpuasa dan memerintahkan puasa tersebut. Namun setelah puasa Ramadan diwajibkan, puasa Asyura menjadi sunnah.
Keistimewaan Bulan Muharram: Keutamaan, Puasa Asyura, hingga Amalan Sunnah yang DianjurkanDengan berpuasa pada hari ini, umat Muslim mengungkapkan solidaritas dengan Nabi Musa dan Nabi Muhammad SAW, terhubung dengan ujian dan kemenangan mereka. Hal ini mengajarkan bahwa sejarah para nabi adalah sejarah tauhid yang menjadi warisan bersama seluruh umat beriman.
Baca juga: Pengertian Puasa Asyura dan Niatnya, Ibadah Sunnah Penghapus Dosa Setahun Lalu
Baca juga: Nama Bulan Islam: Panduan Lengkap 12 Bulan Hijriah dan Makna Spiritualnya
Keistimewaan Bulan Muharram: Keutamaan, Puasa Asyura, hingga Amalan Sunnah yang DianjurkanMempersiapkan diri untuk Muharram tidak memerlukan langkah-langkah besar. Berdoa untuk kebersihan hati, menetapkan tujuan kecil namun tulus seperti memperbaiki waktu shalat Subuh atau meningkatkan kesabaran, sudah menjadi langkah bermakna. Yang terpenting adalah niat untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui setiap amalan yang dikerjakan.
Baca juga: Mengenal 12 Nama Bulan Hijriyah: Makna dan Keutamaan dalam Kalender Islam
Keistimewaan Bulan Muharram: Keutamaan, Puasa Asyura, hingga Amalan Sunnah yang DianjurkanNiat Puasa Muharram:
نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلَّهِ تَعَالَى
Keistimewaan Bulan Muharram: Keutamaan, Puasa Asyura, hingga Amalan Sunnah yang Dianjurkan"Nawaitu shaumal Muharrami lillahi ta'ala."
Artinya, "Saya niat puasa Muharram karena Allah Ta'ala."
Niat Puasa Asyura:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُوْرَاءَ لِلَّهِ تَعَالَى
"Nawaitu shauma 'Asyura-a lillahi ta'ala."
Artinya, "Saya niat puasa Asyura karena Allah Ta'ala."
Niat Puasa Tasu'a:
نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوْعَاءَ لِلَّهِ تَعَالَى
"Nawaitu shauma Tasu'a-a lillahi ta'ala."
Artinya, "Saya niat puasa Tasu'a karena Allah Ta'ala."
Tata cara puasa Muharram sama dengan puasa sunnah pada umumnya. Niat puasa dilakukan dalam hati. Secara umum, puasa 10 hari awal Muharram, puasa Tasu'a, puasa Asyura, dan puasa 11 Muharram bisa dilakukan dengan niat puasa mutlak sebagaimana puasa sunnah lainnya. Meskipun tidak wajib seperti puasa Ramadan, ibadah ini sangat dianjurkan sebagai sarana meraih pahala spiritual dan kedekatan kepada Allah.
Tiga tingkatan puasa Asyura berdasarkan keutamaan dari yang tertinggi hingga terendah:
Baca juga: Puasa Muharram: Keutamaan, Jadwal, Niat, dan Panduan Lengkapnya
Ibadah bulan Muharram yang paling utama adalah puasa sunnah, terutama puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram dan puasa Tasu'a pada tanggal 9 Muharram. Selain itu, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak shalat sunnah, bersedekah, berdzikir, membaca Al-Qur'an, menyambung silaturahmi, serta mengusap kepala anak yatim. Praktik-praktik ini berkontribusi pada pemurnian dan pertumbuhan spiritual, menetapkan nada yang bermakna untuk tahun yang akan datang.
Puasa di bulan Muharram dianjurkan karena Rasulullah SAW menyebutnya sebagai puasa terbaik setelah Ramadan. Menurut tradisi Islam, berpuasa pada hari Asyura menghapus dosa-dosa kecil setahun yang lalu. Selain itu, bulan Muharram termasuk bulan haram di mana setiap amal kebaikan mendapatkan pahala yang berlipat ganda, sehingga puasa pada bulan ini memiliki keutamaan yang sangat besar.
Waktu terbaik untuk berpuasa di bulan Muharram adalah pada tanggal 9 (Tasu'a), 10 (Asyura), dan 11 Muharram secara berurutan. Nabi Muhammad SAW menganjurkan puasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram, atau tanggal 10 dan 11 untuk membedakan praktik Islam dari tradisi keagamaan lainnya. Namun, berpuasa pada hari-hari lain di bulan Muharram juga sangat dianjurkan, termasuk puasa Senin-Kamis atau puasa Ayyamul Bidh.
Keistimewaan Bulan Muharram: Keutamaan, Puasa Asyura, hingga Amalan Sunnah yang DianjurkanDaftar Referensi
(kpl/fed)