Cara Ibadah Sunnah bagi yang Tidak Berhaji, Raih Pahala Setara Haji dan Umrah

Cara Ibadah Sunnah bagi yang Tidak Berhaji, Raih Pahala Setara Haji dan Umrah
Cara ibadah sunnah bagi yang tidak berhaji (h)

Kapanlagi.com - Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib ditunaikan sekali seumur hidup bagi setiap Muslim yang mampu. Haji adalah kewajiban ibadah yang harus dilakukan oleh semua Muslim yang secara fisik dan finansial mampu menempuh perjalanan tersebut. Namun kenyataannya, tidak semua orang memiliki kesempatan untuk berangkat ke Tanah Suci karena berbagai keterbatasan.

Cara ibadah sunnah bagi yang tidak berhaji menjadi solusi spiritual agar umat Muslim tetap bisa meraih pahala besar. Masih banyak jalan untuk meraih pahala yang sama seperti haji, bahkan tanpa meninggalkan kampung halaman. Allah SWT Maha Pemurah dan memberikan beragam pintu kebaikan bagi hamba-Nya yang berusaha mendekat kepada-Nya.

Beberapa amalan sunnah yang pahalanya setara dengan haji dan umrah telah diriwayatkan dalam hadis-hadis sahih. Mengenal cara ibadah sunnah bagi yang tidak berhaji ini penting agar setiap Muslim bisa mengoptimalkan ibadahnya kapan saja. Memahami perbedaan haji dengan umroh juga menjadi bekal awal untuk menentukan ibadah pengganti yang tepat.

Dilansir dari Islamic Relief UK, barangsiapa tidak mampu pergi haji, hendaklah ia memanfaatkan waktu-waktu yang penuh berkah ini untuk memperbanyak amal kebaikan melebihi biasanya. Amal-amal tersebut mencakup bersedekah, menghormati orang tua, menyambung tali silaturahmi, serta menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran.

1. 1. Shalat Lima Waktu Berjamaah di Masjid

Salah satu cara ibadah sunnah bagi yang tidak berhaji yang paling utama adalah menjaga shalat lima waktu secara berjamaah di masjid. Amalan ini terkesan sederhana, namun keutamaannya sangat besar di sisi Allah SWT.

  1. Berwudhu di rumah sebelum berangkat ke masjid: Nabi SAW bersabda, "Barangsiapa yang berwudhu di rumahnya kemudian keluar untuk menunaikan shalat wajib di masjid, maka pahalanya seperti pahala orang yang berhaji." Pastikan wudhu dilakukan dengan sempurna dan berangkat dengan niat penuh keikhlasan.

  2. Berjalan menuju masjid dengan tenang: Setiap langkah kaki menuju masjid dihitung sebagai amal kebaikan. Hindari tergesa-gesa dan nikmati perjalanan sebagai bagian dari ibadah.

  3. Melaksanakan shalat sunnah sebelum dan sesudah shalat wajib: Nabi SAW juga menyebutkan bahwa barangsiapa keluar untuk shalat sunnah Dhuha, pahalanya seperti pahala orang yang berumrah. Menjaga shalat rawatib dan sunnah menambah besar pahala yang diraih.

  4. Konsisten berjamaah di setiap waktu shalat: Usahakan untuk tidak melewatkan shalat berjamaah. Semakin konsisten, semakin besar keutamaan yang didapatkan.

Baca juga: Bacaan Setelah Sholat Wajib, Doa dan Dzikir untuk Raih Ketenangan

2. 2. Melaksanakan Shalat Isyraq Setelah Subuh Berjamaah

Shalat Isyraq merupakan amalan ringan yang menjanjikan pahala luar biasa. Dilansir dari Human Appeal UK, amalan ini menjadi salah satu cara ibadah sunnah bagi yang tidak berhaji dengan ganjaran pahala haji dan umrah secara sempurna.

  1. Shalat Subuh berjamaah di masjid: Nabi SAW bersabda, "Barangsiapa shalat Subuh berjamaah kemudian duduk berdzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lalu shalat dua rakaat, maka baginya pahala seperti pahala haji dan umrah." Langkah pertama adalah memastikan shalat Subuh dilaksanakan secara berjamaah.

  2. Duduk berdzikir di masjid setelah Subuh: Setelah shalat Subuh, jangan langsung meninggalkan masjid. Gunakan waktu tersebut untuk membaca Al-Quran, bertasbih, beristighfar, atau berdoa hingga matahari terbit.

  3. Shalat dua rakaat setelah matahari terbit: Nabi SAW mengulangi kata "sempurna, sempurna, sempurna" untuk menegaskan kesempurnaan pahala amalan ini. Tunaikanlah shalat Isyraq sekitar 15 menit setelah matahari terbit.

Memang menggoda untuk kembali tidur setelah shalat Subuh, namun duduk beberapa saat lagi untuk berdzikir sembari menunggu shalat Isyraq akan menghasilkan pahala haji dan umrah yang luar biasa.

Baca juga: Cara agar Konsisten dalam Shalat Sunnah

3. 3. Menghadiri Majelis Ilmu di Masjid

Menuntut ilmu agama di masjid merupakan amalan yang terkadang kurang disadari keutamaannya. Padahal, hadis Nabi SAW secara tegas menyebutkan bahwa amalan ini termasuk cara ibadah sunnah bagi yang tidak berhaji yang pahalanya setara haji sempurna.

  1. Berniat tulus mencari ilmu karena Allah: Nabi SAW bersabda, "Barangsiapa pergi ke masjid dengan tujuan belajar atau mengajarkan ilmu, maka ia mendapat pahala seperti orang haji yang sempurna hajinya." Niat yang ikhlas menjadi kunci diterimanya amalan.

  2. Hadiri kajian rutin di masjid terdekat: Pilih majelis ilmu yang membahas akidah, fikih, akhlak, atau tafsir Al-Quran secara rutin.

  3. Praktikkan ilmu yang didapat: Ilmu yang diamalkan akan menjadi sedekah jariyah. Ajarkan kembali kepada keluarga dan orang-orang di sekitar.

Pahala menuntut ilmu tidak bergantung pada seberapa banyak yang sudah diketahui, melainkan pada keinginan tulus untuk belajar. Manfaatkan setiap kesempatan belajar di masjid, insyaAllah pahala haji akan diraih.

4. 4. Membaca Dzikir Tasbih, Tahmid, dan Takbir Setelah Shalat

Amalan dzikir setelah shalat fardhu menjadi penyeimbang bagi mereka yang tidak mampu berhaji. Mengacu pada IslamWeb, dzikir ini menjadi pengganti haji dan umrah bagi Muslim yang memiliki uzur syar'i sehingga tidak bisa menunaikan ibadah tersebut.

  1. Ucapkan Subhanallah sebanyak 33 kali: Bacaan tasbih ini mengagungkan kesucian Allah dari segala kekurangan. Hitunglah dengan jari atau tasbih agar tepat jumlahnya.

  2. Ucapkan Alhamdulillah sebanyak 33 kali: Tahmid merupakan ungkapan syukur atas segala nikmat Allah. Bacalah dengan penghayatan penuh.

  3. Ucapkan Allahu Akbar sebanyak 33 kali: Takbir menegaskan kebesaran Allah di atas segalanya. Membaca dzikir ini setelah setiap shalat menjadi pengganti haji dan umrah bagi Muslim yang tidak mampu menunaikannya dengan uzur yang sah menurut syariat.

  4. Tutup dengan kalimat tauhid: Setelah dzikir 99 kali, sempurnakan dengan membaca Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir satu kali hingga genap 100.

Baca juga: Dzikir Mustajab yang Dianjurkan untuk Diamalkan

5. 5. Berbakti kepada Orang Tua (Birrul Walidain)

Berbakti kepada orang tua ternyata memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam, bahkan setara dengan pahala haji, umrah, dan jihad sekaligus. Amalan ini menjadi cara ibadah sunnah bagi yang tidak berhaji yang bisa dilakukan setiap hari.

  1. Layani kebutuhan orang tua dengan penuh kasih sayang: Rawat mereka saat sakit, bantu pekerjaan rumah, dan ringankan beban hidup mereka. Nabi SAW bersabda kepada seorang sahabat yang ingin berjihad namun ibunya masih hidup, "Bertakwalah pada Allah dengan berbuat baik pada ibumu. Jika engkau berbuat baik padanya, maka statusnya seperti berhaji, berumrah, dan berjihad."

  2. Berkata lemah lembut dan penuh hormat: Jangan pernah menghardik atau meninggikan suara kepada orang tua. Birrul walidain mengajarkan bahwa berbakti kepada orang tua lebih utama dari jihad di jalan Allah.

  3. Doakan orang tua yang sudah meninggal: Jika orang tua telah wafat, perbanyaklah doa dan istighfar untuk mereka, bersedekah atas nama mereka, serta menyambung silaturahmi dengan sahabat dan kerabat dekat mereka.

Orang tua, terutama ibu, memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam. Melayani dan berbuat baik kepada mereka dapat menghasilkan pahala haji bagi yang mengerjakannya.

6. 6. Puasa Hari Arafah dan Hari-Hari Awal Dzulhijjah

Puasa sunnah, khususnya di bulan Dzulhijjah, termasuk cara ibadah sunnah bagi yang tidak berhaji yang sangat dianjurkan. Merujuk Muslim Hands UK, Hari Arafah adalah hari paling utama dalam setahun, sebagaimana malam Lailatul Qadr adalah malam paling utama.

  1. Puasa 9 hari pertama Dzulhijjah: Berpuasa di 9 hari pertama Dzulhijjah bukan kewajiban, tetapi sangat dianjurkan karena merupakan sunnah Nabi Muhammad SAW. Jika tidak sanggup seluruhnya, prioritaskan hari Arafah.

  2. Utamakan puasa pada Hari Arafah (9 Dzulhijjah): Nabi SAW bersabda, "Puasa Hari Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." Dua tahun dosa dihapuskan melalui satu hari puasa.

  3. Perbanyak doa saat berbuka puasa: Waktu berbuka puasa adalah waktu mustajab untuk berdoa. Manfaatkan momen ini untuk memohon ampunan dan keberkahan kepada Allah SWT.

Baca juga: Panduan Niat Puasa Arafah dan Doa Berbukanya

7. 7. Memperbanyak Sedekah dan Amal Kebaikan di Bulan Dzulhijjah

Sedekah dan amal kebaikan di 10 hari pertama Dzulhijjah memiliki pahala yang dilipatgandakan. Bagi yang tidak mampu ke Tanah Suci, inilah salah satu cara ibadah sunnah bagi yang tidak berhaji yang sangat mudah dilakukan.

  1. Sisihkan sedekah setiap hari di 10 hari pertama Dzulhijjah: Karena amal kebaikan dilipatgandakan secara luar biasa, bersedekah di hari-hari ini sangat kuat dampak spiritualnya. Pendekatan terbaik adalah bersedekah secara konsisten setiap hari agar tidak melewatkan satu pun hari penuh berkah ini.

  2. Berkurban jika mampu: Menyembelih hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha merupakan sunnah muakkadah. Jika belum mampu berkurban, sedekah dalam bentuk lain tetap bernilai besar.

  3. Bantu kebutuhan orang-orang di sekitar: Sedekah tidak hanya berupa uang, tetapi juga tenaga, pikiran, dan kebaikan sekecil apa pun yang bermanfaat bagi sesama.

Baca juga: Mutiara Hikmah Idul Adha untuk Merenungi Makna Pengorbanan

8. 8. Memantapkan Niat dan Tekad untuk Berhaji

Niat yang tulus dan kuat untuk berhaji ternyata memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT. Bagi yang memiliki uzur sehingga belum bisa berangkat, tekad ini tetap dicatat sebagai amalan. Cara ibadah sunnah bagi yang tidak berhaji ini sangat mudah dilakukan oleh siapa pun.

  1. Niatkan dengan sungguh-sungguh di dalam hati: Dalam Islam, niat baik memiliki keutamaan yang besar. Jika seseorang berniat melakukan kebaikan seperti haji lalu berusaha semaksimal mungkin namun tidak bisa melaksanakannya karena suatu alasan, insyaAllah ia tetap mendapat pahala haji.

  2. Mulai menabung dan mempersiapkan diri: Tunjukkan kesungguhan niat dengan langkah nyata, seperti membuka rekening tabungan haji atau mendaftarkan diri ke panitia penyelenggara haji.

  3. Berdoa agar dimudahkan oleh Allah: Perbanyak doa mohon kemudahan untuk bisa menunaikan ibadah haji. Allah SWT melihat setiap usaha dan ketulusan hamba-Nya.

9. 9. Menghadiri Shalat Ied sebagai Amalan Setara Haji dan Umrah

Selain amalan-amalan yang telah disebutkan, menghadiri shalat Ied juga memiliki keutamaan besar yang jarang diketahui banyak orang. Berdasarkan riwayat para sahabat dan ulama salaf, shalat Ied memiliki pahala yang setara dengan haji dan umrah.

  • Shalat Idul Adha setara pahala haji: Menghadiri shalat Ied juga memberikan pahala yang besar. Sahabat Mikhnaf ibn Sulaym meriwayatkan, "Pahala menghadiri shalat Idul Fitri setara dengan pahala umrah, dan pahala menghadiri shalat Idul Adha setara dengan pahala haji."

  • Shalat Idul Fitri setara pahala umrah: Kedua shalat Ied ini hendaknya tidak dilewatkan karena selain menjadi syiar Islam, juga menyimpan keutamaan spiritual yang luar biasa.

  • Ajak seluruh anggota keluarga: Nabi SAW menganjurkan agar seluruh umat Muslim, termasuk wanita dan anak-anak, keluar untuk menghadiri shalat Ied bersama-sama.

  • Shalat Jumat juga bernilai tinggi: Sa'id bin al-Musayyab, seorang ulama besar generasi tabiin, pernah berkata, "Menghadiri shalat Jumat lebih aku cintai daripada haji sunnah." Menjaga shalat Jumat setiap pekan juga merupakan amalan yang sangat dicintai Allah.

Baca juga: Sejarah Haji Wada, Haji Perpisahan Terakhir Nabi Muhammad SAW

10. 10. Memenuhi Kebutuhan Sesama Muslim

Membantu sesama Muslim yang membutuhkan merupakan ibadah sosial yang sangat ditekankan dalam Islam. Banyak ulama salaf bahkan menyejajarkan amalan ini dengan ibadah haji dari sisi keutamaannya. Bagi yang mencari cara ibadah sunnah bagi yang tidak berhaji yang berdampak langsung pada kehidupan orang lain, amalan ini patut diutamakan.

Hasan al-Basri, ulama besar abad ke-7 Hijriyah, pernah berkata, "Pergi memenuhi kebutuhan saudaramu sesama Muslim lebih baik bagimu daripada haji demi haji." Pernyataan ini menunjukkan betapa tingginya nilai tolong-menolong dalam Islam.

Memenuhi kebutuhan sesama bisa dilakukan dalam berbagai bentuk, mulai dari membantu tetangga yang kesulitan, menjenguk orang sakit, memberikan bantuan finansial kepada yang membutuhkan, hingga sekadar menjadi pendengar bagi mereka yang sedang berduka. Semua bentuk kebaikan ini, jika dilakukan dengan ikhlas, memiliki kedudukan mulia di sisi Allah SWT.

Kita sering menganggap ibadah hanya soal hubungan vertikal antara kita dengan Allah, padahal ibadah juga mencakup apa yang kita lakukan untuk makhluk Allah demi mencari ridha-Nya. Membantu orang lain dengan niat ikhlas merupakan cerminan keimanan yang sesungguhnya.

11. 11. Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah bagi yang Tidak Berhaji

Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah adalah waktu paling istimewa dalam setahun bagi seluruh umat Muslim, bukan hanya bagi mereka yang sedang melaksanakan haji. Sebagaimana dikutip dari Islamic Relief UK, Allah SWT bersumpah demi hari-hari ini dalam Al-Quran sebagai bukti keagungannya. Imam Ibn Rajab al-Hanbali pernah berkata, "Barangsiapa tidak mampu menunaikan haji pada tahun mendatang, hendaklah ia mengagungkan 10 hari pertama Dzulhijjah dan memperbanyak amal kebaikan di rumah."

Berdasarkan IslamQA, barangsiapa tidak mampu pergi haji hendaklah mengisi waktu yang penuh berkah ini dengan beribadah kepada Allah, shalat, membaca Al-Quran, berdzikir, berdoa, bersedekah, menghormati orang tua, menyambung tali silaturahmi, menyeru kebaikan, dan mencegah kemungkaran.

Al-Hafidh Ibn Hajr pernah menjelaskan, "Tampaknya keistimewaan 10 hari ini berasal dari berkumpulnya ibadah-ibadah utama di dalamnya, yaitu shalat, puasa, sedekah, dan haji." Pernyataan ini menunjukkan bahwa bulan Dzulhijjah menyimpan peluang ibadah yang tidak boleh dilewatkan oleh siapa pun.

Nabi SAW menganjurkan umat Muslim untuk memperbanyak bacaan tasbih (SubhanAllah), tahmid (Alhamdulillah), tahlil (La ilaha illAllah), dan takbir (Allahu Akbar) di hari-hari tersebut. Kalimat-kalimat sederhana ini, ketika diucapkan dengan hati yang hadir, membawa bobot spiritual yang sangat besar selama Dzulhijjah.

12. 12. Menjaga Lisan dan Menjauhkan Diri dari Dosa

Amalan yang sering luput dari perhatian namun sangat ditekankan oleh para ulama salaf adalah menjaga lisan dari perkataan dosa. Al-Fudhayl ibn Iyadh, seorang ulama besar generasi awal, pernah menegaskan, "Tidak ada haji atau jihad yang lebih berat daripada menjaga lisan." Pernyataan ini menunjukkan betapa tingginya kedudukan amalan menjaga lisan di sisi Allah.

Al-Fudhayl ibn Iyadh menyoroti bahwa menjaga lisan merupakan ibadah yang lebih baik dari haji sunnah. Beliau mengatakan bahwa jika manusia memberikan perhatian lebih besar pada lisannya dan apa yang diucapkan, ia akan berada dalam kesulitan besar karena apa yang dikatakannya. Melakukan amal kebaikan melalui fisik bukanlah satu-satunya yang diperhitungkan, yang terpenting adalah kelembutan hati, ketakwaannya, dan membersihkannya dari dosa.

Menjaga lisan bisa dimulai dari hal-hal sederhana seperti tidak bergunjing, tidak berbohong, tidak menyebar fitnah, dan senantiasa berkata baik atau diam. Amalan ini bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja tanpa biaya, menjadikannya salah satu cara ibadah sunnah bagi yang tidak berhaji yang paling mudah namun paling berat tantangannya.

Bagi yang ingin memperdalam ibadah sunnah dalam konteks haji, memahami dimensi spiritual di balik setiap amalan akan membantu menghidupkan semangat beribadah meskipun belum berkesempatan ke Tanah Suci.

Semua amalan yang telah dipaparkan di atas bukan pengganti kewajiban haji bagi yang mampu, melainkan jalan bagi Allah SWT untuk memuliakan hamba-Nya yang belum berkesempatan menunaikannya. Memahami urutan ibadah haji secara lengkap tetap penting sebagai persiapan ketika Allah memberikan panggilan-Nya. Dengan mengamalkan ibadah-ibadah sunnah ini secara konsisten, setiap Muslim bisa mendekatkan diri kepada Allah dan meraih pahala yang berlimpah setiap harinya.

13. FAQ

Apakah amalan yang pahalanya setara haji bisa menggantikan kewajiban haji?

Tidak, amalan-amalan tersebut tidak menggugurkan kewajiban haji bagi yang sudah mampu. Amalan ini memberikan pahala yang setara dari sisi ganjaran, namun setiap Muslim yang telah memenuhi syarat tetap wajib menunaikan ibadah haji setidaknya sekali seumur hidup.

Apa cara ibadah sunnah bagi yang tidak berhaji yang paling mudah dilakukan?

Membaca dzikir tasbih, tahmid, dan takbir sebanyak 33 kali masing-masing setelah setiap shalat fardhu merupakan amalan paling mudah dan bisa dilakukan siapa saja tanpa memerlukan persiapan khusus. Amalan ini telah disebutkan dalam hadis sahih riwayat Bukhari sebagai penyeimbang bagi mereka yang tidak mampu berhaji.

Apakah puasa Hari Arafah hanya untuk yang tidak berhaji?

Ya, puasa Hari Arafah pada 9 Dzulhijjah dianjurkan khusus bagi yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji. Bagi jamaah haji yang sedang berada di Arafah, mereka tidak dianjurkan berpuasa agar tetap kuat beribadah sepanjang hari.

Berapa lama harus duduk berdzikir setelah Subuh untuk mendapat pahala haji?

Duduk berdzikir dilakukan sejak selesai shalat Subuh berjamaah hingga matahari terbit, kemudian dilanjutkan dengan shalat dua rakaat. Durasi ini biasanya sekitar 20 hingga 30 menit tergantung waktu terbit matahari di daerah masing-masing.

Apakah wanita yang shalat di rumah bisa mendapat pahala setara haji dari shalat Isyraq?

Sebagian ulama berpendapat bahwa wanita yang shalat Subuh di rumah kemudian duduk berdzikir hingga matahari terbit lalu shalat dua rakaat juga bisa mendapatkan pahala yang sama atau serupa. Yang terpenting adalah menjaga kesinambungan dzikir dan niat yang ikhlas.

Apakah niat berhaji tanpa tindakan nyata tetap mendapat pahala?

Dalam Islam, niat baik yang disertai usaha namun terhalang uzur tetap dicatat sebagai kebaikan. Jika seseorang benar-benar ingin berhaji dan sudah berusaha tetapi terhalang oleh kondisi di luar kemampuannya, Allah SWT tetap menghargai niat dan usaha tersebut.

Bolehkah cara ibadah sunnah bagi yang tidak berhaji dilakukan di luar bulan Dzulhijjah?

Tentu saja. Amalan-amalan seperti shalat berjamaah, shalat Isyraq, dzikir setelah shalat, berbakti kepada orang tua, dan menuntut ilmu bisa dilakukan sepanjang tahun. Tidak ada batasan waktu untuk meraih pahala dari amalan-amalan mulia ini, meskipun pada bulan Dzulhijjah pahalanya dilipatgandakan.

Daftar Referensi

  1. Human Appeal UK. 7 Good Deeds That Have the Same Reward as Hajj. Diakses pada 11 Mei 2026, dari https://humanappeal.org.uk/news/2020/07/7-good-deeds-that-have-the-same-reward-as-hajj
  2. IslamQA. Virtues of the Ten Days of Dhul Hijjah. Diakses pada 11 Mei 2026, dari https://islamqa.info/en/articles/75/virtues-of-the-ten-days-of-dhul-hijjah
  3. Muslim Hands UK. Nine Sunnahs to Follow on the First Ten Days of Dhul Hijjah. Diakses pada 11 Mei 2026, dari https://muslimhands.org.uk/latest/2019/08/the-benefits-and-sunnah-of-the-first-ten-days-of-dhul-hijjah
  4. Islamic Relief Worldwide. Fasting in Dhul Hijjah 2026. Diakses pada 11 Mei 2026, dari https://islamic-relief.org/qurbani/fasting-in-dhul-hijjah/
  5. IslamWeb. Righteous Deeds with the Same Reward as Hajj and Umrah - I. Diakses pada 11 Mei 2026, dari https://www.islamweb.net/en/hajj/article/172581/
  6. Islamic Relief UK. Dhul Hijjah 2026: Virtues and 10 Best Days. Diakses pada 11 Mei 2026, dari https://www.islamic-relief.org.uk/giving/islamic-giving/qurbani/dhul-hijjah/
  7. Wikipedia. Hajj. Diakses pada 11 Mei 2026, dari https://en.wikipedia.org/wiki/Hajj
  8. TakeMeToUmrah. Deeds That Equal the Reward of Hajj. Diakses pada 11 Mei 2026, dari https://takemetoumrah.com/deeds-that-equal-the-reward-of-hajj/
  9. Greentech Apps Foundation. 11+ Good Deeds That Have the Same Rewards as Hajj. Diakses pada 11 Mei 2026, dari https://gtaf.org/blog/deeds-that-have-the-same-rewards-as-hajj/
  10. MyTenNights. Why Is Dhul Hijjah Special If I'm Not Doing Hajj? Diakses pada 11 Mei 2026, dari https://articles.mytennights.com/2026/04/29/why-is-dhul-hijjah-special-if-im-not-doing-hajj/

(kpl/fed)

Rekomendasi

Trending