Keistimewaan Bulan Dzulhijjah beserta Amalan Terbaik yang Dianjurkan bagi Umat Islam

Keistimewaan Bulan Dzulhijjah beserta Amalan Terbaik yang Dianjurkan bagi Umat Islam
keistimewaan bulan dzulhijjah (h)

Kapanlagi.com - Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang paling dinantikan umat Islam setiap tahunnya. Sebagai bulan yang penuh peningkatan spiritualitas, di dalamnya terdapat dua peristiwa besar — ibadah haji dan Idul Adha — yang seluruhnya merupakan bentuk pengabdian kepada Allah SWT.

Keistimewaan bulan Dzulhijjah tidak hanya terletak pada pelaksanaan ibadah haji, tetapi juga pada berbagai amalan saleh yang pahalanya dilipatgandakan. Banyak orang belum mengetahui bahwa sepuluh hari pertama Dzulhijjah lebih utama dibanding semua hari lainnya dalam setahun, bahkan lebih baik daripada hari-hari di bulan Ramadan.

Sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah masa ketika ibadah-ibadah utama dikerjakan secara bersamaan. Dilansir dari Islamic Relief Australia, Al-Hafidz Ibn Hajar dalam Fath al-Bari menjelaskan, "Alasan paling jelas mengapa sepuluh hari Dzulhijjah memiliki keunggulan adalah berkumpulnya ibadah-ibadah utama di dalamnya — shalat, puasa, sedekah, dan haji." Keistimewaan bulan Dzulhijjah ini menjadikannya momentum emas bagi setiap Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah.

1. Pengertian Bulan Dzulhijjah dalam Kalender Hijriah

Pengertian Bulan Dzulhijjah dalam Kalender Hijriah (c) Ilustrasi AI

Dzulhijjah adalah bulan ke-12 dan terakhir dalam kalender Hijriah. Sepuluh hari pertama Dzulhijjah dimulai bersamaan dengan masuknya bulan terakhir tahun Islam, yaitu bulan kedua belas dalam penanggalan lunar. Secara harfiah, nama Dzulhijjah berarti "bulan haji" karena pada bulan inilah umat Islam yang mampu melaksanakan rukun Islam yang kelima.

Dzulhijjah termasuk salah satu dari empat bulan haram (asyhurul hurum) dalam kalender Islam, di mana peperangan dilarang. Tiga bulan haram lainnya adalah Dzulqadah, Muharram, dan Rajab. Sebagaimana dikutip dari IslamQA.info, keutamaan sepuluh hari Dzulhijjah didasarkan pada banyak hal, di antaranya Allah bersumpah dengan hari-hari tersebut, dan bersumpah dengan sesuatu menunjukkan pentingnya serta manfaat yang besar di dalamnya.

Allah SWT berfirman dalam Surah at-Taubah ayat 36:

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram." (QS. at-Taubah: 36)

Pada penanggalan Hijriah, bulan-bulan haram ini memiliki kedudukan istimewa, di mana pahala ibadah dilipatgandakan dan perbuatan dosa menjadi lebih berat akibatnya. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan sepanjang bulan Dzulhijjah.

2. 7 Keistimewaan Bulan Dzulhijjah yang Wajib Diketahui Umat Islam

7 Keistimewaan Bulan Dzulhijjah yang Wajib Diketahui Umat Islam (c) Ilustrasi AI

Bulan Dzulhijjah menyimpan berbagai keistimewaan yang membedakannya dari bulan-bulan lain dalam kalender Islam. Mengacu pada IslamicFinder, hadis di atas menunjukkan betapa pentingnya bagi seorang Muslim untuk melakukan amal kebaikan selama 10 hari pertama Dzulhijjah. Berikut tujuh keistimewaan bulan Dzulhijjah yang perlu dipahami oleh setiap Muslim.

  1. Termasuk Bulan Haram yang Dimuliakan Allah

    Dzulhijjah adalah satu dari empat bulan yang Allah muliakan dalam Al-Quran. Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Bukhari menegaskan bahwa empat bulan haram tersebut adalah Dzulqadah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab Mudar. Pada bulan-bulan ini, amal kebaikan mendapat pahala berlipat.

  2. Allah Bersumpah dengan Sepuluh Malam Pertamanya

    Allah berfirman, "Demi fajar, dan malam yang sepuluh" (QS. al-Fajr: 1-2). Ibn Abbas, Ibn az-Zubair, Mujahid, dan ulama lainnya menyatakan bahwa yang dimaksud adalah sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Ibn Katsir berkata, "Ini adalah pendapat yang benar."

  3. Bulan Pelaksanaan Ibadah Haji

    Dzulhijjah dikenal sebagai bulan haji karena menjadi waktu pelaksanaan rukun Islam yang kelima. Seluruh rangkaian manasik haji berlangsung dari tanggal 8 hingga 13 Dzulhijjah, menjadikannya bulan paling sakral bagi jutaan jamaah yang datang dari seluruh penjuru dunia.

  4. Amal Saleh Paling Dicintai Allah

    Nabi SAW bersabda, "Tidak ada amal perbuatan yang lebih baik di sisi Allah atau lebih besar pahalanya daripada amal kebaikan yang dikerjakan pada sepuluh hari (pertama Dzulhijjah)." Ditanyakan, "Tidak juga jihad di jalan Allah?" Beliau menjawab, "Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya lalu tidak kembali membawa apa pun." (HR. Bukhari)

  5. Bulan Penyempurnaan Agama Islam

    Misi Nabi Muhammad SAW disempurnakan pada hari-hari penuh berkah di bulan Dzulhijjah; ayat ini diturunkan pada tanggal 9 Dzulhijjah, yaitu Hari Arafah. Allah menurunkan QS. al-Maidah ayat 3 yang menyatakan bahwa Islam telah disempurnakan sebagai agama yang diridhai-Nya. Peristiwa ini terjadi saat haji wada Rasulullah SAW.

  6. Bulan Pelaksanaan Ibadah Kurban

    Dzulhijjah juga disebut bulan kurban karena banyaknya hewan yang disembelih sebagai bentuk ibadah. Ibadah kurban dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijjah dan berlanjut selama hari-hari Tasyrik, meneladani kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan putranya Nabi Ismail AS.

  7. Terdapat Hari Terbaik Sepanjang Tahun

    Di antara keutamaan sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah Allah SWT memilihnya sebagai hari-hari terbaik sepanjang tahun sebagaimana disebutkan dalam hadis-hadis sahih. Merujuk Yaqeen Institute, hari-hari ini sakral dan simbolis karena banyak alasan, yang utamanya adalah konsep mendalam tentang pengorbanan.

3. Amalan yang Dianjurkan Selama Bulan Dzulhijjah

Amalan yang Dianjurkan Selama Bulan Dzulhijjah (c) Ilustrasi AI

Mengingat begitu besarnya keistimewaan bulan Dzulhijjah, umat Islam dianjurkan untuk mengisinya dengan berbagai amalan terbaik. Sebagaimana dilaporkan ICNA, sama halnya dengan sepuluh malam terakhir Ramadan yang merupakan malam-malam terbaik sepanjang tahun, sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah hari-hari terbaik karena menggabungkan berbagai bentuk ibadah dengan cara yang tidak ada di waktu lain.

Berikut amalan-amalan utama yang dianjurkan selama bulan Dzulhijjah:

  1. Berpuasa pada 1-9 Dzulhijjah

    Umat Islam dianjurkan untuk berpuasa sunnah pada sembilan hari pertama Dzulhijjah. Disunnahkan bagi umat Islam untuk berpuasa pada sembilan hari pertama Dzulhijjah, yang merupakan sunnah dengan ganjaran pahala dan pengampunan dosa. Puasa pada hari ke-9 (Arafah) memiliki keutamaan terbesar, yaitu menghapus dosa dua tahun.

  2. Memperbanyak Takbir, Tahlil, dan Tahmid

    Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak bacaan takbir (Allahu Akbar), tahlil (Laa ilaaha illallah), dan tahmid (Alhamdulillah) selama sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Para sahabat seperti Ibnu Umar dan Abu Hurairah pergi ke pasar pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah sambil mengumandangkan takbir, dan orang-orang ikut bertakbir mendengar mereka (HR. Bukhari). Ketahui lebih lanjut tentang bacaan takbiran lengkap beserta artinya.

    Lafaz takbir yang disunnahkan:

    اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

    "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tiada Tuhan selain Allah. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji bagi Allah."

  3. Melaksanakan Ibadah Haji bagi yang Mampu

    Bagi umat Islam yang memiliki kemampuan fisik dan finansial, menunaikan ibadah haji merupakan amalan paling utama di bulan Dzulhijjah. Rasulullah SAW bersabda, "Dari umrah ke umrah adalah penghapus dosa di antara keduanya, dan haji mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga." (HR. Bukhari dan Muslim)

  4. Melaksanakan Ibadah Kurban

    Pada tanggal 10 Dzulhijjah dan hari-hari Tasyrik (11-13 Dzulhijjah), umat Islam yang mampu disunnahkan untuk menyembelih hewan kurban. Ibadah ini merupakan bentuk keteladanan terhadap kisah Nabi Ibrahim AS yang siap mengorbankan putranya demi ketaatan kepada Allah SWT.

  5. Memperbanyak Sedekah dan Amal Kebaikan

    Sedekah pada sepuluh hari ini memiliki bobot yang luar biasa. Setiap sedekah — baik berupa donasi langsung kepada yang membutuhkan, dukungan untuk anak yatim, maupun bantuan kepada penyintas bencana — dilipatgandakan pahala dan dampaknya.

  6. Memperbanyak Membaca Al-Quran

    Sepuluh hari ini adalah waktu ideal untuk meningkatkan bacaan Al-Quran. Jika selama ini ingin membaca lebih banyak, menyelesaikan suatu bagian, atau memahami surah tertentu lebih dalam — inilah hari-hari yang tepat untuk melakukannya. Pahala dilipatgandakan, dan suasana spiritual pada hari-hari ini membuat refleksi serta pembelajaran mengalir lebih alami.

  7. Bertaubat dan Beristighfar

    Bulan Dzulhijjah menjadi momentum tepat untuk kembali kepada Allah melalui taubat yang tulus. Seorang Muslim yang bertaubat hendaknya menyesali dosa masa lalu, meninggalkan perbuatan dosa, dan bertekad kuat untuk tidak mengulanginya lagi.

Baca juga: Kata-kata Idul Adha terbaik untuk berbagi kebahagiaan dan makna pengorbanan

4. Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah (c) Ilustrasi AI

Sepuluh hari pertama Dzulhijjah menempati posisi yang sangat istimewa dalam Islam. Berdasarkan penjelasan di situs Islamic Relief UK, sepuluh hari pertama Dzulhijjah sering disebut sebagai hari-hari terbaik sepanjang tahun sekaligus kesempatan kedua setelah Ramadan. Maka, memahami keutamaan periode ini menjadi sangat penting bagi setiap Muslim agar tidak menyia-nyiakannya.

Nabi Muhammad SAW bersabda dalam hadis riwayat Imam Ahmad:

مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمَ عِنْدَ اللَّهِ وَلَا أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنَ الْعَمَلِ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنَ التَّهْلِيلِ وَالتَّكْبِيرِ وَالتَّحْمِيدِ

"Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan lebih Dia cintai untuk beramal di dalamnya daripada sepuluh hari ini (sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah). Karenanya, perbanyaklah pada hari-hari itu bacaan tahlil, takbir, dan tahmid." (HR. Ahmad)

Keistimewaan ini membuat sepuluh hari pertama Dzulhijjah berbeda dari periode mana pun dalam setahun. Sebagaimana disampaikan OnePath Network, bulan Dzulhijjah bukan hanya menandakan dimulainya perjalanan haji yang dinantikan, tetapi juga menandakan awal dari sepuluh hari terbaik dalam setahun. Bahkan, sepuluh hari pertama bulan ini begitu istimewa sehingga Allah SWT sendiri bersumpah dengan hari-hari tersebut dalam Al-Quran.

Bagi umat Islam yang tidak melaksanakan haji, berpuasa selama sembilan hari pertama Dzulhijjah menjadi salah satu cara terbaik meraih keutamaan tersebut. Dari rahmat-Nya, Allah telah membedakan waktu dan musim tertentu dengan berkah serta pahala ekstra untuk memotivasi orang-orang beriman agar memperbanyak amal kebaikan dan memperbarui tekad mereka.

Sepuluh hari Dzulhijjah yang penuh berkah ini menawarkan kesempatan lain untuk meraih pahala besar, diampuni dosa-dosa, dan mencapai tingkat ketakwaan yang tinggi. Bahkan seorang ulama besar generasi tabiin bernama Said ibn Jubayr diketahui menasihati orang-orang agar tidak banyak tidur pada malam-malam sepuluh hari ini dan mengisinya dengan shalat malam.

5. Hari-Hari Penting dalam Bulan Dzulhijjah

Hari-Hari Penting dalam Bulan Dzulhijjah (c) Ilustrasi AI

Sepanjang bulan Dzulhijjah, terdapat beberapa hari yang memiliki keistimewaan khusus. Setiap hari tersebut menyimpan ibadah tertentu yang pahalanya sangat besar di sisi Allah SWT. Berikut penjelasan mengenai hari-hari penting tersebut beserta amalan yang dianjurkan di dalamnya.

  1. Hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah)

    Pada hari-hari sepuluh ini terdapat Hari Tarwiyah yang jatuh pada tanggal 8 Dzulhijjah. Ini adalah hari ketika jamaah haji berangkat dari Mekkah menuju Mina sambil mengumandangkan talbiyah. Bagi yang tidak berhaji, berpuasa pada hari ini juga dianjurkan sebagai bagian dari amalan sepuluh hari pertama Dzulhijjah.

  2. Hari Arafah (9 Dzulhijjah)

    Hari Arafah adalah puncak ibadah haji sekaligus hari paling agung dalam setahun. Pada hari ini, jamaah haji berkumpul di Padang Arafah untuk berdoa dan memohon ampunan. Bagi yang tidak berhaji, sangat dianjurkan untuk berpuasa Arafah karena pahalanya luar biasa.

    Rasulullah SAW bersabda:

    صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ

    "Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." (HR. Muslim)

    Allah membebaskan hamba-hamba-Nya dari neraka pada Hari Arafah. Hari ini juga merupakan waktu turunnya QS. al-Maidah ayat 3 tentang penyempurnaan agama Islam. Pelajari lebih lanjut tentang prosesi wukuf di Arafah dalam ibadah haji.

  3. Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah)

    Tanggal 10 Dzulhijjah adalah Hari Raya Idul Adha yang dirayakan umat Islam di seluruh dunia. Pada hari ini, umat Islam melaksanakan shalat Idul Adha dan menyembelih hewan kurban sebagai bentuk ketaatan. Sebagaimana diungkapkan Human Appeal UK, pada tanggal 10, 11, dan 12 Dzulhijjah, penyembelihan hewan kurban dilakukan mengikuti jejak pengorbanan besar Ibrahim AS ketika Allah memintanya untuk menyembelih putranya Ismail AS, yang kemudian diganti dengan seekor domba.

    Baca juga: Ucapan Idul Adha penuh toleransi dan menyentuh hati

  4. Hari-Hari Tasyrik (11-13 Dzulhijjah)

    Hari-hari Tasyrik adalah kelanjutan dari perayaan Idul Adha. Pada hari-hari ini, umat Islam dilarang berpuasa dan dianjurkan untuk makan, minum, serta memperbanyak dzikir kepada Allah SWT.

    Rasulullah SAW bersabda:

    "Hari-hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan mengingat Allah." (HR. Muslim)

    Takbir muqayyad (takbir setelah shalat fardhu berjamaah) dibacakan mulai dari Subuh hari Arafah hingga Ashar tanggal 13 Dzulhijjah. Ini menjadi syiar Islam yang menggema di masjid-masjid dan momen refleksi atas makna pengorbanan yang agung.

6. FAQ Seputar Keistimewaan Bulan Dzulhijjah

FAQ Seputar Keistimewaan Bulan Dzulhijjah (c) Ilustrasi AI

1. Apa saja keistimewaan bulan Dzulhijjah yang paling utama?

Keistimewaan bulan Dzulhijjah yang paling utama meliputi statusnya sebagai salah satu dari empat bulan haram, menjadi bulan pelaksanaan ibadah haji, terdapat sepuluh hari terbaik sepanjang tahun, serta menjadi bulan penyempurnaan agama Islam. Allah SWT juga bersumpah dengan sepuluh malam pertamanya dalam Surah al-Fajr.

2. Mengapa sepuluh hari pertama Dzulhijjah dianggap lebih utama dari hari-hari lain?

Sepuluh hari pertama Dzulhijjah dianggap paling utama karena pada periode tersebut berkumpul ibadah-ibadah besar secara bersamaan — shalat, puasa, sedekah, dan haji. Kombinasi ini tidak ditemukan pada waktu lain dalam setahun, menjadikannya periode paling dicintai Allah untuk beramal saleh.

3. Apa keutamaan puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah?

Puasa Arafah memiliki keutamaan menghapus dosa dua tahun sekaligus, yaitu satu tahun yang telah berlalu dan satu tahun yang akan datang. Puasa ini dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Muslim.

4. Apakah ada larangan khusus bagi yang hendak berkurban di bulan Dzulhijjah?

Bagi orang yang berniat berkurban, dianjurkan untuk tidak memotong rambut dan kuku sejak masuknya bulan Dzulhijjah hingga hewan kurbannya disembelih. Anjuran ini berdasarkan hadis riwayat Muslim dari Ummu Salamah radhiyallahu anha.

5. Bolehkah berpuasa pada hari Idul Adha dan hari-hari Tasyrik?

Tidak diperbolehkan berpuasa pada tanggal 10 Dzulhijjah (Idul Adha) dan hari-hari Tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah). Rasulullah SAW menyebut hari-hari tersebut sebagai hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah SWT.

6. Apa saja amalan yang bisa dilakukan bagi yang tidak menunaikan haji?

Bagi yang tidak menunaikan haji, amalan yang dianjurkan antara lain berpuasa pada 1-9 Dzulhijjah, memperbanyak takbir, tahlil, dan tahmid, membaca Al-Quran, bersedekah, melaksanakan shalat berjamaah, berkurban, dan bertaubat dengan sungguh-sungguh.

7. Kapan waktu pelaksanaan takbir di bulan Dzulhijjah?

Takbir di bulan Dzulhijjah terbagi menjadi dua jenis: takbir mutlak yang dilakukan kapan saja sejak masuknya bulan Dzulhijjah hingga hari-hari Tasyrik, dan takbir muqayyad yang dibaca setelah setiap shalat fardhu berjamaah dari Subuh tanggal 9 Dzulhijjah (Hari Arafah) hingga Ashar tanggal 13 Dzulhijjah.

Daftar Referensi

  1. Islamic Relief UK. Dhul Hijjah 2026: Virtues and 10 Best Days. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://www.islamic-relief.org.uk/giving/islamic-giving/qurbani/dhul-hijjah/
  2. IslamQA. Virtues of the Ten Days of Dhul Hijjah. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://islamqa.info/en/answers/1699
  3. ICNA. Virtues of the First 10 Days of Dhul-Hijja. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://icna.org/virtues-of-the-first-10-days-of-dhul-hijja/
  4. Yaqeen Institute. Centering Sacrifice: The Importance of the First 10 Days of Dhul Hijjah. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://yaqeeninstitute.org/read/blog/centering-sacrifice-the-importance-of-the-first-10-days-of-dhul-hijjah
  5. Islamic Relief Australia. The Significance of the First 10 Days of Dhul Hijjah. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://islamicrelief.org.au/the-significance-of-the-first-10-days-of-dhul-hijjah/
  6. OnePath Network. The Virtues of Dhul Hijjah. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://onepathnetwork.com/the-virtues-of-dhul-hijjah/
  7. Human Appeal UK. The Importance of the First 10 Days of Dhul-Hijjah. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://humanappeal.org.uk/news/2020/07/the-importance-of-the-first-10-days-of-dhul-hijjah
  8. Masarat Initiative. The Ten Days of Dhul-Hijjah: Their Virtues, Rewards, and Recommended Actions. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://masarat-sy.org/en/the-ten-days-of-dhul-hijjah-their-virtues-rewards-and-recommended-actions/
  9. Human Appeal Inc. First 10 Days of Dhul Hijjah: Virtues, Acts of Worship and Checklist. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://humanappealusa.org/news/2026/4/first-10-days-of-dhul-hijjah
  10. Khutbah.info. Virtue of the Ten Days of Dhul Hijjah. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://www.khutbah.info/virtue-of-the-ten-days-of-dhul-hijjah/

(kpl/fed)

Rekomendasi

Trending