Ibadah di Bulan Dzulhijjah yang Dianjurkan beserta Keutamaan dan Panduan Lengkapnya
ibadah di bulan dzulhijjah (h)
Kapanlagi.com - Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan paling istimewa dalam kalender Hijriah yang menyimpan limpahan pahala bagi umat Islam. Ibadah di bulan Dzulhijjah menjadi kesempatan emas untuk memperbanyak amal shaleh dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam sepuluh hari pertamanya, Allah SWT melipatgandakan pahala setiap kebaikan yang dikerjakan melebihi waktu-waktu lainnya. Momen ini bahkan disejajarkan dengan bulan Ramadan dalam hal keutamaan beramal.
Dilansir dari Islamic Relief UK, umat Islam diajarkan untuk berpuasa pada sembilan hari pertama Dzulhijjah, dan ibadah di bulan Dzulhijjah ini termasuk sunnah yang membawa pahala besar serta pengampunan dosa. Berbagai bentuk ibadah seperti puasa, takbir, dzikir, sedekah, hingga kurban dapat dilaksanakan pada bulan mulia ini.
Advertisement
1. Pengertian Bulan Dzulhijjah dan Kedudukannya dalam Kalender Islam
Dzulhijjah secara bahasa berarti "bulan haji" dan merupakan bulan ke-12 sekaligus terakhir dalam kalender Hijriah. Bulan ini menjadi waktu pelaksanaan ibadah haji, salah satu rukun Islam yang kelima dan wajib bagi setiap Muslim yang mampu. Di dalam Dzulhijjah pula terdapat perayaan Idul Adha pada tanggal 10, yang menjadikannya bulan penuh peristiwa spiritual bagi umat Islam di seluruh dunia.
Sebagaimana dikutip dari Islamic Info Center, Dzulhijjah tergolong unik karena memuat tiga peristiwa besar sekaligus dalam sepuluh hari pertamanya, yaitu ibadah haji, Hari Arafah, dan Idul Adha. Kombinasi ini tidak ditemukan di bulan lain manapun sepanjang tahun.
Dzulhijjah juga termasuk salah satu dari empat bulan haram (asyhurul hurum) bersama Muharram, Rajab, dan Dzulqadah. Allah SWT menegaskan kedudukan empat bulan ini dalam Al-Qur'an surat At-Taubah ayat 36 yang menyebutkan bahwa bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, di antaranya empat bulan haram. Pada bulan-bulan ini, pahala kebaikan dilipatgandakan dan dosa kemaksiatan menjadi lebih berat.
Mengacu pada Al-Azhar Quran Teaching, bulan-bulan haram disebut suci karena Allah melarang peperangan di dalamnya, dan perbuatan dosa pada masa ini mendapat hukuman yang lebih berat dibanding bulan biasa. Hal ini mendorong umat Islam untuk lebih giat beribadah dan menjauhi kemaksiatan. Bagi Muslim yang tidak menunaikan haji, Dzulhijjah tetap menjadi bulan puncak ibadah yang semestinya diisi dengan amalan shaleh.
2. Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah
Sepuluh hari pertama Dzulhijjah merupakan hari-hari terbaik sepanjang tahun untuk beramal shaleh. Keutamaan waktu ini bersumber langsung dari Al-Qur'an dan hadis Nabi Muhammad SAW. Berdasarkan penjelasan IslamQA, ada beberapa alasan mengapa sepuluh hari ini begitu istimewa di sisi Allah SWT. Berikut uraiannya:
- Allah bersumpah atas nama hari-hari ini. Dalam surat Al-Fajr ayat 1-2, Allah SWT berfirman, "Demi fajar, dan demi malam yang sepuluh." Mayoritas ulama tafsir menafsirkan "malam yang sepuluh" sebagai sepuluh hari pertama Dzulhijjah, menandakan keagungannya di sisi Allah.
- Amal shaleh paling dicintai Allah. Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,
مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهِنَّ أَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ
"Tidak ada hari-hari yang amal shaleh di dalamnya lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari ini (Dzulhijjah)." (HR. Bukhari) - Lebih utama dari jihad di jalan Allah. Dalam hadis yang sama, para sahabat bertanya apakah jihad pun tidak menyainginya. Nabi SAW menjawab bahwa jihad pun tidak, kecuali seseorang yang keluar dengan diri dan hartanya lalu tidak kembali dengan membawa apa pun.
- Berkumpulnya ibadah-ibadah utama. Al-Hafidh Ibn Hajar, dikutip dari KapanLagi.com, menjelaskan, "Tampaknya keistimewaan 10 hari ini berasal dari berkumpulnya ibadah-ibadah utama di dalamnya, yaitu shalat, puasa, sedekah, dan haji."
- Di dalamnya terdapat Hari Arafah. Hari kesembilan Dzulhijjah adalah puncak ibadah haji saat jutaan jamaah berkumpul di Padang Arafah. Bagi yang tidak berhaji, puasa pada hari ini menghapus dosa dua tahun.
- Di dalamnya terdapat Hari Nahar (Hari Kurban). Tanggal 10 Dzulhijjah disebut sebagai hari terbesar dalam setahun yang menggabungkan berbagai bentuk ibadah sekaligus.
- Pahala dilipatgandakan secara luar biasa. Menurut riwayat At-Tirmidzi, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan puasa satu tahun, dan satu malam beribadah setara dengan ibadah pada malam Lailatul Qadar.
Imam Ibn Rajab al-Hanbali, dikutip dari KapanLagi.com, menegaskan, "Barangsiapa tidak mampu menunaikan haji pada tahun mendatang, hendaklah ia mengagungkan 10 hari pertama Dzulhijjah dan memperbanyak amal kebaikan di rumah."
3. Macam-Macam Ibadah di Bulan Dzulhijjah yang Dianjurkan
Ibadah di bulan Dzulhijjah mencakup beragam amalan yang bisa dilakukan oleh setiap Muslim, baik yang sedang menunaikan haji maupun yang berada di rumah. Sebagaimana dilaporkan ICNA, sepuluh hari pertama Dzulhijjah menghimpun seluruh jenis ibadah utama sehingga menjadi waktu terbaik untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Berikut macam-macam ibadah yang dianjurkan:
- Menunaikan ibadah haji. Bagi yang mampu secara fisik dan finansial, haji adalah amalan paling utama di bulan Dzulhijjah. Rangkaian ritual haji berlangsung pada tanggal 8 hingga 13 Dzulhijjah, dimulai dari ihram, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, hingga melempar jumrah di Mina.
- Puasa sunnah Dzulhijjah. Berpuasa pada tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah sangat dianjurkan, terutama puasa Arafah pada tanggal 9 yang dapat menghapus dosa dua tahun.
- Memperbanyak takbir, tahlil, dan tahmid. Dzikir kepada Allah dengan mengucapkan Allahu Akbar, Laa ilaaha illallah, dan Alhamdulillah merupakan amalan khas sepuluh hari pertama Dzulhijjah.
- Melaksanakan ibadah kurban. Menyembelih hewan kurban pada tanggal 10 Dzulhijjah atau hari-hari tasyrik (11-13 Dzulhijjah) merupakan sunnah muakkadah bagi yang mampu. Bagi yang belum sanggup berkurban, ada banyak amalan pengganti yang tetap bernilai besar.
- Shalat Idul Adha. Menghadiri shalat Id pada pagi hari tanggal 10 Dzulhijjah menjadi syiar Islam yang sangat dianjurkan bagi seluruh umat Muslim, termasuk wanita dan anak-anak.
- Memperbanyak sedekah dan amal sosial. Berbagi dengan sesama di hari-hari yang mulia ini membawa pahala berlipat ganda. Sedekah tidak hanya berupa harta, tetapi juga tenaga, pikiran, dan kebaikan sekecil apa pun.
- Membaca Al-Qur'an. Tilawah Al-Qur'an termasuk amalan utama yang dianjurkan sepanjang bulan Dzulhijjah untuk mendekatkan diri kepada Allah.
- Bertaubat dan beristighfar. Membersihkan diri dari dosa melalui taubat yang sungguh-sungguh sangat ditekankan pada awal Dzulhijjah sebagai persiapan spiritual.
- Qiyamul lail (shalat malam). Menghidupkan malam-malam Dzulhijjah dengan shalat sunnah dan doa menjadi sarana meningkatkan kedekatan spiritual dengan Allah SWT.
Seperti yang diberitakan Human Appeal, setiap sedekah yang diberikan pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah, baik berupa donasi langsung, dukungan untuk anak yatim, maupun bantuan untuk korban bencana, akan dilipatgandakan pahalanya. Inilah musim untuk bermurah hati.
Baca juga: Perbedaan haji dengan umroh dan penjelasan lengkapnya
4. Puasa Sunnah Dzulhijjah beserta Niat dan Keutamaannya
Puasa sunnah di bulan Dzulhijjah terbagi menjadi tiga kategori utama yang masing-masing memiliki keutamaan tersendiri. Merujuk penjelasan Islam21c, berpuasa pada sembilan hari pertama Dzulhijjah merupakan sunnah Nabi SAW, dan puasa termasuk ibadah terbaik yang dipilih Allah untuk diri-Nya. Berikut rinciannya:
- Puasa Dzulhijjah (1-7 Dzulhijjah). Puasa ini dilaksanakan sejak hari pertama hingga ketujuh Dzulhijjah. Niatnya dibaca pada malam hari sebelum puasa:
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta'ala." - Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah). Puasa pada hari Tarwiyah merupakan bentuk persiapan spiritual menjelang Hari Arafah. Niatnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَّةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta'ala." - Puasa Arafah (9 Dzulhijjah). Puncak puasa sunnah di bulan Dzulhijjah yang memiliki keutamaan luar biasa. Rasulullah SAW bersabda:
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ
"Puasa hari Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." (HR. Muslim)
Niatnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma 'arafata sunnatan lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta'ala."
Perlu dicatat bahwa puasa Arafah dianjurkan bagi Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Bagi jamaah haji yang sedang wukuf di Arafah, mereka tidak dianjurkan berpuasa agar tetap kuat menjalankan rangkaian ibadah sepanjang hari. Hal ini sesuai dengan teladan Nabi SAW yang tidak berpuasa saat beliau berdiri di Arafah.
Adapun doa yang dibaca saat berbuka puasa Dzulhijjah adalah sebagaimana doa berbuka pada umumnya:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa 'ala rizqika afthartu birahmatika yaa arhamar raahimiin.
Artinya: "Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Penyayang."
5. Takbir, Dzikir, dan Ibadah Kurban di Bulan Dzulhijjah
Menggemakan dzikir dan takbir merupakan salah satu ciri khas ibadah di bulan Dzulhijjah yang membedakannya dari bulan-bulan lain. Rasulullah SAW bersabda dalam riwayat Ahmad:
مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللهِ وَلَا أَحَبُّ إِلَيْهِ مِنَ الْعَمَلِ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنَ التَّهْلِيلِ وَالتَّكْبِيرِ وَالتَّحْمِيدِ
"Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal shaleh di dalamnya lebih dicintai daripada sepuluh hari ini. Karenanya perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid di dalamnya." (HR. Ahmad)
Sebagaimana disampaikan Al-Azhar Quran Teaching, takbir di bulan Dzulhijjah terbagi menjadi dua jenis. Pertama, takbir mutlak yang dimulai sejak tanggal 1 Dzulhijjah hingga Ashar hari ketiga tasyrik, dan boleh dibaca kapan saja tanpa terikat waktu. Kedua, takbir muqayyad yang dimulai sejak Subuh hari Arafah (9 Dzulhijjah) hingga Ashar tanggal 13 Dzulhijjah, dan khusus dibaca setelah setiap shalat fardhu.
Lafaz takbir yang umum dibaca adalah:
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Laa ilaaha illallaahu wallaahu Akbar. Allahu Akbar wa lillaahil hamd.
Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar. Allah Maha Besar, segala puji bagi Allah."
Selain takbir dan dzikir, ibadah kurban menjadi amalan puncak di bulan Dzulhijjah. Kurban dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijjah (Hari Raya Idul Adha) dan boleh dilanjutkan hingga hari-hari tasyrik (11-13 Dzulhijjah). Ibadah ini mengenang ketaatan Nabi Ibrahim AS yang rela mengorbankan putranya Ismail AS demi menjalankan perintah Allah. Mengutip Yaqeen Institute, keutamaan Dzulhijjah sering kurang diketahui dibanding Ramadan, padahal bulan ini penuh peluang untuk meraih pahala melalui dzikir, sedekah, shalat, dan amal kebaikan lainnya.
Bagi yang berkurban, disunnahkan untuk tidak memotong kuku dan rambut sejak masuknya tanggal 1 Dzulhijjah hingga hewan kurbannya disembelih. Rasulullah SAW bersabda, "Jika kalian melihat hilal Dzulhijjah dan salah seorang di antara kalian ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari memotong rambut dan kukunya hingga ia berkurban." (HR. Muslim)
Baca juga: Pengertian haji wada dan sejarah haji perpisahan terakhir Nabi Muhammad SAW
Daging kurban kemudian dibagikan kepada fakir miskin, tetangga, dan sebagian disimpan untuk keluarga. Tradisi ini menjadi wujud solidaritas sosial terbesar dalam Islam setiap tahunnya. Persiapan manasik haji dan pemahaman tata cara kurban perlu dipelajari sejak awal agar ibadah berjalan lancar dan sesuai syariat.
Baca juga: Kata-kata Idul Adha terbaik untuk berbagi kebahagiaan
Bagi umat Islam yang tidak menunaikan haji, seluruh ibadah di bulan Dzulhijjah tetap terbuka lebar. Puasa sunnah, dzikir, tilawah Al-Qur'an, sedekah, shalat sunnah, dan perayaan Idul Adha adalah cara-cara yang bisa dilakukan untuk meraih keberkahan bulan mulia ini. Yang terpenting adalah niat yang ikhlas dan konsistensi dalam beramal, karena Allah SWT menilai setiap kebaikan berdasarkan ketulusan hati hamba-Nya.
Baca juga: Pengertian haji qiran beserta niat dan tata cara pelaksanaan lengkap
6. FAQ Seputar Ibadah di Bulan Dzulhijjah
1. Apa saja ibadah yang dianjurkan di bulan Dzulhijjah?
Ibadah yang dianjurkan di bulan Dzulhijjah meliputi puasa sunnah pada tanggal 1-9, memperbanyak takbir, tahlil, dan tahmid, membaca Al-Qur'an, bersedekah, melaksanakan shalat sunnah, berkurban pada Hari Raya Idul Adha, serta memperbanyak doa dan istighfar. Seluruh amalan ini terbuka bagi semua Muslim, baik yang sedang berhaji maupun yang berada di rumah.
2. Kapan waktu terbaik untuk berpuasa di bulan Dzulhijjah?
Puasa sunnah Dzulhijjah dapat dilaksanakan pada tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah. Jika tidak mampu berpuasa seluruhnya, prioritaskan puasa pada Hari Arafah (9 Dzulhijjah) karena Rasulullah SAW menyatakan bahwa puasa pada hari ini menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
3. Apakah puasa Arafah wajib bagi jamaah haji?
Puasa Arafah tidak dianjurkan bagi jamaah haji yang sedang melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Hal ini agar mereka tetap kuat menjalankan rangkaian ibadah haji yang memerlukan stamina penuh. Puasa Arafah khusus dianjurkan bagi Muslim yang tidak sedang berhaji.
4. Kapan waktu membaca takbir di bulan Dzulhijjah?
Takbir mutlak dibaca sejak tanggal 1 Dzulhijjah kapan saja tanpa terikat waktu tertentu. Sementara takbir muqayyad dibaca setelah setiap shalat fardhu mulai dari Subuh tanggal 9 Dzulhijjah (Hari Arafah) hingga Ashar tanggal 13 Dzulhijjah (hari tasyrik terakhir).
5. Apa yang harus dilakukan jika tidak mampu berkurban?
Bagi yang belum mampu berkurban, ada banyak amalan pengganti yang bernilai besar, seperti memperbanyak dzikir, bersedekah, menghadiri shalat Idul Adha, berpuasa Arafah, dan membantu sesama. Allah SWT menilai setiap amal berdasarkan niat dan ketulusan hati, bukan semata-mata dari segi materi.
6. Mengapa 10 hari pertama Dzulhijjah lebih utama dari hari-hari lain?
Sepuluh hari pertama Dzulhijjah dinilai lebih utama karena di dalamnya berkumpul seluruh jenis ibadah utama, yaitu shalat, puasa, haji, sedekah, dan dzikir. Kombinasi ini tidak ditemukan pada waktu lain sepanjang tahun. Selain itu, Allah SWT bersumpah demi hari-hari ini dalam Al-Qur'an surat Al-Fajr sebagai bukti keagungannya.
7. Apakah shohibul qurban harus menahan diri dari memotong rambut dan kuku?
Bagi orang yang berniat berkurban, disunnahkan untuk tidak memotong rambut dan kuku sejak masuknya tanggal 1 Dzulhijjah hingga hewan kurbannya disembelih. Anjuran ini berdasarkan hadis shahih riwayat Muslim dan bersifat sunnah, bukan wajib, sehingga jika dilanggar tidak membatalkan ibadah kurban.
Daftar Referensi
- IslamQA. Virtues of the Ten Days of Dhul Hijjah. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://islamqa.info/en/answers/1699
- Islamic Relief UK. Dhul Hijjah 2026: Virtues and 10 Best Days. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://www.islamic-relief.org.uk/giving/islamic-giving/qurbani/dhul-hijjah/
- ICNA. Virtues of the First 10 Days of Dhul-Hijja. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://icna.org/virtues-of-the-first-10-days-of-dhul-hijja/
- Human Appeal. First 10 Days of Dhul Hijjah: Virtues, Acts of Worship and Checklist. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://humanappealusa.org/news/2026/4/first-10-days-of-dhul-hijjah
- Islam21c. Virtues of the First 10 Days of Dhul-Hijjah. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://www.islam21c.com/seasonal-reminders/virtues-of-the-first-10-days-of-dhul-hijjah/
- Al-Azhar Quran Teaching. Virtue of the Month of Dhul-Hijjah. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://www.alazharquranteaching.com/virtue-of-the-month-of-dhul-hijjah/
- Islamic Info Center. The Sacred Dhul Hijjah Month: Virtues, Acts of Worship, and Spiritual Preparation. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://islamicinfocenter.com/dhul-hijjah-month/
- Yaqeen Institute for Islamic Research. Virtues of Dhul Hijjah. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://yaqeeninstitute.org/series/virtues-of-dhul-hijjah
(kpl/fed)
Advertisement
D Academy 8
-
Dangdut Academy Mila, Tasya, dan April di Result Top 12 DA8, Gaya Mereka Kontras
-
Event Dangdut Murama Raih Tiga SO di Dangdut Academy 8 Top 12 Result
-
Lesti Kejora Berita Terbaru Potret Lesti Kejora - Alexa di Panggung Dangdut Academy 8, Cantik dan Glamor