Dzikir Bulan Dzulhijjah Lengkap dengan Bacaan Arab Latin dan Keutamaannya
dzikir bulan dzulhijjah (h)
Kapanlagi.com - Sepuluh hari pertama Dzulhijjah merupakan hari-hari terbaik dalam setahun, menjadi kesempatan kedua setelah Ramadan untuk meraih pahala berlipat. Dzikir bulan Dzulhijjah menjadi salah satu amalan yang paling dianjurkan pada periode istimewa ini, baik berupa takbir, tahlil, tahmid, maupun tasbih.
Dzulhijjah adalah bulan kedua belas sekaligus terakhir dalam kalender Islam yang memiliki keistimewaan spiritual sangat tinggi. Rasulullah SAW secara khusus meminta umatnya untuk memperbanyak dzikir bulan Dzulhijjah sebagai cara mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Allah SWT telah menjadikan sebagian waktu lebih utama dari yang lain dan melipat gandakan pahala amal kebaikan di dalamnya sebagai rahmat bagi hamba-Nya. Hal ini mendorong setiap Muslim untuk memperbarui semangat beribadah dan memperbanyak amal saleh.
Advertisement
Al-Hafiz Ibn Hajar, dikutip dari Yaqeen Institute menyatakan, "Semua amal kebaikan terkumpul dalam 10 hari ini dengan cara yang tidak ditemukan di waktu lain."
1. Pengertian Dzikir dan Keistimewaan Bulan Dzulhijjah
Dzikir berasal dari bahasa Arab dzakara, yadzukur, dzukr yang secara harfiah berarti mengingat atau menyebut. Dalam konteks ibadah, dzikir merujuk pada praktik mengingat Allah SWT di dalam hati dan melafalkan pujian kepada-Nya dengan lisan. Perintah untuk berdzikir secara tegas disebutkan dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 152 yang memerintahkan manusia untuk senantiasa mengingat Allah agar Dia pun mengingat mereka. Dzikir bukan sekadar rutinitas lisan, melainkan bentuk komunikasi spiritual antara hamba dengan Tuhannya yang mendatangkan ketenangan jiwa.
Dzulhijjah (ذُو ٱلْحِجَّة) merupakan salah satu dari empat bulan suci dalam kalender Islam dan bermakna "Bulan Haji". Selama bulan ini, umat Muslim dari seluruh dunia berkumpul di Makkah untuk menunaikan ibadah haji. Dilansir dari Islamic Relief Australia, seperti halnya bulan suci Ramadan, 10 hari pertama Dzulhijjah merupakan periode yang sangat diberkahi, dan banyak ayat Al-Quran serta hadis yang menegaskan pentingnya hari-hari ini.
Dalam Al-Quran, Allah SWT bersumpah dengan hari-hari ini melalui surat Al-Fajr ayat 1-2 yang berbunyi, "Demi fajar, dan malam yang sepuluh." Ibnu Abbas, Ibnu Zubayr, Mujahid, dan ulama salaf lainnya menafsirkan bahwa "malam yang sepuluh" merujuk pada 10 hari pertama Dzulhijjah. Ibnu Katsir menegaskan, "Inilah pendapat yang benar."
Menurut Al-Hafiz Ibn Hajar, alasan 10 hari ini begitu istimewa adalah karena seluruh ibadah utama terkumpul di dalamnya—shalat, puasa, sedekah, dan haji—sesuatu yang tidak terjadi di hari-hari lain. Meskipun shalat, puasa, dan sedekah bisa dilakukan di hari biasa, ibadah haji hanya bisa dilaksanakan di hari-hari mulia ini.
2. Dalil Memperbanyak Dzikir di 10 Hari Pertama Dzulhijjah
Perintah memperbanyak dzikir pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah memiliki landasan kuat dari Al-Quran dan hadis. Memahami dalil-dalil ini penting agar setiap Muslim memiliki motivasi yang kokoh untuk mengamalkan dzikir sepanjang periode mulia tersebut. Mengacu pada IslamQA, merupakan sunnah untuk mengucapkan takbir ("Allahu Akbar"), tahmid ("Alhamdulillah"), tahlil ("La ilaha illallah"), dan tasbih ("Subhanallah") selama 10 hari pertama Dzulhijjah, serta mengucapkannya dengan suara keras di masjid, rumah, jalan, dan setiap tempat yang diperbolehkan.
Berikut dalil-dalil utama yang mendasari anjuran memperbanyak dzikir di bulan Dzulhijjah:
- Surat Al-Hajj ayat 28 — Allah SWT berfirman, "Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan." Mayoritas ulama sepakat bahwa "hari-hari yang ditentukan" adalah 10 hari pertama Dzulhijjah, berdasarkan perkataan Ibnu Abbas.
- Hadis Riwayat Ahmad — Sebagaimana dikutip dari SAPA-USA, Nabi SAW bersabda, "Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah daripada 10 hari pertama Dzulhijjah, maka perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid di dalamnya" (Musnad Ahmad, 7/224).
- Hadis Riwayat Bukhari — Nabi SAW bersabda, "Tidak ada amalan yang lebih utama daripada amalan yang dilakukan di hari-hari ini (10 hari pertama Dzulhijjah)." Para sahabat bertanya, "Bahkan jihad?" Beliau menjawab, "Bahkan jihad, kecuali seorang yang pergi dengan jiwa dan hartanya lalu tidak kembali dengan apa pun."
- Surat Al-Fajr ayat 1-2 — Allah bersumpah dengan hari-hari ini, dan sumpah Allah terhadap sesuatu menunjukkan betapa besar nilai dan manfaatnya.
- Praktik Sahabat — Ibnu Umar dan Abu Hurairah biasa pergi ke pasar pada 10 hari pertama Dzulhijjah sambil mengumandangkan takbir, lalu orang-orang pun ikut bertakbir mengikuti mereka.
- Anjuran Imam An-Nawawi — Dalam Kitab Al-Adzkar, Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa di antara sepuluh hari awal Dzulhijjah, hari Arafah (9 Dzulhijjah) merupakan waktu paling utama untuk memperbanyak dzikir.
Baca juga: Bacaan Doa dan Dzikir Setelah Sholat Wajib untuk Raih Ketenangan
3. Jenis-Jenis Dzikir Bulan Dzulhijjah Beserta Bacaannya
Ada beberapa jenis dzikir bulan Dzulhijjah yang dianjurkan untuk diamalkan, terutama pada 10 hari pertama. Berdasarkan IslamicFinder, dzikir merupakan salah satu cara paling mudah untuk memperoleh pahala dari Allah, dan merupakan sunnah yang sangat dianjurkan oleh Nabi SAW. Berikut bacaan-bacaan dzikir yang bisa diamalkan:
- Takbir (اللَّهُ أَكْبَرُ)
Takbir adalah dzikir yang paling khas di bulan Dzulhijjah. Bacaan takbir yang umum diucapkan:
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha illallah, wallahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillahil hamd.
Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji bagi Allah."
- Tahlil (لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ)
Laa ilaaha illallah — "Tidak ada Tuhan selain Allah." Dr. Omar Suleiman, dikutip dari Yaqeen Institute menyatakan, "Bentuk dzikir terbaik adalah La ilaha illallah, maka basahilah lisanmu dengan La ilaha illallah."
- Tahmid (الْحَمْدُ لِلَّهِ)
Alhamdulillah — "Segala puji bagi Allah." Ungkapan syukur ini menjadi salah satu dzikir yang sangat dicintai Allah.
- Tasbih (سُبْحَانَ اللَّهِ)
Subhanallah — "Maha Suci Allah." Bacaan tasbih yang paling utama adalah:
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيْمِ
Subhanallahi wa bihamdihi subhanallahil adzim.
Artinya: "Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya, Maha Suci Allah yang Maha Agung."
- Istighfar (أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ)
Astaghfirullah — "Aku memohon ampun kepada Allah." Sebagaimana dilaporkan Islamic Relief Australia, Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah, "Mohonlah ampunan kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Di 10 hari pertama Dzulhijjah, perbanyaklah istighfar.
- Doa Hari Arafah
Merujuk Sunnah.com, doa terbaik di hari Arafah dan dzikir terbaik yang diucapkan Nabi SAW dan para nabi sebelumnya adalah: "Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir" — "Tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya kerajaan dan segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Baca juga: Dzikir dan Doa Setelah Sholat Subuh agar Dimudahkan Rezeki
4. Waktu dan Tata Cara Bertakbir di Bulan Dzulhijjah
Takbir merupakan dzikir yang paling menonjol di bulan Dzulhijjah. Salah satu sunnah yang paling mendefinisikan hari-hari ini adalah pengulangan bacaan takbir secara terus-menerus. Namun, banyak umat Muslim yang belum memahami bahwa takbir di bulan Dzulhijjah memiliki dua jenis dengan ketentuan waktu berbeda. Seperti yang diberitakan IslamQA, takbir pada masa ini merupakan aspek sunnah yang terlupakan, terutama di awal periodenya, sehingga hampir tidak terdengar kecuali dari segelintir orang. Takbir ini seharusnya diucapkan dengan keras untuk menghidupkan sunnah dan mengingatkan orang-orang yang lalai.
Imam Ibn Rajab dalam Lata'if Al-Ma'arif meriwayatkan bahwa Abdullah bin Umar dan Abu Hurairah biasa pergi ke pasar di Madinah pada hari-hari ini sambil mengeraskan takbir. Sebagaimana dikutip dari Muwasala, "tempat yang paling dibenci Allah—tempat di mana kebanyakan orang lalai dari mengingat-Nya—pun dipenuhi dengan dzikir kepada-Nya."
Berikut pembagian waktu takbir di bulan Dzulhijjah yang perlu dipahami setiap Muslim:
- Takbir Mutlak — Dilakukan kapan saja dan di mana saja tanpa terikat waktu tertentu. Dimulai sejak awal bulan Dzulhijjah hingga akhir hari tasyrik (13 Dzulhijjah). Bisa diucapkan di rumah, masjid, pasar, dan tempat umum lainnya.
- Takbir Muqayyad — Takbir ini dikaitkan dengan waktu tertentu, yaitu wajib diucapkan setelah setiap shalat fardhu, dimulai dari shalat Subuh pada 9 Dzulhijjah (Hari Arafah) hingga shalat Ashar pada hari tasyrik terakhir (13 Dzulhijjah). Laki-laki dianjurkan mengucapkannya dengan suara keras, sedangkan perempuan dengan suara pelan.
- Waktu Paling Utama untuk Berdzikir — Hari Arafah (9 Dzulhijjah) merupakan puncak dari 10 hari pertama Dzulhijjah. Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada hari di mana Allah membebaskan lebih banyak orang dari api neraka daripada hari Arafah" (HR Muslim).
Baca juga: Ucapan Lebaran Idul Adha 2026 yang Menyentuh Hati
5. Amalan Pendamping Dzikir di 10 Hari Pertama Dzulhijjah
Dzikir bulan Dzulhijjah sebaiknya dibarengi dengan berbagai amalan sunnah lain agar pahalanya semakin berlipat. Sepuluh hari pertama Dzulhijjah merupakan kesempatan luar biasa untuk meningkatkan ibadah sukarela seperti shalat, membaca Al-Quran, bersedekah, berdoa, berbuat baik kepada sesama, dan ibadah-ibadah lainnya. Berikut amalan-amalan pendamping yang sangat dianjurkan:
- Puasa Sunnah — Merupakan sunnah untuk berpuasa pada 9 hari pertama Dzulhijjah, dengan penekanan khusus pada hari ke-9 yaitu Hari Arafah. Nabi SAW bersabda, "Puasa pada Hari Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang" (Sahih Muslim, 1162). Pelajari selengkapnya tentang niat puasa Tarwiyah dan Arafah.
- Shalat Tahajud — Bangun di sepertiga malam terakhir, walau hanya 15 menit sebelum Subuh, merupakan cara ampuh untuk mendekatkan diri kepada Allah. Ini adalah waktu ketika Allah turun ke langit dunia dan bertanya, "Siapa yang memohon kepada-Ku agar Aku berikan? Siapa yang memohon ampunan-Ku agar Aku ampuni?" (HR Bukhari). Simak panduan lengkap dzikir setelah sholat Tahajud.
- Membaca Al-Quran — Berbeda dengan Ramadan yang memiliki shalat tarawih di malam hari, di Dzulhijjah tidak ada shalat malam khusus, sehingga perlu secara proaktif meluangkan waktu untuk Al-Quran. Tetapkan target bacaan harian yang realistis, baik satu juz, lima halaman, atau beberapa ayat disertai tafsirnya.
- Bersedekah — Karena setiap amal kebaikan dilipatgandakan selama 10 hari pertama Dzulhijjah, sedekah menjadi jauh lebih berdampak. Pertimbangkan untuk mengotomatisasi pemberian harian selama 10 hari pertama agar tidak melewatkan berkah satu hari pun.
- Berkurban — Kurban pada Idul Adha (10 Dzulhijjah) merupakan sunnah muakkadah bagi yang mampu. Nabi SAW bersabda, "Barangsiapa memiliki kemampuan untuk berkurban tetapi tidak melakukannya, janganlah ia mendekati tempat shalat kami" (Sunan Ibnu Majah, 3123). Pelajari doa kurban Idul Adha lengkap untuk pelaksanaan yang sesuai sunnah.
- Taubat dan Istighfar — Gunakan hari-hari ini untuk merefleksikan diri, memohon ampunan, dan menyelaraskan kembali tujuan hidup. Ini bukan hanya tentang amal lahiriah, melainkan juga tentang kembali kepada Allah dengan ketulusan.
- Tidak Memotong Rambut dan Kuku — Bagi yang berencana berkurban, sangat dianjurkan untuk tidak memotong rambut, mencabut bulu, atau memotong kuku sejak malam 1 Dzulhijjah hingga hewan kurban disembelih.
Imam Ibn Rajab Al-Hanbali, dikutip dari Life with Allah menyatakan, "Barangsiapa tidak mampu berdiri di Arafah, maka berdirilah untuk Allah dan penuhi hak-hak-Nya. Barangsiapa tidak mampu bermalam di Muzdalifah, maka bertekad kuatlah untuk menaati Allah. Barangsiapa tidak mampu berkurban di Mina, maka sembelihlah hawa nafsunya dan capailah tujuannya."
Baca juga: Niat Puasa Idul Adha dan Penjelasan Lengkapnya
Baca juga: Jenis-Jenis Puasa Sunnah yang Bisa Diamalkan Sepanjang Tahun
Baca juga: Kata-Kata Idul Adha untuk Berbagi Kebahagiaan dan Makna Pengorbanan
Baca juga: Panduan Niat Buka Puasa Idul Adha Lengkap
Baca juga: Macam-Macam Puasa dalam Islam Beserta Niat dan Manfaatnya
Baca juga: Tata Cara Haji Lengkap yang Perlu Dipahami
Baca juga: Pengertian Haji Tamattu dan Tata Cara Pelaksanaannya
Baca juga: Doa Buka Puasa Lengkap 2026 Bacaan Arab Latin dan Terjemahan
6. FAQ Seputar Dzikir Bulan Dzulhijjah
1. Apa itu dzikir bulan Dzulhijjah?
Dzikir bulan Dzulhijjah adalah amalan mengingat Allah SWT melalui bacaan takbir, tahlil, tahmid, tasbih, dan istighfar yang sangat dianjurkan selama bulan Dzulhijjah, khususnya pada 10 hari pertama. Amalan ini didasarkan pada perintah Allah SWT dalam Al-Quran dan anjuran Rasulullah SAW dalam beberapa hadis sahih.
2. Kapan waktu terbaik untuk berdzikir di bulan Dzulhijjah?
Waktu terbaik adalah sepanjang 10 hari pertama Dzulhijjah, dengan penekanan khusus pada hari Arafah (9 Dzulhijjah). Dzikir bisa dilakukan kapan saja—pagi, siang, sore, dan malam—baik setelah shalat fardhu, saat beraktivitas, maupun dalam waktu khusus yang diluangkan untuk ibadah.
3. Apa perbedaan takbir mutlak dan takbir muqayyad?
Takbir mutlak dilakukan kapan saja dan di mana saja sejak awal Dzulhijjah hingga akhir hari tasyrik (13 Dzulhijjah), tanpa terikat waktu tertentu. Sementara takbir muqayyad dikaitkan dengan waktu tertentu, yaitu diucapkan setelah setiap shalat fardhu berjamaah, dimulai dari Subuh hari Arafah hingga Ashar pada 13 Dzulhijjah.
4. Apakah dzikir bulan Dzulhijjah hukumnya wajib?
Dzikir bulan Dzulhijjah hukumnya sunnah muakkadah, artinya sangat dianjurkan tetapi tidak wajib. Meski tidak berdosa jika ditinggalkan, mengamalkannya akan mendatangkan pahala yang sangat besar mengingat keistimewaan waktu pelaksanaannya.
5. Apa dzikir yang paling utama di bulan Dzulhijjah?
Hadis riwayat Ahmad secara khusus menyebutkan tiga jenis dzikir utama, yaitu tahlil (Laa ilaaha illallah), takbir (Allahu Akbar), dan tahmid (Alhamdulillah). Selain itu, tasbih dan istighfar juga sangat dianjurkan untuk melengkapi amalan dzikir di sepanjang 10 hari pertama.
6. Bagaimana cara menjaga konsistensi berdzikir selama Dzulhijjah?
Beberapa cara praktis yang bisa dilakukan antara lain menyediakan waktu khusus 10–15 menit setiap hari untuk berdzikir, menggunakan aplikasi pengingat digital, menulis target harian, serta mengajak keluarga untuk berdzikir bersama di waktu pagi atau malam hari setelah shalat.
7. Apakah orang yang tidak berhaji tetap bisa meraih keutamaan 10 hari pertama Dzulhijjah?
Tentu saja. Meskipun tidak menunaikan haji, setiap Muslim tetap bisa meraih pahala besar melalui amalan-amalan seperti memperbanyak dzikir, berpuasa sunnah (terutama hari Arafah), bersedekah, shalat tahajud, membaca Al-Quran, dan berkurban bagi yang mampu.
Memasuki bulan Dzulhijjah, setiap Muslim dihadapkan pada kesempatan emas yang hanya datang sekali dalam setahun. Sepuluh hari pertama Dzulhijjah merupakan kesempatan istimewa untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan Allah, dan itulah mengapa umat Muslim dianjurkan untuk menggunakan waktu ini dengan bijak. Mulailah dengan amalan sederhana yang konsisten—bahkan ucapan singkat Subhanallah atau membantu sesama—semuanya dihitung dan dilipatgandakan pahalanya di hari-hari mulia ini.
Daftar Referensi
- IslamQA. Virtues of the Ten Days of Dhul Hijjah. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://islamqa.info/en/answers/1699/virtues-of-the-ten-days-of-dhul-hijjah
- Islamic Relief Australia. The Significance of the First 10 Days of Dhul Hijjah. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://islamicrelief.org.au/the-significance-of-the-first-10-days-of-dhul-hijjah/
- Yaqeen Institute. Episode 6: The Preferred Forms of Remembrance – Virtues of Dhul Hijjah. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://yaqeeninstitute.org/watch/series/episode-6-the-preferred-forms-of-remembrance-virtues-of-dhul-hijjah
- Sunnah.com. Dhul Hijjah Selection – Sayings and Teachings of Prophet Muhammad. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://sunnah.com/dhulhijjah
- OnePath Network. The Ultimate Guide: What to Do in the First 10 Days of Dhul Hijjah. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://onepathnetwork.com/dhul-hijjah/the-ultimate-guide-what-to-do-in-the-first-10-days-of-dhul-hijjah/
- SAPA-USA. Essential Sunnah Practices for the First Ten Days of Dhul-Hijjah. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://sapa-usa.org/dhul-hijjah-sunnah-practices/
- Muwasala. The First Ten Days of Dhu'l-Hijjah. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://muwasala.org/2015/09/04/the-first-ten-days-of-dhul-hijjah/
- Life with Allah. Why Are The 10 Days Of Dhul Hijjah Extremely Special? Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://lifewithallah.com/articles/seasons-of-worship/dhul-hijjah/why-are-these-10-days-extremely-special/
- IslamicFinder. Importance of the First 10 Days of Dhul Hijjah. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://www.islamicfinder.org/knowledge/islam-and-sunnah/importance-of-the-first-10-days-of-dhul-hijjah/
- Islamic Relief Australia. 10 Easy Acts You Can Do for the First 10 Days of Dhul Hijjah. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://islamicrelief.org.au/10-days-dhul-hijjah-earn-reward/
(kpl/fed)
Advertisement