Kapanlagi.com - KLovers, pernah nggak sih membuka lemari pakaian dan merasa pusing sendiri karena terlalu penuh, tapi di saat yang bersamaan kamu merasa "nggak punya baju"? Momen ketika kamu butuh blazer andalan atau celana jeans favorit tapi susahnya minta ampun dicarinya, itu adalah tanda alam kalau kamu butuh decluttering alias beres-beres lemari.
Memang, melepaskan barang yang dibeli dengan uang hasil jerih payah atau punya nilai kenangan itu nggak gampang. Seringkali kita menahan diri untuk membuang suatu barang karena berpikir, "Siapa tahu nanti dipakai lagi." Padahal, menumpuk barang yang tidak terpakai hanya akan membuat kamar terasa sumpek dan bikin kamu makin stres setiap kali bersiap-siap di pagi hari.
Nah, nggak perlu galau lagi! Proses memilih pakaian mana yang harus dipertahankan, mana yang masuk tong sampah, dan mana yang layak diberikan ke orang lain ternyata ada seninya. Berikut ini adalah panduan tanpa penyesalan untuk merapikan lemari kamu biar kembali lega dan fungsional.
Advertisement
Hal paling menyebalkan adalah menemukan lubang misterius di baju favorit kita. Jika pakaianmu memiliki banyak lubang yang parah, sebaiknya langsung disingkirkan.
Jangan disumbangkan, karena pusat donasi pun biasanya tidak menerima baju rusak dan berujung membuangnya juga. Lebih baik serahkan ke tempat daur ulang tekstil.
Namun, ada pengecualian! Kalau baju itu hanya sobek di bagian jahitan, apalagi kalau itu barang mahal seperti celana bahan atau blazer, membawanya ke penjahit langganan adalah pilihan yang sangat cerdas.
Tubuh manusia itu berubah, dan itu sangat normal, KLovers! Tapi, menyimpan baju dengan ukuran yang salah hanya akan memenuhi lemari.
Sama halnya dengan baju, sepatu juga harus dipilah dengan tegas. Sepatu yang sudah sangat usang tidak hanya terlihat kurang oke, tapi juga bisa bikin kaki sakit karena penyangganya sudah rusak jadi, langsung buang saja.
Namun, kalau itu sepatu mahal dan hanya sol atau haknya yang aus, bawa ke tukang sol sepatu profesional. Kalau kamu punya sepatu yang masih sangat bagus tapi jarang dipakai karena tidak nyaman atau bukan gayamu lagi? Jangan biarkan berdebu, sumbangkan saja!
Kita semua pasti punya satu item yang hampir nggak pernah disentuh, seperti sweater tebal atau jaket bulu. Kalau kamu memang punya rutinitas liburan musim dingin setiap tahun, menyimpan satu atau dua potong jaket tebal sangat masuk akal agar tidak perlu beli baru terus menerus.
Namun, kalau kamu tinggal di daerah tropis yang panas dan ternyata punya lima buah sweater tebal di dalam lemari, simpanlah satu yang paling bagus dan sumbangkan empat sisanya.
Jujur deh, seberapa sering sih kita memakai ulang gaun bridesmaid dari nikahan sahabat lima tahun lalu? Daripada menuh-menuhin lemari, pakaian formal ini sangat direkomendasikan untuk didonasikan karena beberapa alasan:
Tren fesyen itu berputar sangat cepat. Kadang, menyimpan barang klasik seperti celana jeans vintage atau barang mahal bisa menghemat uang karena suatu saat tren itu akan kembali. Namun, untuk produk fast fashion atau baju hasil keranjingan tren sesaat (micro-trend) yang kini terlihat aneh bagimu, lebih baik didonasikan.
Terlebih jika style kamu memang sudah berubah total (misalnya dari gaya tomboy menjadi feminin), lepaskan baju-baju lama itu tanpa beban agar kamu punya ruang untuk pakaian yang benar-benar merepresentasikan dirimu saat ini.
KLovers pasti punya kaos panitia zaman kampus, seragam sekolah masa lalu, atau baju pemberian orang spesial yang susah banget dibuang karena nilai sentimentalnya. Menyimpan barang penuh kenangan itu sangat wajar, tapi jangan biarkan semuanya menumpuk dan memakan porsi utama di lemari pakaian harianmu.
Jika kamu benar-benar tidak bisa melepaskannya, berikut adalah beberapa trik jitu yang bisa dicoba:
1. Kenapa baju yang kekecilan tidak disarankan untuk disimpan? Menyimpan baju kekecilan seringkali menjadi beban pikiran dan memicu perasaan negatif terhadap bentuk tubuh sendiri. Lebih baik dilepaskan agar lemari dan pikiran lebih lega.
2. Apakah boleh menyumbangkan baju yang sudah berlubang? Sebaiknya jangan. Baju yang tidak layak pakai akan membebani pihak penyelenggara donasi. Lebih baik diserahkan ke fasilitas daur ulang kain.
3. Sepatu mahal saya solnya lepas, haruskah dibuang? Jangan buru-buru dibuang! Bawa ke jasa perbaikan sepatu (cobbler). Memperbaiki sepatu mahal jauh lebih hemat daripada membuang dan membeli yang baru.
4. Apakah semua pakaian fast fashion harus disingkirkan? Tidak semua. Jika kamu masih menyukainya dan sering memakainya, simpan saja. Namun, jika dibeli hanya karena tren sesaat dan kini tak pernah dipakai, lebih baik didonasikan.
5. Berapa banyak baju musim dingin yang idealnya disimpan jika tinggal di Indonesia? Cukup simpan 1 hingga 2 potong pakaian hangat yang paling serbaguna dan nyaman, khusus untuk berjaga-jaga jika bepergian ke daerah dingin. Sisanya lebih baik disumbangkan.
(kpl/rao)