11 Trik Merawat Pohon Cabai agar Buahnya Lebat dan Pedas, Cocok untuk Kebun Pot di Rumah
Trik Merawat Pohon Cabai agar Buahnya Lebat dan Pedas (AI Generated)
Kapanlagi.com - Punya pohon cabai di rumah tetapi buahnya sedikit dan rasanya kurang nendang? Padahal, dengan trik merawat pohon cabai agar buahnya lebat dan pedas yang tepat, tanaman di pot maupun lahan sempit pun bisa tumbuh sehat dan rajin berbuah.
Melansir dari leaflet budidaya cabai di lahan pekarangan yang disusun BPTP Balitbangtan NTB di bawah Kementerian Pertanian, pot atau polybag berukuran lebih dari 35 cm, media tanam yang gembur, serta pemupukan bertahap menjadi bekal penting bagi tanaman. Sementara itu, University of California Master Gardener Program of Contra Costa County menyebut pemberian nitrogen berlebih membuat tanaman cabai rimbun daun, tetapi buahnya justru sedikit.
KL Lovers, urusan rasa pedas pun ada penjelasan ilmiahnya, sebab Oregon State University Extension Service menyebut tanaman cabai yang mengalami sedikit tekanan air cenderung menumpuk lebih banyak capsaicin, yakni senyawa penyebab rasa pedas. Berikut trik lengkapnya yang dirangkum dari berbagai sumber, Rabu (7/10/2026).
Advertisement
1. Letakkan di Tempat yang Mendapat Sinar Matahari Penuh
Cabai termasuk tanaman yang membutuhkan banyak cahaya. Panduan BPTP Balitbangtan NTB menyebut pot atau polybag cabai boleh diletakkan di halaman rumah ataupun sisa lahan, asalkan tanaman mendapatkan sinar matahari yang cukup.
Setelah bibit dipindahkan, pot sebaiknya ditaruh di tempat teduh terlebih dahulu agar tanaman bisa beradaptasi. Jika tanaman sudah terlihat kuat, barulah pot dipindahkan ke area yang terkena sinar matahari secara penuh.
Hindari menaruh pohon cabai di sudut yang terhalang atap atau tembok tinggi sepanjang hari. Tanaman yang kurang cahaya cenderung sibuk menumbuhkan daun sehingga bunga dan buahnya sedikit. KL Lovers juga bisa memutar posisi pot secara berkala agar semua sisi tanaman mendapat cahaya merata.
2. Gunakan Pot Besar dan Media Tanam yang Gembur
Akar yang leluasa akan membuat tanaman lebih kuat menopang buah. Karena itu, BPTP Balitbangtan NTB menyarankan pemakaian pot atau polybag berukuran lebih dari 35 cm agar media tanam cukup untuk mendukung pertumbuhan.
Beberapa pilihan campuran media yang direkomendasikan adalah tanah dan kompos dengan perbandingan 2:1, tanah dan pupuk kandang 2:1, atau tanah, pupuk kandang, serta arang sekam atau cocopeat dengan perbandingan 1:1:1. Pupuk kandang atau kompos yang dipakai harus sudah matang, dan media sebaiknya diayak supaya halus.
Jika memakai campuran ketiga, arang sekam atau cocopeat juga bisa ditaruh sebagai lapisan paling bawah untuk membantu peredaran udara pada media. Satu sendok makan pupuk NPK per pot dapat dicampurkan sebagai pupuk dasar, lalu diaduk sampai rata.
3. Siram Secukupnya dan Teratur
Soal air, cabai tidak suka kondisi yang berubah-ubah drastis. University of California Master Gardener Program menyebut cabai tidak tahan terhadap siklus basah-kering yang berulang, sehingga tanaman perlu disiram dengan baik saat berbunga dan berbuah.
Untuk tanaman dalam pot, BPTP Balitbangtan NTB menyarankan penyiraman satu kali sehari pada awal penanaman. Seiring tanaman membesar, penyiraman dilakukan dua hari sekali dengan jumlah air lebih banyak, ditandai media tanam tampak basah, dan air jangan sampai mengenai daun, bunga, maupun buah.
Cara paling mudah, sentuh tanah dengan jari. Jika bagian atas mulai kering, saatnya menyiram, tetapi jika masih lembap, tunda dulu agar akar tidak tergenang. Air yang berlebihan juga bisa membuat cabai kurang pedas, lho, KL Lovers.
4. Beri Pupuk Bertahap Sesuai Fase Tumbuh
Pohon cabai membutuhkan nutrisi yang berbeda pada tiap fase. BPTP Balitbangtan NTB menyarankan pemupukan pertama satu minggu setelah tanam dengan NPK 16:16:16 sebanyak satu sendok makan per pot atau polybag.
Pemupukan kemudian diulang tiga kali, yaitu saat tanaman berumur tiga minggu setelah tanam, menjelang berbunga, dan ketika calon buah muncul, dengan dosis yang sama. Pada fase berbunga, pupuk daun seperti Growmore 6-30-30 sebanyak 2 gram atau setengah sendok teh per liter air bisa disemprotkan atau disiramkan ke tanah seminggu sekali.
Oregon State University Extension Service menyebut nitrogen, fosfor, dan kalium sebagai unsur penting bagi cabai, dan kekurangannya dapat membuat pertumbuhan kerdil serta buah kurang berkembang. Tetap ikuti dosis pada kemasan agar tanaman tidak rusak akibat pupuk berlebih.
5. Jangan Berlebihan Memberi Nitrogen Menjelang Berbunga
Banyak orang mengira semakin subur daun, semakin banyak buah. Kenyataannya, University of Minnesota Extension menjelaskan bahwa cabai sangat peka terhadap lonjakan nitrogen sebelum berbunga, sebab kelebihan nitrogen membuat tanaman terus menambah daun alih-alih beralih ke fase berbuah.
University of California juga mengingatkan bahwa nitrogen berlebih membuat tanaman besar, rimbun, dan boros energi dengan buah yang sedikit. Lembaga itu menyebut fosfor justru berperan menguatkan akar dan membantu pembentukan buah, sehingga pupuk yang seimbang lebih dianjurkan.
Jika tanaman terlanjur terlalu hijau tetapi minim bunga, tahan dulu pupuk yang tinggi nitrogen dan perbaiki cahaya serta penyiraman. KL Lovers cukup bersabar karena tanaman umumnya kembali berbunga setelah keseimbangan nutrisinya pulih.
6. Pasang Ajir untuk Menyangga Batang
Tanaman cabai yang berbuah lebat memiliki cabang yang cukup berat. BPTP Balitbangtan NTB menyarankan ajir bambu dipasang saat bibit pindah tanam, lalu tanaman diikatkan ke ajir saat berumur tiga minggu setelah tanam.
Memasang ajir sejak awal membantu menghindari kerusakan akar yang bisa terjadi bila ajir ditancapkan setelah tanaman besar. Ajir juga menjaga batang tetap tegak sehingga buah tidak menyentuh tanah yang lembap.
Gunakan tali yang lunak dan ikat secara longgar agar batang tidak terjepit saat membesar. Perhatikan kembali ikatan setiap beberapa minggu, terutama menjelang musim hujan ketika angin dan air hujan sering membuat tanaman miring.
7. Buang Tunas Ketiak Daun dan Pangkas Seperlunya
BPTP Balitbangtan NTB menyarankan tunas-tunas muda yang tumbuh di ketiak daun dihilangkan atau dirompes. Dengan begitu, energi tanaman lebih terarah pada cabang utama yang akan menghasilkan bunga dan buah.
Selain tunas ketiak, daun yang menguning atau mengering juga sebaiknya dibuang. Tanaman yang tidak terlalu rimbun memiliki sirkulasi udara lebih baik sehingga daun lebih cepat kering setelah hujan atau penyiraman.
Gunakan gunting atau pisau yang bersih agar luka potong tidak mudah terinfeksi. Lakukan pemangkasan pada pagi hari saat cuaca cerah supaya bekas potongan cepat mengering, dan jangan memangkas terlalu banyak sekaligus.
8. Pasang Mulsa dan Lindungi dari Panas Berlebih
University of California Master Gardener Program menyebut akar cabai tergolong dangkal, sehingga tanah perlu ditutup mulsa setebal sekitar 2 inci atau 5 cm untuk menjaga kelembapan. Jerami, sekam, atau daun kering bisa dipakai sebagai mulsa di rumah.
Lembaga yang sama mengingatkan agar cabai dilindungi dari terik matahari dan panas di atas 85 derajat Fahrenheit atau sekitar 29 derajat Celsius. University of Minnesota Extension menambahkan bahwa suhu sekitar 90 derajat Fahrenheit atau 32 derajat Celsius saat tanaman berbunga membuat bunga dan buah rontok.
Pada siang yang sangat terik, KL Lovers bisa memindahkan pot ke tempat yang mendapat cahaya lebih lembut atau memasang peneduh sementara. Setelah cuaca kembali sejuk, tanaman biasanya melanjutkan pembungaan.
9. Kendalikan Hama dan Penyakit Sejak Dini
Hama kecil seperti ulat dan kutu daun bisa menggagalkan panen bila dibiarkan. BPTP Balitbangtan NTB menjelaskan bahwa pada skala pekarangan, pengendalian dapat dilakukan secara mekanis, yakni mengambil ulat yang ditemui atau mematikan kutu daun menggunakan tangan.
Jika jumlah tanaman banyak dan pengendalian manual sulit dilakukan, pestisida dapat digunakan ketika tanaman terlihat diserang hama atau penyakit, seperti hama putih, ulat, atau jamur. Pakailah sesuai petunjuk kemasan dan hindari menyemprot saat tanaman sedang berbunga lebat.
University of Minnesota Extension mencatat cabai relatif sedikit mengalami masalah penyakit dibandingkan tomat dan kentang. Meski begitu, kebiasaan memeriksa bagian bawah daun setiap pagi tetap penting agar masalah terdeteksi sebelum meluas.
10. Beri Tekanan Air Ringan Saat Buah Mulai Terbentuk agar Lebih Pedas
Inilah trik yang paling sering dicari penggemar pedas. Oregon State University Extension Service menjelaskan bahwa tanaman cabai di bawah tekanan air cenderung menumpuk lebih banyak capsaicin, sedangkan penyiraman berlebihan dapat membuat rasa pedas berkurang.
Melansir dari HortiDaily yang merangkum penelitian di jurnal HortScience, tanaman cabai habanero yang disiram sekitar seminggu sekali menghasilkan capsaicin lebih tinggi dibandingkan yang disiram setiap hari, sementara pertumbuhan dan produksi buah tidak terpengaruh. Studi Hainan University pada Capsicum chinense juga mencatat kenaikan capsaicin sekitar 45 persen pada tanaman yang mengalami tekanan air, tetapi tekanan yang terlalu berat justru menurunkan akumulasi capsaicinoid.
Karena itu, lakukan secara bijak. Kurangi frekuensi penyiraman setelah buah terbentuk, jangan sampai tanaman layu parah, dan ingat bahwa menurut Homes & Gardens cara ini bisa membuat jumlah buah sedikit berkurang.
11. Panen di Waktu yang Tepat dan Biarkan Buah Matang di Pohon
BPTP Balitbangtan NTB menyebut cabai umumnya mulai berbuah dan dapat dipanen sekitar 2,5 sampai 3 bulan sejak bibit pindah tanam. Panen sebaiknya dilakukan pada pagi hari dengan memetik buah beserta tangkainya.
Untuk cabai merah, masa panen terbaik adalah saat buah belum sepenuhnya merah dan masih ada garis hijau, karena bobotnya sudah optimal dan buah masih tahan sekitar dua sampai tiga hari. Tanaman cabai rawit bahkan bisa berumur hingga 24 bulan, dengan hasil sekitar 1 sampai 1,2 kg per tanaman bila dibudidayakan dengan baik.
Jika ingin rasa lebih pedas, Homes & Gardens menyebut kadar capsaicin meningkat seiring buah semakin matang. Jadi, KL Lovers yang suka pedas bisa membiarkan sebagian buah matang sempurna di pohon sebelum dipetik.
Dengan menerapkan trik merawat pohon cabai agar buahnya lebat dan pedas di atas secara konsisten, cabai segar dari halaman sendiri bukan lagi sekadar impian. Kuncinya ada pada cahaya yang cukup, penyiraman teratur, pupuk yang seimbang, dan kesabaran menunggu buah matang.
12. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menanam Cabai
1. Berapa kali pohon cabai perlu dipupuk?
Mengacu pada panduan BPTP Balitbangtan NTB, NPK 16:16:16 diberikan satu minggu setelah tanam, lalu diulang saat tanaman berumur tiga minggu, menjelang berbunga, dan ketika calon buah muncul. Pupuk daun seperti Growmore 6-30-30 bisa ditambahkan seminggu sekali pada fase berbunga.
2. Seberapa sering pohon cabai di pot perlu disiram?
Pada awal tanam, penyiraman dilakukan sekali sehari. Setelah tanaman besar, cukup dua hari sekali dengan jumlah air lebih banyak, sambil menghindari percikan air ke daun, bunga, dan buah.
3. Benarkah cabai yang sedikit kekurangan air lebih pedas?
Oregon State University Extension Service menyebut tekanan air ringan dapat meningkatkan kadar capsaicin. Namun tekanan yang terlalu berat bisa menurunkannya dan mengurangi jumlah buah, sehingga lakukan secukupnya.
4. Mengapa bunga cabai sering rontok?
University of Minnesota Extension menyebut suhu sekitar 32 derajat Celsius saat berbunga dapat membuat bunga dan buah rontok. Nitrogen berlebih juga membuat tanaman lebih fokus menumbuhkan daun daripada buah.
5. Kapan waktu panen cabai terbaik?
Panen pada pagi hari dengan memetik buah beserta tangkainya. Cabai merah dipanen saat belum sepenuhnya merah, sedangkan buah yang dibiarkan matang di pohon cenderung lebih pedas.
(kpl/ibr)
Advertisement
D Academy 8
-
Dangdut Academy Selfi Yamma Ciptakan Lagu 'Permainan Cintamu' untuk Rani Zamala
-
Dangdut Academy Mila DA7 dan Valen DA7, Tampil Kompak Ala Barbie & Ken di DA8
