Kapanlagi.com - Bulan Dzulhijjah merupakan bulan ke-12 dalam kalender Hijriah yang memiliki kedudukan sangat istimewa, dengan sepuluh hari pertamanya dinilai sebagai hari-hari terbaik sepanjang tahun menurut berbagai hadis sahih. Membaca sholawat bulan Dzulhijjah menjadi salah satu amalan utama yang dianjurkan untuk mendekatkan diri kepada Allah pada periode penuh berkah ini.
Banyak umat Muslim belum mengetahui bahwa sepuluh hari pertama Dzulhijjah bahkan dianggap lebih utama dibandingkan hari-hari di bulan Ramadan. Momentum ini menjadi kesempatan besar untuk memperbanyak ibadah, termasuk melantunkan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Tidak ada hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari pertama Dzulhijjah, sehingga hari-hari ini menawarkan peluang besar untuk meraih pahala berlipat dan pengampunan dosa. Oleh karena itu, memahami bacaan sholawat bulan Dzulhijjah beserta dzikir dan amalan yang dianjurkan sangatlah penting bagi setiap Muslim.
Advertisement
Al-Hafidh Ibn Hajar, dikutip dari Islamic Relief Australia, menyatakan, "Alasan paling jelas mengapa sepuluh hari Dzulhijjah begitu diistimewakan adalah berkumpulnya ibadah-ibadah terbesar pada periode ini, yaitu sholat, puasa, sedekah, dan haji. Pada periode lain, ibadah-ibadah agung ini tidak berkumpul."
Sholawat nabi merupakan bacaan untuk memanjatkan doa serta memuji Rasulullah SAW. Secara bahasa, sholawat berasal dari kata Arab shalah yang berarti doa. Menurut istilahnya, shalawat adalah bentuk doa dan pujian untuk Nabi sebagai ibadah kepada Allah SWT. Mengamalkan sholawat merupakan perintah langsung dari Al-Quran, sebagaimana tercantum dalam Surah Al-Ahzab ayat 56 yang memerintahkan orang-orang beriman untuk bersholawat dan mengucapkan salam penghormatan kepada Nabi.
Terdapat tiga macam sholawat, yaitu sholawat dari Allah, dari malaikat, dan dari manusia atau umatnya. Sholawat dari Allah bermakna limpahan rahmat, dari malaikat bermakna permohonan ampunan, dan dari manusia bermakna doa agar Nabi dilimpahi rahmat dan kemuliaan. Dalam praktiknya, umat Muslim mengenal dua jenis utama sholawat, yaitu sholawat ma'tsurah yang disusun langsung oleh Rasulullah, dan sholawat ghairu ma'tsurah yang disusun oleh para ulama.
Dalam kalender Hijriah, Dzulhijjah menandai bulan terakhir dalam setahun, sebuah bulan yang dipenuhi keberkahan dan kemuliaan dari Allah SWT, terutama pada sepuluh hari pertamanya. Umat Muslim di seluruh dunia mempersiapkan diri untuk dua peristiwa penting pada bulan ini, yaitu ibadah Haji dan Hari Raya Idul Adha. Mengutip IslamQA, keutamaan sepuluh hari ini didasari oleh banyak hal, salah satunya Allah bersumpah dengan hari-hari tersebut dalam Al-Quran Surah Al-Fajr ayat 1-2, dan sumpah atas sesuatu menunjukkan keagungan dan manfaat besarnya.
Sheikh Ibn Uthaymin, seorang ulama terkemuka Arab Saudi, dikutip dari portal edukasi Islam The Faith, menyatakan, "Sungguh merupakan anugerah dan berkah besar dari Allah bahwa Dia memberikan kepada hamba-hamba-Nya yang shalih periode waktu untuk memperbanyak amal kebaikan guna meraih pahala yang besar. Salah satu periode tersebut adalah sepuluh hari pertama Dzulhijjah." Membaca sholawat bulan Dzulhijjah termasuk bentuk amalan yang sangat dianjurkan pada bulan mulia ini.
Terdapat beragam bacaan sholawat yang dapat diamalkan umat Muslim selama bulan Dzulhijjah, khususnya di sepuluh hari pertama. Bacaan sholawat nabi yang dipilih bersifat fleksibel dan bisa disesuaikan oleh masing-masing individu.
Dilansir dari Islamic Relief UK, sepuluh hari pertama Dzulhijjah sering disebut sebagai kesempatan kedua setelah Ramadan untuk meraih pahala besar. Melantunkan sholawat bulan Dzulhijjah berikut merupakan salah satu cara terbaik memanfaatkan momentum tersebut.
Sholawat Ibrahimiyah adalah sholawat yang biasa dibaca dalam tahiyat akhir sholat dan termasuk sholawat ma'tsurah yang sangat dianjurkan.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Allahumma sholli 'ala Muhammad wa 'ala aali Muhammad kamaa shollaita 'ala Ibrahiima wa 'ala aali Ibrahiim, innaka hamiidum majiid. Wabarik 'ala Muhammad wa 'ala aali Muhammad kamaa barokta 'ala Ibrahiima wa 'ala aali Ibrahiim innaka hamiidum majiid.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah melimpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Dan limpahkanlah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia."
Sholawat Nariyah merupakan salah satu bacaan sholawat paling populer yang diyakini dapat membantu mengurai berbagai kesulitan hidup.
اللَّهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِي تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِي كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُومٍ لَكَ
Allahumma sholli sholaatan kaamilatan wa sallim salaaman taamman 'ala sayyidina Muhammadilladzi tanhallu bihil 'uqodu wa tanfariju bihil kurobu wa tuqdho bihil hawaa'iju wa tunaalu bihir roghaaibu wa husnul khowaatiimi wa yustasqol ghomamu biwajhihil kariimi wa 'ala aalihi wa shohbihi fii kulli lamhatin wa nafasin bi'adadi kulli ma'luumin laka.
Artinya: "Ya Allah, berikanlah sholawat yang sempurna dan keselamatan yang sempurna kepada junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, yang dengan beliau dilepaskan segala kesulitan, dihilangkan segala kesusahan, dipenuhi segala hajat, diperoleh segala keinginan, dan diakhiri dengan husnul khotimah. Dengan wajah beliau yang mulia, turunlah hujan, dan semoga Engkau limpahkan rahmat kepada keluarga dan sahabatnya di setiap kedipan mata dan tarikan nafas sebanyak apa pun yang Engkau ketahui."
Sholawat Munjiyat dipercaya sebagai pembuka keselamatan dari segala bahaya dan kesulitan dalam kehidupan.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةٌ تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْاَهْوَالِ وَالْاٰفَاتِ وَتَقْضِيْ لَنَابِهَاجَمِيعَ الْحَاجَاتِ وَتُطَهِّرُنَابِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَيِّئَاتِ وَتَرْفَعُنَابِهَا عِنْدَكَ اَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّغُنَابِهَا اَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ
Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammadin sholaatan tunjiinaa bihaa min jamii'il ahwaali wal aafaati wa taqdhilanaa bihaa jamii'al haajaati wa tuthohhirunaa bihaa min jamii'is sayyi'aati wa tarfa'unaa bihaa 'indaka a'lad darojaati wa tuballighunaa bihaa aqshol ghooyaati min jamii'il khoyrooti fil hayaati wa ba'dal mamaati.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah sholawat kepada Nabi Muhammad, yang dengannya Engkau menyelamatkan kami dari segala bahaya, mengabulkan segala hajat kami, membersihkan kami dari segala dosa, mengangkat derajat kami di sisi-Mu, dan menyampaikan kami kepada tujuan tertinggi dari segala kebaikan, baik di dunia maupun setelah kematian."
Sholawat Al-Fatih diyakini dapat membuka segala pintu rezeki dan berkah bagi yang mengamalkannya.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ وَالنَّاصِرِ الحَقَّ بِالحَقِّ وَالهَادِي اِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهَ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيْمِ
Allaahumma shalli wa sallim wa baarik 'alaa sayyidinaa Muhammadinil faatihi limaa ughliqa, wal khaatimi limaa sabaqa wan naashiril haqqa bilhaqqi, wal haadii ilaa shiraathikal mustaqiimi, shallaallaahu 'alaihi wa 'alaa aalihi wa ash haabihi haqqa qadrihi wa miqdaarihil 'adziimi.
Artinya: "Ya Allah, curahkanlah rahmat, salam sejahtera, serta keberkahan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, sebagai pembuka sesuatu yang terkunci dan penutup para utusan terdahulu. Dialah penolong kebenaran dengan kebenaran dan pemberi petunjuk menuju jalan-Mu yang lurus. Semoga Allah melimpahkan sholawat kepada Nabi Muhammad, keluarganya, dan para sahabatnya dengan kekuasaan dan ukuran Allah Yang Mahaagung."
Baca juga: Lirik dan Makna Sholawat Badar yang Penuh Arti
Sholawat pendek ini mudah dihafal dan dapat diamalkan kapan saja, termasuk saat melakukan aktivitas sehari-hari.
صلى الله علی محمد
Shallallaahu 'alaa Muhammadin.
Artinya: "Semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada Nabi Muhammad."
Sholawat ini mengandung permohonan kesejahteraan dan keselamatan bagi Nabi Muhammad beserta keluarganya.
اللهم صَلِّ عَلى مُحَمَّدٍ وَّعَلى الِه وَسَلِّم
Allaahumma shalli 'alaa Muhammadin wa 'alaa aalihi wa sallim.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan atas Nabi Muhammad dan keluarganya."
Sholawat ini secara khusus menyebutkan nasab kebangsawanan Nabi Muhammad dari Bani Hasyim.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى النَّبِىِّ الْهَاشِمِىِّ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا
Allaahumma shalli 'alaan-nabiyul Haasyimiyyi Muhammadin wa 'alaa aalihi wa sallim tasliimaan.
Artinya: "Ya Allah, berikanlah rahmat serta salam kepada seorang nabi keturunan Bangsawan Hasyim, yakni Muhammad beserta keluarganya, semoga tetap selamat dan sejahtera."
Baca juga: Lirik Ya Nabi Salam Alaika
Selain sholawat bulan Dzulhijjah, memperbanyak dzikir juga merupakan amalan yang sangat ditekankan pada sepuluh hari pertama bulan ini. Nabi Muhammad SAW bersabda, "Tidak ada hari di mana amal kebaikan lebih besar atau lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari ini, maka perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid." (HR. Ahmad). Merujuk ICNA, Ibnu Umar dan Abu Hurairah biasa pergi ke pasar pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah sambil membaca takbir, dan orang-orang ikut bertakbir saat mendengar mereka, namun tradisi ini kini menjadi sunnah yang hampir dilupakan.
Tiga bacaan dzikir utama yang dianjurkan pada periode ini adalah tahlil (Laa ilaaha illallah), takbir (Allahu Akbar), dan tahmid (Alhamdulillah). Ketiga bacaan tersebut dapat digabung menjadi satu rangkaian dzikir yang biasa dibaca oleh para tabi'in:
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaha Ilallah, wa-Allahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillahil Hamdu.
Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tidak ada sembahan yang hak selain Allah. Dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji hanya bagi Allah."
Sebagaimana disampaikan Yaqeen Institute, selama sepuluh hari pertama Dzulhijjah disunnahkan memperbanyak tahlil, takbir, dan tahmid, karena kondisi senantiasa mengingat Allah memungkinkan kita tetap terhubung dengan-Nya sepanjang hari. Dzikir ini dapat dibaca di masjid, rumah, jalan, dan di setiap tempat yang diperbolehkan untuk mengingat Allah. Bacaan takbir ini dilanjutkan hingga hari-hari Tasyrik setelah Idul Adha sebagai syiar kebesaran Allah SWT.
Menghidupkan sunnah dzikir ini memiliki pahala tersendiri yang luar biasa. Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa barangsiapa menghidupkan kembali aspek sunnah yang telah dilupakan setelah wafatnya, ia akan mendapatkan pahala sebesar pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun (HR. Tirmidzi). Oleh sebab itu, memperbanyak dzikir dan sholawat bulan Dzulhijjah bukan hanya mendatangkan pahala pribadi, tetapi juga menghidupkan tradisi kenabian yang mulai terlupakan.
Mengamalkan sholawat secara konsisten mendatangkan berbagai keutamaan yang luar biasa. Berdasarkan About Islam, musim ibadah seperti sepuluh hari pertama Dzulhijjah membawa banyak manfaat, termasuk kesempatan untuk memperbaiki kekurangan dan mengejar apa yang mungkin terlewat. Berikut keutamaan yang bisa diraih dengan memperbanyak sholawat kepada Nabi.
Baca juga: Cara Ibadah Sunnah bagi yang Tidak Berhaji
Selain memperbanyak sholawat bulan Dzulhijjah dan dzikir, terdapat berbagai amalan sunnah lain yang dianjurkan pada sepuluh hari pertama bulan ini. Sebagaimana dikutip dari Islamic Relief Worldwide, Nabi Muhammad SAW biasa berpuasa pada sembilan hari pertama Dzulhijjah, pada hari Asyura, serta tiga hari setiap bulan. Imam Ibn Rajab al-Hanbali menyatakan, "Barangsiapa tidak mampu menunaikan haji, hendaklah ia mengagungkan 10 hari pertama Dzulhijjah dan memperbanyak amal kebaikan di rumah."
Baca juga: Puasa Sunnah yang Dianjurkan Rasulullah Menjelang Idul Adha
Sholawat bulan Dzulhijjah adalah bacaan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW yang diamalkan selama bulan Dzulhijjah, khususnya pada sepuluh hari pertama yang merupakan hari-hari paling utama dalam setahun. Tidak ada sholawat khusus untuk bulan ini, sehingga seluruh jenis sholawat nabi bisa diamalkan.
Sepuluh hari pertama Dzulhijjah dipilih Allah sebagai hari-hari terbaik sepanjang tahun, sebagaimana sepuluh malam terakhir Ramadan merupakan malam-malam terbaik. Pada periode ini berkumpul ibadah-ibadah agung seperti sholat, puasa, sedekah, dan haji yang tidak ditemukan pada waktu lain.
Beberapa sholawat yang dianjurkan antara lain Sholawat Ibrahimiyah, Sholawat Nariyah, Sholawat Munjiyat, Sholawat Al-Fatih, Sholawat Khawwash, Sholawat Ta'dzhimul Qiyam, dan Sholawat Bani Hasyim. Semua bacaan sholawat nabi pada dasarnya boleh diamalkan.
Sholawat dapat dibaca kapan saja tanpa batasan waktu. Namun, waktu-waktu yang lebih utama antara lain setelah sholat fardhu, sepertiga malam terakhir, hari Jumat, dan terutama pada hari Arafah (9 Dzulhijjah) yang merupakan puncak kemuliaan bulan ini.
Keutamaan membaca sholawat pada bulan Dzulhijjah mencakup pahala yang dilipatgandakan karena kemuliaan waktunya, mendapat rahmat sepuluh kali lipat dari Allah, menghapus dosa, meninggikan derajat, serta menjadi wasilah mendapat syafaat Rasulullah di hari kiamat.
Amalan yang dianjurkan meliputi berpuasa sunnah (terutama puasa Arafah), memperbanyak dzikir berupa tahlil, takbir, dan tahmid, membaca Al-Quran, bersedekah, bertobat, serta melaksanakan sholat sunnah. Bagi yang mampu, ibadah haji merupakan amalan paling utama.
Dzikir yang paling dianjurkan berdasarkan hadis adalah memperbanyak bacaan tahlil (Laa ilaaha illallah), takbir (Allahu Akbar), dan tahmid (Alhamdulillah). Ketiga bacaan ini dapat digabung dalam satu rangkaian dan dibaca setiap saat selama sepuluh hari pertama Dzulhijjah hingga hari-hari Tasyrik.
Daftar Referensi
(kpl/fed)