Zona dalam Demo dan Artinya, dari Area Rawan hingga Safe Zone

Kapanlagi.com - Dalam sebuah aksi demonstrasi, area di sekitar lokasi aksi dapat dibagi berdasarkan tingkat risiko dan fungsi tertentu. Pembagian ini membantu aparat, penyelenggara, peserta aksi, maupun masyarakat umum memahami kondisi di sekitar demonstrasi dan menentukan area yang sebaiknya dihindari atau digunakan.

Istilah zona merah, zona oranye, zona kuning, hingga safe zone kerap digunakan untuk menggambarkan kondisi tersebut. Namun, perlu dipahami bahwa penyebutan zona ini tidak selalu menjadi klasifikasi baku yang berlaku untuk setiap demonstrasi. Penetapan dan fungsi area dapat berbeda sesuai kondisi lapangan serta pengaturan dari pihak yang berwenang.

Lantas, apa saja zona yang dikenal dalam aksi demonstrasi dan bagaimana karakteristiknya? Berikut penjelasannya, diulas KapanLagi.com dari berbagai sumber, Jumat (28/8).

Advertisement

1. Zona Merah Demo

Ilustrasi Demo (Photo by Fajar Grinanda on Unsplash)

Zona merah demo menggambarkan area dengan tingkat risiko paling tinggi di sekitar aksi. Lokasinya dapat berada di pusat konsentrasi massa atau titik yang dinilai memiliki potensi terjadinya ketegangan dan konflik.

Area seperti ini biasanya mendapatkan pengamanan lebih ketat. Akses keluar-masuk pun dapat dibatasi atau diatur sesuai kondisi di lapangan. Karena tingkat risikonya lebih tinggi, masyarakat yang tidak berkepentingan sebaiknya menghindari area tersebut dan memilih jalur alternatif.

Jika kamu berada di sekitar lokasi demonstrasi, perhatikan informasi dari petugas dan perkembangan situasi sebelum mendekati area yang menjadi pusat aksi.

2. Zona Oranye Demo

Ilustrasi Demo (Photo by Rafli Firmansyah on Unsplash)

Berikutnya ada zona oranye demo, yang dapat dipahami sebagai area peralihan antara wilayah yang relatif aman dan titik aksi yang lebih berisiko.

Area ini dapat menjadi jalur yang dilewati massa ketika bergerak menuju atau meninggalkan pusat demonstrasi. Petugas juga dapat melakukan pemantauan terhadap pergerakan massa di wilayah tersebut.

Risikonya tidak selalu setinggi zona merah, tetapi kondisi di zona oranye tetap dapat berubah mengikuti perkembangan aksi. Karena itu, masyarakat yang melintas di sekitarnya perlu tetap memperhatikan situasi dan arahan petugas.

3. Zona Kuning Demo

Ilustrasi Demo (Photo by Mizanudin on Unsplash)

Zona kuning demo merupakan area yang relatif lebih aman karena berada di luar pusat aksi. Wilayah ini dapat digunakan untuk aktivitas masyarakat umum, termasuk sebagai jalur lalu lintas atau area pendukung tertentu ketika pengaturan aksi membutuhkannya.

Meski demikian, kata relatif aman bukan berarti area tersebut sepenuhnya bebas risiko. Situasi demonstrasi dapat berubah dengan cepat sehingga zona yang awalnya tenang tetap perlu dipantau.

Bagi masyarakat yang tidak terlibat dalam demonstrasi, berada di area yang lebih jauh dari pusat aksi umumnya menjadi pilihan yang lebih aman. Tetap perhatikan pengumuman dan petunjuk dari pihak berwenang jika situasi di sekitar mulai berubah.

4. Safe Zone Demo

Safe Zone (Photo by Veronica on Unsplash)

Selain pembagian berdasarkan tingkat risiko, dikenal pula istilah safe zone demo atau area aman. Area ini ditujukan untuk memberikan ruang yang lebih terlindungi bagi peserta aksi dan biasanya ditentukan melalui pengaturan penyelenggara atau pihak yang berwenang.

Safe zone dapat menjadi tempat peserta berkumpul atau beristirahat dan, jika tersedia, memperoleh bantuan ketika membutuhkan pertolongan. Keberadaan area seperti ini juga dapat membantu memisahkan peserta dari titik yang memiliki potensi konflik lebih tinggi.

Namun, lokasi safe zone tidak selalu sama pada setiap demonstrasi. Peserta sebaiknya mencari informasi dari penyelenggara atau petugas di lapangan mengenai lokasi dan akses menuju area tersebut.

5. Kenali Zona Demo untuk Menjaga Keselamatan

Memahami istilah zona merah, zona oranye, zona kuning, dan safe zone dapat membantu kamu membaca situasi ketika berada di sekitar aksi demonstrasi. Semakin dekat dengan pusat aksi atau area yang dinilai berisiko, kewaspadaan juga perlu ditingkatkan.

Perlu diingat, pembagian warna tersebut dapat digunakan sebagai gambaran kondisi lapangan dan tidak otomatis berarti setiap demonstrasi selalu memiliki empat zona dengan batas yang sama. Situasi, lokasi, jumlah massa, serta pengaturan keamanan dapat memengaruhi pembagian area.

Jika tidak memiliki kepentingan di lokasi demonstrasi, memilih jalur alternatif dan menjauh dari pusat kerumunan merupakan langkah yang lebih bijak. Sementara itu, peserta aksi sebaiknya mengikuti arahan penyelenggara serta petugas dan segera berpindah ke area yang lebih aman apabila situasi memburuk.

6. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Zona dalam Demo

1. Apa yang dimaksud dengan zona merah dalam demonstrasi?

Zona merah merupakan area dengan tingkat risiko paling tinggi, biasanya berada di sekitar pusat aksi atau titik yang berpotensi terjadi ketegangan.

2. Apa perbedaan zona merah, zona oranye, dan zona kuning demo?
Zona merah memiliki risiko paling tinggi, zona oranye menjadi area peralihan, sedangkan zona kuning relatif lebih aman dan berada di luar pusat aksi.

3. Apa itu safe zone dalam demonstrasi?

Safe zone adalah area yang disiapkan sebagai tempat yang lebih aman bagi peserta aksi untuk berkumpul, beristirahat, atau mendapatkan pertolongan jika diperlukan.

    (kpl/rmt)

 

Topik Terkait