Sholawat Nariyah Teks Arab Latin Artinya, Lengkap Sejarah, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya

Sholawat Nariyah Teks Arab Latin Artinya, Lengkap Sejarah, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya
sholawat nariyah teks arab latin artinya (h)

Kapanlagi.com - Sholawat Nariyah adalah salah satu bacaan pujian kepada Nabi Muhammad SAW yang paling populer di tengah masyarakat Muslim. Tidak sedikit orang yang mencari sholawat nariyah teks arab latin artinya agar dapat melafalkannya dengan tepat sekaligus meresapi maknanya.

Meski tergolong ringkas, kandungan doa di dalamnya sangat luas dan menyentuh banyak sisi kehidupan. Karena itu, mengenal sholawat nariyah teks arab latin artinya menjadi bekal penting sebelum mengamalkannya secara rutin.

Sebagaimana dikutip dari nu.or.id, siapa saja yang bersholawat kepada Nabi satu kali, niscaya Allah membalasnya dengan sepuluh kali sholawat. Keutamaan inilah yang membuat amalan bersholawat, termasuk Sholawat Nariyah, terus dijaga dari generasi ke generasi.

Baca juga: Bacaan Sholawat Nabi beserta arti dan keutamaannya

1. Apa Itu Sholawat Nariyah? Pengertian dan Maknanya

Secara bahasa, sholawat merupakan bentuk jamak dari kata as-shalat yang bermakna doa. Ketika berasal dari Allah, sholawat berarti rahmat dan tambahan kemuliaan; dari malaikat berarti permohonan ampun; sedangkan dari orang beriman berarti doa dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Sholawat Nariyah termasuk salah satu redaksi sholawat yang disusun para ulama dan menjadi amalan turun-temurun umat Islam.

Nama "Nariyah" bukan satu-satunya sebutan bagi sholawat ini. Ia juga masyhur dengan nama Sholawat Tafrijiyah (sholawat pelepas kesempitan), Sholawat Qurthubiyah, Sholawat Taziyah, hingga Sholawat Kamilah karena kesempurnaan kandungan doa dan pujiannya. Kata tafrijiyah berasal dari akar tafrij yang berarti melonggarkan atau meredakan himpitan kesulitan, sebuah gambaran atas fungsi utama sholawat ini bagi para pengamalnya.

Dilansir dari IslamQA, kalimat "tanhallu bihil 'uqad" bermakna terurainya berbagai simpul persoalan dan ditemukannya jalan keluar dari kesulitan, "tanfariju bihil kurab" berarti hilangnya kecemasan dan kesedihan, "tuqdla bihil hawaij" berarti terpenuhinya segala kebutuhan, sedangkan "yustasqal ghamam biwajhihil karim" menunjukkan permohonan agar Allah menurunkan hujan berkat kemuliaan Nabi. Pemahaman terhadap arti setiap lafaz inilah yang membuat sholawat nariyah teks arab latin artinya banyak dicari sebelum diamalkan.

Dengan demikian, Sholawat Nariyah pada hakikatnya adalah rangkaian pujian kepada Rasulullah SAW sekaligus doa bertawassul melalui kemuliaan beliau untuk memohon dilancarkan urusan, dilapangkan rezeki, dan dijauhkan dari kesulitan. Selain Nariyah, umat Islam juga mengenal banyak redaksi lain seperti bacaan Sholawat Jibril yang lebih singkat namun sarat makna.

Baca juga: Sholawat bulan Dzulhijjah lengkap bacaan Arab, Latin, dan keutamaannya

2. Sholawat Nariyah Teks Arab, Latin, dan Artinya

Perintah bersholawat kepada Nabi termaktub dalam Al-Qur'an Surah Al-Ahzab ayat 56. Ayat inilah yang menjadi landasan utama umat Islam untuk memperbanyak sholawat, termasuk melalui redaksi Sholawat Nariyah:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Artinya: "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya."

Berikut ini bacaan lengkap Sholawat Nariyah dalam tulisan Arab, diikuti transliterasi Latin dan terjemahannya:

اَللّٰهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِيْ تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

Latin: Allahumma shalli shalatan kamilatan wa sallim salaman tamman 'ala sayyidina Muhammadinil-ladzi tanhallu bihil-'uqadu wa tanfariju bihil-kurabu wa tuqdla bihil-hawaiju wa tunalu bihir-ragha'ibu wa husnul-khawatimi wa yustasqal-ghamamu biwajhihil-karimi wa 'ala alihi wa shahbihi fi kulli lamhatin wa nafasin bi'adadi kulli ma'lumilak.

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah sholawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujan pun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau."

Untuk melengkapi pemahaman, kamu bisa menyimak kembali arti Sholawat Nariyah dan bacaan lengkapnya maupun versi lirik Sholawat Nariyah yang biasa dilantunkan dalam majelis. Membaca teks Arab secara benar sekaligus memahami artinya akan membuat lisan dan hati sama-sama hadir saat mengamalkannya.

Baca juga: Lirik dan terjemahan Shalawat Nariyah versi Jefri Al Buchori

3. Sejarah dan Asal-usul Sholawat Nariyah

Keutamaan Sholawat Nariyah banyak dihimpun dalam kitab Khazinatul Asrar karya Sayyid Muhammad Haqqi an-Nazili, ulama sekaligus sufi asal Turki yang wafat pada 1301 H atau sekitar 1884 M. Dalam kitab tersebut, an-Nazili menuturkan tradisi masyarakat Maghrib dalam mengamalkan sholawat ini. Sayyid Muhammad Haqqi an-Nazili menuliskan, "Di antara sholawat yang terbukti berdasarkan pengalaman adalah Sholawat Tafrijiyah yang diriwayatkan dari al-Qurthubi. Penduduk Maghrib menyebutnya Sholawat Nariyah, sebab setiap kali menginginkan terpenuhinya suatu hajat penting atau perlindungan dari bahaya yang mengancam, mereka berkumpul dalam satu majelis dan membacanya sebanyak 4.444 kali."

Mengenai penyusunnya, terdapat beberapa versi yang berkembang. Di Indonesia populer kisah bahwa sholawat ini disusun oleh Syekh Nariyah yang membacanya sebanyak 4.444 kali. Namun dalam buku Shalawat Nariyah Sejarah dan Khasiatnya (Zahasfan, 2021) disebutkan bahwa penyusunnya adalah Syekh Ibrahim bin Muhammad bin Ali at-Tazi, seorang wali besar dari Kota Taza, Maroko. Sebagian ulama seperti Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki bahkan menyebut sholawat ini sebagai Sholawat Taziyah yang dinisbatkan kepada Syekh Abd al-Wahhab at-Tazi, sehingga sebutan "Nariyah" diduga merupakan tashif atau perubahan penulisan dari kata "Taziyah" karena kemiripan aksara Arabnya.

Adapun nama Qurthubiyah dinisbatkan kepada Imam al-Qurthubi, yakni Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad al-Anshari al-Andalusi, mufasir kenamaan penulis tafsir Al-Jami' li Ahkam al-Qur'an. Merujuk studi Shalawat Nariyah in the Perspective of Hadith, terdapat riwayat bahwa al-Qurthubi bermimpi bertemu Rasulullah yang memerintahkannya membaca sholawat ini sebanyak 4.444 kali, lalu setelah diamalkan secara berjamaah, bencana kelaparan yang melanda pun terangkat atas izin Allah.

Dari Maroko, tradisi ini menyebar luas ke berbagai penjuru dunia Islam hingga akrab di kalangan Nahdliyin di Indonesia. Para ahli spiritual bahkan menjuluki sholawat ini Miftah al-Kanz al-Muhith atau kunci pembuka perbendaharaan untuk meraih hajat seorang hamba. Wawasan sejarah semacam ini memperkaya cara kita memandang sholawat, sebagaimana kita juga mengenal ragam sholawat lain melalui pembahasan pengertian Sholawat Haji dan cara mengamalkannya.

4. Keutamaan dan Manfaat Membaca Sholawat Nariyah

Sebagai bagian dari sholawat kepada Nabi, Sholawat Nariyah mewarisi seluruh keutamaan bersholawat sekaligus memiliki khasiat khusus yang dihimpun para ulama dari pengalaman spiritual mereka. Ibn al-Jauzi, dikutip dari Medium, menyatakan, "Ketahuilah, tidak seorang muslim pun yang memperbanyak sholawat kepada Muhammad melainkan Allah akan menerangi hatinya, mengampuni dosa-dosanya, menenteramkan jiwanya, dan memudahkan segala urusannya."

Khusus mengenai Sholawat Nariyah, Imam al-Qurthubi sebagaimana termaktub dalam kitab Khazinatul Asrar menyatakan, "Barangsiapa membiasakan membaca sholawat ini setiap hari sebanyak 141 kali atau lebih, Allah akan melenyapkan kesedihan dan dukanya, menyingkirkan kekhawatiran dan kesulitannya, memudahkan urusannya, menerangi hatinya, meninggikan derajatnya, memperbaiki keadaannya, melapangkan rezekinya, serta membukakan baginya banyak pintu kebaikan."

Berikut sejumlah keutamaan dan manfaat membaca Sholawat Nariyah yang banyak disebutkan para ulama:

  1. Melancarkan dan melapangkan rezeki sehingga urusan penghidupan terasa lebih mudah.
  2. Mengurai berbagai kesulitan serta melapangkan kesempitan dan persoalan hidup yang membelit.
  3. Menghilangkan kesedihan, kegundahan, dan kecemasan yang menghimpit dada.
  4. Memudahkan tercapainya hajat dan cita-cita yang didambakan atas izin Allah.
  5. Menerangi hati, meninggikan derajat, dan memperbaiki keadaan pengamalnya.
  6. Menjadi wasilah perlindungan dari musibah, bencana, kelaparan, dan kefakiran.
  7. Menjadi jalan meraih husnul khatimah atau akhir hidup yang baik.
  8. Menumbuhkan rasa cinta di hati banyak orang kepada pengamalnya.

Karena erat kaitannya dengan terkabulnya hajat, banyak orang memadukan amalan sholawat dengan ibadah sunnah lain, misalnya menghayati keajaiban sholat hajat beserta doa dan amalan mustajab atau membiasakan sholat tahajud agar doa lebih mudah terkabul.

Baca juga: Tata cara sholat hajat lengkap dengan niat, doa, dan dzikir

5. Tata Cara dan Waktu Mengamalkan Sholawat Nariyah

Pada dasarnya Sholawat Nariyah boleh dibaca kapan saja tanpa batasan waktu, sebagaimana sholawat pada umumnya. Yang paling utama adalah membacanya dengan niat ikhlas untuk beribadah dan bertawassul melalui kemuliaan Rasulullah, bukan semata mengejar khasiat tertentu. Syekh Ahmad Kutty, dosen senior di Islamic Institute of Toronto, dikutip dari About Islam, menyatakan, "Mengucapkan sholawat kepada Nabi Muhammad sungguh merupakan salah satu amal yang paling utama dalam Islam."

Adapun ragam cara dan jumlah bacaan Sholawat Nariyah yang biasa diamalkan para ulama dan pengamalnya adalah sebagai berikut:

  1. Membaca 11 kali setiap hari atau seusai sholat fardhu untuk memohon kelapangan rezeki dan kemudahan urusan.
  2. Membaca 41 kali untuk menolak datangnya kesulitan dan memenuhi kebutuhan mendesak.
  3. Membaca 100 kali atau 141 kali untuk hajat yang besar dan mengurai persoalan yang berat, sesuai anjuran Imam al-Qurthubi.
  4. Membaca 4.444 kali secara berjamaah, tradisi penduduk Maghrib saat menghadapi hajat penting, yang jumlahnya biasa dibagi rata di antara 7 atau 11 orang.
  5. Memilih waktu-waktu utama seperti setelah sholat fardhu, sepertiga malam terakhir, dan hari Jumat agar amalan lebih berbobot.
  6. Mengawali dan menutup doa dengan sholawat agar permohonan lebih diharapkan diterima.
  7. Menjaga keistiqamahan, sebab khasiat sholawat ini disebut para ulama diraih melalui pembacaan yang rutin dan konsisten.

Agar amalan makin sempurna, pastikan bersuci lebih dulu dengan menyimak cara wudhu yang benar sesuai sunnah. Sholawat Nariyah juga selaras dipadukan dengan ibadah sunnah pengetuk pintu rezeki dan petunjuk, seperti tata cara sholat Dhuha maupun tata cara sholat istikharah ketika menghadapi pilihan sulit.

Baca juga: Doa setelah sholat di hari Arafah lengkap Arab, Latin, dan artinya

Baca juga: Niat puasa Arafah lengkap Arab, Latin, dan artinya

6. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Sholawat Nariyah

Sholawat Nariyah dibaca berapa kali dalam sehari?

Tidak ada ketentuan baku, sehingga jumlahnya bervariasi sesuai tradisi dan kebutuhan. Yang umum diamalkan adalah 11 kali, 41 kali, 100 kali, atau 141 kali setiap hari, sedangkan bilangan 4.444 kali biasanya dibaca secara berjamaah untuk hajat besar. Lebih penting daripada jumlahnya adalah keikhlasan dan keistiqamahan dalam membacanya.

Apa manfaat membaca Sholawat Nariyah?

Sholawat Nariyah diyakini menjadi wasilah untuk mengurai kesulitan, melapangkan rezeki, memudahkan segala urusan, serta menolak bencana dan musibah atas izin Allah. Selain itu, ia mewarisi keutamaan sholawat pada umumnya, seperti pahala berlipat, terangkatnya derajat, dan menjadi sarana meraih syafaat Rasulullah SAW.

Siapa yang menyusun Sholawat Nariyah?

Ada beberapa pendapat mengenai penyusunnya. Kisah populer di Indonesia menyebut Syekh Nariyah, sementara sejumlah rujukan menisbatkannya kepada ulama Maroko seperti Syekh Ibrahim at-Tazi atau Syekh Abd al-Wahhab at-Tazi, dan keutamaannya banyak dihimpun oleh Sayyid Muhammad Haqqi an-Nazili dalam kitab Khazinatul Asrar serta dikaitkan dengan Imam al-Qurthubi.

Memahami Sholawat Nariyah secara utuh, dari teks Arab, transliterasi Latin, arti, sejarah, hingga adab mengamalkannya, akan menjadikan lantunan sholawat kita lebih bermakna dan penuh penghayatan. Mulailah membiasakannya dari jumlah yang ringan namun konsisten, dan lengkapi pemahaman ibadah harianmu melalui panduan tata cara sholat lengkap dari niat sampai salam serta tata cara sholat Subuh agar ibadah kian sempurna.

Daftar Referensi

  1. About Islam. When to Send Salawat on the Prophet in Prayer. Diakses pada 21 Agustus 2026, dari https://aboutislam.net/counseling/ask-the-scholar/prophet-muhammad-ask-the-scholar/sending-blessings-prophet-prayer/
  2. Medium. Virtues of Sending Salawat Upon the Prophet. Diakses pada 21 Agustus 2026, dari https://medium.com/@islamisthesolution/virtues-of-sending-salawat-upon-the-prophet-c85dc96af851
  3. IslamQA. Salat al-Naariyah. Diakses pada 21 Agustus 2026, dari https://islamqa.info/en/answers/7505/salat-al-naariyah
  4. Semantic Scholar. Shalawat Nariyah in the Perspective of Hadith. Diakses pada 21 Agustus 2026, dari https://pdfs.semanticscholar.org/2cf0/9f27639b6dedd8e1e05798319cf09e4dc786.pdf
  5. NU Online. Teks Shalawat Nariyah Arab-Latin Lengkap dengan Terjemah hingga Keutamaan Membacanya. Diakses pada 21 Agustus 2026, dari https://jabar.nu.or.id/ubudiyah/teks-shalawat-nariyah-arab-latin-lengkap-dengan-terjemah-hingga-keutamaan-membacanya-lIjwF

(kpl/cel)

Rekomendasi

Trending