Tata Cara Sholat Hajat Lengkap dengan Niat, Doa, Dzikir, dan Keutamaannya

Tata Cara Sholat Hajat Lengkap dengan Niat, Doa, Dzikir, dan Keutamaannya
1. Tata Cara Sholat Hajat 2 Rakaat Sesuai Tuntunan (h)

Kapanlagi.com - Sholat hajat adalah sholat sunnah yang dikerjakan untuk memohon kepada Allah SWT agar hajat atau keinginan seorang hamba dikabulkan. Tata cara sholat hajat pada dasarnya tidak berbeda jauh dengan pelaksanaan sholat sunnah dua rakaat pada umumnya, sehingga mudah untuk dipelajari dan dipraktikkan.

Ibadah ini bisa dilakukan kapan saja di luar waktu yang dilarang, dengan jumlah minimal 2 rakaat hingga maksimal 12 rakaat. Memahami tata cara sholat hajat secara benar akan membantu setiap Muslim menjalankan ibadah ini dengan lebih khusyuk dan penuh keyakinan.

Dalam menjalani prosesnya, ketika terdapat cita-cita, keinginan khusus yang benar-benar kita dambakan, kita dianjurkan melaksanakan shalat hajat. Dilansir dari mui.or.id, dalam kitab al-Adzkar karya Imam an-Nawawi dikutip hadits yang diriwayatkan Imam at-Tirmidzi mengenai anjuran shalat hajat, di mana Rasulullah SAW bersabda agar siapa pun yang memiliki hajat hendaknya berwudhu dengan sempurna, lalu melaksanakan sholat dua rakaat, memuji Allah, dan membaca shalawat kepada Nabi SAW.

1. 1. Tata Cara Sholat Hajat 2 Rakaat Sesuai Tuntunan

1. Tata Cara Sholat Hajat 2 Rakaat Sesuai Tuntunan (c) Ilustrasi AI

Pelaksanaan sholat hajat terdiri dari dua rakaat yang dikerjakan seperti sholat sunnah biasa. Perbedaan utama terletak pada niat yang dikhususkan untuk memohon hajat. Sholat hajat pada intinya adalah mengangkat kebutuhan kepada Allah Yang Maha Tinggi, dengan cara melaksanakan wudhu, sholat dua rakaat atau empat rakaat, kemudian berdoa dengan sepenuh hati kepada Allah. Berikut tata cara sholat hajat yang bisa diikuti langkah demi langkah.

  1. Berwudhu dengan sempurna: Sebelum memulai sholat, pastikan diri dalam keadaan suci dari hadas kecil dan besar. Wudhu yang sempurna merupakan syarat sah sebelum melaksanakan ibadah sholat apa pun, termasuk sholat hajat.

  2. Membaca niat sholat hajat: Sebagaimana dikutip dari mui.or.id, niat sholat hajat adalah: اُصَليْ سُنةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى — Ushollii sunnatal haajati rok'ataini lillaahi ta'aala, yang artinya, "Saya shalat sunnah hajat dua rakaat karena Allah." Niat ini dihadirkan dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram.

  3. Takbiratul ihram: Angkat kedua tangan sejajar telinga atau bahu sambil mengucapkan "Allahu Akbar" untuk memulai sholat.

  4. Membaca doa iftitah: Setelah takbiratul ihram, bacalah doa iftitah sebagaimana sholat pada umumnya.

  5. Membaca surah Al-Fatihah: Bacaan surah Al-Fatihah merupakan rukun dalam setiap rakaat sholat, termasuk sholat hajat.

  6. Membaca surah pendek Al-Quran: Pada rakaat pertama, dianjurkan membaca surah Al-Kafirun sebanyak tiga kali. Pada rakaat kedua, dianjurkan membaca surah Al-Ikhlas sebanyak tiga kali. Namun, boleh juga membaca surah pendek lainnya sesuai kemampuan.

  7. Rukuk, i'tidal, dan sujud: Lakukan gerakan rukuk, i'tidal, sujud pertama, duduk di antara dua sujud, kemudian sujud kedua dengan tuma'ninah sebagaimana sholat biasa.

  8. Rakaat kedua: Bangkit untuk melaksanakan rakaat kedua dengan urutan yang sama, mulai dari membaca Al-Fatihah hingga sujud kedua.

  9. Tasyahud akhir dan salam: Setelah sujud kedua di rakaat terakhir, duduk untuk membaca tasyahud akhir, kemudian tutup sholat dengan salam ke kanan dan ke kiri.

Sebagaimana dikutip dari SeekersGuidance, adab batin dalam berdoa setelah sholat hajat adalah menunjukkan kebergantungan dan penghambaan mutlak kepada Allah, menyerahkan segala urusan kepada-Nya, serta meyakini bahwa satu-satunya yang memberi dan memberi manfaat hanyalah Allah Yang Maha Tinggi. Dengan keyakinan ini, seseorang harus yakin bahwa Allah menjawab doa kita, namun dengan cara yang Dia ketahui paling baik untuk kita.

2. 2. Tata Cara Membaca Doa dan Dzikir Setelah Sholat Hajat

2. Tata Cara Membaca Doa dan Dzikir Setelah Sholat Hajat (c) Ilustrasi AI

Bagian yang tidak kalah penting dalam rangkaian tata cara sholat hajat adalah membaca doa dan dzikir setelah salam. Rangkaian doa inilah yang menjadi inti permohonan seorang hamba kepada Allah SWT agar hajatnya dikabulkan. Berikut urutan lengkapnya.

  1. Membaca pujian kepada Allah dan shalawat Nabi: Setelah salam, mulailah dengan memuji Allah SWT dan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Bacaan shalawat yang dianjurkan adalah "Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad" sebanyak-banyaknya.

  2. Membaca istighfar dan dzikir: Lanjutkan dengan membaca dzikir berupa tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah), takbir (Allahu Akbar), tahlil (Laa ilaaha illallah), dan istighfar (Astaghfirullahal 'azhim). Masing-masing bisa dibaca sebanyak yang diinginkan untuk menambah kekhusyukan.

  3. Membaca doa sholat hajat: Berdasarkan mui.or.id, setelah melaksanakan shalat dua rakaat, kita dianjurkan membaca doa berikut:

    لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، الْحَمْدُ لِللِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لاَ تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَههُ وَلاَ حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلاَّ قَضَيْتَهَا، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

    Laa ilaaha illallaahul-haliimul-kaariim, subhaanallaahi rabbil 'arsyil-'adziim. Al-hamdu lillaahi rabbil-'aalamiin. As'aluka muujibaati rahmatika wa 'azaa'ima maghfiratika wal-ghaniimata min kulli birrin was-salaamata min kulli itsmin, laa tada' lii dzanban illaa ghafartahu wa laa hamman illaa farrajtahu wa laa haajatan hiya laka ridhan illaa qadlaitahaa, yaa arhamar-raahimiin.

    Artinya: "Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Penyantun lagi Maha Mulia. Maha Suci Allah, Tuhan yang memiliki Arsy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Aku memohon kepada-Mu hal-hal yang mendatangkan rahmat-Mu dan kepastian ampunan-Mu, serta keuntungan dari tiap kebaikan dan keselamatan dari segala dosa. Janganlah Engkau tinggalkan satu dosa pun padaku kecuali Engkau ampuni, tidak pula kesusahan kecuali Engkau berikan jalan keluarnya, dan tidak pula hajat yang Engkau ridhai kecuali Engkau penuhi, wahai Yang Maha Penyayang di antara para penyayang."

  4. Membaca doa kebaikan dunia dan akhirat: Imam an-Nawawi menganjurkan untuk melengkapinya dengan doa kebaikan dunia dan akhirat:

    اللَّهُمَّ آتِنا في الدُّنْيا حَسَنَةً وفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنا عَذَابَ النَّارِ

    Allahumma aatina fid-dunya hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa 'adzaaban-naar.

    Artinya: "Ya Allah, anugerahkan kebaikan kepadaku baik di dunia maupun di akhirat, dan jagalah aku dari siksa api neraka."

  5. Menyampaikan hajat secara personal: Setelah rangkaian doa tersebut, sampaikan permohonan hajat secara spesifik kepada Allah SWT menggunakan bahasa yang dipahami. Doa apa pun yang datang dari hati dianggap sah, dan dianjurkan untuk memohon kepada Allah dengan kata-kata sendiri selain doa-doa yang telah ditetapkan.

Baca juga: Tata cara sholat hajat lengkap beserta niat dan bacaan doanya

3. 3. Tata Cara Memilih Waktu dan Persiapan Sholat Hajat

3. Tata Cara Memilih Waktu dan Persiapan Sholat Hajat (c) Ilustrasi AI

Selain memahami gerakan dan bacaan, mengetahui waktu pelaksanaan juga merupakan bagian dari tata cara sholat hajat yang perlu diperhatikan. Sholat hajat sebagai sholat sunnah dapat dilaksanakan kapan saja baik siang maupun malam, kecuali pada waktu-waktu terlarang yaitu saat matahari terbit, saat matahari tepat di titik tertinggi, dan saat matahari terbenam. Berikut langkah-langkah persiapan yang dianjurkan.

  1. Pilih waktu terbaik untuk pelaksanaan: Meskipun boleh dikerjakan kapan saja, sepertiga malam terakhir dianggap sebagai waktu yang paling utama untuk sholat sunnah apa pun, termasuk sholat hajat. Pada waktu inilah Allah SWT turun ke langit dunia dan mengabulkan doa hamba-Nya sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim.

  2. Hindari waktu-waktu yang dilarang: Jangan melaksanakan sholat hajat setelah sholat Subuh hingga matahari terbit, saat matahari tepat di atas kepala, dan setelah sholat Ashar hingga matahari terbenam sempurna.

  3. Tentukan jumlah rakaat sesuai kemampuan: Sholat hajat dapat dikerjakan minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat, dengan salam di setiap 2 rakaatnya. Mayoritas ulama sepakat bahwa dua rakaat sudah mencukupi sebagai pelaksanaan sholat hajat.

  4. Pilih tempat yang bersih dan tenang: Carilah tempat sholat yang bersih, jauh dari kebisingan dan gangguan, agar bisa berkonsentrasi penuh saat berdoa.

  5. Pastikan berpakaian rapi dan menutup aurat: Kenakan pakaian yang menutup aurat sebagaimana ketentuan syariat Islam sebelum memulai sholat.

  6. Hadirkan kekhusyukan dan keyakinan: Sholat hajat adalah ibadah yang mengangkat kebutuhan kita kepada Allah dan menunjukkan kebergantungan mutlak seorang hamba kepada-Nya. Ketika menyerahkan segala urusan kepada Allah, seorang Muslim harus yakin bahwa Dia satu-satunya yang memberi apa yang dibutuhkan. Yang paling penting, saat menunaikan sholat hajat, seseorang harus merasa yakin bahwa Allah AKAN menjawab doanya, namun dengan cara yang Dia ketahui paling baik.

Mengacu pada Islamonweb, Imam ash-Shan'ani menyimpulkan bahwa hadis tentang sholat saat menghadapi masalah menjadi bukti bahwa sholat dapat menghilangkan kecemasan dan kesedihan, serta menjadi obat bagi penyakit-penyakit tersebut. Berdasarkan teladan kenabian dan pemahaman para ulama ini, setiap mukmin dianjurkan untuk beralih ke sholat saat pertama kali merasakan kekhawatiran atau kesulitan.

Baca juga: Tata cara sholat tahajud yang benar agar khusyuk

4. 4. Keutamaan dan Hikmah Menjalankan Sholat Hajat

4. Keutamaan dan Hikmah Menjalankan Sholat Hajat (c) Ilustrasi AI

Selain sebagai sarana memohon hajat, sholat hajat juga menyimpan berbagai keutamaan spiritual yang mendalam bagi setiap Muslim yang mengerjakannya. Merujuk IslamQA, waktu-waktu terbaik untuk memanjatkan doa kepada Allah adalah di kedalaman malam, antara adzan dan iqamah, serta di akhir setiap sholat sebelum salam. Berikut sejumlah keutamaan dan hikmah yang bisa diraih dari sholat hajat.

  • Mudah dikabulkannya doa: Sholat hajat merupakan sarana khusus untuk memohon kepada Allah agar kebutuhan atau hajat dikabulkan. Dengan mendahului doa menggunakan sholat dua rakaat, permohonan seorang hamba menjadi lebih berbobot di sisi Allah SWT.

  • Mendekatkan diri kepada Allah SWT: Melaksanakan sholat hajat merupakan bentuk mendekatkan diri kepada Allah. Berdoa kepada Allah, memohon pertolongan-Nya, dan menunjukkan kebutuhan terhadap-Nya merupakan tindakan yang memperkuat hubungan antara hamba dan Tuhannya serta menumbuhkan semangat tawakal dan penyerahan diri sepenuhnya kepada-Nya.

  • Memperoleh ketenangan hati dan pikiran: Sholat hajat memberikan kenyamanan dan ketenangan di saat-saat sulit. Ketika seorang Muslim menuangkan keresahannya melalui sholat dan doa, beban mental yang dirasakan akan terasa lebih ringan.

  • Memperkuat iman dan kesabaran: Sholat hajat meningkatkan keimanan dan kesabaran seorang hamba karena mengajarkan kebergantungan pada kebijaksanaan dan rahmat Allah. Meyakini bahwa Allah menjawab doa dengan cara terbaik merupakan wujud iman yang kuat.

  • Menumbuhkan rasa syukur: Melaksanakan sholat hajat memberikan rasa kerentanan yang positif. Ibadah ini membantu seseorang mengenali dan menghargai nikmat-nikmat Allah yang tak terhitung jumlahnya.

  • Mendapat perlindungan dari kesulitan: Ketika memohon pertolongan Allah dengan ketulusan penuh, sholat hajat mengundang perlindungan ilahi dari kesulitan, rintangan, dan bahaya.

  • Membuka pintu keberkahan: Allah menyediakan solusi dan petunjuk melalui jalan-jalan yang tidak terduga, sehingga tata cara sholat hajat yang diamalkan dengan ikhlas bisa menjadi pembuka jalan kebaikan yang tak disangka-sangka.

Sholat hajat mewujudkan keseimbangan antara bertawakal kepada Allah dan berusaha secara maksimal, sekaligus menumbuhkan keimanan, kesabaran, dan pertumbuhan spiritual. Oleh karena itu, ibadah ini tidak hanya sekadar meminta kebutuhan duniawi, tetapi juga menjadi perjalanan spiritual yang memperdalam ketakwaan dan hubungan dengan Sang Pencipta.

Baca juga: Niat dan doa sholat tahajud beserta tata cara lengkap

Baca juga: Tata cara sholat tahajud beserta manfaatnya

Baca juga: Doa sholat fajar beserta tata cara dan keutamaannya

Baca juga: Tata cara sholat sunnah tahajud beserta bacaan yang dianjurkan

Baca juga: Bacaan niat sholat tahajud dan doa setelahnya

Baca juga: Panduan salat tahajud lengkap dengan niat dan doa

Baca juga: Niat tayamum dan tata cara yang benar

Baca juga: Panduan lengkap sholat taubat beserta niat dan doa

5. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Sholat Hajat

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Sholat Hajat (c) Ilustrasi AI

Apakah sholat hajat boleh dilakukan untuk hajat apa saja?

Ya, sholat hajat boleh dilakukan untuk memohon hajat apa saja yang bersifat baik dan sesuai syariat Islam. Sebagian orang beranggapan bahwa sholat hajat hanya untuk urusan besar, padahal ibadah ini bisa dikerjakan untuk kebutuhan apa pun, baik kecil maupun besar. Mulai dari memohon kesehatan, kelancaran rezeki, jodoh, hingga kemudahan dalam urusan pekerjaan, semua bisa dimohonkan melalui sholat hajat dengan hati yang ikhlas.

Berapa kali sholat hajat boleh dikerjakan?

Tidak ada batasan berapa kali sholat hajat boleh dikerjakan. Seorang Muslim bisa menunaikannya sesering yang dibutuhkan, dengan ketulusan dan keyakinan pada rahmat Allah. Bahkan sebagian ulama menganjurkan untuk mengerjakannya selama tujuh malam berturut-turut hingga hajat dikabulkan Allah SWT.

Bolehkah mendoakan orang lain melalui sholat hajat?

Ya, seseorang diperbolehkan memanjatkan doa untuk orang lain setelah melaksanakan sholat hajat, memohon kepada Allah agar kebutuhan mereka juga dipenuhi. Mendoakan kebaikan untuk saudara Muslim lainnya justru merupakan amalan mulia yang pahalanya juga kembali kepada orang yang mendoakan.

Daftar Referensi

  1. SeekersGuidance. How Does One Perform The Prayer Of Need (Salat al-Haja)?. Diakses pada 3 Juni 2026, dari https://seekersguidance.org/answers/hanafi-fiqh/how-does-one-perform-the-prayer-of-need-salat-al-haja/
  2. IslamQA. What Is Salat al-Hajah?. Diakses pada 3 Juni 2026, dari https://islamqa.info/en/answers/10387/what-is-salat-al-hajah
  3. Islamonweb. Ṣalāt al-Ḥājah: Seeking Allah's Help in Times of Need. Diakses pada 3 Juni 2026, dari https://en.islamonweb.net/salath-al-hajah-seeking-allahs-help-in-times-of-need
  4. mui.or.id. Niat dan Doa Sesudah Shalat Hajat Lengkap Arab, Latin dan Terjemah. Diakses pada 3 Juni 2026, dari https://mirror.mui.or.id/berita/headline/54072/niat-dan-doa-sesudah-shalat-hajat-lengkap-arab-latin-dan-terjemah/

(kpl/fed)

Rekomendasi

Trending