Tata Cara Sholat Subuh Lengkap dari Niat hingga Salam Beserta Bacaan dan Keutamaannya

Tata Cara Sholat Subuh Lengkap dari Niat hingga Salam Beserta Bacaan dan Keutamaannya
tata cara sholat subuh (h)

Kapanlagi.com - Sholat subuh merupakan sholat fardhu yang terdiri dari dua rakaat dan wajib dikerjakan oleh setiap muslim sejak terbitnya fajar hingga sebelum matahari terbit. Memahami tata cara sholat subuh yang benar sangat penting agar ibadah yang dijalankan sah dan bernilai di sisi Allah SWT.

Secara umum, shalat fardhu lima waktu memiliki cara pelaksanaan yang sama satu dengan lainnya, dan perbedaannya terletak pada niat, jumlah rakaat, dan waktunya. Dalam pelaksanaannya, tata cara sholat subuh memiliki kekhususan tersendiri karena disunnahkan membaca doa qunut pada rakaat kedua menurut madzhab Syafi'i, serta kedua rakaatnya dibacakan dengan suara keras (jahar).

Diriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda, "Barangsiapa yang menunaikan sholat Subuh, maka ia berada di bawah perlindungan Allah, maka jangan lengah terhadap hak-hak Allah." Dilansir dari Islamic Relief UK, sholat subuh memiliki kedudukan istimewa dan membawa pahala yang besar bagi siapa saja yang mengamalkannya secara konsisten.

1. Tata Cara Sholat Subuh Rakaat Pertama

Tata Cara Sholat Subuh Rakaat Pertama (c) Ilustrasi AI

(c)Ilustrasi AISebelum memulai tata cara sholat subuh, pastikan sudah dalam keadaan suci dengan berwudhu, menutup aurat, serta menghadap kiblat. Sholat subuh hanya memiliki dua rakaat, menjadikannya sholat wajib yang paling ringkas namun tetap membutuhkan kekhusyukan penuh. Berikut langkah-langkah pada rakaat pertama.

  1. Berdiri tegak menghadap kiblat: Pastikan sudah berwudhu, mengenakan pakaian yang menutup aurat, dan berdiri menghadap kiblat dengan kedua kaki selebar bahu. Pandangan diarahkan ke tempat sujud agar lebih khusyuk.

  2. Niat dan takbiratul ihram: Niat dilakukan bersamaan dengan takbiratul ihram. Angkat kedua tangan sejajar telinga (untuk laki-laki) atau sejajar dada (untuk perempuan) sambil mengucapkan "Allahu Akbar". Sebagaimana dikutip dari nu.or.id, bacaan niat sholat subuh dalam bahasa Arab adalah:

    أُصَلِّي فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

    Usholli fardhol subhi rok'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aalaa.

    Artinya: "Saya berniat sholat fardu subuh dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala."

  3. Bersedekap dan membaca doa iftitah: Letakkan tangan kanan di atas tangan kiri di antara dada dan pusar. Kemudian baca doa iftitah. Mengacu pada nu.or.id, berikut bacaannya:

    اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا. اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْاَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لَاشَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

    Artinya: "Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya. Segala puji bagi Allah, pujian yang sebanyak-banyaknya. Dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan petang. Kuhadapkan wajahku kepada Zat yang telah menciptakan langit dan bumi dengan penuh ketulusan dan kepasrahan dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku semuanya untuk Allah, penguasa alam semesta. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan demikianlah aku diperintahkan dan aku termasuk orang-orang yang muslim."

  4. Membaca surat Al-Fatihah: Membaca surat Al-Fatihah pada tiap-tiap rakaat merupakan rukun sholat. Bacalah dengan tartil dan diakhiri dengan ucapan "Aamiin".

    بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ . اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ . الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ . مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ . اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ . اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ . صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ

  5. Membaca surat pendek Al-Quran: Setelah Al-Fatihah, lanjutkan dengan membaca salah satu surat dari Al-Quran. Pada rakaat pertama, bisa membaca surat Al-Ikhlas, Al-Kafirun, atau surat lainnya sesuai kemampuan.

  6. Rukuk dengan tuma'ninah: Membaca bacaan ruku' sebanyak tiga kali. Berikut ini bacaannya: سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ

    Subhaana rabbiyal 'adziimi wabihamdih.

    Artinya: "Maha Suci Tuhanku yang Maha Agung dan Maha Terpuji."

  7. I'tidal (bangkit dari rukuk): I'tidal adalah gerakan kembali ke posisi berdiri setelah ruku dalam shalat, dengan membaca: سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ Lalu dilanjutkan dengan bacaan "Rabbanaa lakal hamdu mil'us samaawaati wa mil'ul ardhi wa mil'u maa syi'ta min syai'in ba'du."

  8. Sujud pertama dengan tuma'ninah: Sujud dengan bertumpu pada tujuh anggota badan (dahi, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua ujung kaki). Membaca bacaan sujud sebanyak tiga kali: سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

    Subhaana rabbiyal a'laa wabihamdih.

    Artinya: "Maha Suci Tuhanku yang Maha Tinggi dan segala puji hanya bagi-Nya."

  9. Duduk di antara dua sujud: Bangkit dari sujud dan duduk iftirasy sambil membaca: رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

    Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa'aafinii wa'fu 'annii.

    Artinya: "Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, perbaikilah keadaanku, tinggikanlah derajatku, berilah rezeki dan petunjuk untukku, berilah kesehatan dan maafkanlah aku."

  10. Sujud kedua: Lakukan sujud kedua dengan posisi dan bacaan yang sama seperti sujud pertama. Setelah sujud kedua, bangkit untuk masuk ke rakaat selanjutnya.

Baca juga: Tata cara sholat lengkap dari niat sampai salam beserta bacaan dan syaratnya

2. Tata Cara Sholat Subuh Rakaat Kedua hingga Salam

Tata Cara Sholat Subuh Rakaat Kedua hingga Salam (c) Ilustrasi AI

Setelah menyelesaikan rakaat pertama, lanjutkan ke rakaat kedua sebagai bagian penting dari tata cara sholat subuh. Perbedaan utama pada rakaat kedua adalah tidak adanya doa iftitah, serta adanya bacaan qunut yang disunnahkan menurut madzhab Syafi'i. Selain itu, kedua rakaat dalam sholat subuh dibacakan dengan suara keras (jahar).

Berdasarkan keterangan di nu.or.id, qunut termasuk amalan yang disunahkan dalam shalat, dan qunut yang disunahkan ada tiga macam: qunut subuh, qunut witir pada separuh akhir Ramadhan, dan qunut nazilah.

  1. Bangkit untuk rakaat kedua: Berdiri dari sujud kedua dengan mengucapkan "Allahu Akbar" tanpa mengangkat kedua tangan. Lakukan gerakan yang sama seperti rakaat pertama, dimulai dari membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek, kemudian rukuk dan i'tidal.

  2. Membaca doa qunut (sunnah): Setelah i'tidal pada rakaat kedua, doa qunut dibaca pada saat sholat subuh di rakaat kedua, lebih spesifiknya ketika rakaat kedua setelah ruku' sambil mengangkat kedua tangan seperti ketika sedang berdoa. Berikut bacaan doa qunut:

    اَللَّهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِيْ فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّ مَاقَضَيْتَ فَاِنَّكَ تَقْضِيْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَاقَضَيْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ

    Allahummahdinii fiiman hadait, wa 'aafinii fiiman 'aafait, wa tawallanii fiiman tawallait, wa baarik lii fiimaa a'thait, wa qinii syarra maa qadhait, fa innaka taqdhi wa laa yuqdhaa 'alaik, wa innahu laa yadzillu man waalait, wa laa ya'izzu man 'aadait, tabaarakta rabbanaa wa ta'aalait, falakal hamdu 'alaa maa qadhait, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

    Artinya: "Ya Allah, tunjukkanlah aku sebagaimana mereka yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan sebagaimana mereka yang telah Engkau berikan kesehatan. Peliharalah aku sebagaimana mereka yang telah Engkau lindungi. Berikanlah keberkahan kepadaku pada apa yang telah Engkau berikan. Selamatkanlah aku dari kejahatan yang telah Engkau tentukan. Maka sesungguhnya Engkau yang menghukum dan bukan yang dihukum. Tidak hina orang yang Engkau jadi pemimpin. Tidak mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau dan Maha Tinggi. Bagi-Mu segala pujian atas apa yang Engkau tentukan. Aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu."

  3. Sujud pertama dan kedua: Setelah membaca qunut, lanjutkan dengan sujud pertama, duduk di antara dua sujud, lalu sujud kedua. Bacaannya sama seperti pada rakaat pertama.

  4. Duduk tasyahud akhir: Setelah sujud kedua, duduk tawarruk untuk membaca tasyahud akhir dan shalawat Nabi. Berikut bacaan tasyahud akhir:

    اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ اَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلسَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

    Dilanjutkan dengan membaca shalawat Ibrahimiyah:

    اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

  5. Salam: Akhiri sholat dengan menolehkan kepala ke kanan terlebih dahulu lalu ke kiri, sambil mengucapkan "Assalamu'alaikum wa rahmatullah" pada setiap arah. Dengan selesainya salam, maka tata cara sholat subuh telah sempurna.

Baca juga: Bacaan dan arti doa qunut sholat subuh beserta panduan pelaksanaannya

3. Bacaan Niat Sholat Subuh untuk Sendiri, Imam, dan Makmum

Bacaan Niat Sholat Subuh untuk Sendiri, Imam, dan Makmum (c) Ilustrasi AI

Mengetahui bacaan niat yang tepat merupakan bagian penting dari tata cara sholat subuh. Merujuk nu.or.id, niat sholat diucapkan dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram, dan ada tiga variasi niat sesuai dengan kondisi pelaksanaan: sendiri (munfarid), sebagai imam, atau sebagai makmum. Berikut rinciannya.

  1. Niat sholat subuh sendiri (munfarid):

    أُصَلِّي فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

    Usholli fardhol subhi rok'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aalaa.

    Artinya: "Saya berniat sholat fardu subuh dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala."

  2. Niat sholat subuh sebagai imam:

    أُصَلِّي فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى

    Usholli fardhol subhi rok'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an imaaman lillaahi ta'aalaa.

    Artinya: "Saya berniat sholat fardu subuh dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta'ala."

  3. Niat sholat subuh sebagai makmum:

    أُصَلِّي فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى

    Usholli fardhol subhi rok'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an ma'muuman lillaahi ta'aalaa.

    Artinya: "Saya berniat sholat fardu subuh dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta'ala."

Niat shalat adalah tujuan dalam hati untuk melaksanakan shalat, sesuai dengan jenis shalat yang akan dikerjakan. Niat terletak di dalam hati, dan melafalkannya secara lisan hukumnya sunnah, karena niat adalah amalan hati. Sedangkan melafalkan secara lisan merupakan sebagai pengingat. Oleh karena itu, yang terpenting dari tata cara sholat subuh adalah kehadiran niat di dalam hati saat mengucapkan takbiratul ihram, sebagaimana disampaikan nu.or.id.

Perlu diperhatikan pula bahwa doa qunut saat sholat subuh sendiri dan berjamaah dilafalkan secara berbeda. Hal ini berdasarkan pandangan Syekh Zainuddin Al-Malibari di dalam Fathul Mu'in yang menyebut bahwa dimakruhkan untuk berdoa bagi diri sendiri pada saat doa bersama. Oleh karena itu, dalam doa qunut sholat subuh jamaah terdapat perubahan pelafalan lafal "ihdini" menjadi "ihdina".

Baca juga: Tata cara sholat wajib 5 waktu beserta bacaan doanya

4. Keutamaan dan Manfaat Menunaikan Sholat Subuh

Keutamaan dan Manfaat Menunaikan Sholat Subuh (c) Ilustrasi AI

Sholat subuh memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam Islam. Sholat subuh (Salat al-Fajr atau Salat al-Subh) memegang posisi yang terhormat di antara lima sholat wajib, dan pentingnya berulang kali ditekankan dalam Al-Quran maupun hadis. Salah satu dalil utamanya terdapat dalam Al-Quran Surat Al-Isra ayat 78. Sebagaimana dilaporkan Studio Arabiya, ayat ini berbunyi, "Dirikanlah sholat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula) sholat subuh. Sesungguhnya sholat subuh itu disaksikan (oleh malaikat)." Para ulama Islam menafsirkan ayat ini bahwa malaikat malam dan malaikat siang hadir menyaksikan sholat subuh, mencatat ketaatan orang yang beriman.

Di antara keutamaan tata cara sholat subuh yang paling menonjol adalah jaminan perlindungan dari Allah SWT. Nabi Muhammad SAW bersabda, "Barangsiapa yang menunaikan sholat pagi (subuh), maka ia berada di bawah perlindungan Allah Yang Maha Perkasa" (HR Ibnu Majah). Keutamaan lainnya meliputi: sholat subuh menjadi pembeda antara orang mukmin dan munafik, setara dengan pahala sholat semalam suntuk jika dikerjakan berjamaah, serta menjadi kunci masuk surga bagi yang menjaganya bersama sholat Ashar. Sahih Bukhari dan Sahih Muslim meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, "Barangsiapa yang menjaga dua sholat yang dingin (subuh dan ashar), niscaya ia akan masuk surga" (Sahih Muslim 635).

Selain manfaat spiritual, sholat subuh juga memberikan dampak positif bagi kesehatan fisik dan mental. Sholat subuh dinilai mampu meningkatkan kesehatan mental dan fokus karena dilakukan pada jam-jam pagi yang bebas dari gangguan. Waktu subuh adalah saat yang dipenuhi ketenangan dan refleksi, memungkinkan koneksi yang mendalam dengan Allah. Selain manfaat spiritualnya, sholat subuh juga menanamkan disiplin dan rutinitas dalam kehidupan sehari-hari seorang muslim. Hari yang dimulai dengan sholat subuh cenderung menjadi lebih produktif.

Mengenai waktu pelaksanaan sholat subuh, perlu dipahami perbedaan antara fajar shadiq dan fajar kadzib. Waktu subuh dimulai pada saat fajar yang sebenarnya (true dawn), yaitu saat garis horizontal cahaya muncul di ufuk timur. Fajar palsu (false dawn) ditandai dengan garis vertikal cahaya di langit. Penting untuk diperhatikan bahwa waktu subuh berakhir saat matahari terbit, yaitu ketika bagian atas matahari tampak di cakrawala. Dengan memahami batas waktu ini, seorang muslim dapat memastikan tata cara sholat subuh yang dikerjakan berada dalam rentang waktu yang sah.

Baca juga: Bacaan zikir setelah sholat fardhu yang penting untuk diamalkan

Baca juga: Kata-kata subuh yang bijak dan inspiratif untuk membangkitkan semangat ibadah

Sholat sunnah qabliyah subuh (dua rakaat sebelum subuh) juga sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Sholat sunnah ini tidak wajib, tetapi Nabi SAW tidak pernah meninggalkannya, bahkan saat bepergian. Beliau bersabda, "Jangan tinggalkan dua rakaat (sunnah) Subuh, walau kamu dikejar-kejar pasukan berkuda." Shalat sunnah subuh ini tampak ringan yaitu dua rakaat, tetapi shalat ini mengandung keutamaan luar biasa. Rasulullah SAW bersabda: "Dua rakaat shalat fajar lebih baik dari dunia dan seisinya" (HR Muslim).

Untuk membantu bangun tepat waktu di pagi hari, beberapa tips yang bisa diterapkan antara lain: memasang alarm jauh dari tempat tidur, tidur lebih awal setelah sholat Isya, memperbanyak doa sebelum tidur, serta saling mengingatkan sesama anggota keluarga. Membuat niat yang tulus dan berdoa, memohon kepada Allah agar diberi kekuatan dan tekad untuk bangun melaksanakan sholat subuh, sangat dianjurkan. Membaca Ayatul Kursi dan doa-doa lainnya sebelum tidur juga membantu.

Baca juga: Tata cara sholat hajat lengkap dengan niat dan doa

Baca juga: Bacaan niat sholat ashar berjamaah dan sendiri beserta tata caranya

5. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Sholat Subuh

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Sholat Subuh (c) Ilustrasi AI

Apakah sholat subuh tanpa qunut tetap sah?

Sholat subuh tanpa membaca doa qunut tetap sah dan tidak batal. Menurut Imam An-Nawawi, qunut subuh merupakan sunnah muakkadah dan meninggalkannya tidak membatalkan shalat, tetapi dianjurkan melakukan sujud sahwi, baik ditinggalkan dengan sengaja maupun tidak. Jadi, bagi yang tidak terbiasa membaca qunut, sholatnya tetap diterima.

Berapa jumlah rakaat sholat subuh dan apakah dibaca keras?

Sholat subuh terdiri dari dua rakaat, dan kedua rakaatnya dibacakan dengan suara keras (jahar). Ini berbeda dengan sholat Dzuhur dan Ashar yang dibaca dalam hati. Sholat subuh juga merupakan sholat wajib dengan jumlah rakaat paling sedikit sehingga ideal untuk dipelajari terlebih dahulu oleh pemula.

Kapan batas akhir waktu sholat subuh?

Waktu subuh dimulai dengan terbitnya fajar shadiq sampai langit berwarna kekuning-kuningan untuk waktu ikhtiyar, sedangkan untuk waktu jawaz sampai dengan terbitnya matahari. Artinya, batas akhir pelaksanaan sholat subuh adalah sebelum matahari terbit. Jika terlambat dan matahari sudah terbit, maka sholat subuh tetap wajib diqadha sesegera mungkin.

Baca juga: Doa setelah sholat di hari Arafah lengkap beserta bacaan Arab Latin

Baca juga: Bacaan sholat jenazah dan artinya untuk laki-laki dan perempuan

Dengan memahami seluruh tata cara sholat subuh beserta bacaan, niat, dan keutamaannya, diharapkan setiap muslim dapat melaksanakan ibadah ini dengan lebih baik, khusyuk, dan konsisten setiap hari.

Daftar Referensi

  1. Islamic Relief UK. How to Pray Fajr Salah. Diakses pada 9 Juni 2026, dari https://www.islamic-relief.org.uk/resources/knowledge-base/five-pillars-of-islam/salah/how-to-pray-fajr-salah/
  2. Studio Arabiya. Fajr Namaz: How to Pray and Importance. Diakses pada 9 Juni 2026, dari https://studioarabiya.com/fajr-namaz-how-to-pray-and-importance/
  3. nu.or.id. Tuntunan Shalat Lengkap dengan Bacaannya dari Takbir Sampai Salam. Diakses pada 9 Juni 2026, dari https://jabar.nu.or.id/keislaman/tuntunan-shalat-lengkap-dengan-bacaannya-dari-takbir-sampai-salam-mFPjA
  4. nu.or.id. Bacaan Qunut; Arab, Latin, Terjemah dan Ketentuannya. Diakses pada 9 Juni 2026, dari https://jatim.nu.or.id/keislaman/bacaan-qunut-arab-latin-terjemah-dan-ketentuannya-qmRGC
  5. nu.or.id. Kebiasaan Qadha Shalat Subuh. Diakses pada 9 Juni 2026, dari https://islam.nu.or.id/syariah/kebiasaan-qadha-shalat-subuh-TKUlj

(kpl/fed)

Rekomendasi

Trending