Cara Tayamum yang Benar Sesuai Sunnah Lengkap dengan Niat, Doa, dan Syaratnya
3. Cara Tayamum bagi Orang Sakit (h)
Kapanlagi.com - Cara tayamum perlu dipahami oleh setiap Muslim sebagai alternatif bersuci ketika air tidak tersedia atau tidak dapat digunakan. Tayamum adalah tindakan bersuci secara kering dalam Islam menggunakan pasir, batu, atau tanah yang bersih, yang dapat dilakukan sebagai pengganti wudhu atau mandi wajib.
Dalam praktiknya, cara tayamum cukup sederhana dibanding wudhu. Prosesnya melibatkan menepukkan tangan ke permukaan tanah yang bersih lalu mengusap wajah dan tangan hingga pergelangan. Islam memberikan keringanan ini agar tidak ada satu pun Muslim yang terhalang dari ibadah hanya karena keterbatasan akses terhadap air.
Ahli fikih klasik seperti Al-Qurtubi menjelaskan bahwa tayamum berfungsi sebagai pengganti penuh untuk wudhu maupun mandi wajib, memungkinkan seorang Muslim memasuki kondisi suci secara ritual (taharah). Dilansir dari Wikipedia, kata tayamum berasal dari bahasa Arab yang berarti tujuan atau maksud, dan diturunkan dari kata amma yang bermakna memperbaiki.
Advertisement
1. 1. Cara Tayamum Sesuai Sunnah Rasulullah SAW
Tata cara tayamum yang paling shahih bersumber langsung dari praktik Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana dikutip dari IslamQA.info, Imam Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadis Ammar bin Yasir yang menggambarkan cara tayamum secara detail. Berikut langkah-langkah melakukan cara tayamum berdasarkan tuntunan Nabi SAW.
Berniat di dalam hati: Sebelum memulai tayamum, niatkan di dalam hati bahwa tayamum dilakukan untuk menyucikan diri demi melaksanakan ibadah karena Allah SWT. Akar kata tayamum yang berarti "berniat" atau "bermaksud" menegaskan peran krusial niat (niyyah) dalam tindakan simbolis ini. Bacaan niat tayamum sebagaimana dilansir dari lampung.nu.or.id adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ التَّيَمُّمَ لِاسْتِبَاحَةِ الصَّلَاةِ للهِ تَعَالَى
Nawaitu tayammuma listibaahatishsholaati lillaahi ta'aala.
Artinya: "Aku berniat tayamum agar diperbolehkan shalat karena Allah Ta'ala."
Menepukkan kedua telapak tangan ke permukaan tanah: Tepukkan kedua telapak tangan ke permukaan tanah sekali tepukan. Permukaan yang digunakan harus bersih dan suci, bisa berupa tanah, pasir, batu, atau dinding berdebu. Baca juga: Niat tayamum dan tata cara yang benar
Meniup debu dari telapak tangan: Setelah menepuk, tiup kedua telapak tangan secara perlahan untuk mengurangi debu yang berlebihan. Langkah ini berasal dari praktik Nabi Muhammad SAW yang terbiasa meniup debu berlebih sebelum mengusap.
Mengusap punggung telapak tangan: Usap punggung tangan kanan dengan telapak tangan kiri, kemudian usap punggung tangan kiri dengan telapak tangan kanan. Bagian yang diusap cukup sampai pergelangan tangan saja.
Mengusap seluruh wajah: Usap wajah dengan kedua telapak tangan secara merata. Pastikan seluruh area wajah tersentuh debu, dari dahi hingga dagu dan sisi kanan ke kiri.
Membaca doa setelah tayamum: Setelah selesai, disunnahkan membaca doa bersuci. Sebagaimana dilansir dari lampung.nu.or.id, disunnahkan untuk membaca doa setelah melakukan tayamum sebagaimana setelah wudhu. Berikut doanya:
اَشْهَدُ اَنْ لَااِلٰهَ اِلَّااللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِىْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ، وَجْعَلْنِيْ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ
Asyhadu an laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lahu. Wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuuluhu. Allahummaj'alni minat tawwaabiin, waj'alni minal mutathahhiriin, waj'alni min 'ibaadikash shaalihiin.
Artinya: "Aku bersaksi, tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Tunggal, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan Utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku orang yang bertaubat dan jadikanlah aku orang yang suci dan jadikanlah aku dari golongan hamba-hamba-Mu yang saleh."
Mengacu pada IslamQA.info, doa yang sama dengan doa setelah wudhu dapat dibaca setelah tayamum. Baca juga: Tata cara sholat lengkap dari niat sampai salam
2. 2. Cara Tayamum Saat Bepergian atau di Tempat Tanpa Air
Bepergian jauh, naik pesawat, atau berada di daerah terpencil sering kali membuat seseorang sulit menemukan air untuk berwudhu. Di sinilah cara tayamum menjadi solusi yang sah menurut syariat. Berikut langkah-langkah praktis yang bisa dilakukan saat dalam perjalanan.
Pastikan kondisi benar-benar tidak ada air: Allah SWT berfirman, "...dan kamu tidak menemukan air, maka bertayamumlah." (QS. Al-Ma'idah: 6). Seseorang tidak dianggap tidak memiliki air jika belum berusaha mencarinya terlebih dahulu. Pastikan sudah berupaya sebelum memutuskan bertayamum.
Cari permukaan bersih yang mengandung debu: Dibolehkan melakukan tayamum menggunakan dinding, sajadah, dan permukaan lain jika terdapat tanah atau debu di atasnya. Di dalam pesawat, misalnya, debu pada sandaran kursi atau dinding kabin bisa dimanfaatkan selama bersih dari najis. Baca juga: Cara menjaga wudhu selama ibadah haji
Baca niat dan lakukan tepukan: Hadapkan diri ke arah kiblat jika memungkinkan, lalu ucapkan basmalah. Niatkan tayamum dalam hati, kemudian tepukkan kedua telapak tangan ke permukaan berdebu dengan sekali tepukan ringan.
Usapkan ke wajah lalu kedua tangan: Tiup debu berlebih, usapkan ke seluruh wajah terlebih dahulu, lalu usap punggung tangan kanan dengan telapak kiri dan sebaliknya. Cukup sekali usapan untuk masing-masing bagian.
Lakukan secara tertib: Seluruh langkah harus dikerjakan secara berurutan. Tertib merupakan salah satu rukun tayamum yang tidak boleh dilanggar agar tayamum tetap sah.
Berdasarkan IslamWeb.net, tayamum merupakan keberkahan yang memungkinkan umat Muslim menjaga shalat mereka dalam berbagai kondisi: ketika air tidak tersedia, jika menggunakan air dapat membahayakan luka, atau untuk menghemat air demi kebutuhan esensial. Baca juga: Urutan bacaan sholat wajib lengkap
3. 3. Cara Tayamum bagi Orang Sakit
Bagi orang yang sedang menderita sakit tertentu dan tidak diperkenankan terkena air, Islam memberikan kemudahan berupa tayamum. Cara tayamum untuk orang sakit pada dasarnya sama, namun ada beberapa penyesuaian yang perlu diperhatikan.
Konsultasikan dengan tenaga medis: Sebelum memutuskan bertayamum, pastikan bahwa kondisi kesehatan memang tidak memungkinkan penggunaan air. Hal ini bisa berupa penyakit kulit, luka terbuka, atau kondisi pasca operasi yang rentan terhadap infeksi jika terkena air.
Gunakan dinding atau permukaan berdebu di sekitar tempat tidur: Orang sakit yang tidak bisa beranjak dari tempat tidur bisa menggunakan debu pada dinding rumah sakit atau permukaan lain yang bersih. Permukaan batu, tembok, atau dinding berdebu yang bersih dapat digunakan untuk tayamum, dan penting untuk memastikan permukaan bebas dari penghalang yang mencegah debu menempel di kulit.
Niatkan tayamum dan lakukan tepukan ringan: Bacalah niat tayamum di dalam hati, lalu tepukkan kedua telapak tangan ke permukaan berdebu. Tayamum bisa dilakukan sambil duduk atau berbaring sesuai kemampuan pasien.
Usap wajah dan tangan secara perlahan: Usapkan debu ke wajah lalu ke punggung tangan. Tidak perlu menggosok keras, cukup usapan ringan yang merata.
Minta bantuan orang lain jika tidak mampu: Jika pasien benar-benar tidak mampu menggerakkan tangan, boleh meminta orang lain untuk membantu proses tayamum. Yang terpenting adalah niat tetap berasal dari orang yang bertayamum.
Nabi Muhammad SAW, dikutip dari IslamWeb.net, bersabda, "Seluruh bumi dijadikan untukku dan umatku sebagai tempat sujud dan alat bersuci." Hadis ini menegaskan bahwa di mana pun seorang Muslim berada, termasuk saat sakit di rumah sakit, cara tayamum bisa menjadi jalan untuk tetap menjalankan ibadah. Baca juga: Cara mandi wajib pria yang benar sesuai sunnah
4. Syarat Sah, Rukun, dan Hal yang Membatalkan Tayamum
Sebelum melaksanakan tayamum, ada sejumlah ketentuan penting yang wajib dipenuhi agar tayamum dianggap sah secara syariat. Tayamum dinyatakan sah dalam Al-Quran, diatur dalam Sunnah, dan disetujui oleh konsensus ulama sebagai keistimewaan yang Allah berikan secara khusus demi kemudahan umat Nabi Muhammad SAW. Memahami syarat, rukun, dan pembatalnya akan membantu setiap Muslim menjalankan tayamum dengan benar.
Merujuk Raiyan Foundation, tayamum merupakan pengganti bersuci dengan air ketika seseorang secara hukum tidak mampu menggunakannya, dan memungkinkan seorang Muslim melakukan semua ibadah yang membutuhkan kesucian, seperti shalat, tawaf, dan membaca Al-Quran.
Syarat Sah Tayamum:
Sudah masuk waktu shalat sebelum melakukan tayamum.
Sudah berusaha mencari air terlebih dahulu namun tidak menemukannya, atau memiliki uzur syar'i yang menghalangi penggunaan air.
Menggunakan debu atau tanah yang suci dan bersih dari najis. Tanah alami, pasir, debu, atau permukaan batu yang bersih dan bebas dari kotoran boleh digunakan, termasuk dinding atau permukaan tanah liat yang berdebu secara alami.
Tidak ada penghalang pada anggota tubuh yang akan diusap, seperti lilin, cat, atau benda lain yang menghalangi debu menyentuh kulit.
Beragama Islam dan dalam kondisi berakal sehat.
Air yang tersedia haram digunakan, misalnya air curian atau air yang telah terkontaminasi najis.
Rukun Tayamum:
Niat: Berniat tayamum karena Allah SWT untuk menyucikan diri. Kuncinya adalah niat yang dibuat secara diam di dalam hati sebelum memulai. Tekad batin inilah yang membuat tindakan tersebut sah, dan tanpanya ritual tidak dihitung meski langkah fisiknya dilakukan dengan benar.
Mengusap wajah dengan debu: Seluruh permukaan wajah harus tersentuh usapan.
Mengusap kedua tangan: Usap punggung tangan kanan dengan telapak kiri dan sebaliknya.
Tertib: Dilakukan secara berurutan sesuai tata cara yang diajarkan.
Baca juga: Tata cara sholat tahajud yang benar agar khusyuk
Hal-Hal yang Membatalkan Tayamum:
Menemukan air: Jika air ditemukan setelah bertayamum namun sebelum shalat, tayamum menjadi batal dan wajib berwudhu. Namun jika air ditemukan setelah selesai shalat, ibadah yang telah dikerjakan tetap sah.
Semua hal yang membatalkan wudhu: Buang air kecil, buang air besar, buang angin, tidur nyenyak, hilang kesadaran, dan hal-hal lain yang membatalkan wudhu juga membatalkan tayamum.
Hilangnya uzur: Jika alasan bertayamum adalah sakit, maka ketika sembuh dan mampu menggunakan air, tayamum tidak berlaku lagi.
Seseorang yang bertayamum dibolehkan melakukan shalat wajib maupun sunnah sebanyak yang diinginkan selama tayamumnya masih berlaku. Orang yang bertayamum juga sah untuk mengimami orang yang telah berwudhu. Baca juga: Makna spiritual bersuci tanpa air dalam Islam
Sunnah dalam Tayamum:
Membaca basmalah sebelum memulai tayamum.
Menghadap kiblat saat melakukan tayamum.
Mendahulukan anggota tubuh sebelah kanan.
Meniup atau menipiskan debu berlebih dari telapak tangan sebelum mengusapkan.
Membaca doa bersuci setelah selesai tayamum.
Kesalahan Umum Saat Tayamum:
Melakukan tanpa niat (niyyah), atau menggunakan permukaan yang tidak dianggap suci.
Memperlakukan tayamum sebagai sesuatu yang permanen, padahal tayamum hanya berlaku sampai air tersedia kembali.
Menambahkan gerakan yang tidak diajarkan, seperti mengusap bagian tubuh selain wajah dan tangan.
Menarik untuk diketahui, sebuah analisis mikrobiologi yang diterbitkan dalam Al Khadim Research Journal of Islamic Culture and Civilization mengungkapkan bahwa meski bersifat simbolis, tayamum memanfaatkan sifat antimikroba dan adsorptif alami yang dimiliki tanah bersih sebagai pengganti yang aman ketika air langka. Temuan ini menunjukkan bahwa perintah syariat untuk menggunakan tanah bersih memiliki hikmah ilmiah yang mendalam.
Baca juga: Tafsir dan makna spiritual bersuci dalam Islam
Hikmah Disyariatkannya Tayamum:
Tayamum bukan sekadar alternatif darurat, melainkan bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Fleksibilitas dalam ibadah menunjukkan bahwa Islam tidak kaku, melainkan menyesuaikan dengan keadaan. Tidak ada seorang mukmin pun yang dikecualikan dari shalat hanya karena ketiadaan air. Bahkan dengan sarana terbatas, proses penyucian mempersiapkan hati untuk beribadah.
Pemilihan tanah sebagai agen penyuci memiliki makna yang mendalam. Unsur yang sama dari mana manusia diciptakan (debu/tanah liat) menjadi sarana penyucian spiritual mereka, melambangkan kembali ke asal-usul yang rendah hati untuk disucikan. Baca juga: Hikmah tayamum sebagai jalan keluar spiritual
Islam adalah agama yang mudah, dirancang untuk bersifat praktis dan dapat diakses oleh semua orang di segala situasi. Salah satu contoh terbesar dari rahmat ilahi ini adalah tayamum, yaitu ketentuan untuk melakukan penyucian dengan tanah bersih ketika air tidak tersedia atau berbahaya untuk digunakan. Konsesi ini memastikan bahwa tidak ada seorang Muslim pun yang terhalang untuk terhubung dengan Pencipta mereka melalui shalat.
Baca juga: Doa puasa Arafah lengkap Arab Latin dan artinya
Media yang Boleh dan Tidak Boleh untuk Tayamum:
Tidak semua permukaan boleh digunakan untuk tayamum. Berikut panduan singkatnya:
Boleh: Tanah alami, pasir, batu, bebatuan, dinding berdebu, dan permukaan alami yang mengandung debu bersih.
Tidak boleh: Air, lumpur yang tercampur kotoran, cat, atau permukaan yang tertutup bahan kimia, serta permukaan yang tidak bisa meninggalkan debu di tangan atau wajah.
Baca juga: Niat puasa Arafah lengkap beserta keutamaannya
Tayamum untuk Menggantikan Mandi Wajib (Ghusl):
Tayamum tidak hanya menggantikan wudhu, tetapi juga bisa menggantikan mandi wajib. Jika seseorang dalam keadaan junub (memerlukan ghusl) dan tidak dapat menggunakan air, tayamum dilakukan persis seperti tayamum untuk wudhu. Satu tayamum sudah mencukupi untuk hadas kecil maupun hadas besar, berdasarkan keumuman ayat Al-Quran (QS. Al-Ma'idah: 6).
Baca juga: Panduan mandi wajib yang benar sesuai sunnah
Abu Dzar meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda, dikutip dari JustDawah.org, "Tanah adalah penyuci bagi seorang Muslim, meskipun ia tidak menemukan air selama sepuluh tahun." Hadis ini menunjukkan bahwa tayamum merupakan keringanan yang berlaku tanpa batas waktu selama uzur masih ada. Baca juga: Doa setelah sholat lengkap Arab Latin
Baca juga: Syarat sah sholat yang wajib diketahui
5. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tayamum
Apakah tayamum bisa dilakukan di tembok atau kaca?
Ya, tayamum dibolehkan menggunakan tembok, kaca, atau permukaan lain selama terdapat debu yang bersih dan suci di atasnya. Para ulama memperbolehkan hal ini karena yang menjadi syarat utama adalah adanya unsur tanah atau debu alami yang melekat pada permukaan tersebut. Pastikan permukaan yang digunakan tidak terkena najis sebelum bertayamum.
Berapa kali tayamum berlaku untuk shalat?
Mayoritas ulama berpendapat bahwa seseorang dapat melaksanakan shalat wajib maupun sunnah dalam jumlah tidak terbatas dengan satu tayamum, selama tayamum tersebut belum batal. Jika uzur yang menjadi alasan bertayamum masih berlangsung, misalnya tetap tidak ada air, maka tidak perlu memperbarui tayamum untuk setiap shalat. Namun menurut sebagian ulama mazhab Syafi'i, tayamum hanya berlaku untuk satu shalat fardhu.
Apakah tayamum sah untuk menggantikan mandi junub?
Ya, tayamum sah untuk menggantikan mandi junub (ghusl) ketika air tidak tersedia atau tidak dapat digunakan. Caranya sama dengan tayamum untuk menggantikan wudhu, yaitu menepukkan tangan ke permukaan bersih lalu mengusap wajah dan kedua tangan. Ketika air sudah tersedia kembali, kewajiban untuk mandi junub dengan air tetap berlaku sebelum melaksanakan shalat berikutnya. Baca juga: Ketentuan ghusl dan mandi wajib dalam Islam
Baca juga: Kumpulan doa lengkap beserta keutamaannya
Baca juga: Panduan lengkap dzikir dan bacaan ibadah
Daftar Referensi
- Wikipedia. Tayammum. Diakses pada 3 Juni 2026, dari https://en.wikipedia.org/wiki/Tayammum
- IslamQA.info. How to Perform Tayammum. Diakses pada 3 Juni 2026, dari https://islamqa.info/en/answers/21074
- IslamWeb.net. Tayammum Dry Ablution. Diakses pada 3 Juni 2026, dari https://www.islamweb.net/en/article/135448/tayammum-dry-ablution
- lampung.nu.or.id. Tata Cara Bertayamum Beserta Dalilnya. Diakses pada 3 Juni 2026, dari https://lampung.nu.or.id/syiar/tata-cara-bertayamum-beserta-dalilnya-PwexA
- Raiyan Foundation. How to Perform Tayammum (Dry Ablution). Diakses pada 3 Juni 2026, dari https://raiyanfoundation.com/act-of-worship/purification-in-islam/perform-tayammum-dry-ablution/
(kpl/fed)
Advertisement
D Academy 8
-
Event Dangdut Potret Tasya Allesia Hibur Para Penonton di Kediri
-
Dangdut Academy Harsiwi Achmad Tegaskan Couple Muncul Alami di Dangdut Academy 8
-
Ulang Tahun Selebritis Ulang Tahun Soimah Dirayakan di Panggung Dangdut Academy 8