Tasbih Tahmid Takbir Hari Arafah, Panduan Lengkap Dzikir dan Keutamaannya

Tasbih Tahmid Takbir Hari Arafah, Panduan Lengkap Dzikir dan Keutamaannya
tasbih tahmid takbir hari arafah (h)

Kapanlagi.com - Hari Arafah adalah hari yang sakral bagi umat Islam, jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah, tepat sehari sebelum Idul Adha. Membaca tasbih tahmid takbir hari Arafah merupakan salah satu amalan dzikir paling utama yang dianjurkan Rasulullah SAW untuk mengisi hari mulia ini dengan penghambaan kepada Allah SWT.

Hari Arafah merupakan hari paling penting dalam rangkaian ibadah haji sekaligus salah satu hari terpenting dalam kalender Islam. Bagi Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji, memperbanyak bacaan tasbih tahmid takbir hari Arafah menjadi sarana utama meraih keberkahan dan pengampunan dosa.

Dilansir dari Islamic Relief UK, merupakan sunnah Nabi SAW untuk membaca tahlil, takbir, tahmid, dan tasbih sebanyak mungkin pada Hari Arafah, hari Idul Adha, serta tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Nabi SAW bersabda, "Tidak ada hari di mana Allah membebaskan lebih banyak orang dari api neraka daripada Hari Arafah."

1. Pengertian Tasbih, Tahmid, dan Takbir pada Hari Arafah

Sebelum mengamalkan dzikir di hari mulia ini, penting untuk memahami makna dari setiap bacaan yang dianjurkan. Tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil merupakan empat bentuk dzikir utama yang menjadi inti ibadah selama sepuluh hari pertama Dzulhijjah.

Mengacu pada IslamQA.info, merupakan sunnah untuk mengucapkan takbir ("Allahu Akbar"), tahmid ("Alhamdulillah"), tahlil ("La ilaha ill-Allah"), dan tasbih ("Subhan Allah") selama sepuluh hari pertama Dzulhijjah, serta mengucapkannya dengan suara keras di masjid, rumah, jalan, dan setiap tempat yang diperbolehkan untuk berdzikir.

(c)Ilustrasi AI

Berikut pengertian masing-masing bacaan dzikir tersebut:

  1. Tasbih (سُبْحَانَ اللَّهِ) — Bacaan Subhanallah yang bermakna "Maha Suci Allah." Dzikir ini mengagungkan kesucian Allah dari segala kekurangan dan menyatakan kemahakuasaan-Nya atas seluruh alam semesta.
  2. Tahmid (الْحَمْدُ لِلَّهِ) — Bacaan Alhamdulillah yang bermakna "Segala puji bagi Allah." Dzikir ini merupakan ungkapan syukur atas setiap nikmat yang Allah limpahkan kepada hamba-Nya.
  3. Takbir (اللَّهُ أَكْبَرُ) — Bacaan Allahu Akbar yang bermakna "Allah Maha Besar." Dzikir ini menegaskan keagungan Allah di atas segala sesuatu dan menjadi syiar khas bulan Dzulhijjah.
  4. Tahlil (لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ) — Bacaan Laa ilaaha illallah yang bermakna "Tidak ada Tuhan selain Allah." Dzikir ini merupakan kalimat tauhid yang menjadi fondasi keimanan setiap Muslim.

Al-Hafiz Ibn Hajar menjelaskan bahwa alasan sepuluh hari ini begitu istimewa adalah karena menggabungkan seluruh bentuk ibadah utama dalam satu periode — shalat, puasa, sedekah, dan haji. Keempat dzikir ini menjadi amalan paling ringan namun bernilai besar yang bisa diamalkan oleh siapa saja selama hari-hari tersebut.

2. Bacaan Tasbih, Tahmid, dan Takbir Hari Arafah Lengkap dengan Teks Arab

(c)Ilustrasi AI

Agar ibadah dzikir di Hari Arafah lebih terarah, berikut bacaan lengkap yang dianjurkan beserta teks Arab, transliterasi Latin, dan artinya. Setiap Muslim dapat membacanya kapan saja sepanjang hari tanpa batasan jumlah.

1. Bacaan Takbir Tasyrik

اللّٰهُ أَكْبَرُ ❁ اللّٰهُ أَكْبَرُ ❁ لَآ إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ أَكْبَرُ ❁ اللّٰهُ أَكْبَرُ ❁ وَلِلّٰهِ الْحَمْدِ

Allāhu akbar, Allāhu akbar, lā ilāha illa Llāhu wa Llāhu akbar, Allāhu akbar, wa li Llāhi l-ḥamd.

Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tidak ada tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dan segala puji hanya milik Allah."

2. Dzikir Terbaik di Hari Arafah

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ ، وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ ، وهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Lā ilāha illallāhu, waḥdahu lā sharīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu, wa huwa ʿalā kulli shay'in qadīr.

Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Sebagaimana dikutip dari Islamic Relief Worldwide, Rasulullah SAW bersabda, "Doa yang paling utama adalah doa pada Hari Arafah, dan sebaik-baik yang aku dan para nabi sebelumku ucapkan adalah 'Lā ilāha illallāh, waḥdahu lā sharīka lah, lahul mulku wa lahul ḥamdu wa huwa ʿalā kulli shay'in qadīr.'"

3. Doa Kebaikan Dunia dan Akhirat

رَبَّنَا اتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbanā ātinā fid-dunyā ḥasanah wa fil-ākhirati ḥasanah wa qinā ʿadzāban-nār.

Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa neraka."

Baca juga: Amalan bulan Dzulhijjah sesuai sunnah dan keutamaan 10 hari pertama

3. Perbedaan Takbir Mutlak dan Takbir Muqayyad di Hari Arafah

(c)Ilustrasi AI

Salah satu aspek yang perlu dipahami terkait pelaksanaan takbir di bulan Dzulhijjah adalah perbedaan antara takbir mutlak dan takbir muqayyad. Keduanya memiliki ketentuan waktu dan tempat yang berbeda. Berdasarkan Islamic Relief UK, takbir muqayyad merupakan bentuk takbir terbatas yang dibaca segera setelah setiap shalat wajib, dimulai dari Subuh pada 9 Dzulhijjah (Hari Arafah) hingga Ashar pada 13 Dzulhijjah bagi yang tidak sedang melaksanakan haji.

Sementara itu, takbir mutlak bersifat umum dan dianjurkan bahkan lebih awal, yakni sejak tanggal 1 Dzulhijjah. Takbir mutlak bisa dibacakan kapan saja dan di mana saja — tidak terikat dengan ibadah tertentu seperti shalat — serta berlaku mulai dari awal Dzulhijjah hingga terbenam matahari pada 13 Dzulhijjah, termasuk di rumah, pasar, dan perkumpulan.

Diriwayatkan dari Ibnu Umar dan Abu Hurairah bahwa keduanya biasa pergi ke pasar pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah sambil mengumandangkan takbir, lalu orang-orang pun ikut bertakbir mendengar mereka. Tradisi ini menunjukkan bahwa mengeraskan suara saat bertakbir di sepuluh hari pertama Dzulhijjah merupakan sunnah yang sangat dianjurkan.

Mengutip IslamQA.info, "Barangsiapa menghidupkan kembali aspek sunnah yang telah dilupakan setelah wafatnya, ia akan mendapatkan pahala sebesar pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun." Menghidupkan tradisi bertakbir di tempat umum selama hari-hari Dzulhijjah termasuk menghidupkan sunnah yang mulia ini.

Berikut ringkasan perbedaan kedua jenis takbir:

AspekTakbir MutlakTakbir Muqayyad Waktu mulai1 DzulhijjahSubuh 9 Dzulhijjah (Hari Arafah) Waktu berakhir13 Dzulhijjah (terbenam matahari)Ashar 13 Dzulhijjah KetentuanKapan saja, di mana sajaSetelah setiap shalat fardhu Cara membacaDengan suara keras bagi laki-lakiDengan suara keras bagi laki-laki

4. Keutamaan Memperbanyak Dzikir pada Hari Arafah

(c)Ilustrasi AI

Hari Arafah memiliki kedudukan sangat istimewa dalam Islam yang menjadikannya momen paling tepat untuk memperbanyak tasbih, tahmid, dan takbir. Dalam Surah Al-Ma'idah ayat 3, Allah berfirman, "Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagi kalian agama kalian dan telah Aku sempurnakan nikmat-Ku atas kalian dan Aku telah meridhai Islam sebagai agama bagi kalian." Menurut mayoritas ulama tafsir, ayat ini diturunkan pada Hari Arafah saat Haji Wada Rasulullah SAW.

Keutamaan dzikir di Hari Arafah didasari oleh banyak dalil. Nabi SAW mengidentifikasi sepuluh hari pertama Dzulhijjah sebagai hari-hari paling berjasa sepanjang tahun. Beliau bersabda, "Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari ini." Hari Arafah sendiri merupakan puncak dari seluruh rangkaian ibadah di bulan Dzulhijjah.

Sheikh Ahmad Kutty, seorang cendekiawan Muslim senior di Islamic Institute of Toronto, dikutip dari About Islam menyatakan, "Sepuluh hari dan malam pertama Dzulhijjah dianggap sebagai beberapa hari paling diberkahi dalam Islam."

Nabi SAW bersabda, "Tidak ada hari di mana Allah membebaskan lebih banyak orang dari api neraka daripada Hari Arafah." Di hari ini pulalah setan merasa paling hina. Diriwayatkan bahwa setan tidak pernah merasa lebih terhina dan terbuang daripada pada Hari Arafah, semata-mata karena ia menyaksikan turunnya rahmat Allah dan terampuninya dosa-dosa besar. Maka memperbanyak bacaan tasbih, tahmid, dan takbir di hari ini memiliki dampak spiritual yang luar biasa besar.

Baca juga: Puasa Arafah menghapus dosa apa saja menurut para ulama

5. Amalan Pendamping Tasbih Tahmid Takbir di Hari Arafah

(c)Ilustrasi AI

Selain memperbanyak bacaan tasbih, tahmid, dan takbir, terdapat berbagai amalan lain yang sangat dianjurkan untuk mengisi Hari Arafah agar pahalanya semakin berlipat. Keindahan Hari Arafah adalah bahwa ia tidak hanya milik para jamaah haji — Allah menjadikan hari ini dapat diakses oleh setiap mukmin dari kota mana pun di dunia, dalam situasi apa pun.

  1. Puasa Arafah — Bagi yang tidak sedang menunaikan haji, berpuasa pada Hari Arafah merupakan amalan paling berdampak. Rasulullah SAW bersabda, "Puasa Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang" (HR Muslim). Ketahui tata cara lengkap puasa Tarwiyah dan Arafah beserta niatnya.
  2. Memperbanyak doa — Hari Arafah merupakan hari diterimanya doa, dan Allah mencurahkan rahmat serta ampunan-Nya kepada mereka yang kembali kepada-Nya. Panjatkan doa untuk diri sendiri, keluarga, dan seluruh umat.
  3. Membaca Al-Quran — Tilawah Al-Quran merupakan amalan yang pahalanya berlipat pada hari istimewa ini. Setiap huruf yang dibaca bernilai pahala besar dan memperkuat koneksi spiritual antara hamba dan Rabb-nya.
  4. Memperbanyak istighfar — Memohon ampunan, terutama di jam terakhir sebelum terbenam matahari pada Hari Arafah, merupakan waktu yang sangat mustajab.
  5. Bersedekah — Hari Arafah merupakan salah satu kesempatan paling kuat untuk bersedekah. Nabi SAW bersabda, "Sedekah memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api" (HR Tirmidzi).
  6. Memperbanyak shalawat — Mengirimkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW juga menjadi amalan penting yang membawa keberkahan dalam hidup. Pelajari juga sholawat bulan Dzulhijjah yang dianjurkan.
  7. Bertaubat dengan sungguh-sungguh — Banyak ulama berpendapat bahwa taubat adalah fondasi yang mendasari setiap amalan lain di hari ini. Renungkan kesalahan masa lalu dan bertekad untuk tidak mengulanginya.

Imam Ibn Rajab al-Hanbali, dikutip dari Life with Allah menyatakan, "Barangsiapa tidak mampu berdiri di Arafah, hendaklah ia berdiri untuk Allah dan memenuhi hak-hak-Nya yang ia ketahui."

Seluruh amalan di atas dapat dikerjakan oleh siapa saja, baik yang sedang berada di Tanah Suci maupun yang beribadah dari rumah. Pelajari juga cara ibadah sunnah bagi yang tidak berhaji untuk meraih pahala berlipat. Pastikan juga untuk mengetahui bacaan niat puasa Dzulhijjah yang benar. Setelah Hari Arafah berlalu, amalan dzikir tetap diteruskan selama hari-hari Tasyrik hingga 13 Dzulhijjah.

Baca juga: Niat puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah lengkap Arab dan Latin

6. Panduan Waktu dan Tips Mengamalkan Dzikir di Hari Arafah

(c)Ilustrasi AI

Menyusun rutinitas dzikir yang terstruktur akan membantu setiap Muslim memaksimalkan ibadah pada Hari Arafah. Hari ini hanya datang sekali dalam setahun, sehingga perencanaan yang baik sangat diperlukan agar setiap detiknya terisi dengan ketaatan.

Malam sebelum Hari Arafah merupakan kesempatan berharga untuk mempersiapkan hati dan pikiran. Sangat dianjurkan untuk membuat niat yang tulus agar dapat memaksimalkan hari ini, baik melalui puasa, doa, dzikir, maupun sedekah. Menetapkan niat membantu memastikan bahwa kita menjalani hari ini dengan fokus dan tujuan yang jelas.

Berikut pembagian waktu dzikir yang bisa diterapkan:

  1. Setelah Subuh hingga terbit matahari — Mulai hari dengan membaca dzikir pagi, tahlil, dan istighfar. Waktu setelah shalat Subuh merupakan salah satu waktu mustajab untuk berdoa.
  2. Pagi hingga siang — Perbanyak bacaan tasbih, tahmid, dan takbir di sela aktivitas. Dzikir bisa dibaca sambil bekerja atau berkegiatan tanpa memerlukan tempat khusus.
  3. Setelah shalat Dzuhur dan Ashar — Baca takbir muqayyad setelah setiap shalat fardhu, dilanjutkan dengan dzikir bakda shalat seperti biasa.
  4. Sore menjelang Maghrib — Waktu ini merupakan salah satu waktu terbaik untuk berdoa, terutama bersamaan dengan wukuf jamaah haji di Padang Arafah. Panjatkan doa tulus di penghujung hari.
  5. Malam hari — Tutup hari dengan istighfar panjang dan doa-doa khusus untuk keluarga serta seluruh umat Islam.

Sheikh Ibn Uthaymin, ulama terkemuka Arab Saudi, dikutip dari portal edukasi Islam The Faith menyatakan, "Sungguh merupakan anugerah dan berkah besar dari Allah bahwa Dia memberikan kepada hamba-hamba-Nya yang shalih periode waktu untuk memperbanyak amal kebaikan guna meraih pahala yang besar."

Dzikir terbaik yang secara khusus diriwayatkan untuk Hari Arafah adalah bacaan yang Nabi SAW sendiri gambarkan sebagai dzikir paling utama: "Lā ilāha illallāh, waḥdahu lā sharīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu, wa huwa ʿalā kulli shay'in qadīr." Di samping bacaan ini, Hari Arafah utamanya adalah hari untuk memanjatkan doa pribadi yang tulus — permohonan dalam bahasa sendiri yang keluar dari lubuk hati. Persiapkan juga diri untuk menyambut Hari Raya Idul Adha esok harinya dengan hati yang bersih.

7. FAQ Seputar Tasbih Tahmid Takbir Hari Arafah

Kapan waktu mulai dan berakhirnya takbir di Hari Arafah?

Takbir muqayyad (terbatas) dibaca setelah setiap shalat wajib, dimulai dari shalat Subuh pada 9 Dzulhijjah (Hari Arafah) dan berlanjut hingga shalat Ashar pada 13 Dzulhijjah, mencakup total lima hari. Adapun takbir mutlak bersifat lebih luas dan bisa dibaca kapan saja sejak awal Dzulhijjah tanpa terikat waktu shalat. Kedua jenis takbir ini saling melengkapi dan dianjurkan untuk diamalkan bersamaan.

Apakah bacaan tasbih, tahmid, dan takbir di Hari Arafah hanya untuk jamaah haji?

Tidak. Dzikir berupa tasbih, tahmid, dan takbir di Hari Arafah berlaku untuk seluruh umat Islam, baik yang sedang melaksanakan ibadah haji maupun yang berada di rumah. Bahkan bagi yang tidak menunaikan haji, Hari Arafah tetap menjadi momen untuk kembali kepada Allah dengan doa yang tulus, dzikir yang khusyuk, dan taubat yang sungguh-sungguh. Perbedaannya hanya terletak pada amalan tambahan tertentu, seperti puasa Arafah yang tidak dianjurkan bagi jamaah haji agar tetap kuat menjalankan rangkaian wukuf.

Berapa kali sebaiknya membaca tasbih, tahmid, dan takbir di Hari Arafah?

Tidak ada batasan jumlah tertentu yang ditetapkan untuk membaca dzikir di Hari Arafah. Salah satu amalan paling mudah namun paling berpahala yang bisa dilakukan di hari ini adalah mengisi setiap waktu dengan mengingat Allah. Dzikir tidak membutuhkan lokasi khusus, peralatan tertentu, maupun blok waktu yang besar. Yang terpenting adalah kekhusyukan, keistikamahan, dan ketulusan hati saat mengamalkannya sepanjang hari.

Daftar Referensi

  1. IslamQA.info. Virtues of the Ten Days of Dhul Hijjah. Diakses pada 25 Mei 2026, dari https://islamqa.info/en/answers/1699
  2. Islamic Relief UK. What to Do on the Day of Arafah 2026. Diakses pada 25 Mei 2026, dari https://www.islamic-relief.org.uk/giving/islamic-giving/qurbani/dhul-hijjah/the-day-of-arafah/what-to-do/
  3. Islamic Relief Worldwide. The Day of Arafah 2026. Diakses pada 25 Mei 2026, dari https://islamic-relief.org/qurbani/the-day-of-arafah/
  4. Yaqeen Institute. Important Du'as and Dhikr for the Day of Arafah. Diakses pada 25 Mei 2026, dari https://yaqeeninstitute.org/read/blog/important-duas-and-dhikr-for-the-day-of-arafah
  5. Al-Dirassa. The Day of Arafah: Meaning, Virtues, and How to Make the Most of It. Diakses pada 25 Mei 2026, dari https://al-dirassa.com/en/day-of-arafah-meaning-virtues-recommended-acts/

(kpl/fed)

Rekomendasi

Trending