Bacaan Dzikir 10 Hari Pertama Dzulhijjah Lengkap Arab Latin dan Artinya
bacaan dzikir 10 hari pertama dzulhijjah (h)
Kapanlagi.com - Dzulhijjah (ذُو ٱلْحِجَّة) merupakan salah satu dari empat bulan suci dalam kalender hijriyah, dan 10 hari pertamanya menjadi waktu paling mulia sepanjang tahun karena di dalamnya terdapat Hari Arafah, ibadah haji, dan Idul Adha. Memperbanyak bacaan dzikir 10 hari pertama Dzulhijjah adalah salah satu amalan yang paling dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk mengisi waktu yang sangat istimewa ini.
Sepuluh hari pertama Dzulhijjah dianggap sebagai hari-hari paling diberkahi dalam tahun Islam, bahkan melebihi hari-hari di bulan Ramadan. Nabi Muhammad SAW secara tegas memerintahkan umat Muslim agar memperbanyak bacaan dzikir 10 hari pertama Dzulhijjah, termasuk takbir, tahlil, tahmid, dan tasbih sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT.
Dilansir dari IslamQA.info, Nabi SAW memerintahkan umat Muslim untuk memperbanyak bacaan tasbih (SubhanAllah), tahmid (Alhamdulillah), dan takbir (Allahu Akbar) selama sepuluh hari ini. Perintah ini menjadi dasar utama bagi setiap Muslim untuk menghidupkan hari-hari awal Dzulhijjah dengan berbagai bacaan dzikir dan amalan sunnah yang penuh pahala.
Advertisement
1. Keutamaan dan Pengertian Dzikir di 10 Hari Pertama Dzulhijjah
Dzikir secara bahasa berarti mengingat, sedangkan secara istilah merujuk pada segala bentuk penyebutan dan pengagungan nama Allah SWT melalui lisan maupun hati. Dalam konteks 10 hari pertama Dzulhijjah, dzikir memiliki kedudukan yang sangat tinggi karena Allah SWT sendiri bersumpah dengan hari-hari tersebut. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran, "Demi fajar, dan malam yang sepuluh" (QS. Al-Fajr: 1-2), yang menurut mayoritas ulama tafsir merujuk pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah.
Mengacu pada riwayat dalam Sahih al-Bukhari, Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda, "Tidak ada hari-hari di mana amal salih lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari ini." Para sahabat bertanya apakah jihad di jalan Allah pun demikian, dan Rasulullah menjawab bahwa bahkan jihad pun tidak melebihinya kecuali seorang yang pergi berjihad dengan jiwa dan hartanya lalu tidak kembali dengan apa pun. Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah mencatat bahwa hari-hari ini tak tertandingi karena menggabungkan ibadah inti: shalat, puasa, sedekah, dan haji.
Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani, dikutip dari IslamOnline, menyatakan, "Tampaknya alasan keunggulan sepuluh hari Dzulhijjah adalah karena berkumpulnya bentuk-bentuk ibadah utama di dalamnya, yaitu shalat, puasa, sedekah, dan haji — sesuatu yang tidak terjadi di hari-hari lain."
Sepuluh hari ini didefinisikan oleh dzikrullah yang terus-menerus. Setiap Muslim, baik yang sedang menunaikan ibadah haji maupun yang berada di rumah, dianjurkan memenuhi waktu-waktu ini dengan mengingat Allah melalui berbagai bacaan dzikir yang diajarkan Rasulullah SAW. Setiap dzikir adalah kalibrasi ulang hati menuju Sang Penciptanya, dan dalam kehidupan yang penuh distraksi, dzikir menjadi amalan yang mengembalikan fokus kepada hal yang paling penting.
2. Bacaan Dzikir 10 Hari Pertama Dzulhijjah Lengkap Arab dan Latin
Berdasarkan hadis riwayat Imam Ahmad, 'Abdullah bin 'Umar radhiyallahu 'anhu meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda, "Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan lebih dicintai untuk beramal salih di dalamnya daripada sepuluh hari ini, maka perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid." Berikut adalah bacaan-bacaan dzikir utama yang dianjurkan selama 10 hari pertama Dzulhijjah.
Takbir (Mengagungkan Allah)
اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha illallah, wallahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillahil hamd.
Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan segala puji bagi Allah."
Tahlil (Menyatakan Keesaan Allah)
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariikalah, lahul mulku walahul hamdu, wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir.
Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Tahmid (Memuji Allah)
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Alhamdulillahi Rabbil 'aalamiin.
Artinya: "Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam."
Tasbih (Menyucikan Allah)
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ
Subhanallahi wa bihamdihi, Subhanallahil 'azhiim.
Artinya: "Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya, Maha Suci Allah Yang Maha Agung."
Istighfar (Memohon Ampunan)
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ
Astaghfirullahal 'azhiim alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaihi.
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertobat kepada-Nya."
Sebagaimana disampaikan Islamic Relief Australia, Nabi Muhammad SAW juga menganjurkan umat Muslim untuk memperbanyak tasbih (SubhanAllah), tahmid (Alhamdulillah), dan takbir (Allahu Akbar) selama sepuluh hari ini. Kelima bentuk dzikir di atas bisa diamalkan kapan saja — pagi, siang, sore, maupun malam — selama 10 hari pertama Dzulhijjah tanpa terikat waktu tertentu.
Baca juga: Takbiran Idul Adha lengkap dalam tulisan Arab, Latin, dan artinya
3. Lafaz Takbir Mutlak dan Muqayyad di Bulan Dzulhijjah
Salah satu sunnah yang paling khas dari hari-hari awal Dzulhijjah adalah pembacaan takbir secara terus-menerus. Dalam tradisi Islam, takbir selama Dzulhijjah terbagi menjadi dua jenis yang memiliki ketentuan waktu berbeda. Memahami perbedaan keduanya penting agar setiap Muslim dapat mengamalkannya dengan tepat sesuai tuntunan syariat.
Terdapat dua jenis takbir: takbir mutlak dan takbir muqayyad. Takbir mutlak dimulai sejak awal bulan Dzulhijjah hingga hari-hari Idul Adha, sedangkan takbir muqayyad terbatas pada waktu setelah shalat wajib. Takbir mutlak boleh dibaca di mana saja — di rumah, di jalan, di pasar, maupun di masjid — dan tidak terikat pada waktu-waktu shalat. Ibnu 'Umar dan Abu Hurairah radhiyallahu 'anhuma pernah pergi ke pasar pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah sambil mengumandangkan takbir dengan suara keras, dan orang-orang pun ikut bertakbir mendengar keduanya.
Imam An-Nawawi, dikutip dari SunnahOnline, menyatakan, "Berpuasa di sepuluh hari ini sangat dianjurkan." Selain puasa, beliau juga menekankan pentingnya memperbanyak dzikir dan takbir pada hari-hari Dzulhijjah hingga hari tasyrik. Selama sembilan hari pertama, takbir mutlak dianjurkan setiap saat. Kemudian mulai Subuh tanggal 9 Dzulhijjah (Hari Arafah) hingga Ashar tanggal 13 Dzulhijjah, takbir tasyrik yang bersifat muqayyad dibacakan dengan suara keras setelah setiap shalat berjamaah.
Berikut lafaz takbir muqayyad yang umum dibaca setelah shalat wajib:
اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha illallaahu wallahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil hamd.
Artinya: "Allah Maha Besar (3x), tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan bagi Allah segala pujian."
Takbir ini telah menjadi sunnah yang hampir terlupakan di zaman sekarang, terutama di awal sepuluh hari Dzulhijjah. Nabi SAW bersabda, "Barangsiapa menghidupkan kembali suatu sunnah dari sunnahku yang telah dilupakan setelah wafatku, maka ia mendapat pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun" (HR. Tirmidzi). Menghidupkan tradisi bertakbir di tempat-tempat umum selama Dzulhijjah adalah bagian dari menghidupkan sunnah yang sangat mulia ini.
Baca juga: Ucapan Lebaran Haji yang menyentuh hati dan penuh makna
4. Doa yang Dianjurkan di 10 Hari Pertama Dzulhijjah
Selain bacaan dzikir pendek berupa takbir, tahlil, tahmid, dan tasbih, terdapat pula doa-doa khusus yang dianjurkan untuk dibaca selama 10 hari pertama Dzulhijjah. Sebagaimana dikutip dari kitab Al-Mu'jamul Kabir karya Imam Ath-Thabrani, terdapat bacaan tahlil panjang yang sangat dianjurkan untuk diamalkan setiap hari selama sepuluh hari awal bulan Dzulhijjah.
Doa Hasbiyallah (Dibaca Setiap Hari di 10 Hari Pertama)
حَسْبِيَ اللَّهُ وَكَفَى سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ دَعَا لَيْسَ وَرَاءَهُ مُنْتَهَى مَنْ تَوَكَّلَ عَلَى اللَّهِ كُفِيَ وَمَنِ اعْتَصَمَ بِاللَّهِ نَجَا
Hasbiyallahu wakafaa, sami'allaahu liman da'aa, laisa waraa-ahu muntahaa, man tawakkala 'alallaahi kufiya wamani'tashama billaahi najaa.
Artinya: "Cukuplah Allah bagiku dan Dia memadai, Allah mendengar siapa yang berdoa, tiada batas di balik-Nya, barangsiapa bertawakal kepada Allah niscaya dicukupi, dan barangsiapa berpegang teguh kepada Allah niscaya selamat."
Doa Permohonan Kemudahan dan Pertolongan
اللَّهُمَّ فَرَجُكَ القَرِيبُ اللَّهُمَّ سِتْرُكَ الحَصِينُ اللَّهُمَّ مَعْرُوفُكَ القَدِيمُ اللَّهُمَّ عَوَائِدُكَ الحَسَنَةُ
Allaahumma farajukal qariib, allaahumma sitrukal hashiin, allaahumma ma'ruufukal qadiim, allaahumma 'awaa-idukal hasanah.
Artinya: "Ya Allah, pertolongan-Mu yang dekat. Ya Allah, perlindungan-Mu yang kokoh. Ya Allah, kebaikan-Mu yang lama. Ya Allah, kebiasaan-kebiasaan baik-Mu."
Bacaan Tahlil Panjang 10 Hari Dzulhijjah (Dibaca 10 Kali Setiap Hari)
لَا إِلَهَ إِلّا اللهُ عَدَدَ الدُّهُوْرِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ عَدَدَ أَمْوَاجِ البُحُوْرِ، لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ عَدَدَ النَّبَاتِ وَالشَّجَرِ، لاَ إِلَه َإِلَّا اللهُ عَدَدَ اْلقَطْرِ وَاْلمَطَرِ، لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ عَدَدَ لَمْحِ اْلعُيُوْنِ، لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ خيرٌ مِمَّا يَجْمَعُوْنَ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ مِنْ يَوْمِنَا هَذاَ إلِىَ يَوْمِ يُنْفَخُ فِي الصُّوْرِ
Laa ilaaha illallaah 'adadad duhuur, laa ilaaha illallaah 'adada amwaajil buhuur, laa ilaaha illallaah 'adadan nabaati wasy syajar, laa ilaaha illallaah 'adadal qathri wal mathar, laa ilaaha illallaah 'adada lamhil 'uyuun, laa ilaaha illallaah khairum mimmaa yajma'uun, laa ilaaha illallaah min yauminaa haadzaa ilaa yaumi yunfakhu fish shuur.
Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah sebanyak hitungan masa, tiada Tuhan selain Allah sebanyak ombak lautan, tiada Tuhan selain Allah sebanyak tumbuhan dan pohon, tiada Tuhan selain Allah sebanyak tetesan air hujan, tiada Tuhan selain Allah sebanyak kedipan mata, tiada Tuhan selain Allah yang lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan, tiada Tuhan selain Allah mulai hari ini sampai hari ditiupnya sangkakala."
Selawat Khusus Dzulhijjah (Dibaca 5 Kali)
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ مَا اتَّصَلَتِ العُيُونُ بِالنَّظَرِ وَتَزَخْرَفَتِ الأَرَضُوْنَ بِالْمَطَرِ وَحَجَّ حَاجٌ وَاعْتَمَرَ
Allahumma shalli 'alaa sayyidinaa Muhammad mat-tashalatil 'uyuunu bin nazhar, watazakhrafatil aradhuuna bil mathar, wa hajja haajjun wa'tamar.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Muhammad selama mata masih memandang, selama bumi masih dihiasi hujan, dan selama ada orang yang berhaji dan berumrah."
Baca juga: Doa untuk orang berangkat haji dalam bahasa Arab lengkap
Nabi SAW bersabda, "Doa yang paling utama adalah doa pada Hari Arafah, dan sebaik-baik yang aku dan para nabi sebelumku ucapkan adalah Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariikalah" (HR. Muwatta Malik). Puncak dari seluruh rangkaian doa dan dzikir di 10 hari pertama Dzulhijjah berada pada Hari Arafah (9 Dzulhijjah), di mana doa yang dipanjatkan memiliki peluang sangat besar untuk dikabulkan oleh Allah SWT.
Baca juga: Pengertian manasik haji beserta tujuan dan tata cara pelaksanaannya
5. Amalan Sunnah Pendamping Dzikir selama 10 Hari Pertama Dzulhijjah
Keutamaan sepuluh hari ini terletak pada berkumpulnya seluruh bentuk ketaatan utama — shalat, puasa, haji, zakat, dan amalan besar lainnya — yang tidak terjadi bersamaan di waktu lain sepanjang tahun. Seperti yang diberitakan SAPA-USA, sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah anugerah ilahi yang menawarkan peluang tak tertandingi untuk pertumbuhan spiritual, dan mengikuti sunnah Nabi berupa puasa, dzikir, serta amalan lainnya dapat menghasilkan pahala yang luar biasa. Berikut adalah amalan-amalan sunnah yang melengkapi bacaan dzikir selama periode ini.
Puasa Sunnah 1-9 Dzulhijjah
Nabi SAW biasa berpuasa pada sembilan hari pertama Dzulhijjah, pada hari Asyura, dan tiga hari setiap bulan (HR. Abu Dawud, dinilai shahih oleh Al-Albani). Berpuasa sangat dianjurkan untuk sembilan hari pertama bulan suci ini, dan jika tidak mampu berpuasa seluruhnya, utamakan puasa pada hari ke-9 yaitu Hari Arafah.
Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)
Nabi SAW bersabda tentang puasa Hari Arafah, "Puasa Hari Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang" (HR. Muslim). Puasa ini dianjurkan bagi yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji.
Memperbanyak Shalat Sunnah dan Tahajud
Sepuluh hari pertama Dzulhijjah merupakan kesempatan terbaik untuk meningkatkan ibadah sunnah seperti shalat tahajud, membaca Al-Quran, bersedekah, berdoa, dan berbuat baik kepada sesama. Pahala setiap ibadah dilipat gandakan oleh Allah pada masa-masa ini.
Membaca Al-Quran
Sepuluh hari ini ideal untuk meningkatkan bacaan Al-Quran. Jika selama ini ingin menyelesaikan bacaan atau memahami suatu surah lebih dalam, inilah waktu yang tepat. Pahala bacaan dilipatgandakan, dan suasana spiritual hari-hari ini membuat refleksi terasa lebih natural. Setiap Muslim bisa meluangkan waktu untuk membaca surat-surat pendek dari Juz 30 maupun surah-surah panjang lainnya.
Bersedekah
Sedekah di sepuluh hari ini membawa bobot yang luar biasa. Setiap sadaqah — baik donasi langsung, dukungan untuk anak yatim, atau bantuan untuk korban bencana — dilipatgandakan pahala dan dampaknya.
Berkurban pada Hari Raya Idul Adha
Kurban pada Idul Adha (10 Dzulhijjah) merupakan sunnah muakkadah bagi yang mampu. Nabi SAW bersabda, "Barangsiapa memiliki kemampuan untuk berkurban tetapi tidak melakukannya, janganlah ia mendekati tempat shalat kami" (HR. Ibnu Majah). Tradisi ini merupakan warisan dari Nabi Ibrahim 'alaihissalam.
Baca juga: Ucapan Idul Adha singkat dan menyentuh untuk keluarga
Bertobat dan Menjauhi Maksiat
Gunakan hari-hari ini untuk merefleksi diri, memohon ampunan, dan menyelaraskan kembali tujuan hidup. Amalan di 10 hari pertama Dzulhijjah bukan sekadar ibadah fisik, melainkan juga tentang kembali kepada Allah dengan ketulusan.
Tidak Memotong Rambut dan Kuku bagi yang Berkurban
Sunnah menunjukkan bahwa orang yang hendak berkurban harus menahan diri dari memotong rambut dan kukunya sejak awal sepuluh hari Dzulhijjah hingga ia berkurban, berdasarkan sabda Nabi SAW, "Apabila kamu melihat hilal Dzulhijjah dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, hendaklah ia menahan rambutnya dan kukunya."
Baca juga: Pengertian haji qiran beserta niat dan tata cara pelaksanaannya
Menjaga Silaturahmi
Islam sangat menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan keluarga dan sesama Muslim. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda, "Pelajarilah nasab kalian untuk memudahkan menyambung silaturahmi. Sesungguhnya silaturahmi menumbuhkan kasih sayang, menambah harta, dan memperpanjang umur" (HR. Tirmidzi).
Baca juga: Ucapan Idul Adha 2026 penuh toleransi dan kebersamaan
Menghadiri Shalat Idul Adha
Melaksanakan shalat Idul Adha secara berjamaah termasuk sunnah yang sangat ditekankan. Menghadiri shalat Id merupakan bagian dari sunnah Rasulullah SAW, dan setiap Muslim hendaknya bersemangat mempraktikkannya sesuai dengan ajaran Nabi.
Baca juga: Ucapan Lebaran Idul Adha terbaru yang menghibur dan bermakna
6. FAQ Seputar Bacaan Dzikir 10 Hari Pertama Dzulhijjah
Apa saja bacaan dzikir yang dianjurkan di 10 hari pertama Dzulhijjah?
Bacaan dzikir utama yang dianjurkan meliputi takbir (Allahu Akbar), tahlil (Laa ilaaha illallaah), tahmid (Alhamdulillah), tasbih (Subhanallah), dan istighfar (Astaghfirullah). Kelima bacaan ini disebutkan secara eksplisit dalam hadis Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad sebagai amalan paling dicintai Allah pada hari-hari tersebut.
Kapan waktu terbaik membaca dzikir selama Dzulhijjah?
Selama sepuluh hari pertama Dzulhijjah, sangat dianjurkan memperbanyak dzikir, terutama takbir secara rutin. Dzikir mutlak bisa dibaca kapan saja sepanjang hari dan malam, sedangkan takbir muqayyad khusus dibaca setelah shalat fardhu berjamaah mulai dari Subuh tanggal 9 hingga Ashar tanggal 13 Dzulhijjah.
Apakah ada dalil bahwa 10 hari pertama Dzulhijjah lebih utama dari Ramadan?
Sebagaimana sepuluh malam terakhir Ramadan adalah malam-malam terbaik sepanjang tahun, sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah hari-hari terbaik sepanjang tahun. Para ulama berpendapat bahwa siang hari di Dzulhijjah lebih utama dari siang hari Ramadan, sementara malam-malam Ramadan (khususnya Lailatul Qadr) tetap lebih utama dari malam-malam Dzulhijjah.
Apakah puasa di 10 hari pertama Dzulhijjah hukumnya wajib?
Puasa pada sembilan hari pertama Dzulhijjah hukumnya sunnah, bukan wajib. Jika tidak mampu berpuasa seluruhnya, prioritaskan puasa pada Hari Arafah (9 Dzulhijjah) yang pahalanya menghapus dosa dua tahun. Bagi jamaah haji yang sedang berada di Arafah, tidak dianjurkan berpuasa agar tetap kuat beribadah.
Berapa kali bacaan tahlil panjang Dzulhijjah dibaca setiap hari?
Berdasarkan riwayat yang termuat dalam kitab Al-Mu'jamul Kabir karya Imam Ath-Thabrani, bacaan tahlil panjang Dzulhijjah dianjurkan untuk dibaca sebanyak 10 kali setiap hari selama sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Keutamaan membaca doa ini secara istikamah adalah mendapatkan ampunan dari Allah SWT.
Apakah dzikir Dzulhijjah harus dibaca dengan suara keras?
Dianjurkan untuk mengeraskan suara saat membaca takbir di pasar, rumah, jalan, masjid, dan tempat lainnya, khususnya bagi laki-laki. Adapun bagi perempuan, cukup membacanya dengan suara pelan. Dzikir selain takbir bisa dibaca dengan suara pelan maupun keras sesuai situasi dan kondisi.
Apakah dzikir 10 hari pertama Dzulhijjah hanya untuk yang tidak berhaji?
Tidak. Dzikir di 10 hari pertama Dzulhijjah dianjurkan bagi seluruh umat Muslim, baik yang sedang melaksanakan haji maupun yang berada di rumah. Baik sedang menunaikan haji ataupun di rumah, hari-hari ini menawarkan kesempatan unik untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui amalan-amalan sunnah. Perbedaannya hanya terletak pada jenis amalan tambahan tertentu, seperti puasa Arafah yang tidak dianjurkan bagi jamaah haji.
Sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah kesempatan emas yang datang hanya sekali dalam setahun. Setiap Muslim memiliki peluang yang sama untuk meraih pahala berlipat ganda melalui bacaan dzikir, doa, puasa, dan berbagai amalan sunnah lainnya. Jangan biarkan hari-hari mulia ini berlalu tanpa mengisinya dengan ketaatan dan dzikrullah yang senantiasa menghidupkan hati.
Baca juga: Keistimewaan 10 hari pertama bulan Ramadan beserta bacaan doanya
Daftar Referensi
- IslamQA. Virtues of the Ten Days of Dhul Hijjah. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://islamqa.info/en/answers/49042
- Islamic Relief Australia. The Significance of the First 10 Days of Dhul Hijjah. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://islamicrelief.org.au/the-significance-of-the-first-10-days-of-dhul-hijjah/
- Human Appeal USA. First 10 Days of Dhul Hijjah: Virtues, Acts of Worship and Checklist. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://humanappealusa.org/news/2026/4/first-10-days-of-dhul-hijjah
- OnePath Network. The Ultimate Guide: What to Do in the First 10 Days of Dhul Hijjah. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://onepathnetwork.com/dhul-hijjah/the-ultimate-guide-what-to-do-in-the-first-10-days-of-dhul-hijjah/
- SAPA-USA. Essential Sunnah Practices for the First Ten Days of Dhul-Hijjah. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://sapa-usa.org/dhul-hijjah-sunnah-practices/
- Yaqeen Institute. A Sacred Invitation: What to Do in the First 10 Days of Dhul Hijjah. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://yaqeeninstitute.org/read/blog/a-sacred-invitation-what-to-do-in-the-first-10-days-of-dhul-hijjah
- Penny Appeal. Duas for Dhul Hijjah. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://pennyappeal.org/news/duas-dhul-hijjah
- ICNA. Virtues of the First 10 Days of Dhul-Hijja. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://icna.org/virtues-of-the-first-10-days-of-dhul-hijja/
- IslamOnline. Thoughts at the Brink of the Ten Days of Dhul-Hijjah. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://islamonline.net/en/thoughts-at-the-brink-of-the-ten-days-of-dhul-hijjah/
- About Islam. 7 Virtues of First 10 Days of Dhul-Hijjah. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://aboutislam.net/reading-islam/living-islam/7-virtues-first-10-days-dhul-hijjah/
(kpl/fed)
Advertisement
D Academy 8
-
Selebritis Pacaran Zahra DA7 dan Eby Rizta Bawakan Ulang 'Saat Bahagia' Versi Dangdut
-
Dangdut Indonesia Fahri Labuan Batu Tersenggol dari Top 31 Group 5, Tetap Tegar