Dzikir Hari Arafah Lengkap Bacaan Arab Latin dan Keutamaannya

Dzikir Hari Arafah Lengkap Bacaan Arab Latin dan Keutamaannya
dzikir hari arafah (h)

Kapanlagi.com - Hari Arafah merupakan hari paling penting dalam rangkaian ibadah haji sekaligus salah satu hari termulia dalam kalender Islam. Bagi umat Islam di seluruh dunia, baik yang sedang berhaji maupun tidak, hari ini menjadi momentum emas untuk memperbanyak dzikir hari Arafah, doa, dan istighfar kepada Allah SWT.

Hari Arafah berbeda dari hari-hari lain sepanjang tahun karena Nabi Muhammad SAW menggambarkannya sebagai hari ketika Allah turun ke langit dunia dan mendekat kepada hamba-hamba-Nya. Membaca dzikir hari Arafah menjadi amalan utama yang tidak boleh dilewatkan untuk meraih ampunan dan rahmat Allah yang begitu luas.

Dilansir dari Yaqeen Institute, Nabi SAW bersabda bahwa tidak ada hari di mana Allah membebaskan lebih banyak orang dari api neraka dibandingkan Hari Arafah, dan bahkan bagi yang tidak menunaikan haji, hari ini tetap menjadi waktu untuk kembali kepada Allah dengan doa, dzikir, dan taubat yang tulus. Keutamaan ini menjadikan setiap Muslim memiliki peluang besar untuk meraih pengampunan tanpa harus berada di Padang Arafah.

1. Apa Itu Hari Arafah dan Mengapa Begitu Istimewa

Hari Arafah adalah tanggal 9 Dzulhijjah, hari terakhir dalam bulan terakhir kalender Islam lunar. Pada hari ini, jutaan jamaah haji menuju Padang Arafah dan berdiri dalam doa serta munajat mulai dari tengah hari hingga matahari terbenam — sebuah ritual yang dianggap sebagai pilar utama ibadah haji itu sendiri. Nabi SAW menegaskan kedudukan ini dengan sabdanya, "Haji itu adalah Arafah" (HR. Abu Dawud).

(c)Ilustrasi AI

Mengacu pada Human Appeal USA, pada hari inilah ayat Al-Quran berikut diturunkan, "Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu" (QS. Al-Maidah: 3), dan wahyu tersebut turun ketika Nabi SAW sedang berdiri di Padang Arafah saat haji perpisahan.

Imam Ibn al-Qayyim, dikutip dari Deen Minder, menyatakan, "Perkumpulan rahmat terbesar terjadi pada Hari Arafah, dan kebanggaan terbesar terjadi ketika Allah menyebut nama para jamaah haji di hadapan para malaikat." Kedudukan ini menunjukkan bahwa Hari Arafah menjadi puncak spiritual yang tidak ditemukan di hari-hari lain.

Keindahan Hari Arafah terletak pada kenyataan bahwa hari ini bukan hanya milik para jamaah haji semata — Allah telah menjadikan hari ini bisa diakses oleh setiap mukmin, dari kota mana pun di muka bumi, dalam keadaan apa pun. Oleh karena itu, setiap Muslim hendaknya memanfaatkan momen ini dengan sebaik-baiknya melalui berbagai amalan yang dianjurkan.

2. Dzikir Utama di Hari Arafah Sesuai Hadis Nabi SAW

(c)Ilustrasi AI

Bacaan dzikir yang paling utama pada Hari Arafah telah diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW. Dzikir agung ini digambarkan oleh Nabi SAW sebagai ucapan terbaik yang pernah disampaikan oleh nabi mana pun, dan merupakan anugerah bagi umat ini di mana mengulanginya sepanjang Hari Arafah menjadi sumber pahala yang sangat besar.

Dari 'Amr bin Syu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah SAW bersabda:

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

Khairud du'aa-i du'aa-u yaumil 'Arafah, wa khairu maa qultu ana wan nabiyyuuna min qablii: Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir.

"Sebaik-baik doa adalah doa pada Hari Arafah. Dan sebaik-baik yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para nabi sebelumku adalah: Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan, segala pujian, dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (HR. Tirmidzi no. 3585)

Baca juga: Bacaan Dzikir 10 Hari Pertama Dzulhijjah Lengkap Arab Latin dan Artinya

Dalam riwayat Imam Ahmad, disebutkan bahwa kebanyakan doa Rasulullah SAW pada hari Arafah adalah bacaan tahlil tersebut. Adapun dalam riwayat Baihaqi, terdapat tambahan lafaz:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyii wa yumiitu biyadihil khairu wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir.

"Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia yang menghidupkan dan mematikan. Kebaikan berada pada kuasa-Nya, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Berdasarkan Islamic Relief UK, membaca tahlil, takbir (Allahu Akbar), tahmid (Alhamdulillah), dan tasbih (Subhanallah) sebanyak mungkin pada Hari Arafah merupakan sunnah Nabi SAW yang juga berlaku pada hari Idul Adha dan hari-hari tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah). Berikut rangkuman dzikir yang dianjurkan pada hari Arafah:

  1. Tahlil ArafahLaa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir.
  2. TakbirAllaahu Akbar, Allaahu Akbar, Laa ilaaha illallaahu wallaahu Akbar. Allaahu Akbar wa lillaahil hamd.
  3. TahmidAlhamdulillaahi Rabbil 'aalamiin.
  4. TasbihSubhaanallaahi wa bihamdihi, subhaanallaahil 'azhiim.
  5. IstighfarAstaghfirullaah (diperbanyak sepanjang hari).
  6. Selawat Ibrahimiyah — dibaca 100 kali atau lebih sesuai kemampuan.

3. Kumpulan Doa Hari Arafah Lengkap Bacaan Arab, Latin, dan Artinya

(c)Ilustrasi AI

Selain dzikir tahlil utama, terdapat banyak doa ma'tsur yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW dan para sahabat untuk diamalkan di Hari Arafah. Sebagaimana disampaikan OnePath Network, selain doa utama Arafah, umat Muslim sebaiknya menyusun doa secara terstruktur mencakup permohonan ampunan, petunjuk, perlindungan, dan keberhasilan, serta mengambil dari doa-doa Qurani dan nabawi yang paling kuat.

Berikut beberapa doa yang dianjurkan:

1. Doa Kebaikan Dunia dan Akhirat (Doa Sapu Jagad)

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanatan wa fil aakhirati hasanatan wa qinaa 'adzaaban naar.

"Ya Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa neraka." (QS. Al-Baqarah: 201)

2. Doa Pengakuan Dosa dan Ampunan

اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا كَبِيرًا وَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Allaahumma innii zhalamtu nafsii zhulman katsiiran kabiiran, wa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta, faghfir lii maghfiratan min 'indika, warhamnii innaka antal ghafuurur rahiim.

"Ya Allah, aku telah menzalimi diriku dengan kezaliman yang banyak dan besar. Tiada yang mengampuni dosa selain Engkau. Ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu dan kasihanilah aku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

3. Doa Sayyidul Istighfar

Hari Arafah adalah hari puncak untuk memohon ampunan, dan Nabi SAW menyebut doa berikut sebagai doa terbaik untuk meminta pengampunan:

Allahumma anta Rabbii laa ilaaha illaa anta, khalaqtanii wa ana 'abduka, wa ana 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu. A'uudzu bika min syarri maa shana'tu, abu'u laka bini'matika 'alayya, wa abu'u laka bidzanbii faghfir lii fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.

"Ya Allah, Engkau Tuhanku, tidak ada sesembahan selain Engkau. Engkau menciptakanku dan aku hamba-Mu. Aku berpegang pada janji-Mu semampuku. Aku berlindung dari keburukan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu dan mengakui dosaku, maka ampunilah aku, karena tiada yang mengampuni dosa selain Engkau."

Baca juga: Amalan Bulan Dzulhijjah Sesuai Sunnah dan Keutamaan 10 Hari Pertama

4. Doa Perlindungan dari Segala Keburukan

اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِي وَعَنْ يَمِينِي وَعَنْ شِمَالِي وَمِنْ فَوْقِي وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

Allaahummahfazhnii min baini yadayya wa min khalfii, wa 'an yamiinii wa 'an shimaalii wa min fawqii, wa a'uudzu bi'azhomatika an ughtaala min tahtii.

"Ya Allah, lindungilah aku dari depanku, belakangku, dari kananku dan kiriku, dan dari atasku, dan aku berlindung kepada Keagungan-Mu agar tidak disergap dari bawahku."

5. Doa Memohon Surga dan Perlindungan dari Neraka

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ

Allaahumma innii as-alukal jannata wa a'uudzu bika minan naar.

"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu surga dan berlindung kepada-Mu dari neraka." (HR. Abu Dawud)

6. Doa Istikamah dalam Taubat

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً تَصْلُحُ بِهَا شَأْنِي فِي الدَّارَيْنِ وَارْحَمْنِي رَحْمَةً وَاسِعَةً أَسْعَدُ بِهَا فِي الدَّارَيْنِ وَتُبْ عَلَيَّ تَوْبَةً نَصُوحًا لَا أَنْكُثُهَا أَبَدًا وَأَلْزِمْنِي سَبِيلَ الاِسْتِقَامَةِ لَا أَزِيغُ عَنْهَا أَبَدًا

Allaahummaghfir lii maghfiratan tashluhu bihaa sya'nii fiddaarayn, warhamnii rahmatan waasi'atan as'adu bihaa fiddaarayn, wa tub 'alayya taubatan nashuuhan laa ankutsuhaa abadan, wa alzimnii sabiilal istiqaamati laa aziigu 'anhaa abadan.

"Ya Allah, ampunilah aku dengan ampunan yang memperbaiki urusanku di dunia dan akhirat. Berikanlah rahmat-Mu yang luas agar aku bahagia di dunia dan akhirat. Terimalah taubatku dengan taubat nashuha yang tidak kuciderai lagi selamanya. Tetapkanlah aku di jalan istikamah yang tidak kuselewengkan lagi selamanya."

Baca juga: Sholawat Bulan Dzulhijjah Lengkap Bacaan Arab Latin dan Keutamaannya

4. Waktu Terbaik Membaca Dzikir Hari Arafah

Tidak semua waktu di Hari Arafah memiliki keutamaan yang sama untuk berdzikir dan berdoa. Para ulama menekankan bahwa ada jendela waktu tertentu yang dianggap paling mustajab untuk memanjatkan permohonan kepada Allah SWT. Memahami waktu terbaik ini membantu setiap Muslim memaksimalkan ibadahnya, baik yang sedang berwukuf di Padang Arafah maupun yang beribadah dari rumah.

Seperti yang diberitakan OnePath Network, waktu paling dianjurkan untuk berdoa di Hari Arafah adalah sejak masuk waktu Dzuhur hingga matahari terbenam (Maghrib), dengan penekanan khusus pada rentang waktu antara Ashar dan Maghrib, di mana Nabi SAW menghabiskan seluruh periode ini dalam doa yang tiada henti.

Ibn al-Qayyim, dikutip dari Human Appeal USA, menyatakan bahwa doa di Hari Arafah lebih diterima dibandingkan hari-hari lainnya, termasuk Lailatul Qadr. Al-Awza'i, dikutip dari Life With Allah, menambahkan, "Aku pernah menjumpai orang-orang yang menyembunyikan kebutuhan mereka hingga Hari Arafah, agar mereka bisa memohon kepada Allah pada hari itu."

Sufyan al-Thawri, dikutip dari Life With Allah, saat ditanya tentang siapa yang paling malang di antara sekumpulan jamaah di Arafah, menjawab, "Orang yang mengira bahwa Allah tidak akan mengampuninya." Kisah ini menggambarkan betapa luasnya ampunan Allah pada hari tersebut, sehingga dzikir hari Arafah hendaknya dibarengi dengan keyakinan penuh bahwa Allah akan menerima setiap permohonan hamba-Nya.

Baca juga: Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah, Amalan Penghapus Dosa

5. Amalan Sunnah Pendamping Dzikir Hari Arafah

(c)Ilustrasi AI

Dzikir hari Arafah akan semakin sempurna apabila dibarengi dengan amalan-amalan sunnah lainnya. Sebagaimana dikutip dari Islamic Relief, sebagai hari paling utama sepanjang tahun bagi umat Islam, penting untuk meningkatkan amal kebaikan demi meraih keberkahan hari tersebut, termasuk mendekatkan diri kepada Allah melalui dzikir dan ibadah, di mana amalan terbaik meliputi shalat nafilah, membaca Al-Quran, dan mengirimkan selawat kepada Nabi SAW. Berikut amalan-amalan sunnah yang melengkapi dzikir di Hari Arafah:

  1. Puasa Arafah — Berpuasa pada tanggal 9 Dzulhijjah sangat dianjurkan bagi yang tidak sedang berhaji. Nabi SAW bersabda bahwa puasa Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang (HR. Muslim no. 1162). Para ulama dari keempat mazhab Sunni menganggap puasa Arafah sebagai sunnah muakkadah (sunnah yang sangat ditekankan) bagi yang tidak menunaikan haji. Ibn al-Qayyim, dikutip dari Toronto Dawah, menyatakan, "Hari Arafah berada di salah satu bulan haram, dan didahului serta diikuti oleh bulan haram, berbeda dengan Asyura. Kedua, puasa Hari Arafah termasuk kekhususan syariat kita." Pelajari lebih lanjut tentang puasa Arafah dan jenis dosa yang dihapus.
  2. Memperbanyak Membaca Al-QuranMembaca Al-Quran di hari-hari Dzulhijjah memberikan pahala berlipat ganda, terutama pada hari Arafah yang menjadi puncak kemuliaan bulan ini.
  3. Bersedekah — Memberikan sedekah di Hari Arafah merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Penting untuk mengingat saudara-saudara yang membutuhkan di seluruh dunia pada hari yang diberkahi ini, karena bersedekah merupakan salah satu bentuk ibadah paling utama.
  4. Shalat Sunnah — Shalat Dhuha, tahajud, dan rawatib memperkaya amalan di Hari Arafah. Ibadah sunnah bagi yang tidak berhaji ini menjadi wasilah meraih pahala yang besar.
  5. Refleksi dan Introspeksi Diri — Hari Arafah adalah waktu terbaik untuk merenungkan perbuatan selama setahun ke belakang dan memperbarui komitmen keimanan, sejalan dengan amalan ibadah di bulan Dzulhijjah.
  6. Berdoa untuk Orang Tua dan Seluruh Umat — Panjatkan doa bagi diri sendiri, kedua orang tua, keluarga, dan seluruh umat Islam agar mendapat ampunan dan keberkahan.
  7. Bertaubat dengan Sungguh-sungguh — Jadikan hari ini sebagai titik balik untuk meninggalkan dosa dan kembali kepada Allah.

Baca juga: Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah Lengkap Arab Latin

6. Adab Berdzikir dan Berdoa di Hari Arafah

Agar dzikir hari Arafah diterima oleh Allah SWT, terdapat sejumlah adab yang perlu diperhatikan. Mengacu pada penjelasan Imam al-Nawawi yang dirangkum dalam kitab Al-Adzkar, hari Arafah merupakan hari terbaik dalam setahun untuk berdoa, dan umat Islam hendaknya benar-benar melapangkan diri untuk mengisi waktu dengan dzikir, doa, dan tilawah Al-Quran.

Berikut adab-adab penting saat berdzikir dan berdoa di Hari Arafah:

  1. Menghadirkan hati — Fokuskan seluruh pikiran dan perasaan hanya kepada Allah saat membaca dzikir dan memanjatkan doa. Hindari gangguan duniawi sebisa mungkin.
  2. Merendahkan suara — Disunnahkan untuk berdoa dengan suara yang lembut dan penuh kerendahan hati, bukan dengan berteriak atau mengeraskan suara secara berlebihan.
  3. Memulai dan mengakhiri dengan pujian — Awali doa dengan hamdalah, pujian kepada Allah, serta selawat kepada Nabi SAW, dan akhiri dengan hal serupa.
  4. Berdoa dengan penuh keyakinan — Yakinkan diri bahwa Allah pasti mendengar dan akan mengabulkan doa pada waktunya. Jangan merasa tergesa-gesa dengan jawaban doa.
  5. Berwudhu dan menghadap kiblat — Menjaga keadaan bersuci dan menghadap arah Ka'bah saat berdoa menjadi adab yang dianjurkan.
  6. Mengulang-ulang doa — Bacalah doa berulang kali dan jangan berhenti hanya sekali. Dzikir yang paling utama pada Hari Arafah yang dilaporkan dari Nabi SAW hendaknya diulang sepanjang hari dengan kehadiran hati yang tulus, dan di luar formula tersebut, Hari Arafah adalah hari untuk berdoa secara personal dengan kata-kata sendiri dalam bahasa apa pun yang keluar dari hati.
  7. Mendoakan orang lain — Berdoalah untuk diri sendiri, orang tua, keluarga, guru, sahabat, dan seluruh umat Islam. Keluasan doa menunjukkan kebesaran jiwa seorang mukmin.

Baca juga: Urutan Ibadah Haji Lengkap dari Awal Sampai Akhir

Dengan memahami dan mengamalkan adab-adab ini, dzikir hari Arafah yang dipanjatkan insyaAllah akan lebih bermakna dan diterima di sisi Allah SWT. Jadikan setiap detik di Hari Arafah sebagai momen berharga yang tidak mungkin diulang kembali, sebagaimana kedudukan Arafah sebagai ritual terpenting dalam haji yang menegaskan bahwa hari ini tidak boleh disia-siakan.

7. FAQ Seputar Dzikir Hari Arafah

(c)Ilustrasi AI

1. Apakah dzikir hari Arafah hanya untuk jamaah haji yang sedang wukuf?

Tidak. Dzikir hari Arafah dianjurkan bagi seluruh umat Islam, baik yang sedang melaksanakan wukuf di Padang Arafah maupun yang beribadah di rumah masing-masing. Keutamaan hari ini bersifat universal dan dapat diraih oleh siapa saja yang bersungguh-sungguh berdzikir dan berdoa kepada Allah SWT.

2. Berapa kali dzikir tahlil Arafah sebaiknya dibaca?

Tidak ada batasan jumlah pasti yang diwajibkan dalam membaca dzikir tahlil Arafah. Umat Muslim dianjurkan untuk membacanya sebanyak mungkin sepanjang hari, terutama mulai waktu Dzuhur hingga Maghrib. Sebagian ulama menganjurkan pembacaan minimal 100 kali hingga 1.000 kali sesuai kemampuan masing-masing.

3. Bolehkah berdoa dengan bahasa sendiri di Hari Arafah?

Tentu saja boleh. Meskipun sangat dianjurkan membaca doa-doa ma'tsur dari Nabi SAW dan Al-Quran, umat Muslim juga dipersilakan berdoa dengan bahasa sendiri sesuai kebutuhan dan harapan pribadi. Ketulusan hati jauh lebih utama daripada kesempurnaan bahasa, dan Allah Maha Mendengar setiap permohonan hamba-Nya dalam bahasa apa pun.

Semoga Allah SWT mempertemukan kita dengan Hari Arafah dalam keadaan iman terbaik, hati yang lembut, dan doa-doa yang diijabah. Pelajari juga panduan lengkap doa berbuka puasa Arafah untuk menyempurnakan ibadah di hari mulia ini.

Daftar Referensi

  1. Yaqeen Institute. Important Du'as and Dhikr for the Day of ʿArafah. Diakses pada 25 Mei 2026, dari https://yaqeeninstitute.org/read/blog/important-duas-and-dhikr-for-the-day-of-arafah
  2. Islamic Relief UK. What to Do on the Day of Arafah 2026. Diakses pada 25 Mei 2026, dari https://www.islamic-relief.org.uk/giving/islamic-giving/qurbani/dhul-hijjah/the-day-of-arafah/what-to-do/
  3. Human Appeal USA. Day of Arafah 2026: Fasting, Dua, and What to Do on This Sacred Day. Diakses pada 25 Mei 2026, dari https://humanappealusa.org/news/2026/5/day-of-arafah-2026-fasting-dua-and-what-to-do-on-this-sacred-day
  4. OnePath Network. Best Duas to Read on the Day of Arafah. Diakses pada 25 Mei 2026, dari https://onepathnetwork.com/dhul-hijjah/best-duas-to-read-on-the-day-of-arafah/
  5. Al-Dirassa. The Day of Arafah: Meaning, Virtues, and How to Make the Most of It. Diakses pada 25 Mei 2026, dari https://al-dirassa.com/en/day-of-arafah-meaning-virtues-recommended-acts/

(kpl/fed)

Rekomendasi
Trending