Puasa Arafah Menghapus Dosa Apa Saja dan Penjelasan Lengkap Menurut Para Ulama

Puasa Arafah Menghapus Dosa Apa Saja dan Penjelasan Lengkap Menurut Para Ulama
puasa arafah menghapus dosa apa saja (h)

Kapanlagi.com - Pertanyaan tentang puasa Arafah menghapus dosa apa saja kerap muncul menjelang bulan Dzulhijjah setiap tahunnya. Bagi yang tidak melaksanakan ibadah haji, puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah atau Hari Arafah sangat dianjurkan untuk dikerjakan.

Nabi Muhammad SAW menyatakan bahwa puasa pada Hari Arafah dapat menghapus dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang. Namun, tidak semua jenis dosa otomatis terhapus hanya dengan berpuasa sehari.

Memahami puasa Arafah menghapus dosa apa saja sangat penting agar umat Islam tidak keliru menafsirkan keutamaan ibadah ini. Pembahasan berikut akan mengulas secara lengkap mulai dari dalil, pendapat ulama, hingga tata cara pelaksanaannya.

Dilansir dari IslamWeb, Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa makna hadis tentang penghapusan dosa melalui puasa Arafah merujuk pada dosa-dosa kecil, bukan dosa besar. Apabila seseorang tidak memiliki dosa kecil, diharapkan puasa ini menjadi penyebab diringankannya dosa besar, dan jika tidak ada dosa besar, maka derajatnya akan ditinggikan.

1. Pengertian Puasa Arafah dan Dalil Penghapusan Dosa

Pengertian Puasa Arafah dan Dalil Penghapusan Dosa (c) Ilustrasi AI

Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, tepat satu hari sebelum Hari Raya Idul Adha. Berpuasa pada hari ini sangat dianjurkan dan pahalanya berupa penghapusan dosa satu tahun yang lalu serta satu tahun yang akan datang. Hari Arafah sendiri merupakan hari paling penting dalam rangkaian ibadah haji, di mana jutaan jamaah berkumpul di Padang Arafah untuk berdoa dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Dalam sebuah hadis, Nabi SAW bahkan menegaskan bahwa inti dari ibadah haji adalah Arafah (HR Abu Dawud).

Merujuk Muslim Hands UK, pada tanggal 9 Dzulhijjah, jamaah haji menuju Padang Arafat untuk menjamak shalat Dzuhur dan Ashar, kemudian menghabiskan sepanjang hari untuk berdoa. Bagi umat Islam di seluruh dunia yang tidak sedang menunaikan haji, puasa Arafah menjadi sarana utama untuk meraih keutamaan hari tersebut. Ibadah ini termasuk puasa sunnah muakkadah yang kedudukannya sangat tinggi dalam kalender Hijriah.

Dalil utama tentang keutamaan puasa Arafah berasal dari hadis riwayat Abu Qatadah al-Anshari. Rasulullah SAW bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ

"Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." (HR Muslim no. 1162)

Hadis ini menjelaskan bahwa puasa Arafah menghapus dosa-dosa kecil dari tahun yang lalu dan tahun mendatang, sedangkan untuk dosa besar, tetap diperlukan taubat yang sungguh-sungguh berupa kembali kepada Allah dan berusaha untuk berubah. Puasa sendiri merupakan salah satu ibadah paling dicintai oleh Allah SWT, sebagaimana dalam hadis qudsi bahwa puasa adalah amalan yang Allah klaim untuk diri-Nya dan Dia sendirilah yang akan memberi ganjarannya. Oleh karena itu, memahami jenis dosa yang terhapus melalui puasa Arafah menjadi hal krusial bagi setiap Muslim.

2. Puasa Arafah Menghapus Dosa Apa Saja Menurut Penjelasan Ulama

Puasa Arafah Menghapus Dosa Apa Saja Menurut Penjelasan Ulama (c) Ilustrasi AI

Pertanyaan tentang puasa Arafah menghapus dosa apa saja telah dijawab oleh para ulama dari berbagai generasi. Secara umum, dosa-dosa yang disebutkan dalam hadis tersebut adalah dosa-dosa kecil (ash-shaghair), bukan dosa-dosa besar (al-kabair), karena dosa besar hanya terampuni melalui taubat yang tulus. Berikut penjelasan para ulama tentang hal ini.

  1. Dosa Kecil (Ash-Shaghair) yang Terhapus

    Imam An-Nawawi dalam Al-Minhaj Syarah Shahih Muslim menegaskan bahwa makna penghapusan dosa dalam hadis puasa Arafah merujuk kepada dosa-dosa kecil. Dosa kecil meliputi perbuatan seperti berkata kasar tanpa sengaja, memandang sesuatu yang tidak semestinya, lalai dalam menjaga lisan, atau kelalaian ringan dalam ibadah sehari-hari. Inilah jenis dosa yang paling utama dihapus oleh puasa Arafah.

  2. Dosa Besar (Al-Kabair) Tidak Terhapus Tanpa Taubat

    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, dikutip dari IslamQA, menyatakan, "Shalat lima waktu, dari satu Jumat ke Jumat berikutnya, dan dari satu Ramadhan ke Ramadhan berikutnya menghapus dosa di antara keduanya selama dosa besar dijauhi. Diketahui bahwa shalat lebih utama dari puasa, dan puasa Ramadhan lebih agung dari puasa Arafah, namun ibadah-ibadah tersebut tidak menghapus dosa kecuali jika dosa besar dijauhi."

  3. Dosa Besar Memerlukan Prosesi Taubat Khusus

    Mayoritas ulama sepakat bahwa dosa yang dimaksud dalam hadis ini adalah dosa kecil, sedangkan dosa besar seperti zina, riba, sihir, dan meninggalkan shalat harus ditaubati secara sungguh-sungguh dan tulus. Prosesi taubat tersebut meliputi penyesalan mendalam atas perbuatan, komitmen untuk tidak mengulangi, dan memohon ampun kepada Allah SWT.

  4. Jika Tidak Ada Dosa Kecil, Dosa Besar Diringankan

    Sebagaimana dikutip dari IslamWeb, apabila seseorang tidak memiliki dosa kecil, maka diharapkan puasa Arafah menjadi sebab diringankannya dosa-dosa besar yang ia miliki. Jika ia tidak memiliki dosa besar sekalipun, maka puasa tersebut akan menjadi sarana naiknya derajat di sisi Allah SWT.

  5. Penghapusan Dosa Berlaku untuk Dua Tahun

    Keunikan puasa Arafah dibandingkan puasa sunnah lainnya adalah cakupan penghapusan dosanya yang meliputi dua tahun: satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya. Puasa Asyura (10 Muharram) misalnya, hanya menghapus dosa satu tahun yang lalu. Hal ini menunjukkan kedudukan Hari Arafah yang sangat istimewa dalam Islam.

  6. Dosa yang Berkaitan dengan Hak Sesama Manusia Perlu Penyelesaian Tersendiri

    Para ulama menekankan bahwa dosa yang menyangkut hak orang lain (haqq al-adami), seperti utang yang belum dibayar, kezaliman terhadap sesama, atau fitnah yang belum diklarifikasi, tidak terampuni hanya dengan puasa sunnah. Dosa jenis ini memerlukan penyelesaian langsung dengan pihak yang dirugikan, di samping memohon ampunan kepada Allah.

3. Syarat Terhapusnya Dosa Kecil melalui Puasa Arafah

Syarat Terhapusnya Dosa Kecil melalui Puasa Arafah (c) Ilustrasi AI

Mengetahui puasa Arafah menghapus dosa apa saja saja tidak cukup tanpa memahami syarat yang harus dipenuhi agar penghapusan dosa tersebut benar-benar terwujud. Sebagaimana dilaporkan IslamQA, puasa pada hari Asyura atau Arafah hanya menghapus dosa-dosa kecil, dan dosa besar memerlukan taubat yang tulus. Berikut syarat-syarat pentingnya.

  1. Menjauhi Dosa-Dosa Besar

    Syarat utama agar dosa kecil terhapus melalui amal saleh termasuk puasa Arafah adalah menjauhi dosa-dosa besar. Allah SWT berfirman:

    إِن تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُم مُّدْخَلًا كَرِيمًا

    "Jika kalian menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang untuk kalian, maka Kami akan menghapus semua dosa kecil kalian. Dan Kami akan masukkan kalian ke surga." (QS. An-Nisa: 31)

  2. Tidak Terus-menerus Melakukan Dosa Kecil

    Dosa kecil yang dilakukan secara terus-menerus tanpa rasa menyesal dapat berubah menjadi dosa besar. Ibnu Abbas radhiyallahu'anhu berkata, "Tidak ada dosa besar bila disertai istighfar, dan tidak ada istilah dosa kecil jika dilakukan terus-menerus." Konsistensi dalam dosa kecil justru menghilangkan fungsi penghapusan dosa dari amal saleh.

  3. Melaksanakan Puasa dengan Ikhlas dan Penuh Keimanan

    Berdasarkan Human Appeal, puasa merupakan salah satu ibadah terbaik yang dapat dilakukan seorang hamba karena ia dicintai Allah dan menunjukkan ketulusan kepada-Nya. Niat yang ikhlas semata-mata karena Allah menjadi pondasi diterimanya setiap amal ibadah, termasuk puasa Arafah.

  4. Dibarengi dengan Istighfar dan Amal Saleh Lainnya

    Puasa Arafah akan lebih sempurna jika diiringi dengan memperbanyak istighfar, membaca Al-Quran, berzikir, dan bersedekah sepanjang hari. Amalan-amalan ini memperkuat efek spiritual dari puasa dan memperbesar peluang diterimanya ibadah di sisi Allah.

  5. Menghindari Hal-Hal yang Merusak Pahala Puasa

    Seorang Muslim yang berpuasa Arafah hendaknya menjaga lisan dari ghibah, fitnah, dan perkataan dusta. Rasulullah SAW mengingatkan bahwa banyak orang yang berpuasa namun tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga karena tidak menjaga perilakunya selama berpuasa.

4. Keutamaan Lain Puasa Arafah Selain Menghapus Dosa

Keutamaan Lain Puasa Arafah Selain Menghapus Dosa (c) Ilustrasi AI

Selain menjawab pertanyaan puasa Arafah menghapus dosa apa saja, penting juga untuk mengetahui berbagai keutamaan lain dari ibadah ini. Dilansir dari Islamic Relief, Hari Arafah merupakan hari yang sangat penting bagi umat Muslim karena menjadi hari pengampunan, rahmat, dan keberkahan yang luar biasa, sekaligus hari penebusan dan kesempatan untuk penyucian diri.

  1. Pembebasan dari Siksa Neraka

    Sebagaimana dilaporkan Muslim Aid, Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada hari di mana Allah membebaskan lebih banyak hamba dari api neraka selain Hari Arafah. Dia mendekat, lalu membanggakan mereka di hadapan para malaikat seraya berkata: Apa yang mereka inginkan?" (HR Muslim)

  2. Amal Saleh Paling Dicintai Allah

    Hari Arafah termasuk dalam 10 hari pertama bulan Dzulhijjah yang memiliki kedudukan sangat mulia. Rasulullah SAW bersabda bahwa tidak ada hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah dibandingkan 10 hari pertama Dzulhijjah, bahkan melebihi jihad kecuali seseorang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya tanpa kembali (HR Bukhari).

  3. Pahala Dilipatgandakan

    Puasa satu hari pada 10 hari pertama Dzulhijjah setara dengan puasa satu tahun penuh, dan shalat malam satu malam di dalamnya setara dengan shalat pada Lailatul Qadr (HR At-Tirmidzi). Keutamaan ini menjadikan puasa di hari-hari tersebut sangat berharga.

  4. Hari Mustajabnya Doa

    Merujuk Muslim Hands UK, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa pada Hari Arafah terdapat satu waktu di mana seorang hamba yang beriman tidak memohon kebaikan kepada Allah kecuali akan dikabulkan, dan tidak memohon perlindungan dari keburukan kecuali akan dilindungi (HR Tirmidzi).

  5. Puasa Menjadi Syafaat di Hari Kiamat

    Berdasarkan Human Appeal, Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa puasa akan datang pada Hari Kiamat sebagai penyyafaat, dengan berkata, "Ya Tuhan, aku telah mencegahnya dari makanan dan keinginan fisiknya di siang hari, maka izinkanlah aku memberi syafaat untuknya." (HR Musnad Ahmad)

  6. Hari Disempurnakannya Agama Islam

    Hari Arafah juga merupakan hari di mana Allah menurunkan ayat yang menyatakan, "Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu." (QS. Al-Maidah: 3). Fakta ini menambah keagungan Hari Arafah dalam sejarah Islam.

  7. Meneladani Sunnah Nabi Muhammad SAW

    Nabi Muhammad SAW sendiri terbiasa berpuasa pada 9 hari pertama Dzulhijjah sebagai sunnah yang tidak pernah beliau tinggalkan. Dengan menjalankan puasa Arafah, umat Islam mengikuti jejak Rasulullah dalam menghidupkan hari-hari terbaik sepanjang tahun.

5. Niat dan Tata Cara Melaksanakan Puasa Arafah

Niat dan Tata Cara Melaksanakan Puasa Arafah (c) Ilustrasi AI

Setelah memahami puasa Arafah menghapus dosa apa saja, langkah selanjutnya adalah mengetahui niat dan tata cara pelaksanaannya. Puasa ini dapat dikerjakan oleh siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan, muda atau tua, selama dalam kondisi mampu. Jamaah haji yang sedang melaksanakan wukuf di Arafah tidak dianjurkan berpuasa agar fokus beribadah dan tetap kuat secara fisik.

  1. Membaca Niat Puasa Arafah

    Niat puasa Arafah dibaca pada malam hari sejak terbenamnya matahari hingga sebelum terbit fajar. Karena termasuk puasa sunnah, niat juga boleh dilakukan di siang hari selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa. Berikut bacaan niatnya:

    نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

    Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta'ala.

    Artinya: "Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta'ala."

  2. Makan Sahur

    Meskipun tidak wajib, makan sahur sangat dianjurkan karena mengandung keberkahan dan memberikan kekuatan untuk menjalani puasa. Sahur sebaiknya dilakukan menjelang waktu imsak agar lebih optimal.

  3. Menahan Diri dari Hal yang Membatalkan Puasa

    Selama berpuasa, seorang Muslim menahan diri dari makan, minum, dan hubungan suami istri sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Selain itu, disunnahkan pula menjaga lisan dan perilaku agar pahala puasa tidak berkurang.

  4. Memperbanyak Doa dan Zikir

    Hari Arafah adalah hari diterimanya doa, di mana Allah mencurahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada hamba yang berpaling kepada-Nya. Dianjurkan untuk memperbanyak doa terutama antara waktu Dzuhur dan Maghrib. Doa saat berbuka puasa juga termasuk waktu mustajab yang sebaiknya dimanfaatkan.

  5. Membaca Takbir, Tahlil, dan Tahmid

    Disunnahkan memperbanyak bacaan tahlil (Laa ilaaha illallah), takbir (Allahu Akbar), dan tahmid (Alhamdulillah) sepanjang Hari Arafah dan hari-hari tasyrik (11-13 Dzulhijjah). Amalan ini melengkapi ibadah puasa dan memperkaya dimensi spiritual hari tersebut.

  6. Menyegerakan Berbuka

    Ketika matahari telah terbenam dan masuk waktu Maghrib, disunnahkan untuk segera berbuka puasa. Berbuka dengan kurma atau air putih merupakan sunnah Rasulullah SAW yang sebaiknya diteladani.

  7. Membaca Doa Berbuka Puasa

    Berikut doa berbuka puasa yang dianjurkan:

    اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

    Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa 'ala rizqika afthartu. Birahmatika yaa arhamar rahimin.

    Artinya: "Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Penyayang."

Baca juga: Bolehkah Menggabungkan Puasa Qadha Ramadhan dengan Puasa Arafah?

6. FAQ Seputar Puasa Arafah Menghapus Dosa Apa Saja

FAQ Seputar Puasa Arafah Menghapus Dosa Apa Saja (c) Ilustrasi AI

1. Apakah puasa Arafah menghapus semua jenis dosa?

Tidak, puasa Arafah hanya menghapus dosa-dosa kecil, bukan dosa besar. Dosa besar seperti syirik, zina, mencuri, dan meninggalkan shalat memerlukan taubat nasuha yang tulus disertai penyesalan mendalam, komitmen untuk tidak mengulangi, dan memohon ampun kepada Allah SWT.

2. Berapa lama dosa yang dihapus oleh puasa Arafah?

Puasa pada Hari Arafah menghapus dosa-dosa kecil selama dua tahun, yaitu satu tahun yang telah berlalu dan satu tahun yang akan datang. Keutamaan ini menjadikan puasa Arafah salah satu puasa sunnah paling istimewa dalam Islam.

3. Apakah orang yang sedang berhaji boleh berpuasa Arafah?

Jamaah haji yang sedang melaksanakan ibadah haji tidak dianjurkan berpuasa pada Hari Arafah karena mereka dalam status musafir dan fokus utama mereka di hari tersebut adalah berdoa. Nabi Muhammad SAW sendiri tidak berpuasa saat wukuf di Arafah.

4. Kapan waktu pelaksanaan puasa Arafah?

Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, satu hari sebelum Hari Raya Idul Adha. Umat Islam Indonesia mengikuti penetapan awal bulan Dzulhijjah yang ditetapkan oleh pemerintah setempat melalui sidang isbat Kementerian Agama RI.

5. Bolehkah niat puasa Arafah dilakukan di siang hari?

Boleh, karena puasa Arafah termasuk puasa sunnah yang niatnya diperbolehkan dilakukan di siang hari dengan syarat belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan dan minum sejak terbit fajar. Meski demikian, berniat sejak malam hari tetap lebih utama untuk menyempurnakan ibadah.

6. Apa perbedaan puasa Arafah dengan puasa Asyura dalam hal penghapusan dosa?

Puasa Arafah menghapus dosa kecil selama dua tahun (setahun sebelum dan setahun sesudah), sedangkan puasa Asyura pada 10 Muharram hanya menghapus dosa kecil selama satu tahun yang lalu. Perbedaan ini menunjukkan bahwa puasa Arafah memiliki kedudukan lebih tinggi dari segi keutamaan penghapusan dosa.

7. Apa yang sebaiknya dilakukan selain berpuasa pada Hari Arafah?

Selain berpuasa, disunnahkan untuk memperbanyak bacaan tahlil, takbir, dan tahmid sepanjang Hari Arafah serta hari-hari tasyrik. Memperbanyak doa, membaca Al-Quran, bersedekah, dan melakukan amal kebaikan lainnya juga sangat dianjurkan untuk memaksimalkan pahala di hari yang mulia ini.

Memahami puasa Arafah menghapus dosa apa saja merupakan bekal penting bagi setiap Muslim agar tidak keliru dalam memaknai ibadah ini. Dengan mengetahui bahwa yang terhapus adalah dosa kecil dan tetap diperlukan taubat untuk dosa besar, umat Islam diharapkan tidak terpedaya atau menganggap remeh perbuatan dosa. Jadikan puasa Arafah sebagai momentum pembersihan diri, penguatan iman, dan lembaran baru menuju kehidupan yang lebih baik menjelang perayaan Idul Adha.

Daftar Referensi

  1. Islamic Relief UK. The Day of Arafah 2026. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://islamic-relief.org/qurbani/the-day-of-arafah/
  2. Islamic Relief UK. Fasting in Dhul Hijjah 2026. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://islamic-relief.org/qurbani/fasting-in-dhul-hijjah/
  3. IslamQA. Does Fasting on Arafah and Ashura Expiate Major Sins? Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://islamqa.info/en/answers/176290/does-fasting-on-arafah-and-ashura-expiate-major-sins
  4. IslamWeb. Sins That Are Atoned by Fasting Arafah and the Tenth of Muharram. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://www.islamweb.net/en/article/155857/sins-that-are-atoned-by-fasting-arafah-and-the-tenth-of-muharram
  5. Muslim Hands UK. The Day of Arafah: Your Questions Answered. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://muslimhands.org.uk/islamic-resources/the-day-of-arafah-all-your-questions-answered
  6. Muslim Aid. The Importance of the Day of Arafah. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://www.muslimaid.org/what-we-do/religious-dues/qurbani/the-day-of-arafah/
  7. Human Appeal USA. 5 Incredible Reasons You Should Fast on Arafah. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://humanappealusa.org/news/2024/03/5-incredible-reasons-you-should-fast-on-arafah
  8. Muslim Hands USA. Day of Arafah 2026: One Fast, 2 Years Forgiven. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://muslimhandsusa.org/latest/2026/04/day-of-arafah-2026-one-fast-2-years-forgiven
  9. SeekersPathway. Fasting on Arafah Day: A Day to Wipe Past Sins. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://seekerspathway.com/fasting-on-day-of-arafah/
  10. Dompet Dhuafa. Which is Better, Fasting Tarwiyah or Arafah? Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://www.dompetdhuafa.org/en/which-is-better-fasting-tarwiyah-or-arafah/

(kpl/fed)

Rekomendasi

Trending