Wirid Puasa Arafah Lengkap dengan Bacaan Arab, Latin, dan Keutamaannya
wirid puasa arafah (h)
Kapanlagi.com - Puasa Arafah bukan puasa wajib, melainkan puasa sunnah yang sangat dianjurkan bagi Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Membaca wirid puasa Arafah menjadi pelengkap ibadah yang memperkuat dimensi spiritual puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah ini.
Hari Arafah merupakan puncak ibadah haji sekaligus salah satu hari paling mulia dalam kalender Islam, di mana Nabi SAW menyatakan bahwa puasa pada hari ini menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Memahami wirid puasa Arafah beserta bacaan dan keutamaannya akan membantu setiap Muslim memaksimalkan ibadah di hari yang penuh berkah ini.
Sebagai hari paling mulia bagi umat Muslim sepanjang tahun, sangat penting untuk memperbanyak amal kebaikan demi meraih keberkahan hari tersebut, baik bagi yang sedang menunaikan haji maupun yang beribadah dari rumah. Dilansir dari Islamic Relief Worldwide, amalan dzikir terbaik pada hari ini meliputi shalat nafilah (sunnah), membaca Al-Quran, dan mengirimkan shalawat kepada Nabi SAW.
Advertisement
1. Pengertian Wirid Puasa Arafah dalam Islam
Secara umum, wirid adalah membaca bacaan tertentu secara terus-menerus yang dijadikan sebagai amalan rutin. Wirid bukan berupa bacaan dzikir saja, tetapi juga kerap dikombinasikan dengan bacaan ayat-ayat dalam Al-Quran hingga bacaan doa lain yang disesuaikan dengan situasi. Dalam konteks puasa Arafah, wirid merujuk pada rangkaian bacaan dzikir, doa, dan ayat Al-Quran yang diamalkan sepanjang hari saat menjalankan puasa sunnah pada tanggal 9 Dzulhijjah.

Dzikir merupakan amalan mengingat dan menyebut nama Allah SWT tanpa ada batasan waktu tertentu, sedangkan wirid adalah bacaan zikir yang dilakukan secara rutin dengan ketentuan waktu, tempat, hingga tata caranya yang tetap. Mengenai hal ini, arti wirid menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dimaknai dengan kutipan-kutipan Al-Quran yang ditetapkan untuk dibaca, serta diartikan juga dengan dzikir yang diucapkan sesudah sholat.
Bagi umat Muslim di seluruh dunia yang tidak sedang menunaikan haji, Hari Arafah tetap menjadi salah satu hari terbesar untuk beribadah, bertaubat, berpuasa, dan berdoa. Wirid puasa Arafah menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT di hari yang penuh rahmat ini. Pada hari inilah Allah menyempurnakan agama Islam, sebagaimana firman-Nya dalam QS. al-Maidah ayat 3.
Baca juga: Arti kata wirid beserta perbedaannya dengan dzikir
Sheikh Ahmad Kutty, seorang cendekiawan Muslim senior di Islamic Institute of Toronto, dikutip dari About Islam menyatakan, "Sepuluh hari dan malam pertama Dzulhijjah dianggap sebagai beberapa hari paling diberkahi dalam Islam."
2. Bacaan Wirid Utama saat Puasa Arafah Beserta Teks Arab dan Latin
Doa yang disebut oleh Nabi SAW sebagai hal terbaik yang pernah diucapkan oleh seluruh nabi merupakan hadiah berharga bagi umat ini. Mengulang bacaan ini sepanjang Hari Arafah mendatangkan pahala yang sangat besar. Berikut bacaan-bacaan wirid utama yang dianjurkan saat menjalankan puasa Arafah.
- Bacaan Tahlil (Dzikir Utama Hari Arafah)
Sebagaimana dikutip dari Yaqeen Institute, bacaan terbaik untuk dipanjatkan pada Hari Arafah berdasarkan hadis riwayat At-Tirmidzi adalah bacaan tahlil berikut:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa 'ala kulli syai-in qadiir.
Artinya: "Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."
- Bacaan Istighfar (100 kali)
Berdasarkan Islami.co, bacaan istighfar termasuk wirid yang dianjurkan untuk diperbanyak sepanjang Hari Arafah:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الحَيُّ القَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ
Astaghfirullaahal 'adziim alladzi laa ilaaha illa huwal hayyul qayyuum, wa atuubu ilaihi.
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup dan yang mengatur segala makhluk-Nya, dan kepada-Nya aku bertaubat."
- Bacaan Shalawat (100 kali)
Memperbanyak shalawat kepada Nabi SAW juga merupakan bagian penting dari wirid puasa Arafah:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala aali sayyidina Muhammad kama shallaita 'ala Ibrahim wa 'ala aali Ibrahim innaka hamiidum majiid.
Artinya: "Ya Allah, sampaikan salam sejahtera kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah memberikan salam sejahtera kepada Nabi Ibrahim beserta keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung."
- Bacaan Takbir
Bacaan takbir sangat dianjurkan, terutama menjelang Idul Adha:
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
Allaahu Akbar Allaahu Akbar Allaahu Akbar, laa ilaaha illallaahu wallaahu Akbar, Allaahu Akbar wa lillaahil hamd.
Artinya: "Allah Maha Besar (3x), tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar (2x), dan segala puji hanya milik Allah."
- Bacaan Tasbih, Tahmid, dan Tahlil (Masing-masing 33 kali)
سُبْحَانَ اللهِ (33x) - اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ (33x) - اللهُ أَكْبَرُ (33x)
SubhanAllah (33x) - Alhamdulillah (33x) - Allahu Akbar (33x)
- Doa Sapu Jagat
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa 'adzaaban naar.
Artinya: "Ya Tuhan kami, berikanlah kebaikan kepada kami di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa neraka."
Baca juga: Dzikir bulan Dzulhijjah lengkap beserta bacaan Arab dan Latin
3. Keutamaan Puasa Arafah dan Wirid yang Menyertainya
Mengacu pada Islamic Relief UK, puasa pada Hari Arafah sangat dianjurkan bagi seluruh Muslim yang tidak sedang menunaikan haji, dan Nabi Muhammad SAW menyatakan bahwa puasa pada hari ini menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang, menjadikannya salah satu amalan paling berharga di luar Ramadan. Berikut sejumlah keutamaan yang melekat pada ibadah di hari ini.
- Penghapusan Dosa Dua Tahun
Hadis riwayat Sahih Muslim nomor 1162 menyebutkan, "Puasa pada Hari Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." Secara umum, dosa-dosa yang disebutkan dalam hadis tersebut adalah dosa-dosa kecil, bukan dosa-dosa besar, karena dosa besar hanya terampuni melalui taubat yang tulus. Keutamaan ini berlaku bagi yang melaksanakan puasa Arafah dengan penuh keikhlasan.
- Hari Pembebasan Terbanyak dari Neraka
Nabi SAW bersabda, "Tidak ada hari di mana Allah membebaskan lebih banyak orang dari neraka dibandingkan Hari Arafah."
- Hari Doa yang Paling Mustajab
Hari Arafah adalah hari diterimanya doa, dan Allah mencurahkan rahmat serta ampunan-Nya kepada mereka yang berpaling kepada-Nya. Doa yang dipanjatkan sambil berpuasa di hari ini memiliki kedudukan yang sangat tinggi.
- Pahala Berlipat Ganda
Menurut hadis yang diriwayatkan At-Tirmidzi, berpuasa pada salah satu dari sepuluh hari Dzulhijjah setara dengan puasa satu tahun penuh, dan melaksanakan shalat tahajud pada salah satu malamnya setara dengan beribadah di Malam Lailatul Qadar.
- Hari Penyempurnaan Agama
Pada hari ini Allah menyempurnakan agama Islam melalui firman-Nya, "Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu" (QS. al-Maidah: 3).
- Puasa Sunnah Paling Utama
Nabi Muhammad SAW menyatakan bahwa puasa pada hari ini menghapus dosa dua tahun sekaligus, menjadikannya salah satu puasa sunnah yang paling berharga dalam Islam.
Baca juga: Keutamaan 10 hari pertama Dzulhijjah
4. Amalan Pendamping Wirid Puasa Arafah agar Ibadah Lebih Sempurna
Untuk meraih manfaat maksimal dari Hari Arafah, disarankan menjalankan puasa dengan penuh keikhlasan, menjauhi ucapan dan perilaku dosa, serta mengisi hari dengan ibadah, tilawah Al-Quran, dan doa. Mengutip IslamOnline, persiapan fisik juga penting, salah satunya dengan mengatur jadwal tidur dan makan beberapa hari sebelumnya agar tetap kuat berpuasa sekaligus beribadah sepanjang hari.
Wirid puasa Arafah akan semakin bermakna jika diiringi dengan amalan-amalan sunnah lainnya. Shalat Dhuha, Tahajud, dan shalat sunnah rawatib sangat dianjurkan untuk memperkaya amalan, dan dzikir terbaik pada hari ini meliputi shalat nafilah, membaca Al-Quran, serta mengirimkan shalawat kepada Nabi SAW. Simak juga panduan doa setelah sholat Tahajud untuk melengkapi ibadah malam.
Hari Arafah adalah hari diterimanya doa, dan waktu antara Dhuhr dan Maghrib disebut-sebut sebagai waktu paling mustajab untuk berdoa. Perlu diingat bahwa puasa bukan hanya menahan diri dari makanan dan minuman, tetapi juga menahan diri dari dosa. Seorang Muslim yang berpuasa Arafah hendaknya memperbanyak dzikir dan menjaga lisan dari perkataan sia-sia agar pahalanya tidak berkurang.
Puasa Arafah akan lebih sempurna jika diiringi dengan memperbanyak istighfar, membaca Al-Quran, berzikir, dan bersedekah sepanjang hari, karena amalan-amalan ini memperkuat efek spiritual puasa dan memperbesar peluang diterimanya ibadah di sisi Allah. Baca juga panduan ibadah yang dianjurkan di bulan Dzulhijjah.
5. Waktu Terbaik Membaca Wirid saat Puasa Arafah
Memahami pembagian waktu dalam membaca wirid puasa Arafah sangat penting agar ibadah sepanjang hari terkelola dengan baik. Imam An-Nawawi dalam Kitab Al-Adzkar menjelaskan bahwa di antara sepuluh hari awal Dzulhijjah, Hari Arafah (9 Dzulhijjah) merupakan waktu paling utama untuk memperbanyak dzikir.
Waktu yang paling dianjurkan untuk memperbanyak doa dan wirid adalah dari waktu Dzuhur hingga matahari terbenam (Maghrib), dengan penekanan khusus pada waktu antara Ashar dan Maghrib, karena Nabi SAW menghabiskan seluruh periode ini dalam doa yang berkesinambungan. Merujuk OnePath Network, jam-jam menjelang Maghrib pada Hari Arafah dianggap sebagai momen paling berharga sepanjang tahun.
Secara praktis, pembacaan niat puasa dilakukan sebelum Subuh, kemudian wirid bisa dibaca setelah shalat fardhu, saat luang di siang hari, hingga menjelang waktu berbuka. Takbir mutlak bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja sejak awal Dzulhijjah hingga akhir hari Tasyrik, sementara takbir muqayyad dikaitkan dengan waktu setelah setiap shalat fardhu berjamaah, dimulai dari Subuh Hari Arafah hingga Ashar pada 13 Dzulhijjah.
Bagi yang memiliki halangan untuk tidak berpuasa seperti sakit, hamil, atau bepergian, mereka tetap dapat menghormati hari ini melalui dzikir, doa pribadi, dan tilawah Al-Quran. Wirid puasa Arafah pada dasarnya bisa diamalkan oleh siapa pun, bahkan yang tidak berpuasa sekalipun. Ketahui juga cara ibadah sunnah bagi yang tidak berhaji agar tetap meraih pahala besar.
6. Niat dan Doa Berbuka Puasa Arafah
Sebelum menjalankan puasa Arafah, membaca niat merupakan langkah awal yang menentukan keabsahan ibadah. Untuk niat puasa Arafah, seorang Muslim mengucapkan niat dari dalam hati yang sudah dianggap sah menurut keempat mazhab fikih Islam. Berikut bacaan niat puasa Arafah:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma 'arafata sunnatan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta'ala."
Saat berbuka, membaca doa sesuai sunnah sangat dianjurkan agar ibadah lebih sempurna. Berikut doa berbuka puasa Arafah:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa 'ala rizqika afthartu birahmatika yaa arhamar raahimiin.
Artinya: "Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Penyayang."
Perlu diperhatikan bahwa jamaah haji yang sedang melaksanakan wukuf di Arafah tidak dianjurkan berpuasa, karena akan melemahkan mereka selama rangkaian ibadah yang berat di Padang Arafat. Puasa Arafah merupakan sunnah khusus bagi yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Pelajari juga keistimewaan bulan Dzulhijjah untuk memahami konteks yang lebih luas.
Imam Ibn Rajab Al-Hanbali, dikutip dari Life with Allah menyatakan, "Barangsiapa tidak mampu berdiri di Arafah, maka berdirilah untuk Allah dan penuhi hak-hak-Nya."
Sebagaimana dilaporkan Al-dirassa, doa pada Hari Arafah lebih dari sekadar formula tertentu, ia adalah momen doa pribadi yang tulus, sebuah permohonan yang bisa diucapkan dalam bahasa apa pun yang datang dari hati. Kesempatan ini sebaiknya dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan membaca shalawat, doa buka puasa, serta memperbanyak wirid sepanjang hari. Bagi yang memiliki utang puasa Ramadan, ketahui juga hukum menggabungkan puasa qadha dengan puasa Dzulhijjah.
7. FAQ Seputar Wirid Puasa Arafah
1. Apakah wirid puasa Arafah harus dibaca dalam bahasa Arab?
Doa pada Hari Arafah adalah momen doa pribadi yang tulus, sebuah permohonan yang bisa diucapkan dalam bahasa apa pun yang datang dari hati. Untuk bacaan wirid yang telah diajarkan Nabi SAW seperti tahlil, takbir, dan istighfar, dianjurkan membaca dalam bahasa Arab sebagaimana lafaz aslinya. Namun untuk doa pribadi, tidak ada batasan bahasa selama dipanjatkan dengan ketulusan.
2. Kapan waktu paling utama membaca wirid pada Hari Arafah?
Waktu paling utama untuk berdoa dan berdzikir pada Hari Arafah adalah antara Dhuhr dan Maghrib, saat Allah turun ke langit terdekat dan membanggakan hamba-hamba-Nya di hadapan para malaikat. Meskipun begitu, wirid bisa diamalkan sepanjang hari sejak Subuh hingga waktu berbuka puasa.
3. Apakah orang yang tidak berpuasa tetap bisa membaca wirid pada Hari Arafah?
Bagi yang tidak mampu berpuasa, mereka tetap bisa meningkatkan ibadah dengan memperbanyak dzikir, melaksanakan shalat nafilah, membaca Al-Quran, mengirimkan shalawat kepada Nabi SAW, dan memberikan sedekah. Wirid dan doa pada Hari Arafah terbuka bagi seluruh umat Muslim tanpa terkecuali, bukan hanya bagi yang berpuasa saja.
Daftar Referensi
- Islamic Relief Worldwide. The Day of Arafah 2026. Diakses pada 25 Mei 2026, dari https://islamic-relief.org/qurbani/the-day-of-arafah/
- Yaqeen Institute. Important Du'as and Dhikr for the Day of Arafah. Diakses pada 25 Mei 2026, dari https://yaqeeninstitute.org/read/blog/important-duas-and-dhikr-for-the-day-of-arafah
- Islamic Relief UK. Fasting on the Day of Arafah 2026. Diakses pada 25 Mei 2026, dari https://www.islamic-relief.org.uk/giving/islamic-giving/qurbani/dhul-hijjah/the-day-of-arafah/fasting/
- OnePath Network. Best Duas to Read on the Day of Arafah. Diakses pada 25 Mei 2026, dari https://onepathnetwork.com/dhul-hijjah/best-duas-to-read-on-the-day-of-arafah/
- IslamOnline. Practical Tips for Dhul-Hijjah Days. Diakses pada 25 Mei 2026, dari https://islamonline.net/en/practical-tips-for-dhul-hijjah-days/
(kpl/fed)
Advertisement