Bacaan Niat Puasa 10 Hari Pertama Dzulhijjah Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Bacaan Niat Puasa 10 Hari Pertama Dzulhijjah Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
bacaan niat puasa 10 hari pertama dzulhijjah (h)

Kapanlagi.com - Menjelang bulan Dzulhijjah, umat Islam mulai mempersiapkan berbagai amalan sunnah untuk menyambut salah satu bulan paling mulia dalam kalender Hijriah. Salah satu ibadah yang paling banyak dicari adalah bacaan niat puasa 10 hari pertama Dzulhijjah beserta tata cara pelaksanaannya.

Umat Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji sangat dianjurkan untuk berpuasa pada 9 hari pertama Dzulhijjah. Banyak orang tidak mengetahui bahwa 10 hari pertama Dzulhijjah lebih baik dari semua hari lainnya dalam setahun, bahkan lebih baik dari hari-hari di bulan Ramadan.

Dilansir dari Islamic Relief Worldwide, puasa merupakan salah satu cara terbaik untuk melatih nafs (keinginan) serta menumbuhkan kesabaran, ketaatan, dan ketundukan kepada Allah. Memahami bacaan niat puasa 10 hari pertama Dzulhijjah dengan benar akan membantu ibadah menjadi lebih khusyuk dan bermakna, terutama bagi yang ingin meraih pahala berlipat di bulan istimewa ini.

1. Apa Itu Puasa 10 Hari Pertama Dzulhijjah

Apa Itu Puasa 10 Hari Pertama Dzulhijjah (c) Ilustrasi AI

Dalam Islam, Dzulhijjah adalah bulan ke-12 dan terakhir dalam kalender lunar. Nama Dzulhijjah berarti "pemilik ibadah haji." Bulan ini merupakan salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT, bersama Muharram, Rajab, dan Dzulqadah. Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan paling suci dalam tahun Islam.

Menurut tradisi Islam, sepuluh hari pertama bulan ini dianggap sebagai hari-hari terbaik sepanjang tahun, bahkan melampaui hari-hari di bulan Ramadan. Sebagaimana dikutip dari Sunnah.com, Nabi SAW bersabda, "Tidak ada amal yang lebih baik dari amal yang dilakukan pada hari-hari ini (sepuluh hari pertama Dzulhijjah)." Para sahabat bertanya, "Tidak juga jihad?" Beliau menjawab, "Tidak juga jihad, kecuali seseorang yang mempertaruhkan jiwa dan hartanya lalu tidak kembali dengan sesuatu pun." (HR Bukhari)

Puasa Dzulhijjah dilaksanakan dari tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah. Puasa pada tanggal 10 Dzulhijjah justru diharamkan karena bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha. Umat Muslim yang tidak sedang melaksanakan haji sebaiknya berpuasa selama 9 hari pertama Dzulhijjah, tetapi tidak pada tanggal 10, yaitu Hari Raya Idul Adha. Berpuasa pada hari Idul Adha sesungguhnya dilarang.

Mengacu pada IslamQA, Al-Hafiz Ibn Hajar, dikutip dari IslamQA.org menyatakan, "Keistimewaan sepuluh hari pertama Dzulhijjah muncul dari kenyataan bahwa banyak ibadah agung bertemu pada hari-hari tersebut, seperti shalat, puasa, sedekah, dan haji, yang tidak mungkin bertemu pada hari-hari lainnya." (Fath al-Bari, 3/390)

2. Bacaan Niat Puasa 10 Hari Pertama Dzulhijjah Lengkap

ilustrasi puasa - image by AI

Dalam menjalankan ibadah puasa sunnah, niat menjadi salah satu rukun yang wajib dipenuhi. Mengacu pada Muslim Hands USA, setiap puasa dimulai dengan niat (niyyah), yang harus dibuat sebelum waktu Fajar setiap pagi. Niat tidak harus diucapkan dengan suara keras. Pikiran yang tulus sudah cukup. Berikut bacaan niat puasa 10 hari pertama Dzulhijjah sesuai dengan hari pelaksanaannya.

1. Niat Puasa Tanggal 1-7 Dzulhijjah

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah ta'ala."

Bacaan niat ini dibaca pada malam hari sebelum terbit fajar. Namun, jika terlupa dan ingin tetap melaksanakan puasa pada siang hari, selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa, niat masih bisa dibaca dengan lafal berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah ta'ala."

Baca juga: Bacaan Doa Sahur atau Niat Puasa dan Keutamaannya

2. Niat Puasa Tarwiyah Tanggal 8 Dzulhijjah

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta'ala."

Sebagaimana dikutip dari QuranBliss, niyyah untuk seluruh puasa Dzulhijjah harus dibuat sebelum Fajar (subuh) pada hari yang diniatkan untuk berpuasa. Berbeda dengan Ramadan, setiap hari puasa sunnah membutuhkan niat yang baru karena merupakan puasa sukarela yang terpisah.

3. Niat Puasa Arafah Tanggal 9 Dzulhijjah

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta'ala."

Hari Arafah, tanggal 9 Dzulhijjah, memiliki kedudukan paling istimewa di antara sepuluh hari tersebut. Nabi SAW, dikutip dari Human Appeal USA menyatakan, "Berpuasa pada Hari Arafah menghapuskan dosa tahun sebelumnya dan tahun yang akan datang." (Sahih Muslim)

Baca juga: Panduan Lengkap Doa Buka Puasa Idul Adha

3. Jadwal Puasa Dzulhijjah 2026

Jadwal Puasa Dzulhijjah 2026 (c) Ilustrasi AI

Pada tahun 2026, bulan Dzulhijjah dimulai pada tanggal 18 Mei. Sejak hari pertama tersebut, umat Islam sudah dapat mulai menjalankan puasa sunnah Dzulhijjah hingga tanggal 9 Dzulhijjah. Berikut jadwal lengkapnya:

  1. 1 Dzulhijjah: Senin, 18 Mei 2026
  2. 2 Dzulhijjah: Selasa, 19 Mei 2026
  3. 3 Dzulhijjah: Rabu, 20 Mei 2026
  4. 4 Dzulhijjah: Kamis, 21 Mei 2026
  5. 5 Dzulhijjah: Jumat, 22 Mei 2026
  6. 6 Dzulhijjah: Sabtu, 23 Mei 2026
  7. 7 Dzulhijjah: Minggu, 24 Mei 2026
  8. 8 Dzulhijjah (Puasa Tarwiyah): Senin, 25 Mei 2026
  9. 9 Dzulhijjah (Puasa Arafah): Selasa, 26 Mei 2026

Berdasarkan Muslim Aid, Hari Arafah jatuh pada 26 Mei, diikuti oleh Idul Adha pada 27 Mei 2026. Berpuasa pada tanggal 10 Dzulhijjah, yaitu hari Idul Adha, hukumnya haram.

Dilansir dari Hyphen Online, karena kalender Islam didasarkan pada siklus bulan, awal Dzulhijjah bervariasi setiap tahun. Tahun ini, diperkirakan dimulai pada Senin, 18 Mei. Setelah Idul Adha, terdapat hari-hari Tasyrik pada tanggal 11-13 Dzulhijjah, yang di dalamnya puasa juga dilarang.

4. Hukum dan Ketentuan Puasa 10 Hari Pertama Dzulhijjah

Hukum dan Ketentuan Puasa 10 Hari Pertama Dzulhijjah (c) Ilustrasi AI

Hukum melaksanakan puasa di 10 hari pertama Dzulhijjah adalah sunnah. Meskipun bukan kewajiban, ibadah ini sangat dianjurkan karena merupakan kebiasaan Rasulullah SAW. Sebagaimana dilaporkan Islamic Portal, Hafshah RA berkata, "Ada empat perkara yang tidak pernah ditinggalkan Nabi SAW: puasa Asyura, sepuluh hari (Dzulhijjah), puasa tiga hari setiap bulan, dan dua rakaat sebelum shalat Fajar." (Sunan an-Nasa'i)

Berikut beberapa ketentuan penting terkait pelaksanaannya:

  1. Puasa tanggal 1-7 Dzulhijjah — disunnahkan bagi siapa saja, baik yang sedang berhaji maupun tidak.
  2. Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah) — bagi jamaah haji, merupakan sunnah untuk tidak berpuasa pada Hari Arafah. Puasa Tarwiyah dianjurkan khusus bagi yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji.
  3. Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) — tanggal 9 Dzulhijjah dikenal sebagai Hari Arafah. Ini adalah hari paling penting untuk berpuasa bagi yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.
  4. Puasa tanggal 10 Dzulhijjah — haram dilakukan karena merupakan hari Idul Adha.
  5. Niat harus diperbarui setiap hari — beberapa orang mengacaukan puasa Dzulhijjah dengan Ramadan dan berhenti membuat niat harian. Ingat, setiap hari puasa sukarela membutuhkan niatnya sendiri sebelum Fajar.
  6. Fleksibilitas pelaksanaan — apabila tidak mampu berpuasa semua 8 hari, bisa memilih untuk berpuasa pada hari Senin dan Kamis dalam periode tersebut, atau berpuasa sebanyak yang kondisi kesehatan dan jadwal memungkinkan.

Merujuk SunnahOnline.com, Imam An-Nawawi menyatakan bahwa berpuasa pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah sangat dianjurkan. Bahkan bagi yang tidak mampu berpuasa seluruh 9 hari, sebaiknya berusaha sebaik mungkin untuk berpuasa pada hari ke-9, yaitu Hari Arafah, ketika Allah menyempurnakan agama-Nya.

Baca juga: Bacaan Niat Puasa Idul Adha dan Qadha Ramadhan

5. Keutamaan Puasa 10 Hari Pertama Dzulhijjah

Keutamaan Puasa 10 Hari Pertama Dzulhijjah (c) Ilustrasi AI

Meskipun hukumnya sunnah, berpuasa pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah memiliki keutamaan yang luar biasa. Amal kebaikan mendapatkan pahala berlipat ganda selama Dzulhijjah, yang merupakan salah satu dari empat bulan suci dalam kalender Islam, khususnya pada 10 hari pertama. Berikut beberapa keutamaan utamanya.

1. Pahala Setara Puasa Setahun

Sebagaimana dikutip dari Islamic Portal, Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda, "Tidak ada hari-hari yang lebih dicintai Allah untuk beribadah di dalamnya selain sepuluh hari Dzulhijjah, berpuasa setiap hari di dalamnya setara dengan berpuasa setahun penuh, dan mendirikan shalat malam setiap malamnya setara dengan mendirikan shalat malam pada Malam Lailatul Qadar." (HR At-Tirmidzi)

2. Penghapusan Dosa Dua Tahun

Keutamaan ini khusus untuk puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Nabi Muhammad SAW bersabda, "Berpuasa di Hari Arafah menghapuskan dosa (kecil) selama dua tahun." (Sahih Muslim)

3. Dibebaskan dari Siksa Neraka

Dikutip dari SAPA USA, "Allah membebaskan lebih banyak hamba-Nya dari api neraka pada Hari Arafah daripada hari-hari lainnya." (Sahih Muslim, 1348)

4. Hari Paling Dicintai untuk Beramal

Sebagaimana sepuluh malam terakhir Ramadan adalah malam-malam terbaik sepanjang tahun, sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah hari-hari terbaik sepanjang tahun dan paling dicintai Allah karena menggabungkan berbagai ibadah dengan cara yang tak tertandingi.

Baca juga: Cara Ibadah Sunnah bagi yang Tidak Berhaji

6. Amalan Sunnah Lainnya di 10 Hari Pertama Dzulhijjah

Amalan Sunnah Lainnya di 10 Hari Pertama Dzulhijjah (c) Ilustrasi AI

Selain berpuasa, terdapat berbagai amalan sunnah lain yang sangat dianjurkan pada 10 hari pertama Dzulhijjah. Sepuluh hari pertama Dzulhijjah merupakan masa ketika ibadah-ibadah paling agung dilaksanakan. "Alasan paling nyata mengapa sepuluh hari Dzulhijjah diistimewakan adalah berkumpulnya ibadah-ibadah terbesar pada periode ini, yaitu shalat, puasa, sedekah, dan haji. Tidak ada periode lain di mana amal-amal agung ini berkumpul." (Fath al-Bari)

  1. Memperbanyak dzikir dan takbir — Ibn Umar dan Abu Hurairah biasa pergi ke pasar pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah sambil membaca takbir, dan orang-orang pun ikut bertakbir setelah mendengar mereka. (Bukhari). Membaca takbir, tahlil, tahmid, dan tasbih sangat ditekankan selama periode ini.
  2. Membaca Al-Quran lebih banyak — Nabi SAW bersabda, "Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitab Allah, ia mendapat satu kebaikan. Dan kebaikan itu dilipatgandakan sepuluh kali." (Jami' at-Tirmidzi)
  3. Memperbanyak shalat sunnah — termasuk shalat tahajud dan shalat-shalat rawatib.
  4. Bersedekah dan berbuat kebaikan — keutamaan lain dari sepuluh hari ini adalah bahwa pahala setiap amal kebaikan dilipatgandakan. Maka barangsiapa tidak mampu pergi haji hendaklah menggunakan waktu yang penuh berkah ini untuk memperbanyak amal saleh, termasuk bersedekah, menghormati orang tua, dan menyambung silaturahmi.
  5. Menyiapkan kurban — bagi yang mampu, mempersiapkan hewan kurban untuk Idul Adha merupakan sunnah muakkadah.
  6. Tidak memotong rambut dan kuku — selama sembilan hari pertama, Muslim yang hendak berkurban juga dianjurkan untuk tidak memotong rambut atau kuku hingga hewan kurban disembelih. Praktik ini dianggap sebagai hubungan simbolis dengan ibadah haji.
  7. Bertobat dan memperbanyak istighfar — memohon ampunan atas dosa-dosa yang lalu dan membuat niat yang tulus untuk menghindarinya di masa depan.

Baca juga: 9 Jenis Puasa Sunnah yang Bisa Diamalkan Setelah Ramadhan

Selain amalan di atas, saat berbuka puasa pun dianjurkan membaca doa buka puasa sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Berikut lafal doanya:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

Latin: Dzahabadh zhoma'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru insyaAllah.

Artinya: "Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap, insyaAllah." (HR Abu Dawud)

7. FAQ Seputar Bacaan Niat Puasa 10 Hari Pertama Dzulhijjah

FAQ Seputar Bacaan Niat Puasa 10 Hari Pertama Dzulhijjah (c) Ilustrasi AI

1. Apakah puasa 10 hari pertama Dzulhijjah itu wajib?

Puasa 10 hari pertama Dzulhijjah hukumnya sunnah, bukan wajib. Meskipun demikian, ibadah ini sangat dianjurkan karena memiliki keutamaan yang besar di sisi Allah SWT dan merupakan kebiasaan yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW.

2. Kapan waktu terbaik membaca niat puasa Dzulhijjah?

Waktu terbaik membaca bacaan niat puasa 10 hari pertama Dzulhijjah adalah pada malam hari sebelum terbit fajar. Namun, karena ini puasa sunnah, niat masih bisa dibaca pada pagi hari selama belum makan atau minum.

3. Bolehkah menggabungkan puasa qadha Ramadan dengan puasa Dzulhijjah?

Banyak ulama Islam sepakat bahwa seseorang boleh menggabungkan niatnya. Seseorang bisa berniat mengganti puasa wajib Ramadan yang terlewat sekaligus meraih pahala berpuasa di hari-hari penuh berkah Dzulhijjah. Namun, niat utama tetap harus untuk puasa qadha.

4. Apakah jamaah haji boleh berpuasa pada Hari Arafah?

Jika sedang menunaikan ibadah haji dan berdiri di Arafah, tidak dianjurkan untuk berpuasa. Tuntutan fisik ibadah haji menjadi prioritas utama. Puasa Arafah dikhususkan bagi yang tidak sedang melaksanakan haji.

5. Apa yang harus dilakukan jika tidak mampu berpuasa 9 hari penuh?

Jika tidak mampu berpuasa seluruh 9 hari Dzulhijjah, minimal usahakan untuk berpuasa pada hari ke-9, yaitu Hari Arafah. Puasa satu hari ini saja sudah membawa keutamaan yang sangat besar berupa penghapusan dosa selama dua tahun.

6. Mengapa puasa pada tanggal 10 Dzulhijjah dilarang?

Idul Adha adalah hari kegembiraan, perayaan, dan rasa syukur kepada Allah. Nabi SAW secara tegas melarang berpuasa pada kedua hari Idul karena hari-hari tersebut dikhususkan untuk makan, berpesta, dan mengingat Allah melalui takbir dan kurban. Setelah Idul Adha, puasa pada hari Tasyrik (11-13 Dzulhijjah) juga tidak diperbolehkan.

7. Apa saja amalan yang bisa dilakukan selain puasa di 10 hari pertama Dzulhijjah?

Selain berpuasa, umat Islam dianjurkan memperbanyak dzikir takbir, tahlil, tahmid, membaca Al-Quran, bersedekah, shalat sunnah, dan bertobat. Semua amalan kebaikan pada periode ini mendapatkan pahala yang dilipatgandakan oleh Allah SWT.

Daftar Referensi

  1. Islamic Relief Worldwide. Fasting in Dhul Hijjah 2026. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://islamic-relief.org/qurbani/fasting-in-dhul-hijjah/
  2. Islamic Relief Worldwide. Dhul Hijjah 2026: The 10 Best Days. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://islamic-relief.org/qurbani/dhul-hijjah-the-10-best-days/
  3. Human Appeal USA. First 10 Days of Dhul Hijjah: Virtues, Acts of Worship and Checklist. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://humanappealusa.org/news/2026/4/first-10-days-of-dhul-hijjah
  4. ICNA. Virtues of the First 10 Days of Dhul-Hijja. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://icna.org/virtues-of-the-first-10-days-of-dhul-hijja/
  5. Islamic Relief Australia. The Significance of the First 10 Days of Dhul Hijjah. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://islamicrelief.org.au/the-significance-of-the-first-10-days-of-dhul-hijjah/
  6. IslamQA.org. Fasting the First Ten Days of Dhul-Hijjah. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://islamqa.org/shafii/darul-iftaa-jordan/228700/fasting-the-first-ten-days-of-dhul-hijjah/
  7. Muslim Aid. How and When to Fast in Dhul Hijjah. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://www.muslimaid.org/media-centre/blog/how-and-when-to-fast-in-dhul-hijjah/
  8. Hyphen Online. The Best 10 Days in Islam: What Dhul Hijjah Means and Why It Matters. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://hyphenonline.com/2026/05/15/the-best-10-days-in-islam-what-dhul-hijjah-means-and-why-it-matters/
  9. OnePath Network. Dhul Hijjah Fasting Rules: Which Days Should You Fast? Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://onepathnetwork.com/dhul-hijjah/dhul-hijjah-fasting-rules/
  10. QuranBliss. Fasting for Dhul Hijjah 2026: Virtues, Arafah Fast and Tips. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://quranbliss.com/fasting-for-dhul-hijjah/
  11. Muslim Hands USA. How to Fast During the First Nine Days of Dhul-Hijjah. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://muslimhandsusa.org/latest/2025/05/how-to-fast-during-the-first-nine-days-of-dhul-hijjah
  12. SunnahOnline.com. Superiority of the First Ten Days of Dhu'l-Hijjah. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://sunnahonline.com/library/hajj-umrah-and-the-islamic-calendar/182-superiority-of-the-first-ten-days-of-dhul-hijjah-the
  13. Islamic Portal. Fasting in Dhu al-Hijjah. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://islamicportal.co.uk/fasting-in-dhu-al-hijjah/
  14. SAPA USA. Essential Sunnah Practices for the First Ten Days of Dhul-Hijjah. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://sapa-usa.org/dhul-hijjah-sunnah-practices/
  15. Sunnah.com. Dhul Hijjah Selection - Sayings and Teachings of Prophet Muhammad. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://sunnah.com/dhulhijjah

(kpl/fed)

Rekomendasi

Trending