Amalan Bulan Dzulhijjah Sesuai Sunnah dan Keutamaan 10 Hari Pertama yang Wajib Diketahui

Amalan Bulan Dzulhijjah Sesuai Sunnah dan Keutamaan 10 Hari Pertama yang Wajib Diketahui
amalan bulan dzulhijjah sesuai sunnah (h)

Kapanlagi.com - Bulan Dzulhijjah termasuk musim ibadah terbesar yang Allah berikan kepada umat Islam, di mana pintu-pintu kebaikan terbuka lebar dan pahala amal saleh dilipatgandakan. Sepuluh hari pertamanya merupakan hari-hari mulia yang keutamaannya tidak ditemukan di hari-hari lain sepanjang tahun.

Berbagai amalan bulan Dzulhijjah sesuai sunnah dapat dikerjakan untuk mendekatkan diri kepada Allah, mulai dari puasa, dzikir, takbir, hingga sedekah. Hari-hari ini juga menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak bacaan Al-Quran dan meningkatkan ketaatan secara menyeluruh.

Keistimewaan 10 hari pertama Dzulhijjah terletak pada kesempatan untuk bertaubat dengan sungguh-sungguh, mendekatkan diri kepada Allah, dan menggabungkan berbagai bentuk ibadah yang tidak mungkin dilakukan di waktu lain dalam setahun. Memahami amalan bulan Dzulhijjah sesuai sunnah menjadi bekal penting agar ibadah yang dikerjakan tepat sasaran dan bernilai di sisi Allah SWT.

Al-Hafidh Ibn Hajar, dikutip dari Life with Allah, menyatakan, "Alasan sepuluh hari ini begitu istimewa adalah karena semua ibadah utama berkumpul di dalamnya, yang tidak terjadi di hari-hari lain, yaitu shalat, puasa, sedekah, dan haji."

1. Pengertian Bulan Dzulhijjah dalam Islam

Pengertian Bulan Dzulhijjah dalam Islam (c) Ilustrasi AI

Dzulhijjah adalah bulan ke-12 dalam kalender hijriah dan merupakan bulan penuh ibadah, refleksi, serta kedekatan dengan Allah. Bulan ini termasuk salah satu dari empat bulan haram (asyhurul hurum) dalam penanggalan Islam, bersama Dzulqadah, Muharram, dan Rajab. Nama "Dzulhijjah" secara bahasa berarti "yang memiliki haji," merujuk pada pelaksanaan ibadah haji yang berlangsung di bulan ini. Umat Islam dari seluruh dunia berkumpul di Tanah Suci untuk menyempurnakan rukun Islam yang kelima.

Allah SWT bersumpah demi hari-hari ini dalam Al-Quran, dan sumpah tersebut menunjukkan betapa besar kemuliaan dan manfaat yang terkandung di dalamnya. Allah berfirman, "Demi fajar, dan demi malam yang sepuluh" (QS. Al-Fajr: 1-2). Ibnu Abbas, Ibnu Zubair, Mujahid, serta ulama generasi awal maupun setelahnya menyatakan bahwa yang dimaksud adalah sepuluh hari pertama Dzulhijjah.

Ibnu Katsir, dikutip dari IslamQA.info, menegaskan, "Ini adalah pendapat yang benar." Nabi Muhammad SAW pun mendorong umat Islam untuk memperbanyak amal saleh pada musim ini karena keutamaan waktunya bagi seluruh manusia di dunia, serta keutamaan tempatnya bagi para jamaah haji di Baitullah.

Dalam kalender Islam, Allah SWT tidak menjadikan semua hari setara. Dia mengistimewakan dan memberkahi hari-hari tertentu di atas hari-hari lainnya. Hikmah di baliknya adalah agar umat Islam bersemangat melipatgandakan amal kebaikan pada waktu-waktu yang dimuliakan. Bagi yang ingin memahami lebih dalam, perbedaan haji dengan umroh juga penting dipelajari sebagai konteks ibadah di bulan mulia ini.

2. Daftar Amalan Bulan Dzulhijjah Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

Daftar Amalan Bulan Dzulhijjah Sesuai Sunnah Rasulullah SAW (c) Ilustrasi AI

Seorang Muslim sebaiknya memulai hari-hari Dzulhijjah dengan taubat yang sungguh-sungguh kepada Allah, kemudian memperbanyak amal saleh secara umum, serta memberikan perhatian khusus pada amalan-amalan tertentu yang dianjurkan. Dilansir dari IslamQA.info, sepuluh hari pertama Dzulhijjah lebih utama dari semua hari lainnya dalam setahun, tanpa terkecuali.

Berikut daftar amalan bulan Dzulhijjah sesuai sunnah yang dapat dikerjakan:

  1. Berpuasa pada sembilan hari pertama Dzulhijjah. Disunnahkan berpuasa pada tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah karena Nabi SAW mendorong umat Islam untuk beramal saleh pada waktu ini, dan puasa adalah salah satu amalan terbaik. Salah satu istri Nabi SAW meriwayatkan bahwa Nabi biasa berpuasa pada hari Asyura, sembilan hari Dzulhijjah, dan tiga hari setiap bulan.
  2. Memperbanyak takbir, tahlil, tahmid, dan tasbih. Disunnahkan mengucapkan takbir (Allahu Akbar), tahmid (Alhamdulillah), tahlil (La ilaha illallah), dan tasbih (SubhanAllah) selama sepuluh hari pertama Dzulhijjah, dengan mengeraskan suara di masjid, rumah, jalan, dan setiap tempat yang diizinkan untuk berdzikir.
  3. Menunaikan ibadah haji bagi yang mampu. Amalan paling utama di sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah menunaikan haji ke Baitullah. Rasulullah SAW bersabda, "Haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga."
  4. Berkurban pada Hari Raya Idul Adha dan hari Tasyrik. Kurban (udhiyah) merupakan sunnah muakkadah (sangat ditekankan) bagi yang mampu. Ibadah ini dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijjah dan bisa dilanjutkan hingga hari-hari Tasyrik.
  5. Melaksanakan shalat Idul Adha. Shalat Ied adalah ibadah berjamaah yang memperkuat persatuan umat Islam. Nabi SAW rutin mengerjakannya dan menganjurkan seluruh umat Muslim, termasuk wanita yang berhalangan, untuk hadir demi keberkahan.
  6. Memperbanyak sedekah dan amal kebaikan. Sedekah pada sepuluh hari ini memiliki bobot pahala yang luar biasa. Setiap sedekah, baik berupa donasi langsung, bantuan untuk anak yatim, janda, atau korban bencana, akan dilipatgandakan pahalanya. Pahami juga arti sedekah dan jenisnya agar amalan lebih terarah.
  7. Membaca Al-Quran lebih banyak dari biasanya. Umat Islam akan mendapat pahala besar dengan membaca Al-Quran. Setiap huruf yang dibaca bernilai satu kebaikan. Nabi SAW bersabda, "Bacalah Al-Quran, karena sesungguhnya ia akan datang pada Hari Kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya."
  8. Bertaubat dengan sungguh-sungguh. Sepuluh hari pertama Dzulhijjah merupakan kesempatan berharga untuk kembali kepada Allah dalam taubat yang tulus, memohon ampunan, dan memperbaiki amal perbuatan.
  9. Tidak memotong rambut dan kuku bagi yang hendak berkurban. Sunnah menunjukkan bahwa orang yang berencana berkurban harus menahan diri dari memotong rambut, kuku, dan kulit sejak awal sepuluh hari Dzulhijjah hingga ia menyembelih kurbannya.

Baca juga: Cara Ibadah Sunnah bagi yang Tidak Berhaji, Raih Pahala Setara Haji dan Umrah

3. Keutamaan Puasa di Bulan Dzulhijjah Terutama Puasa Arafah

Keutamaan Puasa di Bulan Dzulhijjah Terutama Puasa Arafah (c) Ilustrasi AI

Umat Islam diajarkan untuk berpuasa pada sembilan hari pertama Dzulhijjah. Sebagai sunnah yang penting, puasa Dzulhijjah mendatangkan pahala besar dan pengampunan dosa. Puasa di bulan ini sangat bermanfaat karena keberkahan yang Allah limpahkan pada waktu tersebut. Mengutip Islamic Relief UK, jika tidak mampu berpuasa seluruh sembilan hari, maka usahakan untuk berpuasa pada hari ke-9, yaitu Yawm al-Arafah (Hari Arafah), di mana Allah menyempurnakan agama-Nya pada hari tersebut.

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Puasa Hari Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang" (HR. Muslim no. 1162). Keutamaan ini berlaku bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Bagi jamaah haji yang sedang berada di Arafah, mereka tidak dianjurkan berpuasa agar tetap kuat beribadah sepanjang hari di Padang Arafah. Untuk memahami konteks ini lebih dalam, pelajari wukuf di Padang Arafah sebagai puncak ibadah haji.

Allah SWT berfirman dalam hadits qudsi, "Semua amal anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya" (HR. Bukhari no. 1805). Hadits ini menunjukkan kedudukan puasa yang sangat tinggi di sisi Allah. Mengerjakan puasa pada hari-hari yang paling dicintai Allah tentu menghasilkan pahala yang berlipat ganda. Puasa Tarwiyah pada tanggal 8 dan puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah dilakukan tepat sebelum datangnya Hari Raya Kurban, dan menawarkan keutamaan yang luar biasa termasuk pengampunan dosa selama dua tahun.

Sheikh Ahmad Kutty, seorang cendekiawan Muslim senior di Islamic Institute of Toronto, dikutip dari About Islam, menyatakan, "Sepuluh hari dan malam pertama Dzulhijjah dianggap sebagai beberapa hari paling diberkahi dalam Islam." Bagi yang ingin mengetahui panduan niat puasa Tarwiyah dan Arafah, persiapkan sejak malam sebelum hari pelaksanaan.

4. Takbir, Dzikir, dan Membaca Al-Quran Selama 10 Hari Pertama

Takbir, Dzikir, dan Membaca Al-Quran Selama 10 Hari Pertama (c) Ilustrasi AI

'Abdullah bin 'Umar meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda, "Tidak ada hari yang lebih agung di sisi Allah dan tidak ada hari di mana amal saleh lebih dicintai-Nya selain sepuluh hari ini. Maka perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid pada hari-hari tersebut" (HR. Ahmad). Sebagaimana dilaporkan ICNA.org, takbir pada waktu ini merupakan sunnah yang sebagian besar telah dilupakan, terutama pada hari-hari pertama Dzulhijjah.

Ibnu Umar dan Abu Hurairah radhiyallahu 'anhuma pernah pergi ke pasar pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah sambil mengumandangkan takbir, dan orang-orang pun ikut bertakbir mendengar mereka. Lafal takbir yang masyhur adalah:

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْد

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha illallah, Wallahu Akbar, Allahu Akbar, Wa lillahil hamd.

Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan segala puji bagi Allah."

Takbir, tahmid, tahlil, dan tasbih disunnahkan diucapkan dengan suara keras di masjid, rumah, jalan, dan setiap tempat yang diizinkan untuk berdzikir, sebagai bentuk ibadah dan proklamasi keagungan Allah. Laki-laki mengucapkannya dengan keras, sementara perempuan mengucapkannya dengan lirih. Mengacu pada IslamOnline, takbir ini hendaknya diucapkan dengan suara nyaring untuk menghidupkan kembali sunnah dan sebagai pengingat bagi yang lalai.

Sepuluh hari pertama Dzulhijjah juga menjadi waktu ideal untuk memperbanyak bacaan Al-Quran. Bagi yang ingin menyelesaikan surah tertentu atau memahami maknanya lebih dalam, hari-hari inilah saat yang tepat. Pahala yang diperoleh dilipatgandakan, dan suasana spiritual pada hari-hari ini membuat refleksi serta pembelajaran mengalir lebih alami. Sebagaimana dikutip dari Human Appeal, tidak ada tekanan untuk mencapai kuota tertentu — bacalah sesuai kemampuan dan dengan niat yang tulus. Pelajari juga doa khatam Al-Quran untuk menyempurnakan ibadah tilawah selama Dzulhijjah.

5. Ibadah Kurban, Shalat Ied, dan Sunnah Tidak Memotong Rambut

Ibadah Kurban, Shalat Ied, dan Sunnah Tidak Memotong Rambut (c) Ilustrasi AI

Pada tanggal 10 Dzulhijjah, umat Islam merayakan Hari Raya Idul Adha yang ditandai dengan shalat Ied dan penyembelihan hewan kurban. Aisyah radhiyallahu 'anha meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda, "Amalan yang paling dicintai Allah pada Hari Kurban di antara semua amal kebaikan adalah mengalirkan darah (kurban hewan)." Ibadah kurban menghidupkan kembali keteladanan Nabi Ibrahim AS yang rela mengorbankan putranya demi ketaatan kepada Allah SWT.

Nabi SAW bersabda, "Barangsiapa memiliki kemampuan untuk berkurban tetapi tidak melakukannya, janganlah ia mendekati tempat shalat kami" (HR. Ibnu Majah no. 3123, dinilai hasan). Hewan kurban harus memenuhi ketentuan syariat, dan dagingnya dibagikan kepada keluarga, teman, serta orang-orang yang membutuhkan. Berdasarkan Sunnah.com, orang yang berniat berkurban dan memasuki bulan Dzulhijjah tidak boleh memotong rambut maupun kukunya hingga ia menyembelih kurbannya.

Hikmah di balik larangan ini adalah agar orang yang hendak berkurban menyerupai keadaan ihram dalam beberapa aspek ritual. Ia meninggalkan rambut dan kukunya sampai tiba waktu menyembelih, dengan harapan Allah menyelamatkan dirinya secara utuh dari api neraka. Merujuk Muslim Hands UK, umat Islam juga bisa mengikuti sunnah Nabi SAW dengan memberikan kurban tambahan (Prophetic Qurbani) atas nama anggota umat yang tidak mampu berkurban, sehingga memperluas manfaat dan menggandakan pahala selama Dzulhijjah.

Doa yang dibaca saat menyembelih kurban adalah:

بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنِّي

Bismillahi Wallahu Akbar, Allahumma taqabbal minni.

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, terimalah (kurban) dariku."

Baca juga: Sejarah Haji Wada Nabi Muhammad SAW

6. FAQ Seputar Amalan Bulan Dzulhijjah Sesuai Sunnah

FAQ Seputar Amalan Bulan Dzulhijjah Sesuai Sunnah (c) Ilustrasi AI

1. Apa saja amalan bulan Dzulhijjah sesuai sunnah yang paling utama?

Amalan utama meliputi menambah shalat sunnah dan nawafil, memperbanyak dzikir, membaca Al-Quran lebih banyak, bersedekah, dan berpuasa terutama pada Hari Arafah. Bagi yang mampu, menunaikan ibadah haji dan berkurban juga merupakan amalan yang sangat dianjurkan.

2. Kapan waktu terbaik untuk berpuasa di bulan Dzulhijjah?

Disunnahkan berpuasa pada tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah, dengan penekanan khusus pada hari ke-9 yaitu Hari Arafah. Puasa pada tanggal 10 hingga 13 Dzulhijjah dilarang karena merupakan hari raya dan hari Tasyrik.

3. Apakah puasa Arafah wajib bagi semua umat Islam?

Puasa Arafah bersifat sunnah, bukan wajib. Puasa ini sangat dianjurkan karena dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Puasa ini diperuntukkan bagi yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.

4. Bagaimana cara melaksanakan takbir di bulan Dzulhijjah?

Takbir terbagi menjadi dua jenis: takbir mutlak yang diucapkan kapan saja dan di mana saja sejak awal Dzulhijjah hingga hari Tasyrik terakhir, serta takbir muqayyad yang diucapkan setelah shalat fardhu berjamaah. Laki-laki mengucapkan takbir dengan suara keras, sedangkan perempuan mengucapkannya dengan lirih.

5. Apakah yang tidak berhaji tetap bisa mendapat pahala besar di bulan Dzulhijjah?

Bagi yang tidak mampu menunaikan haji, hendaknya memanfaatkan waktu yang penuh berkah ini dengan memperbanyak amal saleh, seperti bersedekah, menghormati orang tua, menjaga silaturahmi, dan menyeru kebaikan. Semua amalan tersebut bernilai besar di sisi Allah pada hari-hari ini. Simak juga ibadah sunnah bagi yang tidak berhaji untuk panduan lebih lengkap.

6. Mengapa orang yang hendak berkurban tidak boleh memotong rambut dan kuku?

Hikmahnya adalah agar orang yang berkurban menyerupai orang yang sedang dalam keadaan ihram melalui beberapa aspek ritual ibadah, sehingga ia turut merasakan kedekatan dengan Allah. Ia meninggalkan rambut dan kukunya hingga waktu menyembelih, dengan harapan Allah menyelamatkan dirinya secara utuh dari api neraka.

7. Apa doa terbaik yang dibaca pada Hari Arafah?

Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa doa terbaik pada Hari Arafah adalah:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir.

Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."

(HR. At-Tirmidhi, dinilai hasan oleh Al-Albani).

Sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah hadiah spiritual yang datang setiap tahun. Musim ibadah ini mendorong umat Islam untuk memperbarui semangat, meraih bagian pahala yang lebih besar, mempersiapkan diri menghadapi kematian, dan menyiapkan bekal menuju Hari Kiamat. Musim ini membawa banyak manfaat, termasuk kesempatan untuk memperbaiki kekurangan dan mengisi kekosongan yang mungkin terlewat. Manfaatkan setiap detiknya dengan ibadah yang ikhlas dan tulus. Baca juga ucapan bermakna untuk Hari Raya Kurban sebagai pelengkap momen kebersamaan di bulan mulia ini.

Daftar Referensi

  1. IslamQA.info. Virtues of the Ten Days of Dhul Hijjah. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://islamqa.info/en/answers/1699
  2. Islamic Relief UK. Dhul Hijjah 2026: Virtues and 10 Best Days. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://www.islamic-relief.org.uk/giving/islamic-giving/qurbani/dhul-hijjah/
  3. IslamOnline. First 10 Days of Dhul-Hijjah: What to Do. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://islamonline.net/en/first-10-days-of-dhul-hijjah-what-to-do/
  4. Sunnah.com. Dhul Hijjah Selection. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://sunnah.com/dhulhijjah
  5. ICNA.org. Virtues of the First 10 Days of Dhul-Hijja. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://icna.org/virtues-of-the-first-10-days-of-dhul-hijja/
  6. About Islam. Blessings of Dhul-Hijjah 10 Days. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://aboutislam.net/counseling/ask-the-scholar/hajj/what-are-the-the-blessings-of-dhul-hijjah-10-days/
  7. Life with Allah. Why Are The 10 Days Of Dhul Hijjah Extremely Special? Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://lifewithallah.com/articles/seasons-of-worship/dhul-hijjah/why-are-these-10-days-extremely-special/
  8. Muslim Hands UK. Nine Sunnahs to Follow on the First Ten Days of Dhul Hijjah. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://muslimhands.org.uk/latest/2019/08/the-benefits-and-sunnah-of-the-first-ten-days-of-dhul-hijjah
  9. Human Appeal. First 10 Days of Dhul Hijjah: Virtues, Acts of Worship and Checklist. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://humanappealusa.org/news/2026/4/first-10-days-of-dhul-hijjah
  10. IslamQA.info. What Are the Merits of the Ten Days of Dhul-Hijjah? Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://islamqa.info/en/answers/49042/what-are-the-merits-of-the-ten-days-of-dhul-hijjah

(kpl/fed)

Rekomendasi

Trending