Doa Setelah Sholat di Hari Arafah Lengkap dengan Bacaan Arab, Latin, dan Artinya

Doa Setelah Sholat di Hari Arafah Lengkap dengan Bacaan Arab, Latin, dan Artinya
doa setelah sholat di hari arafah (h)

Kapanlagi.com - Hari Arafah yang jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah merupakan salah satu hari paling agung dalam kalender Islam. Hari Arafah adalah hari paling penting dalam ibadah haji dan salah satu hari terpenting dalam kalender Islam.

Membaca doa setelah sholat di hari Arafah menjadi amalan yang sangat dianjurkan bagi setiap Muslim, baik yang sedang menunaikan haji maupun yang beribadah di rumah. Bahkan bagi mereka yang tidak menunaikan haji, hari ini adalah waktu untuk berpaling kepada Allah dengan doa yang tulus, dzikir, dan taubat.

Dilansir dari Islamic Relief UK, ketika Nabi SAW ditanya doa mana yang paling didengar, beliau menjawab, "Di sepertiga malam terakhir, dan setelah sholat-sholat fardhu." Doa setelah sholat di hari Arafah memiliki kedudukan istimewa karena menggabungkan dua waktu mustajab sekaligus — waktu setelah sholat fardhu dan keagungan hari Arafah itu sendiri.

1. Apa Itu Hari Arafah dan Mengapa Doa Setelah Sholat Sangat Dianjurkan

Hari Arafah jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah dan merupakan salah satu hari terpenting dalam kalender Islam. Pada hari inilah Allah SWT menyempurnakan agama-Nya, melengkapi nikmat-Nya kepada Nabi Muhammad SAW, dan meridhai Islam sebagai jalan hidup. Peristiwa besar ini tercatat dalam QS. Al-Maidah ayat 3 yang turun tepat di hari Arafah saat Haji Wada Rasulullah SAW.

(c)Ilustrasi AI

Mengacu pada Yaqeen Institute for Islamic Research, Nabi SAW bersabda, "Tidak ada hari di mana Allah membebaskan lebih banyak orang dari api neraka daripada Hari Arafah." Hadis riwayat Muslim ini menunjukkan betapa luar biasanya rahmat dan ampunan yang Allah curahkan pada hari tersebut. Bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji, hari ini menjadi kesempatan emas untuk memperbanyak ibadah, termasuk berdoa setelah sholat wajib dengan penuh kekhusyukan.

Arafah juga merupakan hari ketika Nabi Muhammad SAW menyampaikan Khutbah Wada (pidato perpisahan) selama ibadah haji terakhirnya. Momen ini menegaskan kedudukan hari Arafah sebagai pilar utama ajaran Islam. Hari Arafah adalah hari diterimanya doa, dan Allah mencurahkan rahmat serta ampunan-Nya kepada mereka yang berpaling kepada-Nya.

Sebagaimana dikutip dari Amaliah, kata "Arafah" berarti "mengetahui", dan tidak ada cara yang lebih baik untuk mengenal Tuhan kita selain melalui doa yang diajarkan Rasulullah SAW. Oleh karena itu, waktu setelah setiap sholat fardhu di hari Arafah sepatutnya dimanfaatkan sebaik mungkin untuk bermunajat kepada Allah SWT.

2. Doa Terbaik yang Dibaca Setelah Sholat di Hari Arafah

(c)Ilustrasi AI

Doa setelah sholat di hari Arafah yang paling utama adalah bacaan yang langsung diajarkan oleh Rasulullah SAW. Berdasarkan hadis riwayat Imam At-Tirmidzi, Nabi SAW mengajarkan satu dzikir yang menjadi inti dari seluruh doa di hari tersebut. Berikut bacaan lengkapnya beserta artinya:

Bacaan doa hari Arafah yang dianjurkan:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ ، وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ ، وهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir.

Artinya: "Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Merujuk Yaqeen Institute, Nabi SAW bersabda, "Doa terbaik adalah doa pada Hari Arafah, dan sebaik-baik yang aku dan para nabi sebelumku ucapkan adalah 'Tidak ada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kerajaan dan pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.'" Hadis ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (no. 3585) dan dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani.

Doa yang mendalam ini digambarkan oleh Nabi SAW sebagai sebaik-baik ucapan yang pernah dikatakan oleh seluruh nabi. Bacaan ini adalah anugerah bagi umat ini, dan mengulang-ulangnya sepanjang Hari Arafah merupakan sumber pahala yang sangat besar.

Selain bacaan utama tersebut, umat Islam juga dianjurkan untuk berdoa dengan segala hajat pribadinya setelah sholat. Meskipun kita sebaiknya berusaha meniru ucapan Nabi SAW, kita juga bebas mencurahkan isi hati kita.

Baca juga: Dzikir bulan Dzulhijjah lengkap bacaan Arab Latin dan keutamaannya

3. Bacaan Takbir Tasyrik Setelah Sholat Fardhu di Hari Arafah

(c)Ilustrasi AI

Salah satu doa setelah sholat di hari Arafah yang paling khas adalah bacaan Takbir Tasyrik. Takbir ini merupakan dzikir khusus yang dibaca segera setelah setiap sholat fardhu, dimulai dari Subuh hari Arafah (9 Dzulhijjah) hingga Ashar tanggal 13 Dzulhijjah. Sebagaimana dilaporkan SeekersGuidance, takbir ini dimulai dari Sholat Subuh pada 9 Dzulhijjah (Hari Arafah) hingga Sholat Ashar pada 13 Dzulhijjah, sehingga takbir ini berlangsung selama 5 hari, yakni 23 waktu sholat.

Berikut bacaan takbir tasyrik yang dibaca setelah sholat fardhu:

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha illallaahu wallahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillahil hamd.

Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tiada Tuhan selain Allah. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan segala puji bagi Allah."

Berikut ketentuan penting terkait takbir tasyrik setelah sholat di hari Arafah:

  1. Waktu dimulai. Dimulai setelah Sholat Subuh pada 9 Dzulhijjah (Hari Arafah).
  2. Waktu berakhir. Dibaca setelah setiap sholat fardhu hingga Ashar tanggal 13 Dzulhijjah.
  3. Berlaku untuk semua Muslim. Takbir ini tidak terbatas pada jamaah haji saja; berlaku sama bagi Muslim di seluruh dunia, baik sholat di Masjidil Haram, masjid setempat, maupun di rumah.
  4. Dibaca segera setelah salam. Takbir wajib dibaca segera setelah salam sholat.
  5. Cara membaca. Laki-laki membaca takbir dengan suara keras tanpa berteriak, sementara perempuan membacanya dengan lirih.
  6. Hanya setelah sholat fardhu. Takbir tidak dibaca setelah sholat sunnah (nawafil).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, dikutip dari Islamweb.net, menyatakan, "Pendapat yang paling benar tentang takbir — pendapat mayoritas ulama salaf dan para ahli fiqih dari kalangan sahabat dan para imam — adalah hendaknya seseorang mengucapkan takbir mulai dari Sholat Subuh pada hari Arafah hingga akhir hari-hari Tasyrik setelah setiap sholat fardhu."

Baca juga: Keistimewaan bulan Dzulhijjah beserta amalan terbaik

4. Doa Khusus Setelah Sholat Ashar di Hari Arafah

Waktu setelah Sholat Ashar di hari Arafah memiliki keistimewaan tersendiri. Saat itulah jamaah haji sedang berada di puncak wukuf di Padang Arafah, bermunajat kepada Allah SWT. Bagi yang tidak menunaikan haji, waktu ini menjadi momen paling mustajab untuk memanjatkan doa dengan sepenuh hati.

Berdasarkan ijazah dari Al-Imam Al-Hafizh Al-Musnid Al-Habib Abdullah bin Abdul Qodir Bilfaqih, terdapat doa khusus yang dianjurkan dibaca setelah Sholat Ashar di hari Arafah:

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْوَاقِفِينَ وَالْمُتَضَرِّعِينَ فِي عَرَفَاتٍ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Allohummaj'alnaa minal waaqifiina wal mutadhorri'iina fii 'Arofaat, innaka 'alaa kulli syai-in qodiir.

Artinya: "Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang yang sedang wukuf dan khusyuk beribadah di Padang Arafah, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Doa ini dianjurkan untuk dibaca sebanyak 100 kali setelah sholat Ashar di hari Arafah. Faedahnya, siapa yang membaca doa tersebut pada hari Arafah, maka akan diberi pahala serta asrar (rahasia spiritual) orang-orang yang sedang wukuf di Arafah.

Selain doa khusus tersebut, amalan dzikir terbaik pada hari ini meliputi sholat nafilah (sunnah), membaca Al-Quran, dan mengirimkan sholawat kepada Nabi SAW. Setiap Muslim yang hendak mendapatkan keberkahan hari Arafah perlu memperbanyak semua bentuk ibadah ini, terutama di waktu antara Dhuhr dan Maghrib yang bersamaan dengan waktu wukuf jamaah haji.

Baca juga: Amalan bulan Dzulhijjah sesuai sunnah

5. Dzikir dan Doa Abdullah bin Umar di Sore Hari Arafah

(c)Ilustrasi AI

Selain doa dari hadis Nabi SAW, para sahabat juga memiliki amalan dzikir khusus di hari Arafah yang patut diteladani. Salah satu yang paling terkenal adalah dzikir Abdullah bin Umar yang termuat dalam kitab Al-Mausu'ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah. Dzikir ini terdiri dari dua bagian yang saling melengkapi — bagian pertama dibaca dengan suara keras dan bagian kedua dibaca dengan lirih.

Bagian Pertama — dibaca dengan suara keras:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، اللَّهُمَّ اهْدِنَا بِالْهُدَى، وَزَيِّنَّا بِالتَّقْوَى وَاغْفِرْ لَنَا فِي الْآخِرَةِ وَالْأُولَى

Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa 'alaa kulli syai-in qodiir. Allohummahdinaa bil-hudaa, wa zayyinnaa bit-taqwaa waghfilanaa fil-aakhiroti wal uulaa.

Artinya: "Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan, segala pujian dan Dia yang menguasai segala sesuatu. Ya Allah, tunjukkanlah kami dengan hidayah, hiasilah kami dengan takwa, dan ampunilah kami di akhirat dan di dunia."

Bagian Kedua — dibaca dengan suara lirih:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ وَعَطَائِكَ رِزْقًا طَيِّبًا مُبَارَكًا

Allohummaa innii as-aluka min fadhlika wa 'athoo-ika rizqon thoyyiban mubaarokan.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku meminta dari keutamaan dan pemberian-Mu, rezeki yang baik lagi berkah."

Mengacu pada Yaqeen Institute, doa-doa para sahabat di hari Arafah dapat dipelajari lebih mendalam melalui seri "The Du'as of the Salaf on Arafah" oleh Dr. Omar Suleiman. Hari Arafah adalah hari untuk memenuhi hati dan lisan dengan doa. Berdoa setelah sholat di hari Arafah dengan mengikuti teladan sahabat seperti Abdullah bin Umar menjadi cara yang sangat bijak untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Baca juga: Dzikir dan doa setelah sholat untuk dimudahkan rezeki

6. Amalan Pendamping Doa Setelah Sholat di Hari Arafah

Doa setelah sholat di hari Arafah akan semakin sempurna jika dilengkapi dengan berbagai amalan pendamping lainnya. Umat Islam dianjurkan untuk berpuasa, berdoa, membaca Al-Quran, dan melakukan berbagai amalan ibadah lainnya pada hari ini. Berikut rangkaian amalan yang dianjurkan untuk menyempurnakan ibadah di hari Arafah:

  1. Berpuasa Arafah. Sangat dianjurkan untuk berpuasa di Hari Arafah bagi yang tidak sedang menunaikan haji. Puasa pada hari ini merupakan sunnah dan dapat menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya. Pelajari niat puasa Arafah lengkap untuk mempersiapkan diri.
  2. Memperbanyak istighfar. Hari Arafah adalah hari pengampunan dosa yang luar biasa. Membaca Astaghfirullahal 'azhiim sebanyak-banyaknya sepanjang hari akan melengkapi doa setelah sholat yang dipanjatkan.
  3. Membaca Al-Quran. Membaca Al-Quran di hari Arafah memberikan pahala berlipat ganda dan menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah sekaligus memperkaya tilawah di bulan Dzulhijjah.
  4. Memperbanyak sholawat. Mengirimkan sholawat kepada Nabi SAW merupakan amalan yang sangat utama, khususnya di sepuluh hari pertama Dzulhijjah.
  5. Bersedekah. Berikan sedekah dengan tenang, meskipun sedikit. Hari Arafah adalah hari penuh rahmat — banyak orang memilih mengiringi doa mereka dengan amal berbagi.
  6. Sholat tahajud di malam Arafah. Bangunlah sebelum Sholat Subuh untuk makan sahur dan melaksanakan sholat Tahajud. Di sepertiga malam terakhir, mohonlah rahmat dan ampunan Allah serta berdoalah dengan tulus. Pelajari panduan doa setelah sholat tahajud untuk melengkapi amalan ini.
  7. Berdoa untuk sesama. Doakan diri sendiri, keluarga, dan seluruh umat Muslim. Jangan lupa mendoakan orang tua, saudara, dan semua yang membutuhkan.

Sebagaimana disampaikan Islamic Relief Worldwide, sebagai hari paling mulia bagi umat Islam sepanjang tahun, sangat penting untuk memperbanyak amal kebaikan demi meraih keberkahan hari ini. Dengan menggabungkan doa setelah sholat, takbir tasyrik, puasa, dan berbagai ibadah di bulan Dzulhijjah, seorang Muslim dapat memaksimalkan pahala yang Allah janjikan di hari yang penuh berkah ini.

Baca juga: Keutamaan puasa Tarwiyah dan Arafah sebagai amalan penghapus dosa

7. FAQ

(c)Ilustrasi AI

Kapan waktu paling mustajab untuk membaca doa setelah sholat di hari Arafah?

Waktu paling mustajab untuk berdoa di hari Arafah adalah antara waktu Dhuhr hingga Maghrib, bersamaan dengan waktu wukuf jamaah haji di Padang Arafah. Namun, setiap doa yang dipanjatkan setelah sholat fardhu — baik Subuh, Dhuhr, Ashar, Maghrib, maupun Isya — memiliki keistimewaan tersendiri karena menggabungkan dua waktu mustajab sekaligus. Doa setelah sholat Isya pun tetap memiliki keutamaan besar jika dibaca di hari Arafah.

Apakah doa setelah sholat di hari Arafah hanya boleh dibaca dengan bacaan tertentu?

Tidak. Meskipun bacaan tahlil "Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah..." adalah dzikir paling utama, umat Islam tetap boleh berdoa dengan hajat pribadi dalam bahasa apa pun. Nabi SAW mengajarkan bacaan terbaik sebagai panduan utama, namun pintu doa terbuka lebar untuk permohonan apa saja — mulai dari memohon ampunan, kesehatan, rezeki, hingga mendoakan keluarga dan seluruh umat. Pelajari juga doa setelah sholat hajat untuk melengkapi permohonan Anda.

Apakah takbir tasyrik termasuk bagian dari doa setelah sholat di hari Arafah?

Ya, takbir tasyrik merupakan dzikir khusus yang wajib (menurut mazhab Hanafi) atau sunnah muakkadah (menurut mazhab lain) untuk dibaca segera setelah salam sholat fardhu. Bacaan ini dimulai dari Subuh hari Arafah hingga Ashar tanggal 13 Dzulhijjah. Setelah membaca takbir tasyrik, umat Islam kemudian melanjutkan dengan dzikir dan doa setelah sholat sebagaimana biasa, ditambah dengan doa-doa khusus hari Arafah yang telah disebutkan sebelumnya.

Daftar Referensi

  1. Yaqeen Institute for Islamic Research. Important Du'as and Dhikr for the Day of ʿArafah. Diakses pada 25 Mei 2026, dari https://yaqeeninstitute.org/read/blog/important-duas-and-dhikr-for-the-day-of-arafah
  2. Islamic Relief Worldwide. The Day of Arafah 2026. Diakses pada 25 Mei 2026, dari https://islamic-relief.org/qurbani/the-day-of-arafah/
  3. Islamic Relief UK. What to Do on the Day of Arafah. Diakses pada 25 Mei 2026, dari https://www.islamic-relief.org.uk/giving/islamic-giving/qurbani/dhul-hijjah/the-day-of-arafah/what-to-do/
  4. SeekersGuidance. The Day of 'Arafa: The 9th of Dhu'l Hijjah and the Takbirs of 'Id. Diakses pada 25 Mei 2026, dari https://seekersguidance.org/answers/hanafi-fiqh/the-day-of-arafah-the-9th-of-dhul-hijjah-and-the-takbirs-of-id/
  5. Islamweb.net. When and How Takbeer Is Recited in 'Eid Al-Adh-ha. Diakses pada 25 Mei 2026, dari https://www.islamweb.net/en/fatwa/191459/

(kpl/fed)

Rekomendasi

Trending