Tata Cara Sholat Istikharah Lengkap Beserta Niat, Doa, Waktu, dan Keutamaannya
tata cara sholat istikharah (h)
Kapanlagi.com - Sholat istikharah adalah sholat sunnah dua rakaat yang dikerjakan untuk memohon petunjuk dari Allah SWT saat seorang Muslim dihadapkan pada pilihan yang membingungkan. Tata cara sholat istikharah pada dasarnya sama dengan sholat sunnah lainnya, dimulai dari niat, melaksanakan dua rakaat, lalu dilanjutkan dengan membaca doa istikharah khusus setelah salam.
Ibadah ini sangat dianjurkan ketika seseorang harus memilih di antara dua atau lebih perkara yang sama-sama diperbolehkan dalam syariat, seperti menentukan pekerjaan, pasangan hidup, atau keputusan besar lainnya. Memahami tata cara sholat istikharah yang benar membantu setiap Muslim menyerahkan keputusan kepada Allah dan memperoleh ketenangan hati.
Dilansir dari Islamic Relief Worldwide, sholat istikharah merupakan ibadah yang dikerjakan untuk memohon bimbingan Allah saat menghadapi keputusan penting. Nabi Muhammad SAW mengajarkan istikharah sebagai bagian penting dalam proses pengambilan keputusan, sebagaimana beliau mengajarkan surat-surat dari Al-Quran kepada para sahabatnya. Doa istikharah pada intinya memohon agar Allah memberikan yang terbaik dalam setiap perkara yang dipertimbangkan serta menjauhkan dari segala keburukan.
Advertisement
1. 1. Persiapan dan Niat Sholat Istikharah
Sebelum melaksanakan sholat istikharah, ada beberapa persiapan yang harus dipenuhi agar ibadah ini sah dan diterima. Tata cara sholat istikharah dimulai jauh sebelum mengangkat tangan untuk takbiratul ihram, yakni dengan memastikan kesucian diri dan ketulusan niat di dalam hati.
Nabi Muhammad SAW, dikutip dari Dar-us-Salam Publications menyatakan, "Di antara kebahagiaan anak Adam adalah banyak beristikharah kepada Allah Yang Maha Tinggi dan ridha terhadap apa yang telah ditakdirkan Allah baginya. Dan di antara kesengsaraan anak Adam adalah meninggalkan istikharah kepada Allah dan ketidakpuasannya terhadap apa yang telah ditakdirkan-Nya." (HR. At-Tirmidzi)
Berwudhu dengan sempurna: Pastikan diri dalam keadaan suci dari hadas kecil maupun besar sebelum memulai sholat. Wudhu yang sempurna merupakan syarat sah bagi setiap sholat, termasuk sholat istikharah. Apabila tidak menemukan air, bertayamum diperbolehkan sebagai pengganti wudhu.
Menyiapkan tempat yang bersih dan tenang: Pilih tempat yang bersih dari najis, nyaman, dan minim gangguan agar bisa sholat dengan khusyuk. Suasana tenang membantu meningkatkan kekhusyukan dan konsentrasi selama beribadah.
Memfokuskan hati dan pikiran pada urusan yang dihadapi: Sebelum melaksanakan sholat, pikirkan secara spesifik keputusan atau urusan yang ingin dimintakan petunjuk kepada Allah. Ketulusan hati menjadi kunci utama agar istikharah bermakna dan memberikan kejelasan.
Membaca niat sholat istikharah: Niat diucapkan dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Bacaan niat sholat istikharah adalah sebagai berikut:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْاِسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallî sunnatal istkhârati rak'ataini lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Aku berniat sholat sunnah istikharah dua rakaat karena Allah Ta'ala."
2. 2. Langkah Pelaksanaan Sholat Istikharah Dua Rakaat
Setelah persiapan selesai, langkah selanjutnya adalah melaksanakan sholat istikharah itu sendiri. Tata cara sholat istikharah dalam pelaksanaannya terdiri dari dua rakaat yang sama seperti sholat sunnah pada umumnya, dengan pembacaan surat tertentu yang dianjurkan oleh sebagian ulama.
Takbiratul ihram: Angkat kedua tangan sejajar telinga atau bahu sambil mengucapkan Allahu Akbar untuk memulai sholat. Letakkan tangan kanan di atas tangan kiri di atas dada.
Membaca doa iftitah dan surat Al-Fatihah: Setelah takbiratul ihram, bacalah doa iftitah kemudian dilanjutkan dengan surat Al-Fatihah yang merupakan rukun dalam setiap rakaat sholat.
Membaca surat pendek pada rakaat pertama: Setelah Al-Fatihah, dianjurkan membaca surat Al-Kafirun pada rakaat pertama. Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya' Ulumuddin menjelaskan bahwa surat Al-Kafirun lebih utama dibaca pada rakaat pertama sholat istikharah. Pelajari lebih dalam tentang surat Al-Ikhlas dan keutamaannya yang dibaca di rakaat kedua.
Ruku, i'tidal, sujud, dan duduk antara dua sujud: Laksanakan seluruh gerakan ruku dengan membaca Subhâna rabbiyal 'azhîmi wa bihamdih sebanyak tiga kali, dilanjutkan i'tidal, sujud pertama, duduk antara dua sujud, lalu sujud kedua. Setiap gerakan dilakukan dengan tuma'ninah (tenang dan tidak tergesa-gesa).
Berdiri untuk rakaat kedua: Pada rakaat kedua, baca kembali surat Al-Fatihah kemudian lanjutkan dengan surat Al-Ikhlas. Lakukan seluruh gerakan rakaat kedua sama seperti rakaat pertama hingga sujud kedua.
Duduk tasyahud akhir: Setelah sujud kedua pada rakaat terakhir, duduk untuk membaca tasyahud akhir beserta sholawat atas Nabi Muhammad SAW.
Salam: Tutup sholat dengan menoleh ke kanan dan ke kiri sambil mengucapkan Assalamu'alaikum warahmatullah. Sholat istikharah dua rakaat telah selesai dan dilanjutkan dengan membaca doa istikharah.
Mengacu pada Yaqeen Institute for Islamic Research, dua rakaat istikharah ini bisa dipadukan dengan sholat sunnah harian lainnya, seperti dua rakaat sebelum Subuh, setelah Maghrib, atau bahkan sebagai bagian dari sholat tahajud di malam hari. Dua rakaat yang dikerjakan tidak harus merupakan sholat tersendiri, melainkan bisa berupa sholat sunnah rawatib, sholat tahiyatul masjid, atau sholat sunnah lainnya yang berjumlah dua rakaat.
3. 3. Doa Istikharah Setelah Salam Beserta Arab, Latin, dan Artinya
Bagian terpenting dari tata cara sholat istikharah adalah membaca doa istikharah setelah salam. Doa ini merupakan inti dari seluruh ibadah istikharah karena di sinilah seorang hamba menyerahkan keputusannya sepenuhnya kepada Allah SWT.
Mengangkat tangan dan membaca sholawat: Setelah salam, angkat kedua tangan untuk berdoa. Awali dengan membaca sholawat atas Nabi Muhammad SAW dan pujian kepada Allah. Dianjurkan pula untuk menutup doa dengan sholawat sebagai adab dalam berdoa.
Membaca doa istikharah lengkap: Bacalah doa istikharah yang diajarkan Rasulullah SAW berikut ini dengan penuh penghayatan dan kekhusyukan. Apabila belum hafal, doa boleh dibaca dari buku atau ponsel.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِيْ وَدُنْيَايَ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ وَعَـاجِلِهِ وَآجِـلِهِ فَاقْدُرْهُ لِيْ وَبَارِكْ لِي فِيهِ ثُمَّ يَسِّرْهُ لِي وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِيْ وَدُنْيَايَ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ عَاجِلِهِ وَآجِـلِهِ فَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ أَيْنَـــمَا كَانَ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ وَ صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Allâhumma shalli wa sallim 'alâ sayyidina muhamamdin, Alhamdulillâhi rabbil 'âlamîn. Allâhumma innî astakhîruka bi 'ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa lâ aqdiru, wa ta'lamu wa lâ a'lamu, wa anta 'allâmul ghuyûb. Allahumma fa-in kunta ta'lamu hâdzal amra khairun lî fî dînî wa dun-yâya wa 'âqibati amrî 'âjilihi wa âjilihi faqdurhu lî wa bârik lî fîhi tsumma yassirhu lî. Wa in kunta ta'lamu anna hâdzal amra syarrun lî fî dînî wa dun-yâya wa 'âqibati amrî 'âjilihi wa âjilihi fashrifnî 'anhu washrfhu 'annî waqdur liyal khaira haitsu kâna ainamâ kânû innaka 'alâ kulli syai-in qadîr. Wa shallallâhu 'alâ sayyidina muhamamdin, walhamdulillâhi rabbil 'âlamîn.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan salam kepada junjungan kami Muhammad. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Ya Allah, sesungguhnya aku beristikharah dengan pengetahuan-Mu, aku memohon kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan sementara aku tidak mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak tahu. Engkaulah yang mengetahui perkara yang gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini baik bagiku bagi agamaku, kehidupanku, akhir urusanku, duniaku, dan akhiratku, maka takdirkanlah hal tersebut untukku, berkahilah ia untukku, dan mudahkanlah untukku. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agamaku, kehidupanku, akhir urusanku, duniaku, dan akhiratku, maka palingkanlah aku darinya dan palingkanlah dia dariku. Takdirkanlah yang terbaik untukku apa pun keadaannya. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Semoga rahmat Allah tercurah kepada junjungan kami Muhammad, dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam."
Menyebutkan hajat atau urusan secara spesifik: Setelah membaca doa istikharah, sebutkanlah secara spesifik urusan atau pilihan yang sedang dihadapi. Misalnya, "Ya Allah, aku sedang bimbang antara menerima tawaran pekerjaan di perusahaan A atau melanjutkan studi. Tunjukkanlah jalan terbaik bagiku." Menyebutkan urusan secara jelas membantu menghadirkan hati dan pikiran sepenuhnya kepada Allah.
Menutup dengan dzikir dan berserah diri: Setelah selesai berdoa, perbanyak dzikir dan istighfar. Serahkan seluruh keputusan kepada Allah dengan penuh tawakkal, tanpa tergesa-gesa menuntut jawaban. Tata cara sholat istikharah yang lengkap mencakup pula kesiapan hati untuk menerima apa pun yang Allah takdirkan.
Baca juga: Doa setelah sholat beserta bacaan Arab, Latin, dan artinya
4. Waktu Pelaksanaan, Tanda Jawaban, dan Hal Penting Seputar Sholat Istikharah
Selain mengetahui tata cara sholat istikharah secara teknis, seorang Muslim juga perlu memahami waktu terbaik untuk melaksanakannya, cara mengenali petunjuk Allah, serta sejumlah kesalahpahaman umum yang sering beredar di masyarakat. Sebagaimana dikutip dari SeekersGuidance, beberapa ulama bahkan merekomendasikan untuk melaksanakan istikharah secara umum setiap hari pada waktu Dhuha, memohon kebaikan secara menyeluruh dalam segala urusan, tidak hanya untuk keputusan besar saja.
Merujuk fiqh.islamonline.net, "Istikharah adalah alat pemberdayaan dan ketenangan. Ia meringankan kecemasan dalam pengambilan keputusan dengan meletakkan beban hal-hal yang tidak diketahui ke dalam Tangan Yang Maha Mengetahui."
Waktu terbaik pelaksanaan: Sholat istikharah bisa dikerjakan kapan saja di luar waktu-waktu yang dilarang untuk sholat sunnah, yakni setelah Subuh hingga matahari terbit, saat matahari tepat di atas kepala, dan setelah Ashar hingga matahari terbenam. Waktu paling utama adalah sepertiga malam terakhir, setelah sholat tahajud, karena pada waktu itulah doa paling mustajab.
Boleh tidur terlebih dahulu, tetapi tidak wajib: Banyak yang bertanya apakah sholat istikharah harus tidur dulu. Jawabannya tidak wajib. Seorang Muslim boleh melaksanakannya kapan saja ketika ada kebutuhan, baik siang maupun malam. Namun, jika ingin melaksanakan di sepertiga malam, tidur lebih dahulu lalu bangun untuk beribadah adalah pilihan yang baik.
Ketenangan hati sebagai tanda utama: Setelah melaksanakan sholat istikharah, petunjuk dari Allah bisa datang dalam bentuk ketenangan hati terhadap salah satu pilihan. Jika hati terasa mantap dan damai, itu bisa menjadi isyarat bahwa pilihan tersebut baik. Perhatikan pula kemudahan atau hambatan yang muncul dalam perjalanan menuju keputusan tersebut.
Perubahan situasi dan kemudahan jalan: Tanda jawaban istikharah juga bisa berupa kemudahan yang tiba-tiba muncul atau justru hambatan yang menghalangi. Apabila suatu urusan terus dimudahkan, itu bisa menjadi isyarat kebaikan dari Allah. Sebaliknya, hambatan berulang bisa menjadi tanda agar meninjau kembali keputusan.
Mimpi bukan satu-satunya tanda dan tidak wajib: Salah satu kesalahpahaman terbesar adalah anggapan bahwa jawaban istikharah pasti datang melalui mimpi. Mayoritas ulama menyatakan bahwa tidak ada dalil shahih yang mengharuskan mimpi sebagai jawaban istikharah. Petunjuk lebih sering datang melalui kecondongan hati dan perkembangan situasi secara nyata.
Istikharah bukan hanya untuk keputusan besar: Generasi awal umat Islam bahkan beristikharah untuk urusan kecil sehari-hari. Nabi SAW mengajarkan istikharah "dalam segala urusan" sebagaimana beliau mengajarkan surat-surat Al-Quran (HR. Bukhari). Jadi, sholat istikharah tidak terbatas pada urusan pernikahan atau karier saja.
Pentingnya istisyarah (musyawarah) di samping istikharah: Selain beristikharah kepada Allah, seorang Muslim juga dianjurkan bermusyawarah (istisyarah) dengan orang-orang yang dipercaya, berilmu, dan berpengalaman dalam urusan terkait. Nabi SAW sendiri sering bermusyawarah dengan para sahabat seperti Abu Bakar dan Umar sebelum mengambil keputusan penting. Nabi Muhammad SAW bersabda, dikutip dari SimplyIslam Academy, "Orang yang beristikharah tidak akan merugi, dan orang yang bermusyawarah tidak akan menyesal." (HR. At-Thabarani)
Boleh mengulangi sholat istikharah: Jika setelah melaksanakan sholat istikharah masih merasa bimbang, boleh mengulanginya. Sebagian ulama menyarankan untuk mengulangi hingga tujuh kali pada kesempatan berbeda sampai hati merasa tenteram terhadap salah satu pilihan.
Istikharah tidak untuk perkara yang sudah jelas hukumnya: Sholat istikharah hanya dilakukan untuk perkara yang bersifat mubah (diperbolehkan). Tidak perlu beristikharah untuk perkara wajib seperti sholat lima waktu, membayar zakat, dan ibadah wajib lainnya. Begitu pula tidak perlu beristikharah untuk perkara yang jelas haram.
Ridha terhadap hasil istikharah: Apa pun yang terjadi setelah beristikharah, itulah pilihan terbaik dari Allah, meskipun mungkin tidak sesuai keinginan awal. Doa istikharah sendiri ditutup dengan permohonan, "Kemudian jadikanlah aku ridha dengannya." Kalimat ini mengingatkan bahwa tawakkal sejati berarti menerima keputusan Allah dengan lapang dada.
Baca juga: Cara istikharah menggunakan Al-Quran sebagai pelengkap
Baca juga: Najwa Shihab melaksanakan sholat istikharah sebelum menerima lamaran
Dikutip dari Yaqeen Institute for Islamic Research, "Istikharah adalah doa yang tulus untuk memohon petunjuk, sebuah permohonan rendah hati agar Allah membukakan jalan menuju apa yang bermanfaat dan menghindarkan kita dari apa yang merugikan. Istikharah bukan mencari tanda-tanda, melainkan permohonan akan kebijaksanaan dan kejelasan ilahi."
Memahami hal-hal di atas akan melengkapi pemahaman seorang Muslim tentang tata cara sholat istikharah secara menyeluruh. Sholat istikharah bukan sekadar ritual, melainkan bentuk kepasrahan seorang hamba yang mengakui keterbatasannya dan menyerahkan segala urusan kepada Allah SWT. Ibadah ini juga selaras dengan semangat memperbanyak ibadah sholat malam dan sholat sunnah lainnya untuk mendekatkan diri kepada Allah.
5. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Sholat Istikharah
Apakah sholat istikharah harus dilakukan pada malam hari?
Tidak harus. Sholat istikharah boleh dilaksanakan kapan saja selama bukan pada waktu-waktu yang dilarang untuk sholat sunnah. Waktu malam, terutama sepertiga malam terakhir, memang lebih utama karena merupakan waktu mustajab untuk berdoa. Namun, seorang Muslim yang memiliki kesibukan di malam hari tetap bisa melaksanakannya di waktu luang lainnya, seperti setelah sholat Dzuhur atau di waktu Dhuha, dengan niat dan hati yang sungguh-sungguh.
Berapa kali sholat istikharah boleh diulangi untuk satu urusan?
Tidak ada batasan pasti mengenai berapa kali sholat istikharah boleh diulang. Jika setelah melaksanakannya sekali hati masih terasa bimbang, diperbolehkan untuk mengulanginya di kesempatan lain. Sebagian ulama menyarankan pengulangan hingga tujuh kali sampai kejelasan dan ketenangan hati muncul terhadap salah satu pilihan, disertai tetap melakukan riset dan berkonsultasi dengan orang-orang yang dipercaya.
Apakah jawaban sholat istikharah selalu datang melalui mimpi?
Tidak. Meskipun sebagian orang mengalami mimpi setelah melaksanakan sholat istikharah, mimpi bukanlah satu-satunya bentuk jawaban dan tidak selalu terjadi. Mayoritas ulama menegaskan bahwa jawaban istikharah lebih sering muncul dalam bentuk ketenangan hati, kemudahan atau hambatan dalam urusan, perubahan situasi, atau bahkan nasihat dari orang lain yang tidak terduga. Yang terpenting adalah bertawakkal kepada Allah dan melangkah dengan penuh keyakinan setelah beristikharah.
Sholat istikharah adalah karunia luar biasa dari Allah bagi setiap Muslim yang menghadapi persimpangan dalam hidupnya. Dengan memahami tata cara sholat istikharah yang benar, mulai dari persiapan, pelaksanaan dua rakaat, hingga pembacaan doa setelahnya, setiap keputusan yang diambil akan terasa lebih ringan karena telah melibatkan Allah di dalamnya. Memperbanyak ibadah sunnah lainnya seperti sholat tahajud, sholat hajat, dan menjaga kesucian diri akan semakin menguatkan hubungan seorang hamba dengan Sang Pencipta.
Daftar Referensi
- Islamic Relief Worldwide. How to Pray Istikhara - Prayer Guidance. Diakses pada 9 Juni 2026, dari https://islamic-relief.org/knowledge-base/how-to-pray-istikhara/
- Yaqeen Institute for Islamic Research. A Guide to Istikhara, the Prayer for Guidance. Diakses pada 9 Juni 2026, dari https://yaqeeninstitute.org/read/blog/a-guide-to-istikhara-the-prayer-for-guidance
- SeekersGuidance. Istikhara: The Prayer of Seeking Guidance. Diakses pada 9 Juni 2026, dari https://seekersguidance.org/answers/hanafi-fiqh/istikhara-the-prayer-of-seeking-guidance/
- Fiqh.IslamOnline.net. Istikhara Prayer: Rules and Signs of Response. Diakses pada 9 Juni 2026, dari https://fiqh.islamonline.net/en/istikharah-prayer-rules-signs-of-response/
- Dar-us-Salam Publications. How to Perform Istikhara Prayer - Step by Step Guide. Diakses pada 9 Juni 2026, dari https://dar-us-salam.com/islamic-articles/how-to-pray-istikhara-step-by-step.htm
(kpl/fed)
Advertisement