8 Fakta Gelap Eren Yeager yang Mengungkap Sisi Kelam di 'ATTACK ON TITANS', Sudah Hilangkan Nyawa Orang Saat Masih Kecil

Eren Yeeger adalah salah satu karakter antihero yang memiliki pengembangan karakter menarik. Meski awalnya dirinya memiliki tekad bulat untuk membasmi titan, faktanya saat dewasa keinginnya berganti.

Tak ragu musnahkan dunia, nyatanya Eren sudah lakukan tindak 'kejahatan' saat masih kecil.

Foto 1 dari 8
Istimewa

Eren pertama kali membunuh manusia saat masih anak-anak, sebelum bergabung dengan militer. Ketika Mikasa diculik oleh sekelompok penjahat, Eren dengan dingin membunuh mereka untuk menyelamatkannya, menunjukkan sisi brutal dan keinginan kuat untuk melindungi orang yang ia cintai sejak usia dini.

 

Foto 2 dari 8
Istimewa

Eren secara langsung mempengaruhi peristiwa di masa lalu menggunakan kekuatan Titan Pendiri. Dia memanipulasi ayahnya, Grisha, untuk mencuri kekuatan Titan Pendiri dari keluarga Reiss dan bahkan mempengaruhi keputusan Grisha untuk membunuh keluarga tersebut.

Foto 3 dari 8
Istimewa

Eren dengan sengaja memulai Rencana Rumbling, yang membangkitkan ribuan Colossal Titans untuk menghancurkan dunia di luar Pulau Paradis. Tujuannya adalah menghancurkan semua musuh potensial, menyebabkan kehancuran dan kematian massal, termasuk jutaan orang yang tidak bersalah, untuk melindungi teman-temannya di Pulau Paradis.

 

Foto 4 dari 8
Istimewa

Seiring perkembangan cerita, Eren menjadi semakin fatalistik. Dia mulai percaya bahwa semua tindakannya sudah ditentukan oleh nasib, dan bahwa dia tidak memiliki pilihan selain menjalani jalur yang telah ditentukan, yang mencakup tindakan-tindakan kejam dan mengerikan.

Foto 5 dari 8
Istimewa

Di bagian akhir cerita, Eren secara sengaja menjauhkan diri dari teman-temannya, terutama Mikasa dan Armin. Dia memilih untuk tidak memberi tahu mereka rencana sebenarnya, mengetahui bahwa mereka akan menentangnya. Ini menunjukkan sisi gelap Eren yang rela mengorbankan hubungannya untuk tujuan yang lebih besar.

Foto 6 dari 8
Istimewa

Eren memanipulasi Ymir Fritz, Titan pertama, untuk mendapatkan kekuatan penuh Titan Pendiri. Dia memanfaatkan trauma dan rasa sakit Ymir untuk memaksanya mematuhi perintahnya, menunjukkan bahwa Eren tidak ragu untuk mengeksploitasi orang lain, bahkan jika mereka adalah korban dari sejarah yang menyedihkan.

Foto 7 dari 8
Istimewa

Eren menyadari bahwa tindakannya tidak hanya akan mengakibatkan kematiannya sendiri tetapi juga kehancuran total dunia yang dia coba lindungi. Dia memahami bahwa meskipun Rumbling berhasil, dia akan dibunuh oleh teman-temannya sendiri, dan dia menerima nasib ini dengan keputusasaan.

Foto 8 dari 8
Istimewa

Eren, yang awalnya berjuang untuk kebebasan umat manusia dari para Titan, akhirnya mengkhianati tujuan awalnya dengan menjadi ancaman terbesar bagi kemanusiaan itu sendiri. Transformasi ini dari pahlawan menjadi antagonis mencerminkan degradasi moral yang terjadi dalam dirinya seiring berjalannya cerita.

Read More

Load More