Kapanlagi.com - Ajang First Face Indonesia 2026 resmi menyelesaikan rangkaian penyelenggaraannya melalui malam Grand Final yang digelar pada 30 Oktober 2026 di DEHENG HOUSE, Kemang, Jakarta. Memasuki edisi kedua, First Face Indonesia kembali menjadi ruang bagi generasi muda untuk menampilkan potensi, karakter, kreativitas, serta kepemimpinan melalui dunia pageant, seni, dan pengembangan diri.
Mengusung tema 'The Future Leaders' dengan semangat 'The New Future Leaders Indonesia', acara ini tidak hanya berfokus pada penampilan di atas panggung, tetapi juga pada kepercayaan diri, sikap, talenta, kemampuan berkomunikasi, dan tanggung jawab sosial para finalis.
Rangkaian kegiatan berlangsung selama lima hari, meliputi penyambutan finalis, pembekalan dan pelatihan, produksi foto dan video, preliminary, talent show, hingga malam Grand Final. Seluruh proses dirancang untuk memberikan pengalaman pengembangan diri sekaligus kesempatan bagi para finalis untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Advertisement
KIDS
JUNIOR
TEEN
ADULT
First Face Indonesia Tourism 2026 menjadi gelar baru yang diperkenalkan pada edisi kedua. Gelar ini berfokus pada promosi pariwisata Indonesia, memperkenalkan kekayaan destinasi, budaya, dan potensi daerah ke tingkat nasional hingga kancah internasional. Gelar ini diraih oleh:
Melalui gelar First Face Indonesia Tourism, para penerima gelar diharapkan dapat menjadi representasi dan duta promosi yang turut memperkenalkan keindahan pariwisata, keragaman budaya, serta identitas Indonesia kepada masyarakat luas dan komunitas internasional.
Segmen First Face Golden Voice 2026 memberikan panggung khusus bagi finalis yang memiliki kemampuan vokal dan kecintaan terhadap dunia musik. Gelar First Face Golden Voice 2026 berhasil dimenangkan oleh Ethly Jo Alfaris, perwakilan dari Provinsi Maluku. Pemenang mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensinya di bidang musik, sejalan dengan semangat First Face Indonesia dalam mendukung talenta muda.
Arie Khayz selaku National Director First Face Indonesia menyampaikan bahwa penyelenggaraan edisi kedua ini merupakan langkah untuk memperluas ruang berkarya dan memberi dampak yang lebih besar bagi para talenta Indonesia. Melalui penambahan gelar First Face Indonesia Tourism, ajang ini juga ingin mendorong para pemegang gelar untuk berperan aktif memperkenalkan pariwisata dan budaya Indonesia hingga ke tingkat internasional.
"Kami berharap First Face Indonesia bukan hanya menjadi panggung untuk meraih mahkota, tetapi juga menjadi awal dari perjalanan untuk berkarya, menginspirasi, dan membawa nama Indonesia dengan kebanggaan serta tanggung jawab," ujar Arie Khayz.
(kpl/bus/ums)