Visual Dewa dan Peri! Ao Ruipeng dan Wang Yuwen Jadi Duta Imlek untuk Game for Peace
Ao Ruipeng dan Wang Yuwen - copyright: weibo.com
Kapanlagi.com - Kolaborasi spesial Tahun Baru Imlek dari game Peacekeeper Elite atau Game for Peace sukses mencuri perhatian publik. Ao Ruipeng dan Wang Yuwen resmi didapuk sebagai duta Imlek dengan konsep visual dewa dan peri yang memukau.
Kehadiran keduanya langsung memicu diskusi hangat di media sosial karena konsep visual yang megah dan sentuhan budaya tradisional China yang kental. Ao Ruipeng dan Wang Yuwen tampil dalam foto cosplay realistis yang disebut-sebut sebagai salah satu promosi game paling ambisius di awal 2026.
Advertisement
1. Dua Skin Divine Gear dengan Konsep Dewa Penjaga dan Peri Keberuntungan

Kolaborasi Imlek ini menghadirkan dua skin bertajuk "Double Divine Gear" yang akan resmi dirilis pada 15 Februari pukul 00:00. Skin pria "Pegasus God Lord � Wind Rider" terinspirasi dari kendaraan Pegasus dalam game, sementara skin wanita "Spirit Steed Fairy � Cloud Song" memadukan unsur giok putih dan aura keberuntungan.
Ao Ruipeng sebagai "Duta Tianma" memerankan karakter Tianma Shenjun�Yufeng, dengan aura gagah dan heroik. Senjata yang digunakannya, diduga varian baru M4 atau SCAR, disebut sebagai perpaduan keindahan dan kemegahan yang elegan oleh para pemain.
Sementara itu, Wang Yuwen berubah menjadi Lingju Xianji�Yun Ge atau "Duta Kuda Roh". Gaun gradasi merah muda dan putih, kain bermotif awan, serta rambut putihnya menciptakan kesan anggun dan membawa keberuntungan khas perayaan Imlek.
2. Integrasi Warisan Budaya Takbenda yang Kental Nuansa Tradisional
Tak sekadar promosi skin, proyek Ao Ruipeng dan Wang Yuwen ini juga mengangkat unsur warisan budaya takbenda nasional. Video promosi difilmkan di Foshan dan Hangzhou dengan dukungan resmi dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Guangdong serta Zhejiang.
Ao Ruipeng bahkan mendemonstrasikan langsung teknik cetak blok kayu dan mengukir karakter "大�" yang berarti keberuntungan. Detail ini memberi sentuhan autentik sekaligus memperkuat pesan berkah Tahun Baru.
Di sisi lain, adegan Wang Yuwen dihiasi lentera Foshan yang melambangkan harapan dan aspirasi. Tarian Yingge turut dihadirkan untuk mempertegas suasana meriah, menciptakan perpaduan harmonis antara estetika game modern dan budaya tradisional China.
3. Aktivitas Interaktif dan Siaran Langsung yang Ditunggu Pemain
Selain peluncuran skin, Peacekeeper Elite juga menyiapkan berbagai aktivitas pendukung. Ao Ruipeng dijadwalkan melakukan siaran langsung pada 13 Februari pukul 20:00 untuk memperlihatkan gameplay menggunakan skin terbarunya.
Interaksi Ao Ruipeng dan Wang Yuwen dalam siaran ini disebut-sebut akan menghadirkan momen "adu argumen verbal dengan teman" yang menghibur. Chemistry keduanya memang kerap jadi sorotan karena gaya humor mereka yang dikenal unik dan sedikit abstrak.
Tak ketinggalan, tersedia sampul amplop merah edisi terbatas yang bisa diperoleh mulai 12 Februari dengan memindai kode QR. Pemain yang ikut serta dalam kampanye hashtag seperti #PeaceEliteSpringFestivalDoubleGodlyGearArrives juga berkesempatan memenangkan hadiah menarik dalam game.
4. Dari "Aliran Abstrak" ke Visual Dewa-Peri yang Memukau
Sebelum kolaborasi ini, Ao Ruipeng dan Wang Yuwen sering dijuluki sebagai perwakilan "aliran abstrak" di industri hiburan karena selera humor dan ekspresi unik mereka. Wang Yuwen bahkan pernah menyebut Ao Ruipeng sebagai sosok yang "sangat abstrak" dalam sebuah wawancara.
Namun lewat proyek Imlek ini, keduanya justru tampil dengan visual super serius dan elegan. Unggahan Wang Yuwen di Weibo bertuliskan "Kali ini bukan abstrak, kali ini dewi sungguhan" pun viral dan menjadi meme populer di kalangan netizen.
Kolaborasi Ao Ruipeng dan Wang Yuwen dalam Game for Peace membuktikan bahwa citra playful bisa berpadu dengan konsep megah dan artistik. Tak heran jika dua kostum ilahi ini langsung menjadi pusat perhatian pemain menjelang Festival Musim Semi 2026.
(kpl/chn)
Advertisement
