15 Tanaman Sayuran yang Cepat Panen, Cocok untuk Pemula dan Lahan Sempit
tanaman sayuran yang cepat panen (h)
Kapanlagi.com - Menanam kebutuhan dapur sendiri kini menjadi gaya hidup yang makin populer di perkotaan. Tidak heran, tanaman sayuran yang cepat panen banyak diburu karena hasilnya bisa dinikmati hanya dalam hitungan minggu.
Anda tidak memerlukan lahan luas maupun keahlian khusus untuk memulainya. Cukup pot, polybag, atau sepetak pekarangan, kebun mini di rumah sudah bisa produktif sekaligus menghemat pengeluaran belanja.
Sebagaimana dilaporkan savvygardening, kelebihan sayuran cepat tumbuh adalah Anda tidak butuh musim tanam yang panjang untuk memanen bahan pangan sendiri. Karena itu, memilih tanaman sayuran yang cepat panen menjadi langkah awal paling realistis bagi pemula yang ingin segera melihat hasil kerjanya.
Advertisement
1. Mengenal Tanaman Sayuran yang Cepat Panen
Tanaman sayuran yang cepat panen adalah kelompok sayuran dengan siklus hidup pendek yang bisa dipetik dalam waktu relatif singkat, umumnya kurang dari tiga bulan sejak tanam. Sebagian besar berupa sayuran daun, batang, atau umbi muda yang tidak perlu menunggu proses berbunga dan berbuah, sehingga pertumbuhannya jauh lebih ringkas.
Dilansir dari Texas A&M AgriLife Extension, lobak termasuk salah satu tanaman tercepat yang bisa ditanam di rumah dan sering menjadi sayuran pertama yang dipanen pada awal musim tanam. Karakter inilah yang membuat sayuran berumur pendek cocok bagi siapa pun yang baru belajar berkebun.
Merujuk The Old Farmer's Almanac, lobak adalah "pelari cepat" di kebun yang siap dipanen hanya dalam hitungan minggu dan bisa ditanam di sela tanaman lain, di dalam pot, maupun di lahan kecil. Prinsip serupa berlaku untuk banyak sayuran daun yang bisa dipanen sejak masih muda.
Bagi yang punya rutinitas padat, ada banyak pilihan tanaman sayuran mudah dirawat untuk orang sibuk, sedangkan pemilik rumah mungil bisa menengok deretan sayuran hemat tempat untuk pekarangan sempit.
2. Daftar Tanaman Sayuran yang Cepat Panen dan Perkiraan Waktu Panennya
Berikut deretan tanaman sayuran yang cepat panen, diurutkan kurang lebih dari yang paling singkat masa panennya. Perkiraan waktu ini bersifat gambaran umum karena hasilnya turut dipengaruhi varietas, iklim, dan perawatan.
- Microgreen (sekitar 7-14 hari). Microgreen adalah tunas muda tanaman yang dipanen tepat setelah daun sejati pertama muncul, sehingga menjadi sayuran tercepat untuk dipanen. Bahkan, beberapa riset menyebut microgreen memiliki kepadatan nutrisi jauh lebih tinggi dibanding sayuran yang sudah tumbuh dewasa.
- Lobak (sekitar 20-30 hari). Lobak bisa berkembang dari biji menjadi umbi matang dalam 20-30 hari. Glenn Chandler, pendiri Evergreenseeds.com, dikutip dari The Daily Meal, menyatakan, "Lobak seperti Cherry Belle dan Saxa 2 bisa matang dalam 22 sampai 25 hari pada kondisi ideal."
- Kangkung (sekitar 25-30 hari). Kangkung atau water spinach adalah tanaman tropis yang tumbuh cepat dan tahan cuaca panas, sehingga cocok dibudidayakan di iklim Indonesia. Ikuti cara menanam kangkung darat di rumah untuk hasil maksimal.
- Bayam (sekitar 25-40 hari). Bayam siap dipanen pada umur 25-40 hari dan sebaiknya dipetik pada pagi hari saat daun masih segar. Pelajari cara menanam bayam di pot dan polybag agar cepat rimbun.
- Arugula atau rukola (sekitar 20-40 hari). Sayuran salad ini sangat cepat, kerap siap dipetik dengan metode potong-tumbuh-lagi hanya dalam 21 hari dan matang penuh sekitar 40 hari. Rasanya pedas dan cocok untuk salad segar.
- Sawi hijau atau caisim (sekitar 25-35 hari). Sawi termasuk sayuran yang toleran terhadap kondisi tumbuh yang bervariasi dan bisa dipanen dalam 25-35 hari. Simak cara menyuburkan tanaman bayam dan sawi.
- Pakcoy atau sawi sendok (sekitar 30-45 hari). Masih satu keluarga dengan sawi, pakcoy sama-sama adaptif dan mudah dirawat pemula. Daunnya renyah dan cocok untuk tumisan maupun sup.
- Selada (sekitar 30-45 hari). Selada tergolong sayuran daun yang bisa dipanen sekitar empat hingga enam minggu setelah ditanam. German Sandoya, pemulia dan peneliti selada dari UF/IFAS, dikutip dari UF/IFAS, menyatakan, "Beberapa persoalan terkait pencahayaan, defisiensi nutrisi, dan suhu justru menjadikan tanaman ini ideal bagi pemula." Coba juga cara menanam selada romaine di rumah.
- Daun bawang (beberapa hari hingga sekitar 40-50 hari). Daun bawang dengan metode regrow bahkan bisa mulai dipanen dalam beberapa hari setelah tunas muncul. Cukup sisakan pangkal berakar lalu rendam sebentar dalam air.
- Kacang panjang (sekitar 45-60 hari). Tanaman merambat ini hemat tempat karena tumbuh ke atas bila diberi ajir. Polong muda dipetik berkala agar produksi terus berlanjut.
- Buncis (sekitar 40-60 hari). Buncis umumnya matang dalam 50-60 hari, dan dengan menanam benih baru setiap dua hingga tiga minggu Anda bisa memanennya berkelanjutan sepanjang musim.
- Mentimun (sekitar 35-45 hari). Tanaman rambat ini cepat berbuah dan cocok ditanam vertikal. Panen saat kulit masih hijau cerah agar rasanya segar dan tidak pahit.
- Tomat cherry (sekitar 60-70 hari). Relatif lebih lama, tetapi berbuah lebat dan terus-menerus sehingga tetap layak masuk daftar. Buahnya yang berwarna cerah sekaligus mempercantik halaman.
- Cabai rawit (sekitar 75-90 hari). Cabai rawit umumnya mulai berbunga pada usia 2-3 bulan dan siap dipanen sekitar 75-90 hari setelah tanam, lalu terus berbuah berbulan-bulan. Terapkan cara menanam cabai rawit di rumah agar panennya melimpah.
Baca juga: 7 cara menanam kangkung agar batangnya besar dan cepat dipanen serta ide memanfaatkan galon bekas untuk pot kangkung gantung.
3. Tips agar Tanaman Sayuran Cepat Panen Tumbuh Subur
Agar sayuran berumur pendek benar-benar tumbuh optimal, ada beberapa langkah dasar yang perlu diperhatikan. Perawatan yang konsisten sejak awal akan menentukan kecepatan dan kualitas panen.
- Pilih lokasi terang. Tempatkan tanaman di lokasi bersinar matahari penuh, idealnya sekitar delapan jam sehari, dan tambahkan kompos di antara pergantian tanaman untuk menjaga kesuburan.
- Gunakan media gembur. Campuran tanah, kompos, dan sekam bakar dengan porsi seimbang membuat akar mudah menembus media sekaligus menyerap air dengan baik.
- Perhatikan suhu benih. David Marks, pakar berkebun dari Garden Focused, dikutip dari Suttons, menyatakan, "Biji bayam lebih sensitif terhadap suhu tanah dibandingkan banyak sayuran lain." Karena itu, di daerah panas, semai pada pagi hari atau di tempat yang lebih teduh.
- Siram secara bijak. Sayuran daun mudah menjadi pahit bila kekeringan, tetapi media yang terus tergenang justru membuat akar membusuk, jadi siram saat permukaan mulai kering.
- Beri pupuk ringan. Sayuran daun tergolong rakus hara, sehingga pupuk kaya nitrogen dosis rendah setiap satu hingga dua minggu membantu daun tumbuh lebar dan hijau.
- Sesuaikan jadwal tanam dengan iklim. Charlie Nardozzi, penulis dan pembicara berkebun, dikutip dari The Daily Meal, menyarankan, "Sebaiknya periksa pusat kebun setempat atau layanan penyuluhan pertanian untuk menemukan waktu tanam terbaik bagi berbagai sayuran di daerah Anda."
- Panen bertahap. Terapkan metode potong-tumbuh-lagi dengan memetik daun terluar agar tanaman terus memproduksi tunas baru untuk panen berikutnya.
Panduan menyeluruh bisa Anda dapatkan lewat cara menanam sayur organik di rumah, cara berkebun di pekarangan rumah untuk pemula, hingga menanam bayam di polybag untuk stok harian.
4. Teknik Succession Planting untuk Panen Berkelanjutan
Salah satu rahasia agar dapur tak pernah kehabisan sayur segar adalah succession planting, yakni menanam secara bertahap dalam gelombang. Alih-alih menabur semua benih sekaligus, Anda menyemai sedikit demi sedikit dalam jeda beberapa minggu sehingga panen datang bergelombang, bukan menumpuk di satu waktu.
Mengacu pada Royal Horticultural Society, sayuran cepat matang seperti wortel, buncis, kacang polong, selada, dan bayam paling baik ditanam rutin dalam jumlah kecil untuk menghasilkan pasokan segar yang berkelanjutan. Pendekatan ini sangat pas untuk sayuran daun yang mudah rusak bila dipanen berlebihan sekaligus.
Berdasarkan panduan Farmers' Almanac, untuk tanaman cepat seperti selada, bayam, dan lobak, cukup tabur satu baris benih baru setiap dua hingga tiga minggu sekali. Cody DeLuisio, manajer di Stella Manor, dikutip dari The Daily Meal, terbiasa menanam umbi cepat panen secara berulang, "Saya menanamnya pada setiap musim tanam, baik semi maupun gugur!"
Di iklim tropis Indonesia, prinsip gelombang tanam ini bisa dijalankan sepanjang tahun. Anda bisa mengombinasikannya dengan cara bertani sayur vertikal untuk panen mingguan, mencoba hidroponik sederhana, hingga menekuni menanam kangkung hidroponik dan menanam selada hidroponik.
5. Manfaat Menanam Sayuran Cepat Panen di Rumah
Menanam sendiri bukan sekadar menghemat belanja dapur, tetapi juga memberi jaminan kesegaran dan keamanan pangan. Sayuran yang baru dipetik cenderung lebih segar, lebih bernutrisi, dan bebas dari kekhawatiran residu bahan kimia berlebih.
Mengutip University of Illinois Extension, orang yang rutin berkebun cenderung menyantap lebih banyak sayuran yang kaya kalsium, vitamin A, kalium, dan serat. Nicole Flowers-Kimmerle, Pendidik Hortikultura di lembaga tersebut, menyatakan, "Menanam sayuran sendiri dari biji memungkinkan Anda memilih varietas yang sesuai dengan selera Anda."
Kebun rumahan juga membuat Anda tahu persis bagaimana sayuran itu dirawat. Bob Westerfield, ahli hortikultura konsumen dari University of Georgia, menyatakan, "Kebun sayur rumahan adalah cara yang bagus untuk melengkapi menu makan dengan sayuran segar." Menanam cabai atau tomat sendiri, misalnya, membuat pasokan bumbu dapur lebih stabil saat harga di pasar melonjak.
Tak kalah penting, berkebun memberi manfaat bagi kesehatan mental. Sebuah analisis pada 2016 terhadap berbagai studi menemukan bahwa berkebun berkaitan dengan penurunan depresi, kecemasan, dan indeks massa tubuh, sekaligus meningkatkan kualitas hidup dan rasa kebersamaan. Mulailah dari yang paling mudah, lalu perluas kebun mini Anda dengan cara menanam seledri di pot, menanam cabai dari biji, hingga merawat tanaman cabai agar berbuah lebat dan
(kpl/cel)
Advertisement
D Academy 8
-
Ulang Tahun Selebritis Ulang Tahun Soimah Dirayakan di Panggung Dangdut Academy 8