Apa Arti PKI: Sejarah dan Makna Partai Komunis Indonesia

Apa Arti PKI: Sejarah dan Makna Partai Komunis Indonesia
apa arti pki

Kapanlagi.com - PKI adalah singkatan dari Partai Komunis Indonesia, sebuah partai politik berideologi komunis yang pernah menjadi salah satu kekuatan politik terbesar di Indonesia. Partai ini memiliki sejarah panjang dan kompleks dalam perjalanan politik Indonesia sejak masa kolonial hingga era kemerdekaan.

Untuk memahami apa arti PKI secara mendalam, kita perlu menelusuri asal-usul, ideologi, dan peran partai ini dalam sejarah Indonesia. PKI bukan sekadar organisasi politik biasa, melainkan partai yang pernah memiliki jutaan anggota dan pengaruh signifikan dalam perpolitikan nasional.

Menurut buku Dasar-Dasar Ilmu Politik karya Prof. Miriam Budiardjo, PKI merupakan salah satu dari tiga kekuatan politik utama dalam periode Demokrasi Terpimpin (1959-1965), bersama dengan Presiden Soekarno dan TNI. Partai ini berhasil mengembangkan sayapnya dan memengaruhi hampir semua aspek kehidupan politik melalui konsep NASAKOM.

1. Pengertian dan Definisi PKI

Pengertian dan Definisi PKI (c) Ilustrasi AI

PKI merupakan akronim dari Partai Komunis Indonesia, sebuah organisasi politik yang menganut ideologi komunisme berdasarkan ajaran Karl Marx dan Lenin. Partai ini didirikan dengan tujuan memperjuangkan kepentingan kelas buruh dan petani serta mengubah sistem ekonomi kapitalis menjadi sosialis.

Sebagai partai komunis, PKI memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dari partai politik lainnya. Ideologi komunisme yang dianut PKI menghendaki penghapusan hak milik pribadi atas alat-alat produksi dan menggantinya dengan kepemilikan kolektif yang dikontrol negara. Sistem ini bertujuan menciptakan masyarakat tanpa kelas di mana semua orang memiliki kedudukan yang sama.

Dalam konteks Indonesia, PKI berkembang sebagai respons terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat yang mengalami penindasan di bawah sistem kolonial. Partai ini menarik dukungan dari berbagai kalangan, terutama buruh, petani, dan intelektual yang menginginkan perubahan radikal dalam struktur masyarakat.

Menurut dokumen Apa Partai Komunis Itu yang disusun oleh Departemen Agitasi dan Propaganda CC PKI tahun 1958, partai komunis adalah "barisan depan yang terorganisasi, adalah bentuk organisasi yang tertinggi yang paling berdisiplin" dari kelas buruh. Dokumen ini menjelaskan bahwa PKI lahir sebagai kebutuhan historis ketika kelas buruh memerlukan organisasi politik untuk memperjuangkan cita-cita mereka.

2. Sejarah Pembentukan PKI

Sejarah Pembentukan PKI (c) Ilustrasi AI

Sejarah PKI dimulai pada tahun 1914 ketika Henk Sneevliet dan kaum sosialis Hindia Belanda membentuk Indische Sociaal-Democratische Vereeniging (ISDV) atau Perhimpunan Sosial-Demokratis Hindia. Organisasi ini awalnya beranggotakan 85 orang dari dua partai sosialis Belanda yang aktif di Hindia Belanda.

Transformasi ISDV menjadi PKI terjadi secara bertahap. Pada tahun 1917, organisasi ini mulai menerbitkan publikasi berbahasa Indonesia berjudul Soeara Merdeka, menandai upaya untuk menjangkau masyarakat pribumi. Pengaruh Revolusi Oktober 1917 di Rusia sangat signifikan dalam perkembangan gerakan komunis di Indonesia.

Pada 23 Mei 1920, dalam kongres di Semarang, ISDV resmi mengubah namanya menjadi Perserikatan Komunis di Hindia (PKH) dengan Semaoen sebagai ketua dan Darsono sebagai wakil ketua. Empat tahun kemudian, pada 1924, nama partai kembali diubah menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI).

Periode awal PKI ditandai dengan upaya infiltrasi ke organisasi-organisasi nasionalis lainnya, terutama Sarekat Islam. Strategi "blok dalam" ini berhasil menarik banyak anggota Sarekat Islam untuk bergabung dengan gerakan komunis, meskipun kemudian menimbulkan konflik internal dalam organisasi tersebut.

1. Masa Perjuangan Melawan Kolonialisme

PKI aktif dalam perjuangan melawan pemerintah kolonial Belanda melalui berbagai cara, mulai dari pemogokan buruh hingga propaganda anti-imperialis. Partai ini berhasil mengorganisir serikat-serikat buruh dan petani untuk melawan kebijakan kolonial yang merugikan rakyat pribumi.

2. Pemberontakan 1926

Puncak perlawanan PKI terhadap pemerintah kolonial terjadi pada November 1926 ketika partai ini memimpin pemberontakan di Jawa Barat dan Sumatera Barat. Pemberontakan ini berujung pada penindasan brutal oleh penguasa kolonial, dengan ribuan anggota PKI ditangkap, dipenjara, atau diasingkan ke Boven Digul.

3. Periode Bawah Tanah

Setelah pemberontakan 1926 gagal, PKI dinyatakan terlarang dan bergerak secara klandestin. Banyak pemimpin partai melarikan diri ke luar negeri atau bekerja melalui organisasi-organisasi lain seperti Gerindo dan serikat-serikat buruh.

4. Kebangkitan Pasca Kemerdekaan

PKI muncul kembali sebagai kekuatan politik legal setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 1945. Partai ini aktif dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan berpartisipasi dalam sistem politik demokratis yang baru terbentuk.

5. Era Demokrasi Terpimpin

Pada periode 1959-1965, PKI mencapai puncak kekuatannya di bawah sistem Demokrasi Terpimpin Presiden Soekarno. Partai ini menjadi salah satu dari tiga kekuatan politik utama bersama Soekarno dan TNI, dengan pengaruh yang meluas ke berbagai sektor kehidupan.

3. Ideologi dan Tujuan PKI

Ideologi PKI didasarkan pada Marxisme-Leninisme yang diadaptasi dengan kondisi Indonesia. Partai ini bertujuan menciptakan masyarakat sosialis melalui revolusi yang dipimpin oleh kelas buruh dan petani. Konsep perjuangan kelas menjadi inti dari ideologi PKI, di mana mereka melihat masyarakat terbagi dalam kelas-kelas yang bertentangan kepentingannya.

Tujuan utama PKI meliputi penghapusan sistem kapitalisme, pemberdayaan buruh dan petani, serta pembentukan negara sosialis. Partai ini juga memperjuangkan kemerdekaan nasional dari imperialisme dan kolonialisme, serta menentang segala bentuk penindasan terhadap rakyat pekerja.

Dalam konteks Indonesia, PKI mengembangkan konsep "jalan Indonesia menuju sosialisme" yang disesuaikan dengan kondisi lokal. Mereka menekankan pentingnya persatuan antara buruh, petani, dan intelektual progresif dalam mewujudkan cita-cita sosialis.

PKI juga memiliki pandangan anti-imperialisme yang kuat, mendukung gerakan pembebasan nasional di berbagai negara, dan menentang dominasi kekuatan asing dalam politik dan ekonomi Indonesia. Sikap ini sejalan dengan politik luar negeri Indonesia yang non-blok pada masa itu.

4. Tokoh-Tokoh Penting PKI

Tokoh-Tokoh Penting PKI (c) Ilustrasi AI

Sepanjang sejarahnya, PKI dipimpin oleh berbagai tokoh yang memiliki peran penting dalam perkembangan partai. Henk Sneevliet sebagai pendiri ISDV membawa pengaruh sosialisme Eropa ke Indonesia dan meletakkan dasar-dasar gerakan komunis di Nusantara.

Semaoen merupakan tokoh kunci dalam transformasi ISDV menjadi PKI dan menjadi ketua pertama partai komunis Indonesia. Ia berhasil mengorganisir gerakan buruh dan memperluas basis dukungan PKI di kalangan pribumi. Darsono, sebagai wakil ketua, juga memainkan peran penting dalam konsolidasi organisasi partai.

Tan Malaka adalah tokoh revolusioner yang memiliki pengaruh besar dalam gerakan komunis Indonesia, meskipun sering berselisih dengan kepemimpinan PKI. Pemikirannya tentang strategi revolusi dan nasionalisme memberikan warna tersendiri dalam perkembangan ideologi komunis di Indonesia.

Musso adalah pemimpin PKI yang kembali dari pengasingan di Moskow dan memimpin pemberontakan Madiun 1948. Ia berusaha menata kembali PKI setelah periode bawah tanah dan mengembangkan strategi baru untuk merebut kekuasaan.

D.N. Aidit memimpin PKI pada masa kejayaannya di era 1950-1960an. Di bawah kepemimpinannya, PKI berkembang menjadi partai massa terbesar ketiga di dunia dan memiliki pengaruh signifikan dalam politik Indonesia hingga peristiwa 1965.

5. Peristiwa Pemberontakan Madiun 1948

Peristiwa Pemberontakan Madiun 1948 (c) Ilustrasi AI

Pemberontakan PKI Madiun 1948 merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah partai ini. Gerakan yang dipimpin oleh Musso dan Amir Syarifuddin ini bertujuan menggulingkan pemerintahan Republik Indonesia dan menggantikannya dengan sistem komunis.

Latar belakang pemberontakan ini meliputi kekecewaan terhadap Perjanjian Renville yang merugikan Indonesia, pembentukan Front Demokrasi Rakyat sebagai oposisi terhadap pemerintah, dan program rasionalisasi TNI yang menimbulkan ketidakpuasan di kalangan militer.

Pemberontakan dimulai dengan propaganda anti-pemerintah dan pemogokan buruh, kemudian berkembang menjadi aksi kekerasan termasuk penculikan dan pembunuhan tokoh-tokoh pemerintah. Puncaknya terjadi pada 18 September 1948 ketika pemberontak berhasil menguasai Madiun dan memproklamirkan Republik Soviet Indonesia.

Pemerintah merespons dengan tegas melalui operasi militer yang dipimpin oleh Panglima Besar Sudirman. Presiden Soekarno juga memainkan peran penting dengan meminta rakyat memilih antara Soekarno-Hatta atau Musso-Amir. Pada 30 September 1948, Madiun berhasil direbut kembali oleh pasukan pemerintah.

6. Gerakan 30 September 1965

Gerakan 30 September 1965 (c) Ilustrasi AI

Gerakan 30 September 1965 atau G30S PKI merupakan peristiwa yang mengakhiri eksistensi PKI sebagai partai legal di Indonesia. Gerakan ini diduga bertujuan menggulingkan pemerintahan Presiden Soekarno dan mengubah Indonesia menjadi negara komunis.

Peristiwa ini terjadi pada dini hari 1 Oktober 1965 ketika sekelompok perwira militer yang dipimpin Letkol Untung menculik dan membunuh enam jenderal TNI AD. Para korban kemudian dibuang ke lokasi yang dikenal sebagai Lubang Buaya di Jakarta Timur.

Mayjen Soeharto sebagai Panglima Kostrad mengambil alih kepemimpinan TNI AD dan memimpin operasi penumpasan gerakan ini. Dalam waktu singkat, pasukan pemerintah berhasil merebut kembali kendali atas Jakarta dan menangkap para pelaku.

Akibat dari peristiwa ini, PKI dinyatakan sebagai organisasi terlarang dan dibubarkan. Ribuan anggota dan simpatisan PKI ditangkap, dan partai ini tidak pernah lagi muncul sebagai kekuatan politik legal di Indonesia.

7. FAQ

FAQ (c) Ilustrasi AI

Apa kepanjangan dari PKI?

PKI adalah kepanjangan dari Partai Komunis Indonesia, sebuah partai politik berideologi komunis yang didirikan pada tahun 1920 dan dibubarkan pada tahun 1965 setelah peristiwa G30S.

Kapan PKI didirikan dan oleh siapa?

PKI didirikan pada 23 Mei 1920 di Semarang, berkembang dari organisasi sebelumnya yaitu ISDV yang didirikan oleh Henk Sneevliet pada 1914. Semaoen menjadi ketua pertama PKI.

Apa ideologi yang dianut oleh PKI?

PKI menganut ideologi komunisme berdasarkan Marxisme-Leninisme, yang bertujuan menciptakan masyarakat tanpa kelas melalui penghapusan sistem kapitalisme dan pembentukan negara sosialis.

Mengapa PKI dibubarkan di Indonesia?

PKI dibubarkan setelah peristiwa G30S pada tahun 1965 karena diduga terlibat dalam upaya kudeta terhadap pemerintahan. Partai ini kemudian dinyatakan sebagai organisasi terlarang di Indonesia.

Siapa tokoh-tokoh penting dalam sejarah PKI?

Tokoh-tokoh penting PKI antara lain Henk Sneevliet (pendiri ISDV), Semaoen (ketua pertama PKI), Tan Malaka, Musso, Darsono, dan D.N. Aidit yang memimpin PKI pada masa kejayaannya.

Apa perbedaan PKI dengan partai politik lainnya?

PKI berbeda dari partai politik lainnya karena menganut ideologi komunis yang menolak sistem kapitalisme dan hak milik pribadi, serta bertujuan menciptakan masyarakat sosialis melalui revolusi kelas buruh.

Bagaimana pengaruh PKI dalam sejarah Indonesia?

PKI memiliki pengaruh besar dalam sejarah Indonesia, terutama pada era 1950-1960an ketika menjadi partai terbesar keempat dalam pemilu 1955 dan salah satu kekuatan politik utama dalam sistem Demokrasi Terpimpin hingga dibubarkan pada 1965.

(kpl/fds)

Rekomendasi
Trending