Apa Arti Plot Twist: Memahami Teknik Naratif yang Mengejutkan dalam Cerita
apa arti plot twist
Kapanlagi.com - Plot twist merupakan salah satu teknik naratif yang paling menarik dalam dunia storytelling modern. Istilah ini sering kita dengar dalam percakapan sehari-hari, terutama ketika membahas film, novel, atau cerita yang memiliki alur mengejutkan.
Dalam konteks sastra dan sinematografi, apa arti plot twist sebenarnya merujuk pada momen perubahan alur cerita yang tidak terduga. Teknik ini dirancang khusus untuk mematahkan ekspektasi pembaca atau penonton dengan cara yang mengejutkan namun tetap logis.
Menurut Wikipedia, plot twist adalah teknik sastra yang memperkenalkan perubahan radikal dalam arah atau hasil yang diharapkan dari alur dalam karya fiksi. Ketika hal ini terjadi di dekat akhir cerita, dikenal sebagai twist ending atau surprise ending.
Advertisement
1. Pengertian dan Definisi Plot Twist
Plot twist berasal dari dua kata dalam bahasa Inggris: "plot" yang berarti alur cerita dan "twist" yang berarti melintir atau berputar. Secara harfiah, apa arti plot twist dapat diartikan sebagai pelintiran alur cerita atau pemutarbalikan alur dalam sebuah narasi yang sengaja dirancang untuk memberikan efek kejutan kepada audiens.
Dalam praktiknya, plot twist merupakan momen ketika penulis dengan sengaja membuat detail yang menyesatkan, menggiring pembaca mengira arahnya ke A ternyata ke B, atau membuat pembaca menyangka penjahatnya A ternyata B. Teknik ini berhasil jika pembaca terkejut, tak menduga, terperdaya, atau merasa tertipu dengan cara yang menyenangkan.
Plot twist dapat muncul di berbagai bagian cerita. Jika kemunculannya di akhir cerita, disebut twist ending. Kemunculan di tengah cerita bisa disebut sebagai middle story plot twist. Dilihat dari jeda waktu pengungkapannya, terbagi menjadi Long Term Plot Twist yang disimpan selama mungkin sepanjang cerita, dan Short Term Plot Twist yang langsung diungkap tidak begitu lama.
Melansir dari jurnal "Membangun Plot Twist Reverse Chronology dengan Menggunakan Teori Inner Conflict dalam Skenario Film Fiksi" oleh Aryanda Putra dan Dani Manesah, plot twist merupakan istilah dalam suatu cerita yang digunakan ketika terjadi pelintiran alur atau pemutarbalikan alur dalam sebuah cerita untuk menciptakan efek dramatis yang kuat.
2. Jenis-Jenis Plot Twist dalam Narasi
Untuk memahami lebih dalam apa arti plot twist, penting untuk mengenal berbagai jenisnya. Setiap jenis memiliki karakteristik dan teknik penerapan yang berbeda dalam menciptakan efek kejutan.
- Anagnorisis (Pengungkapan) - Jenis ini terjadi ketika protagonis tiba-tiba mengenali atau menyadari sesuatu penting tentang dirinya atau karakter lain. Teknik ini memberikan informasi baru yang sebelumnya tidak diketahui, menciptakan suspense dan memunculkan pertanyaan baru dalam benak pembaca.
- Red Herring (Petunjuk Palsu) - Teknik yang mengalihkan perhatian dengan memberikan petunjuk yang salah di awal cerita. Semua petunjuk tampaknya menunjuk pada satu karakter sebagai pihak yang bersalah, padahal sebenarnya mereka tidak bersalah, sehingga penonton terkecoh terlebih dahulu.
- Unreliable Narrator (Narator Tidak Terpercaya) - Dalam jenis ini, narator cerita memanipulasi informasi dan memberikan data menyesatkan kepada pembaca. Narator harus menyampaikannya dengan sangat hati-hati untuk menciptakan suspense yang membuat pembaca terus menebak-nebak jalan cerita.
- Flashback (Kilas Balik) - Menggunakan alur kilas balik sebagai elemen kejutan, di mana kejadian yang dianggap terjadi di masa sekarang ternyata hanya ingatan masa lalu dari tokoh, atau sebaliknya.
- False Protagonist (Protagonis Palsu) - Alur yang menggiring penonton untuk mempercayai salah satu karakter sebagai protagonis utama, namun tiba-tiba terungkap bahwa karakter tersebut bukanlah tokoh utama atau bahkan menjadi antagonis.
- Peripeteia (Pembalikan Nasib) - Perubahan nasib yang tiba-tiba, baik dari buruk menjadi baik atau sebaliknya, yang muncul secara natural dari keadaan karakter dan memberikan efek emosional yang kuat.
- Poetic Justice (Keadilan Puitis) - Terjadi ketika karakter mendapatkan balasan yang setimpal atas tindakannya, baik berupa penghargaan maupun hukuman, sering digunakan untuk menyampaikan pesan moral dalam cerita.
Mengutip dari Great Story Book, setiap jenis plot twist memiliki fungsi spesifik dalam membangun ketegangan dan menciptakan momen klimaks yang berkesan bagi audiens.
3. Fungsi dan Tujuan Plot Twist dalam Storytelling
Memahami apa arti plot twist tidak lengkap tanpa mengetahui fungsi dan tujuannya dalam storytelling. Plot twist bukan sekadar elemen kejutan semata, melainkan memiliki peran strategis dalam membangun narasi yang kuat dan berkesan.
Fungsi utama plot twist adalah untuk menggiring penonton atau pembaca agar tetap terlibat dalam cerita hingga akhir. Teknik ini menciptakan suspense yang membuat audiens tidak bisa berhenti membaca atau menonton karena rasa penasaran yang terus terjaga. Plot twist yang efektif mampu mengubah persepsi audiens terhadap peristiwa-peristiwa sebelumnya, memberikan dimensi baru pada cerita yang sudah dibangun.
Selain itu, plot twist berfungsi sebagai alat untuk menciptakan emosi yang kuat dalam diri audiens. Ketika ekspektasi yang sudah terbentuk tiba-tiba dipatahkan, audiens akan merasakan berbagai emosi mulai dari kejutan, kekaguman, hingga kekecewaan yang justru membuat cerita semakin berkesan dan sulit dilupakan.
Plot twist juga berperan dalam memberikan kedalaman pada karakter dan alur cerita. Melalui pengungkapan informasi baru yang mengejutkan, karakter-karakter dalam cerita dapat berkembang menjadi lebih kompleks dan multidimensional. Hal ini membuat cerita menjadi lebih realistis dan relatable bagi audiens.
4. Cara Membuat Plot Twist yang Efektif
Untuk menciptakan plot twist yang berhasil, penulis perlu memahami beberapa prinsip dasar dalam penerapannya:
- Membangun Fondasi yang Kuat - Plot twist harus memiliki dasar logis dalam cerita dan tidak terasa dipaksakan. Semua elemen yang mengarah pada twist harus sudah ditanamkan sejak awal, meskipun tersembunyi dari pandangan audiens.
- Timing yang Tepat - Plot twist harus dikeluarkan pada waktu yang tepat, bukan secara tiba-tiba tanpa alasan. Timing yang salah dapat merusak efek kejutan dan bahkan menciptakan plot hole dalam cerita.
- Relevansi dengan Tema - Twist yang efektif harus mendukung tema utama cerita dan memberikan dampak signifikan pada perkembangan plot, bukan sekadar kejutan kosong tanpa makna.
- Foreshadowing yang Subtle - Memberikan petunjuk halus sepanjang cerita yang baru akan dipahami audiens setelah twist terungkap, menciptakan efek "aha moment" yang memuaskan.
- Konsistensi Karakter - Meskipun mengejutkan, plot twist harus tetap konsisten dengan karakterisasi yang sudah dibangun sebelumnya, atau memberikan penjelasan yang masuk akal untuk perubahan karakter.
Menurut analisis dari berbagai karya sastra dan film, plot twist yang paling berkesan adalah yang mampu mengubah cara audiens memandang keseluruhan cerita, bukan hanya bagian akhirnya saja.
5. Contoh Plot Twist dalam Karya Populer
Untuk lebih memahami apa arti plot twist dalam praktiknya, berikut beberapa contoh penerapannya dalam berbagai karya:
- Film "The Sixth Sense" - Menggunakan teknik unreliable narrator di mana protagonis ternyata adalah hantu sepanjang cerita, mengubah interpretasi audiens terhadap semua scene sebelumnya.
- Novel "Gone Girl" - Menampilkan plot twist di mana Amy yang awalnya dianggap korban ternyata memalsukan penculikannya sendiri untuk menjebak suaminya, membalik simpati audiens secara drastis.
- Film "Fight Club" - Mengungkapkan bahwa Tyler Durden adalah manifestasi kepribadian ganda dari narator, menggunakan teknik unreliable narrator yang kompleks.
- Novel "Murder on the Orient Express" - Menggunakan red herring di mana semua penumpang yang dicurigai ternyata benar-benar terlibat dalam pembunuhan, membalik ekspektasi konvensional cerita detektif.
- Film "The Game" - Menampilkan peripeteia di mana Nicholas Van Orton yang mencoba bunuh diri ternyata selamat dan berada di tengah pesta ulang tahunnya, mengubah tragedi menjadi perayaan.
- Novel "Oedipus Rex" - Menggunakan anagnorisis klasik di mana Oedipus menyadari bahwa ia telah membunuh ayahnya dan menikahi ibunya, menciptakan tragedi yang mendalam.
- Film "Psycho" - Menerapkan false protagonist dengan membunuh karakter yang dianggap protagonis di tengah cerita, mengejutkan audiens dan mengubah fokus narasi.
6. FAQ (Frequently Asked Questions)
Apa perbedaan plot twist dengan surprise ending?
Plot twist adalah istilah umum untuk perubahan alur yang tidak terduga di mana pun dalam cerita, sedangkan surprise ending atau twist ending khusus merujuk pada plot twist yang muncul di akhir cerita sebagai klimaks atau resolusi yang mengejutkan.
Apakah setiap cerita harus memiliki plot twist?
Tidak, tidak setiap cerita memerlukan plot twist. Plot twist hanya digunakan ketika sesuai dengan tujuan naratif dan dapat meningkatkan kualitas cerita. Beberapa cerita justru lebih kuat dengan alur yang straightforward dan dapat diprediksi.
Bagaimana cara menghindari plot twist yang terasa dipaksakan?
Plot twist yang baik harus dibangun dari fondasi yang kuat dengan foreshadowing yang subtle, memiliki logika internal yang konsisten, dan memberikan dampak signifikan pada cerita secara keseluruhan, bukan sekadar kejutan kosong.
Apa yang dimaksud dengan double plot twist?
Double plot twist adalah teknik di mana setelah satu plot twist terungkap, ada twist kedua yang membalik kembali pemahaman audiens. Teknik ini memerlukan perencanaan yang sangat hati-hati agar tidak membingungkan atau merusak kredibilitas cerita.
Mengapa plot twist sering digunakan dalam genre misteri dan thriller?
Genre misteri dan thriller sangat bergantung pada suspense dan ketegangan, di mana plot twist berfungsi sebagai alat utama untuk menjaga minat audiens dan menciptakan efek kejutan yang sesuai dengan ekspektasi genre tersebut.
Bisakah plot twist merusak cerita yang sudah bagus?
Ya, plot twist yang tidak well-executed dapat merusak cerita dengan menciptakan plot hole, inconsistency karakter, atau terasa seperti deus ex machina yang tidak masuk akal. Oleh karena itu, plot twist harus dirancang dengan sangat hati-hati.
Apa hubungan antara plot twist dengan foreshadowing?
Foreshadowing adalah teknik memberikan petunjuk halus tentang plot twist yang akan datang. Foreshadowing yang baik membuat plot twist terasa mengejutkan namun tetap logis ketika audiens melihat kembali petunjuk-petunjuk yang sudah diberikan sebelumnya.
(kpl/fed)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba