Asal Usul Kata Kepo, dari Bahasa Hokkien hingga Resmi Tercatat di KBBI

Asal Usul Kata Kepo, dari Bahasa Hokkien hingga Resmi Tercatat di KBBI
Ilustrasi orang kepo. [AI Generated]

Kapanlagi.com - Siapa yang tidak familiar dengan kata "kepo"? Istilah gaul yang satu ini sudah sangat melekat dalam percakapan sehari-hari, terutama di kalangan anak muda. Kata "kepo" sendiri menggambarkan rasa ingin tahu yang berlebihan terhadap urusan orang lain, dan kini telah resmi tercatat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Meskipun sering dikira berasal dari singkatan bahasa Inggris, ternyata akar kata "kepo" jauh lebih dalam dan memiliki sejarah unik yang berawal dari bahasa Hokkien. Mari kita telusuri perjalanan kata populer ini hingga akhirnya menjadi bagian tak terpisahkan dari kosakata bahasa Indonesia.

1. Mengenal Arti Kepo

Tetangga kepo. [AI Generated]

Kata "kepo" sebenarnya merupakan serapan langsung dari bahasa asing, yaitu Bahasa Hokkien dari Provinsi Fujian, Tiongkok. Dalam bahasa Hokkien, istilah aslinya adalah "kaypoh" (雞婆) atau "ke po". Kata ini merujuk pada seseorang yang memiliki sikap sibuk, penasaran, usil, atau bahkan suka mencampuri urusan orang lain.

Secara harfiah, "kaypoh" dalam Bahasa Hokkien memiliki makna "sangat penasaran" atau "really curious". Bahasa Hokkien sendiri banyak digunakan di berbagai wilayah, termasuk Republik Tiongkok, Malaysia, Singapura, serta oleh komunitas Tionghoa di Indonesia, seperti di Medan, Palembang, dan Pekanbaru.

Di negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, kata ini lebih sering ditulis dengan ejaan "kaypoh" dan lazim digunakan dalam Singlish, yaitu bahasa informal sehari-hari mereka. Contoh penggunaannya adalah "Why are you so kaypoh?" atau "No need for you to be kaypoh."

Ketika masuk ke Indonesia, "kaypoh" mengalami sedikit penyesuaian bunyi, menghilangkan huruf 'y' dan 'h', serta mengganti 'a' dengan 'e' agar lebih mudah diucapkan, sehingga menjadi "kepo".

2. Bukan “Knowing Every Particular Object”, Ini Penjelasannya

Banyak orang selama ini mengira bahwa "kepo" adalah singkatan dari frasa bahasa Inggris "Knowing Every Particular Object". Frasa ini diartikan sebagai "mengetahui setiap objek atau detail tertentu" atau "mengetahui setiap objek dengan rinci dan mendalam".

Namun, anggapan tersebut ternyata kurang tepat. Beberapa sumber menjelaskan bahwa "Knowing Every Particular Object" lebih cocok disebut sebagai backronym. Ini berarti kepanjangan tersebut dibuat setelah sebuah kata sudah digunakan secara luas, bukan merupakan asal mula kata "kepo" itu sendiri.

Pengamat bahasa terkemuka, Ivan Lanin, juga pernah menegaskan bahwa "kepo" yang kita gunakan sehari-hari bukanlah berasal dari bahasa Inggris. Ia menjelaskan bahwa akar kata "kepo" yang sebenarnya memang berasal dari bahasa Hokkien, bukan dari singkatan yang sering disalahpahami tersebut.

3. Perjalanan “Kepo” Menjadi Populer di Nusantara

Teman kerja kepo. [AI Generated]

Popularitas kata "kepo" di Indonesia mulai meroket sekitar awal tahun 2000-an. Istilah ini menyebar melalui berbagai saluran budaya, termasuk forum internet Singapura seperti HardwareZone dan Sammyboy.

Selain itu, drama televisi dari Channel 8 Singapura yang banyak ditonton oleh masyarakat Indonesia keturunan Tionghoa juga turut berperan dalam memperkenalkan kata ini.

Seiring berjalannya waktu, "kepo" semakin mengukuhkan tempatnya dalam kosakata bahasa Indonesia. Forum-forum daring lokal seperti Kaskus dan platform media sosial seperti Facebook menjadi wadah yang efektif untuk penyebaran dan adopsi kata ini di kalangan pengguna internet dan masyarakat luas.

4. Tercatat di KBBi

Kini, "kepo" telah menjadi bagian tak terpisahkan dari percakapan sehari-hari masyarakat Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda. Meskipun awalnya kerap dimaknai negatif karena sering dikaitkan dengan kegiatan bergosip dan keinginan untuk selalu tahu urusan orang lain, seiring waktu penggunaannya meluas ke berbagai konteks yang lebih umum.

Bahkan, Kemendikbudristek melalui akun Instagram resminya @kemdikbud.ri, pernah mengunggah pencatatan kata ini dalam KBBI pada tanggal 15 November 2022, menandai pengakuan resminya dalam bahasa nasional.

5. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kata Kepo

Apakah kata "kepo" merupakan singkatan dari Bahasa Inggris?

Bukan. Anggapan bahwa "kepo" adalah singkatan dari Knowing Every Particular Object merupakan backronym (kepanjangan yang dibuat setelah katanya populer). Pakar bahasa Ivan Lanin menegaskan bahwa akar kata ini murni berasal dari serapan bahasa asing, bukan singkatan bahasa Inggris.

Dari mana asal-usul kata "kepo" sebenarnya?

Kata "kepo" berasal dari bahasa Hokkien (Fujian, Tiongkok), yaitu kata kaypoh (雞婆). Istilah ini merujuk pada sikap seseorang yang serba penasaran, usil, atau suka mencampuri urusan orang lain.

Bagaimana kata kaypoh masuk dan menyebar di Indonesia?

Kata ini awalnya populer di Singapura dan Malaysia (terkenal dalam Singlish). Di Indonesia, istilah ini mulai menyebar pada awal 2000-an melalui forum internet seperti Kaskus dan media sosial, serta tayangan drama televisi Singapura yang ditonton masyarakat Indonesia.

Apakah kata "kepo" sudah diakui secara resmi dalam bahasa Indonesia?

Sudah. Kata "kepo" resmi terdaftar dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan pernah dipublikasikan oleh Kemendikbudristek pada 15 November 2022 sebagai bentuk pengakuan resminya dalam kosakata nasional.

(kpl/ini)

Rekomendasi

Trending