Cara Memasak Keong Mas Agar Tidak Beracun
cara memasak keong mas agar tidak beracun
Kapanlagi.com - Keong mas merupakan hewan air tawar yang sering ditemukan di persawahan dan perairan Indonesia. Meskipun sering dianggap sebagai hama pertanian, keong mas sebenarnya dapat diolah menjadi hidangan yang lezat dan bergizi tinggi. Namun, pengolahan yang tidak tepat dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius.
Banyak masyarakat yang masih ragu untuk mengonsumsi keong mas karena khawatir akan kandungan racun di dalamnya. Kekhawatiran ini memang beralasan mengingat keong mas dapat mengandung zat berbahaya jika tidak diolah dengan benar. Oleh karena itu, memahami cara memasak keong mas agar tidak beracun menjadi sangat penting sebelum mengolahnya menjadi hidangan.
Dengan teknik pembersihan dan pengolahan yang tepat, keong mas dapat menjadi sumber protein hewani yang aman dan bermanfaat bagi kesehatan. Kandungan protein dalam keong mas mencapai sekitar 12% dengan kalsium sebanyak 217 miligram per 100 gram, menjadikannya alternatif pangan yang bernilai gizi tinggi. Artikel ini akan membahas secara lengkap cara memasak keong mas agar tidak beracun sehingga aman untuk dikonsumsi.
Advertisement
1. Mengenal Keong Mas dan Potensi Bahayanya
Keong mas atau Pomacea canaliculata adalah jenis siput air tawar yang memiliki cangkang berwarna keemasan hingga cokelat dengan ukuran yang cukup besar. Hewan ini berbeda dengan keong sawah atau tutut yang memiliki ukuran lebih kecil dan warna cangkang hijau kehitaman. Keong mas banyak ditemukan di sawah, parit, dan perairan tawar lainnya di wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia.
Potensi bahaya dari keong mas terletak pada kandungan zat-zat beracun yang terdapat di dalamnya. Keong mas dapat mengandung asam oksalat, asam hidrosianat, dan asam tanin yang berbahaya jika dikonsumsi tanpa pengolahan yang tepat. Selain itu, keong mas juga dapat menjadi inang bagi parasit dan bakteri berbahaya seperti cacing Angiostrongylus cantonensis yang dapat menyebabkan meningitis eosinofilik pada manusia.
Habitat keong mas juga mempengaruhi tingkat keamanannya untuk dikonsumsi. Keong yang hidup di perairan tercemar limbah industri atau pestisida akan membawa kontaminan berbahaya dalam tubuhnya. Oleh karena itu, pemilihan keong mas dari sumber yang bersih menjadi langkah pertama dalam memastikan keamanan konsumsi. Keong mas yang berasal dari sawah organik atau perairan bersih cenderung lebih aman dibandingkan yang berasal dari area tercemar.
Gejala keracunan akibat konsumsi keong mas yang tidak diolah dengan benar dapat berupa diare, mual, muntah, sakit perut, hingga infeksi parasit yang lebih serius. Dalam kasus yang parah, konsumsi keong mas yang terkontaminasi parasit dapat menyebabkan gangguan neurologis. Namun, dengan pemahaman yang tepat tentang cara memasak keong mas agar tidak beracun, risiko-risiko tersebut dapat diminimalkan bahkan dihilangkan sepenuhnya.
2. Tahapan Pembersihan Keong Mas yang Benar
Proses pembersihan merupakan tahap paling krusial dalam mengolah keong mas agar aman dikonsumsi. Tahap ini bertujuan untuk menghilangkan kotoran, lendir, parasit, dan zat-zat berbahaya yang menempel pada cangkang maupun daging keong mas.
- Pemilihan Keong Mas yang Baik - Pilih keong mas yang masih hidup dengan cangkang yang utuh dan tidak retak. Keong yang sudah mati sebaiknya tidak digunakan karena dapat mengandung bakteri pembusuk. Pastikan keong berasal dari perairan yang bersih dan tidak tercemar limbah atau pestisida.
- Pencucian Awal - Cuci keong mas dengan air mengalir untuk menghilangkan lumpur dan kotoran kasar yang menempel pada cangkang. Gosok cangkang menggunakan sikat atau spons kasar untuk membersihkan permukaan cangkang secara menyeluruh. Proses pencucian ini harus dilakukan minimal 3-4 kali hingga air bilasan menjadi jernih.
- Perendaman dengan Air Bersih - Setelah dicuci, rendam keong mas dalam wadah berisi air bersih selama 12-24 jam. Ganti air rendaman setiap 4-6 jam sekali. Proses perendaman ini bertujuan agar keong mengeluarkan kotoran dan lendir dari dalam tubuhnya. Beberapa orang menambahkan sedikit garam atau jeruk nipis ke dalam air rendaman untuk mempercepat proses pembersihan.
- Perebusan Awal - Rebus keong mas dalam air mendidih selama 10-15 menit untuk perebusan pertama. Air rebusan pertama ini harus dibuang karena mengandung zat-zat berbahaya yang keluar dari tubuh keong. Perebusan awal ini juga membantu melonggarkan daging keong dari cangkangnya dan membunuh sebagian besar parasit serta bakteri.
- Pemisahan Daging dari Cangkang - Setelah direbus, keluarkan daging keong dari cangkangnya menggunakan tusuk gigi atau garpu kecil. Buang bagian ekor atau usus keong yang berwarna gelap karena bagian ini mengandung kotoran dan zat-zat yang tidak baik untuk dikonsumsi. Ambil hanya bagian daging yang berwarna putih atau kekuningan.
- Pencucian Ulang Daging Keong - Cuci kembali daging keong yang sudah dipisahkan dengan air mengalir hingga bersih. Remas-remas daging keong dengan sedikit garam atau air jeruk nipis untuk menghilangkan lendir dan bau amis yang tersisa. Bilas kembali hingga benar-benar bersih.
- Perebusan Kedua - Rebus kembali daging keong yang sudah bersih dalam air mendidih selama 30-45 menit dengan menambahkan sedikit garam. Perebusan kedua ini sangat penting untuk memastikan semua parasit, bakteri, dan zat berbahaya benar-benar mati. Setelah perebusan kedua, daging keong siap untuk diolah menjadi berbagai masakan.
Menurut buku 200 Resep Pilihan Masakan & Jajanan Khas Daerah yang diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama, proses pencucian berulang kali merupakan kunci utama dalam mengolah keong agar aman dikonsumsi. Pencucian minimal tiga sampai empat kali diperlukan agar lendir dan kotoran yang menempel pada cangkang keong dapat terlepas sempurna.
3. Teknik Perebusan yang Efektif Membunuh Parasit
Perebusan merupakan metode paling efektif untuk membunuh parasit dan bakteri berbahaya dalam keong mas. Teknik perebusan yang tepat tidak hanya memastikan keamanan konsumsi, tetapi juga mempengaruhi tekstur dan cita rasa daging keong yang dihasilkan.
Suhu dan durasi perebusan menjadi faktor kunci dalam proses ini. Air harus benar-benar mendidih pada suhu 100 derajat Celcius sebelum keong dimasukkan. Perebusan pada suhu tinggi ini mampu membunuh parasit Angiostrongylus cantonensis dan bakteri patogen lainnya yang mungkin terdapat dalam daging keong. Durasi perebusan minimal 30 menit diperlukan untuk memastikan seluruh bagian daging keong matang sempurna dan bebas dari organisme berbahaya.
Sistem perebusan bertahap atau double boiling sangat direkomendasikan dalam mengolah keong mas. Perebusan pertama berfungsi sebagai tahap detoksifikasi awal, di mana air rebusan yang mengandung zat-zat berbahaya harus dibuang. Perebusan kedua dengan air bersih yang baru dilakukan untuk memastikan keong benar-benar aman dan matang sempurna. Beberapa praktisi kuliner bahkan melakukan perebusan ketiga untuk hasil yang lebih optimal.
Penambahan bahan-bahan tertentu saat perebusan dapat meningkatkan efektivitas proses pembersihan. Garam, jahe, lengkuas, atau daun salam dapat ditambahkan ke dalam air rebusan untuk membantu menghilangkan bau amis dan meningkatkan cita rasa. Namun, fungsi utama perebusan tetap pada aspek keamanan pangan, sehingga durasi dan suhu perebusan tidak boleh dikompromikan demi alasan apapun.
Setelah proses perebusan selesai, daging keong harus memiliki tekstur yang kenyal namun tidak keras. Warna daging yang sudah matang sempurna adalah putih kekuningan tanpa ada bagian yang masih terlihat mentah atau berwarna gelap. Jika masih terdapat bagian yang terlihat mentah, lanjutkan perebusan hingga seluruh bagian benar-benar matang untuk memastikan keamanan konsumsi.
4. Bumbu dan Rempah untuk Menghilangkan Racun
Penggunaan bumbu dan rempah-rempah tertentu dalam pengolahan keong mas tidak hanya berfungsi untuk meningkatkan cita rasa, tetapi juga memiliki peran penting dalam proses detoksifikasi. Beberapa jenis rempah memiliki sifat antimikroba dan antiparasit yang dapat membantu menetralisir zat-zat berbahaya dalam keong mas.
- Jahe - Jahe mengandung gingerol yang memiliki sifat antibakteri dan antiparasit. Tambahkan jahe yang sudah dimemarkan ke dalam air rebusan keong untuk membantu membunuh mikroorganisme berbahaya sekaligus menghilangkan bau amis.
- Lengkuas - Lengkuas memiliki kandungan minyak atsiri yang bersifat antimikroba. Rempah ini efektif membantu proses detoksifikasi dan memberikan aroma harum pada masakan keong mas.
- Kunyit - Kunyit mengandung kurkumin yang memiliki sifat antiinflamasi dan antimikroba. Penggunaan kunyit dalam pengolahan keong mas dapat membantu menetralisir zat-zat berbahaya sekaligus memberikan warna kuning yang menarik.
- Daun Salam dan Daun Jeruk - Kedua jenis daun ini mengandung minyak atsiri yang dapat membantu menghilangkan bau amis dan memberikan aroma segar pada masakan keong. Daun salam juga memiliki sifat antibakteri ringan.
- Bawang Putih dan Bawang Merah - Kedua jenis bawang ini mengandung allicin yang memiliki sifat antibakteri dan antijamur kuat. Penggunaan bawang dalam jumlah cukup dapat membantu proses detoksifikasi dan meningkatkan keamanan konsumsi.
- Cabai - Capsaicin dalam cabai memiliki sifat antimikroba dan dapat membantu membunuh bakteri berbahaya. Selain itu, rasa pedas dari cabai juga dapat menutupi sisa bau amis yang mungkin masih ada.
- Jeruk Nipis atau Asam Jawa - Kandungan asam dalam jeruk nipis atau asam jawa dapat membantu menetralisir lendir dan zat-zat berbahaya dalam keong. Perendaman dengan air jeruk nipis sebelum perebusan sangat direkomendasikan.
Kombinasi berbagai rempah ini tidak hanya membuat masakan keong mas lebih aman, tetapi juga menghasilkan cita rasa yang khas dan menggugah selera. Penggunaan rempah-rempah segar lebih direkomendasikan dibandingkan yang sudah dikeringkan karena kandungan minyak atsiri dan senyawa aktifnya masih lebih tinggi.
5. Resep Masakan Keong Mas yang Aman
Setelah melalui proses pembersihan dan perebusan yang benar, keong mas dapat diolah menjadi berbagai hidangan lezat. Berikut beberapa resep masakan keong mas yang aman dan populer di Indonesia.
Tumis Keong Mas Pedas
Tumis keong mas merupakan olahan paling sederhana namun tetap lezat. Setelah daging keong direbus hingga matang sempurna, tumis dengan bumbu halus yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, cabai merah, dan cabai rawit. Tambahkan lengkuas, daun salam, dan daun jeruk untuk aroma yang lebih harum. Bumbui dengan garam, gula, dan penyedap rasa secukupnya. Masak hingga bumbu meresap sempurna dengan api sedang selama 15-20 menit. Tumisan keong mas siap disajikan dengan nasi hangat.
Sate Keong Mas
Untuk membuat sate keong mas, potong daging keong yang sudah direbus menjadi potongan-potongan kecil. Tusuk menggunakan tusuk sate, setiap tusuk bisa berisi 4-5 potong daging keong. Buat bumbu marinasi dari kecap manis, minyak goreng, bawang putih halus, lada, garam, dan sedikit madu. Lumuri sate keong dengan bumbu marinasi dan diamkan selama 30 menit agar bumbu meresap. Panggang sate di atas bara api atau menggunakan oven dengan sesekali dioles bumbu hingga matang dan berwarna kecokelatan. Sajikan dengan sambal kecap atau sambal kacang.
Gulai Keong Mas
Gulai keong mas memiliki cita rasa yang kaya dan gurih. Tumis bumbu halus yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, kemiri, kunyit, jahe, dan lengkuas hingga harum. Masukkan santan kental, daun salam, daun jeruk, dan serai. Masak hingga mendidih kemudian masukkan daging keong yang sudah direbus. Tambahkan garam, gula, dan penyedap rasa. Masak dengan api kecil selama 30-40 menit hingga bumbu meresap dan kuah mengental. Gulai keong mas siap disajikan dengan nasi putih atau lontong.
Keong Mas Balado
Keong mas balado memiliki rasa pedas yang khas. Goreng daging keong yang sudah direbus hingga kering dan berwarna kecokelatan. Sisihkan. Tumis bumbu halus cabai merah, bawang merah, bawang putih, dan tomat hingga matang dan harum. Tambahkan gula, garam, dan sedikit air. Masukkan keong mas yang sudah digoreng, aduk rata hingga bumbu meresap. Masak hingga bumbu mengering dan melekat pada daging keong. Sajikan sebagai lauk pendamping nasi.
6. Tips Memilih dan Menyimpan Keong Mas
Pemilihan keong mas yang tepat sangat menentukan keamanan dan kualitas hasil olahan. Keong mas yang baik untuk dikonsumsi memiliki ciri-ciri khusus yang perlu diperhatikan sebelum membeli atau mengolahnya.
Pertama, pastikan keong mas masih dalam keadaan hidup saat akan diolah. Keong yang masih hidup akan menutup cangkangnya dengan rapat atau mengeluarkan tubuhnya saat disentuh. Hindari keong yang sudah mati karena proses pembusukan dapat terjadi dengan cepat dan menghasilkan racun berbahaya. Keong yang sudah mati biasanya mengeluarkan bau tidak sedap dan tubuhnya keluar dari cangkang dengan lemas.
Perhatikan asal atau habitat keong mas tersebut. Keong yang berasal dari sawah organik atau perairan bersih jauh lebih aman dibandingkan yang berasal dari perairan tercemar. Tanyakan kepada penjual mengenai asal keong atau jika mengambil sendiri, pastikan lokasi pengambilan jauh dari area industri, pembuangan limbah, atau area yang terpapar pestisida intensif. Keong dari habitat yang tercemar dapat mengakumulasi logam berat dan bahan kimia berbahaya dalam tubuhnya.
Ukuran keong juga menjadi pertimbangan. Keong mas dengan ukuran sedang hingga besar biasanya memiliki daging yang lebih banyak dan tekstur yang lebih baik. Namun, keong yang terlalu besar kadang memiliki tekstur daging yang lebih keras. Pilih keong dengan cangkang yang utuh tanpa retakan atau kerusakan, karena cangkang yang rusak dapat menjadi jalan masuk bakteri dan parasit.
Untuk penyimpanan, keong mas segar sebaiknya segera diolah dalam waktu maksimal 24 jam setelah dipanen atau dibeli. Jika perlu menyimpan, tempatkan keong dalam wadah berisi air bersih dan simpan di tempat sejuk. Ganti air setiap 4-6 jam untuk menjaga kesegaran. Hindari menyimpan keong dalam wadah tertutup rapat tanpa air karena dapat menyebabkan keong mati dan cepat membusuk.
Daging keong yang sudah direbus dan dibersihkan dapat disimpan dalam lemari es selama 2-3 hari dalam wadah tertutup. Untuk penyimpanan lebih lama, daging keong dapat dibekukan dalam freezer hingga 1 bulan. Pastikan daging keong sudah benar-benar dingin sebelum dimasukkan ke dalam lemari es atau freezer. Saat akan digunakan, cairkan daging keong beku di lemari es, bukan pada suhu ruang, untuk menjaga kualitas dan keamanannya.
7. FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
Apakah keong mas aman untuk dikonsumsi?
Keong mas aman untuk dikonsumsi jika diolah dengan cara yang benar. Proses pembersihan menyeluruh, perebusan bertahap dengan durasi minimal 30 menit, dan penggunaan bumbu-bumbu yang tepat dapat menghilangkan parasit, bakteri, dan zat-zat berbahaya dalam keong mas. Pastikan keong berasal dari perairan yang bersih dan tidak tercemar limbah atau pestisida.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk merebus keong mas?
Waktu perebusan keong mas minimal 30 menit hingga 1 jam untuk memastikan semua parasit dan bakteri mati. Sebaiknya lakukan perebusan bertahap, yaitu perebusan pertama selama 10-15 menit untuk detoksifikasi awal dengan membuang air rebusannya, kemudian perebusan kedua selama 30-45 menit hingga daging keong benar-benar matang sempurna.
Bagaimana cara membedakan keong mas dengan keong sawah?
Keong mas memiliki cangkang berwarna keemasan hingga cokelat dengan ukuran yang lebih besar, sedangkan keong sawah atau tutut memiliki cangkang berwarna hijau kehitaman dengan ukuran lebih kecil. Keong mas biasanya lebih bulat dan besar, sementara keong sawah memiliki bentuk cangkang yang lebih memanjang. Kedua jenis keong ini dapat dikonsumsi dengan pengolahan yang tepat.
Apa saja tanda-tanda keracunan akibat keong mas?
Gejala keracunan akibat konsumsi keong mas yang tidak diolah dengan benar meliputi mual, muntah, diare, sakit perut, demam, dan sakit kepala. Dalam kasus yang lebih serius akibat infeksi parasit, dapat terjadi gejala neurologis seperti kaku leher, kesemutan, atau gangguan penglihatan. Jika mengalami gejala-gejala tersebut setelah mengonsumsi keong mas, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Apakah air rebusan pertama keong mas boleh digunakan?
Air rebusan pertama keong mas tidak boleh digunakan dan harus dibuang karena mengandung zat-zat berbahaya, lendir, kotoran, dan parasit yang keluar dari tubuh keong selama perebusan awal. Air rebusan pertama ini berfungsi sebagai media detoksifikasi, sehingga harus diganti dengan air bersih yang baru untuk perebusan tahap kedua.
Bagian mana dari keong mas yang tidak boleh dimakan?
Bagian keong mas yang tidak boleh dimakan adalah bagian ekor atau usus yang berwarna gelap kehitaman. Bagian ini mengandung kotoran dan sistem pencernaan keong yang dapat mengandung zat-zat berbahaya. Hanya bagian daging yang berwarna putih atau kekuningan yang aman untuk dikonsumsi. Pastikan membuang bagian gelap ini saat memisahkan daging dari cangkangnya.
Berapa kandungan gizi dalam keong mas?
Keong mas memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi dengan protein sekitar 12% dan kalsium sebanyak 217 miligram per 100 gram daging. Selain itu, keong mas juga mengandung zat besi, fosfor, dan berbagai mineral penting lainnya. Keong mas rendah kolesterol dan lemak, sehingga dapat menjadi alternatif sumber protein hewani yang baik. Namun, manfaat gizi ini hanya dapat diperoleh jika keong mas diolah dengan cara yang benar dan aman.
(kpl/fds)
Advertisement