Cara Menanam Terung Belanda di Pekarangan, Mudah untuk Pemula dan Bisa Cepat Berbuah

Cara Menanam Terung Belanda di Pekarangan, Mudah untuk Pemula dan Bisa Cepat Berbuah
Pohon Terung Belanda. (AI Generated)

Kapanlagi.com - Terung Belanda, atau yang juga dikenal dengan nama tamarillo, adalah buah eksotis yang memikat dengan bentuknya yang unik menyerupai telur dengan ujung meruncing. Warna kulitnya bervariasi, mulai dari merah, kuning, hingga jingga saat matang, menambah daya tariknya. Meskipun namanya menyiratkan asal-usul dari Eropa, buah ini sebenarnya berasal dari kawasan Pegunungan Andes di Amerika Latin. Di Indonesia, Terung Belanda mulai dikembangkan oleh orang Belanda sejak tahun 1941, khususnya di wilayah Bogor, Jawa Barat.

Buah ini termasuk dalam keluarga terung-terungan (Solanaceae), seperti halnya tomat dan kentang. Terung Belanda menawarkan perpaduan rasa asam dan manis yang menyegarkan, serta kaya akan nutrisi penting. Kandungan vitamin C, vitamin A, dan antioksidan di dalamnya menjadikannya pilihan yang sangat baik untuk menjaga daya tahan tubuh, kesehatan mata, dan membantu mencegah berbagai penyakit.

Melihat manfaat dan daya tarik buah ini, semakin banyak orang tertarik untuk membudidayakannya sendiri. Kabar baiknya, cara menanam Terung Belanda di pekarangan rumah tidaklah sulit dan bahkan dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Simak cara lengkapnya berikut ini, dirangkum Kapanlagi.com dari berbagai sumber pada Selasa (11/8/2026).

1. Memilih Bibit Unggul untuk Awal yang Baik

Memilih Bibit Unggul Terung Belanda. (AI Generated)

Langkah awal yang krusial dalam budidaya Terung Belanda adalah memastikan pemilihan bibit yang berkualitas. Anda bisa mendapatkan bibit dari biji buah Terung Belanda yang sudah matang atau membeli bibit siap tanam yang tersedia di toko pertanian terdekat. Bibit yang berkualitas unggul umumnya memiliki tingkat kemurnian sekitar 90% dan daya tumbuh mencapai 85%.

Apabila Anda memilih untuk menggunakan biji, proses awalnya adalah membersihkan biji dari daging buah yang melekat, kemudian menjemurnya hingga benar-benar kering. Untuk mempercepat proses perkecambahan, biji dapat direndam dalam larutan air garam. Setelah proses perendaman dan penyemaian, bibit biasanya akan mulai berkecambah dalam waktu 2 hingga 3 minggu.

Bibit yang telah berkecambah dan menunjukkan pertumbuhan awal dapat dipindahkan ke polybag untuk pembesaran lebih lanjut. Tahap ini idealnya dilakukan setelah bibit berumur sekitar 1,5 bulan atau ketika sudah memiliki beberapa helai daun. Pemilihan bibit yang kuat dan sehat sejak awal akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman secara keseluruhan di kemudian hari.

2. Menyiapkan Media Tanam yang Subur

Media Tanam untuk Terung Belanda. (AI Generated)

Terung Belanda membutuhkan kondisi media tanam spesifik agar dapat tumbuh dengan optimal dan menghasilkan buah yang melimpah. Jenis tanah yang paling disukai oleh tanaman ini adalah tanah yang gembur, subur, serta kaya akan bahan organik. Selain itu, tingkat keasaman tanah atau pH sekitar 5-6 juga sangat mendukung pertumbuhan Terung Belanda.

Untuk penanaman di pekarangan, lahan perlu dipersiapkan dengan baik. Mulailah dengan membersihkan area dari rumput liar dan ranting kayu yang dapat mengganggu pertumbuhan. Selanjutnya, buatlah bedengan dengan tinggi sekitar 40 cm dan lebar 120 cm. Penting juga untuk menyisakan jarak antar bedengan sekitar 50 cm, yang berfungsi sebagai saluran drainase untuk mencegah genangan air. Setelah bedengan terbentuk, lakukan pemupukan awal menggunakan pupuk kompos atau pupuk anorganik, lalu diamkan selama sehari penuh agar pupuk meresap.

Bagi Anda yang memiliki lahan terbatas, Terung Belanda tetap bisa dibudidayakan dalam pot atau polybag berukuran sedang. Media tanam dalam pot dapat dibuat dari campuran tanah gembur, pupuk kompos, dan sekam. Pastikan pot atau polybag yang digunakan memiliki lubang drainase yang memadai di bagian bawahnya untuk mencegah penumpukan air yang bisa merusak akar tanaman.

3. Teknik Penanaman Bibit yang Tepat

Teknik Penanaman Bibit Terung Belanda. (AI Generated)

Proses penanaman bibit Terung Belanda sebaiknya dilakukan pada waktu yang tepat untuk mengurangi stres pada tanaman dan memastikan adaptasi yang baik. Pagi atau sore hari merupakan waktu yang paling ideal untuk menanam bibit, menghindari teriknya matahari siang. Buatlah lubang tanam dengan kedalaman sekitar 30 hingga 50 cm.

Jika menanam di lahan terbuka, jarak tanam ideal antar bibit adalah 1,5 hingga 2 meter. Jarak ini penting agar setiap tanaman mendapatkan paparan cahaya matahari yang cukup dan memiliki ruang untuk tumbuh. Sebelum menanam bibit, masukkan pupuk kandang sebanyak 20 hingga 25 kg ke setiap lubang tanam, lalu biarkan selama 10 hingga 15 hari.

Setelah masa inkubasi pupuk kandang selesai, masukkan bibit Terung Belanda ke dalam lubang tanam dan timbun kembali dengan tanah galian. Untuk penanaman di pot, isi media tanam hingga setengah pot, letakkan bibit di bagian tengah, lalu tambahkan media tanam hingga 2 cm di bawah bibir pot dan padatkan sedikit agar bibit kokoh.

4. Rutinitas Perawatan Demi Pertumbuhan Optimal

Rutinitas Perawatan Terung Belanda. (AI Generated)

Perawatan rutin adalah kunci keberhasilan budidaya Terung Belanda. Ini mencakup penyiraman, pemupukan, dan pemangkasan yang teratur. Penyiraman perlu dilakukan 1 hingga 2 kali sehari, disesuaikan dengan kondisi kelembaban tanah, mengingat Terung Belanda tidak tahan terhadap genangan air. Frekuensi penyiraman dapat dikurangi setelah tanaman mulai berbunga.

Pemupukan dapat dilakukan sebulan sekali menggunakan pupuk organik atau pupuk NPK dengan formulasi seimbang untuk mendukung pertumbuhan. Pemupukan susulan dengan pupuk kandang, urea, TSP, dan KCl juga dianjurkan saat tanaman berumur 7-8 hari setelah tanam dan ketika tanaman mulai memasuki fase berbunga. Penggunaan kompos secara rutin dan pengendalian hama secara alami sangat direkomendasikan untuk tanaman buah tropis seperti tamarillo ini.

Pemangkasan tunas liar dan daun-daun tua secara berkala merupakan praktik penting untuk merangsang percabangan dan mengarahkan nutrisi agar lebih fokus pada pembentukan buah. Pemangkasan juga membantu mengontrol tinggi tanaman agar tidak terlalu menjulang. Selain itu, tanaman Terung Belanda membutuhkan paparan sinar matahari langsung minimal 6 jam sehari untuk dapat tumbuh dan berbuah secara optimal.

5. Mengatasi Hama dan Penyakit Tanaman

Mengatasi Hama dan Penyakit Tanaman. (AI Generated)

Tanaman Terung Belanda, seperti tanaman budidaya lainnya, rentan terhadap serangan hama dan penyakit yang dapat mengganggu pertumbuhan dan kualitas buah. Hama yang sering ditemukan menyerang tanaman ini antara lain aphis atau kutu daun. Sementara itu, penyakit umum yang perlu diwaspadai adalah busuk akar, yang disebabkan oleh Cendawan Verticillium Alboatrum, serta karat daun yang dipicu oleh Phomopsis Vexan.

Pemeriksaan tanaman secara rutin dan cermat sangat diperlukan untuk mendeteksi gejala serangan hama maupun penyakit sejak dini. Pencegahan merupakan langkah terbaik yang bisa dilakukan, misalnya dengan memanfaatkan perangkap hama atau memilih varietas Terung Belanda yang dikenal tahan terhadap penyakit tertentu.

Apabila serangan hama atau penyakit sudah tergolong parah dan tidak dapat diatasi dengan metode pencegahan, penggunaan pestisida dapat menjadi solusi. Namun, pastikan untuk selalu menggunakan pestisida dengan dosis yang tepat dan sesuai anjuran agar tidak merusak tanaman atau lingkungan.

6. Memetik Hasil Panen Terung Belanda

Memetik Hasil Panen Terung Belanda. (AI Generated)

Kesabaran adalah kunci saat menanti panen Terung Belanda. Umumnya, tanaman ini mulai berbuah setelah 1,5 hingga 2 tahun sejak penanaman jika berasal dari biji. Namun, beberapa laporan juga menyebutkan panen dapat dilakukan lebih cepat, yakni setelah 4 bulan atau 10 bulan setelah tanam, tergantung varietas dan kondisi lingkungan.

Buah Terung Belanda siap dipanen ketika warnanya telah berubah dari hijau menjadi merah atau ungu kemerahan, sesuai dengan karakteristik varietasnya. Ciri lain yang menandakan buah telah matang adalah warna kulit yang cerah dan tampak segar. Pemanenan harus dilakukan dengan hati-hati, yaitu dengan memetik tangkai buah, untuk menghindari kerusakan pada batang tanaman yang dapat mengganggu produksi di masa mendatang.

Waktu terbaik untuk memanen adalah pada pagi atau sore hari, menghindari teriknya matahari yang dapat membuat kulit buah cepat keriput. Setelah dipanen, buah dapat disimpan dalam wadah bersih. Perlu diperhatikan bahwa buah matang yang dipetik dan disimpan pada suhu kamar hanya mampu bertahan lima hingga enam hari sebelum kulitnya mulai memar dan membusuk.

7. Pertanyaan Seputar Budidaya Terung Belanda

  • Berapa lama Terung Belanda berbuah?
    Terung Belanda umumnya mulai berbuah setelah 1,5 hingga 2 tahun sejak tanam dari biji, meskipun ada juga yang dapat dipanen setelah 4 atau 10 bulan.
  • Apakah Terung Belanda bisa ditanam di pot?
    Ya, Terung Belanda dapat ditanam di pot besar jika Anda memiliki lahan terbatas di pekarangan.
  • Bagaimana cara memperbanyak Terung Belanda?
    Terung Belanda dapat diperbanyak melalui biji yang berasal dari buah matang atau dengan metode stek batang.
  • Apa saja manfaat Terung Belanda?
    Terung Belanda bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh, mencegah obesitas, menurunkan tekanan darah, mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker, menjaga kesehatan pencernaan, mendukung kesehatan mata, serta baik untuk tulang.
  • Kapan waktu terbaik menanam Terung Belanda?
    Terung Belanda tumbuh baik di dataran tinggi dengan suhu sejuk dan sinar matahari cukup. Penanaman bibit sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari.

(kpl/rao)

Rekomendasi

Trending