Cara Mengatasi Kerak Setrika dengan Bahan Rumahan, Kembali Licin Tanpa Biaya Mahal

Cara Mengatasi Kerak Setrika dengan Bahan Rumahan, Kembali Licin Tanpa Biaya Mahal
mengatasi kerak setrika dengan bahan rumahan yang murah (AI Generated)

Kapanlagi.com - Kerak yang menempel pada setrika sering kali membuat proses menyetrika menjadi kurang nyaman. Selain menyebabkan permukaan tapak terasa lengket, kerak juga dapat meninggalkan noda pada pakaian dan menghambat keluarnya uap pada setrika uap. Cara membersihkan kerak setrika sebenarnya bisa dilakukan sendiri di rumah dengan memanfaatkan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan.

Kerak biasanya terbentuk akibat sisa kain yang terbakar, residu pelicin pakaian, maupun endapan mineral dari air yang digunakan pada setrika uap. Jika dibiarkan terus menumpuk, performa setrika dapat menurun sehingga panas tidak lagi merata dan hasil setrikaan menjadi kurang maksimal.

Sejumlah ahli perawatan pakaian juga menyebut tapak setrika yang kotor berisiko menyeret kain, menyumbat lubang uap, hingga meninggalkan bekas pada pakaian bersih. Karena itu, membersihkan setrika secara rutin menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga alat tetap awet.

1. Bahan Rumahan yang Bisa Dipakai untuk Membersihkan Kerak Setrika

Sebelum memutuskan mengganti setrika, tidak ada salahnya mencoba membersihkannya menggunakan bahan yang tersedia di dapur. Selain mudah didapat, bahan-bahan ini relatif ekonomis dan tidak meninggalkan residu kimia keras selama digunakan pada setrika yang sudah dingin dan tidak tersambung ke listrik.

Mengutip Real Homes, bagian bawah setrika dapat menjadi lengket, sementara kerak kapur juga bisa keluar melalui lubang uap lalu menempel pada tapak. Karena itu, menjaga kebersihan permukaan setrika menjadi bagian penting dari perawatan rutin.

Salah satu cara yang cukup sederhana adalah menggunakan garam kasar. Panaskan setrika pada suhu sedang tanpa mengaktifkan uap, taburkan garam di atas selembar kertas koran, lalu gosokkan tapak setrika dengan gerakan memutar. Setelah kerak mulai terangkat, bersihkan sisa garam menggunakan kain kering.

Pilihan lain adalah cuka putih. Campurkan cuka dan air dengan perbandingan 1:1, semprotkan pada tapak setrika yang sudah dingin, kemudian diamkan sekitar lima hingga sepuluh menit. Setelah kerak melunak, gosok menggunakan kain mikrofiber lalu lap hingga kering.

Untuk kerak yang lebih membandel, buat pasta dari dua bagian baking soda dan satu bagian air suling. Menurut Merry Maids, penggunaan air suling membantu mencegah terbentuknya endapan mineral baru. Oleskan pasta pada tapak setrika, gosok perlahan menggunakan kain lembut, lalu bersihkan dengan kain yang sedikit dibasahi.

Pasta gigi putih non-gel juga dapat dimanfaatkan. Oleskan tipis pada area berkerak, kemudian gosok menggunakan kain lembut atau sikat gigi bekas dengan gerakan melingkar. Setelah noda mulai terangkat, bersihkan sisa pasta menggunakan kain lembap.

Apabila penyebab kerak berasal dari minyak atau residu deterjen, gunakan sabun cuci piring. Cukup teteskan pada tapak setrika yang sudah dingin, gosok memakai spons halus, kemudian lap hingga bersih.

Alternatif lainnya ialah mencampurkan jeruk nipis dan baking soda hingga menjadi pasta. Oleskan pada bagian yang berkerak, diamkan sekitar lima menit, lalu gosok perlahan sebelum dibersihkan menggunakan kain lembap.

Ideal Home juga menyebut campuran dua sendok makan baking soda dan satu sendok makan air mampu membantu menghilangkan noda cokelat yang sulit dibersihkan pada permukaan setrika.

2. Membersihkan Kerak pada Setrika Uap dengan Cara yang Tepat

Berbeda dengan noda gosong di permukaan tapak, kerak kapur pada setrika uap terbentuk di dalam tangki dan saluran uap. Karena itu, pembersihannya juga perlu difokuskan ke bagian dalam agar aliran uap kembali lancar.

Menurut Rowenta, endapan mineral dari air keran akan terus menumpuk seiring waktu sehingga keluaran uap berkurang dan dapat meninggalkan bercak pada pakaian. Sementara itu, panduan Braun Household menyebut munculnya bercak cokelat, residu putih pada pakaian, atau bunyi berderak saat setrika dipanaskan menjadi tanda bahwa alat perlu segera dibersihkan.

Bila setrika memiliki fitur self-clean, manfaatkan fungsi tersebut secara berkala. Russell Hobbs menyarankan mengisi tangki air hingga batas maksimal, memanaskan setrika pada suhu tertinggi, lalu mengaktifkan fitur pembersih mandiri sekitar satu kali setiap bulan. Setelah steker dicabut, pegang setrika di atas wastafel, tekan tombol pembersih kerak, kemudian goyangkan perlahan hingga air, uap, dan kerak keluar melalui lubang uap.

Lubang uap yang tersumbat dapat dibersihkan menggunakan cotton bud atau tusuk gigi yang dicelupkan ke dalam cuka. Airtasker mengingatkan agar tidak memakai benda logam tajam karena dapat merusak permukaan tapak maupun saluran uap.

Cara lain adalah membilas tangki menggunakan campuran cuka putih dan air dengan perbandingan 1:1. Panaskan setrika, tekan tombol uap selama sekitar 20–30 detik beberapa kali, kemudian kosongkan tangki dan bilas kembali memakai air bersih agar bau cuka tidak tertinggal.

Untuk setrika yang dilengkapi sistem anti-calc atau Quick Calc, lepaskan wadah penampung kerak, kosongkan isinya, bilas hingga bersih, keringkan, lalu pasang kembali sesuai petunjuk.

Mengutip Real Homes, pembersihan setrika sebaiknya dilakukan sekitar sebulan sekali, tergantung seberapa sering alat digunakan. Setrika yang mulai terasa lebih berat saat dipakai juga dapat menjadi tanda adanya penumpukan kerak di dalamnya.

3. Penyebab Kerak Setrika dan Langkah Pencegahannya

Membersihkan kerak memang penting, tetapi mencegah kemunculannya sejak awal akan membuat perawatan menjadi lebih mudah. Kerak umumnya berasal dari suhu yang terlalu tinggi, residu pelicin pakaian, deterjen yang menempel, air keran yang mengandung banyak mineral, hingga kebiasaan menyetrika langsung di atas sablon.

Para ahli perawatan peralatan rumah tangga juga mengingatkan bahwa setrika yang sudah mengeluarkan air kecokelatan atau mengalami penyumbatan parah sebaiknya diperiksa oleh teknisi agar tidak mengalami kerusakan yang lebih serius.

Untuk mengurangi risiko terbentuknya kerak, sesuaikan suhu dengan jenis kain yang disetrika dan hindari penggunaan suhu maksimal pada bahan sintetis maupun sutra. Setelah selesai digunakan, biasakan mengelap tapak setrika ketika sudah dingin agar sisa residu tidak mengeras.

Pada setrika uap, penggunaan air suling atau air demineralisasi dapat membantu mengurangi penumpukan kerak kapur di dalam tangki. Jangan lupa mengosongkan tangki air setelah selesai digunakan agar air tidak mengendap terlalu lama.

Selain itu, hindari menyetrika langsung di atas pakaian bersablon atau berbahan plastik. Balik pakaian atau gunakan kain pelapis tipis agar permukaan setrika tidak terkena bahan yang mudah meleleh.

Simpan setrika dalam posisi berdiri di tempat yang kering untuk menjaga kondisi tapaknya. Pembersihan berkala juga lebih disarankan dibanding menunggu hingga kerak berubah menjadi hitam dan sulit dihilangkan.

Dengan perawatan rutin, kerak pada setrika dapat lebih mudah dikendalikan sehingga permukaan tapak tetap licin, semburan uap berjalan normal, dan hasil setrikaan tetap rapi. Bahan-bahan sederhana yang tersedia di rumah pun sudah cukup membantu menjaga performa setrika tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk membeli alat baru.

(kpl/mda)

Rekomendasi

Trending