Cara Menggunakan Setrika Listrik yang Benar agar Pakaian Rapi dan Awet
cara menggunakan setrika listrik (credit: Ilustrasi AI)
Kapanlagi.com - Cara menggunakan setrika listrik yang benar merupakan keterampilan dasar rumah tangga yang sering dianggap sepele. Padahal, teknik menyetrika yang tepat sangat berpengaruh pada tampilan akhir pakaian dan umur kain yang Anda kenakan sehari-hari.
Setrika bekerja dengan mengombinasikan panas dan tekanan untuk merelaksasi serat kain sehingga berbaring rata. Memahami cara menggunakan setrika listrik dengan benar akan menghindarkan Anda dari risiko kain terbakar, kilap yang tidak diinginkan, atau lipatan yang justru semakin kusut.
Menyetrika merupakan langkah penting untuk menjaga pakaian tetap halus dan bebas kerutan, dan dengan teknik yang tepat, aktivitas ini bisa menjadi tugas yang memuaskan. Artikel ini mengupas langkah-langkah praktis mulai dari persiapan hingga penyimpanan setrika.
Advertisement
Setrika pada umumnya sangat aman digunakan selama Anda mengikuti petunjuk pabrikan dan mengambil beberapa tindakan pencegahan yang masuk akal sebelum dan selama penggunaan. Panduan ini disusun berdasarkan referensi dari berbagai sumber tepercaya agar Anda mendapatkan hasil terbaik.
1. Cara Menggunakan Setrika Listrik Kering untuk Pemula
Bagi Anda yang baru pertama kali belajar cara menggunakan setrika listrik, tipe kering adalah pilihan paling mudah untuk dipahami. Setrika kering memiliki bobot ringan dan tidak memiliki lubang ventilasi uap, cocok untuk kain dengan kerutan ringan seperti denim atau satin sutra.
Siapkan papan setrika atau permukaan datar yang kokoh: Pastikan papan setrika Anda bersih, kuat, dan memiliki bantalan yang memadai agar setrika meluncur dengan halus dan memberikan hasil yang rapi.
Periksa label perawatan pada pakaian: Cek label perawatan pada setiap pakaian untuk memastikan kain aman disetrika dan pada suhu berapa yang direkomendasikan. Kain halus seperti sifon biasanya memerlukan pengaturan suhu rendah.
Colokkan steker dan atur suhu sesuai jenis kain: Sesuaikan pengaturan suhu pada setrika berdasarkan jenis kain yang akan disetrika, misalnya panas rendah untuk kain halus seperti asetat, sedang untuk poliester, dan tinggi untuk kain kuat seperti katun.
Tunggu setrika hingga mencapai suhu stabil: Jangan mulai menyetrika sebelum lampu indikator menunjukkan suhu sudah tercapai. Menyetrika saat suhu belum stabil membuat kerutan sulit hilang dan hasilnya kurang maksimal.
Letakkan pakaian rata di atas papan setrika: Bentangkan pakaian di atas papan setrika agar sebebas mungkin dari kerutan, lalu tekan setrika dengan mantap dan gerakkan perlahan di atas kain dengan gerakan lurus yang halus, hindari gerakan memutar karena dapat meregangkan material.
Cabut steker setelah selesai: Setelah setiap penggunaan, ingatlah untuk mencabut steker setrika dari stopkontak dan periksa kabel secara berkala untuk melihat tanda-tanda kerusakan atau keausan.
Baca juga: Panduan Lengkap Membedakan Bahan Kain yang Nyaman
2. Cara Menggunakan Setrika Uap yang Benar
Setrika uap menawarkan efektivitas lebih tinggi untuk mengatasi kerutan membandel, menjadikannya alat yang populer di banyak rumah tangga. Setrika uap bekerja dengan menghasilkan uap dari tangki air yang dilepaskan melalui pelat dasar (soleplate). Berikut langkah-langkah cara menggunakan setrika listrik jenis uap secara benar.
Isi tangki air dengan air bersih: Gunakan air bersih, idealnya air suling (distilled water), saat mengisi tangki agar tidak meninggalkan kerak kapur, dan isi tangki hingga batas indikator maksimal.
Colokkan steker dan pilih pengaturan suhu yang sesuai: Cek label perawatan pakaian untuk mengetahui suhu setrika yang tepat, isi tangki dengan air dan pilih pengaturan yang sesuai, lalu letakkan pakaian di atas papan setrika dan gunakan uap untuk mengatasi kerutan yang sulit dihilangkan.
Tunggu hingga lampu indikator siap: Biarkan setrika memanaskan air hingga menghasilkan uap yang stabil, biasanya memerlukan waktu sekitar 2 menit setelah dinyalakan.
Gunakan semburan uap untuk kerutan membandel: Gunakan fungsi uap pada setrika untuk menghilangkan kerutan membandel. Tekan tombol steam burst saat menghadapi lipatan yang sulit diatasi.
Manfaatkan fitur uap vertikal untuk pakaian gantung: Gunakan uap vertikal untuk pakaian yang digantung seperti gaun atau tirai. Jaga jarak aman agar air tidak menetes langsung ke kain.
Kosongkan tangki air setelah selesai: Anda juga perlu membersihkan pelat setrika secara berkala dan mengosongkan tangki setelah setiap penggunaan untuk mencegah penumpukan kerak kapur.
Listrik dan air merupakan kombinasi yang berbahaya, sehingga penting untuk menjaga jarak setrika dari sumber air saat mengisi tangki. Pastikan kabel listrik selalu dicabut dari stopkontak saat mengisi air ke dalam tangki setrika uap.
Baca juga: Panduan Merawat Jas dengan Setrika Uap
3. Cara Mengatur Suhu Setrika Sesuai Jenis Kain
Mengatur suhu merupakan aspek paling krusial dalam cara menggunakan setrika listrik, karena kesalahan suhu bisa merusak kain secara permanen. Memahami pengaturan suhu setrika dan menyesuaikan kontrol suhu dengan benar membantu mencegah hangus, bekas kilap, dan kerusakan kain sekaligus meningkatkan efisiensi menyetrika.
Kelompokkan pakaian berdasarkan jenis kain: Jika Anda berencana menyetrika lebih dari satu potong pakaian, mulailah dengan mengelompokkan pakaian berdasarkan jenis kain karena berbagai kain memerlukan pengaturan suhu setrika yang berbeda.
Mulai dari suhu terendah ke tertinggi: Selalu mulai dengan kain yang memerlukan suhu paling rendah, lalu secara bertahap naik ke kain yang membutuhkan suhu lebih tinggi. Pendekatan ini membantu mencegah kerusakan seperti meleleh atau hangusnya bahan halus.
Gunakan panduan suhu berikut: Asetat, akrilik, nilon, dan kain berpayet memerlukan suhu terendah di bawah 110°C dan sebaiknya disetrika pada sisi dalam kain. Poliester, sutra, satin, dan wol mampu menahan suhu sedang antara 110-150°C, dan sutra, satin, serta wol sebaiknya disetrika pada sisi dalam kain atau dengan pelindung kain. Linen, katun, dan denim memerlukan suhu tertinggi, dari 150 hingga 200°C.
Cek label perawatan untuk kain campuran: Untuk kain campuran sintetis, selalu ikuti petunjuk perawatan untuk serat yang paling halus dalam campuran tersebut. Umumnya, pengaturan suhu sedang dengan atau tanpa uap sudah sesuai.
Tunggu saat beralih suhu: Jika Anda tidak sengaja melewatkan bahan yang lebih halus setelah menaikkan suhu, turunkan suhu ke level yang sesuai dan tunggu sekitar lima menit sebelum menyetrika.
Bekas kilap pada kain terjadi ketika suhu terlalu tinggi atau tekanan diterapkan langsung pada material sintetis. Selalu gunakan panduan jenis kain yang tepat agar hasil setrika optimal.
4. Cara Menyetrika Kemeja agar Rapi dan Sempurna
Kemeja adalah salah satu pakaian yang paling membutuhkan teknik menyetrika yang teliti. Memahami cara menggunakan setrika listrik untuk kemeja akan menghasilkan tampilan profesional yang percaya diri setiap hari.
Mulai dari bagian kerah: Bentangkan kerah secara datar dan mulai dari tepinya menuju ke bagian tengah. Setrika bagian bawah kerah terlebih dahulu, lalu bagian atasnya.
Lanjutkan ke bagian bahu dan lengan: Setrika pakaian per bagian — mulai dari lengan, lanjut ke bahu, kemudian ke bagian depan. Bentangkan lengan rata di papan setrika dan gerakkan setrika dari bahu ke manset dengan gerakan lurus.
Setrika bagian depan dan belakang badan: Semprotkan sedikit air atau pelicin pakaian untuk membantu meratakan lipatan. Tekan dengan mantap namun jangan berlebihan agar kain tidak mengkilap.
Hindari menyetrika langsung di atas kancing: Hindari menyetrika langsung di atas kancing bergeraklah di sekitar kancing. Setrika di sela-sela kancing menggunakan ujung setrika agar kancing tidak rusak atau terlepas.
Gantung segera setelah disetrika: Gantungkan pakaian yang baru disetrika segera agar mendingin dan mempertahankan bentuknya. Kancingkan kancing teratas pada kemeja dan rapikan kerah dengan tangan.
Menyetrika bisa efektif jika dilakukan dengan benar, tetapi bukan tanpa risiko. Kain modern, lapisan akhir, dan konstruksi pakaian yang beragam membutuhkan ketepatan dan kehati-hatian.
Baca juga: Tips Menggunakan Parfum Laundry untuk Kemeja yang Wangi
5. Cara Menyetrika Bahan Halus Tanpa Merusak Kain
Kain halus seperti sutra, wol, dan satin memerlukan perlakuan ekstra hati-hati saat disetrika. Salah satu kunci utama dalam cara menggunakan setrika listrik pada bahan sensitif adalah menggunakan pelindung kain (pressing cloth).
Gunakan kain pelindung (pressing cloth): Saat menyetrika kain halus atau bertekstur seperti sutra atau beludru, disarankan menggunakan kain pelindung sebagai penghalang antara setrika dan kain agar mengurangi risiko kerusakan seperti hangus atau kilap.
Balik pakaian ke sisi dalam sebelum disetrika: Setrika pakaian Anda dari sisi dalam untuk menghindari kerusakan. Teknik ini melindungi permukaan luar kain dari kontak panas langsung, terutama pada pakaian berwarna gelap dan bermotif.
Atur suhu ke posisi paling rendah: Nilon dan asetat memerlukan suhu rendah tanpa uap karena kain-kain ini dapat meleleh atau melengkung pada suhu tinggi.
Uji suhu pada area tersembunyi terlebih dahulu: Sebelum menggunakan setrika pada pakaian, uji suhunya pada bagian kecil dan tersembunyi. Jika kain menempel atau hangus, turunkan suhu dan biarkan setrika mendingin sebelum melanjutkan.
Jangan biarkan setrika diam di satu titik terlalu lama: Penting untuk diingat agar tidak menahan setrika di satu titik terlalu lama karena dapat menyebabkan bekas hangus. Cukup setrika sekali, lalu kembali ke area tersebut jika masih ada kerutan.
Kain berpayette dan beludru sebaiknya tidak disetrika secara langsung bahkan dari sisi dalam. Sebagai gantinya, gunakan uap tanpa menyentuh permukaan kain. Bagi Anda yang memiliki pakaian rajut atau knitwear, lebih disarankan menggunakan steamer daripada setrika biasa.
6. Cara Membersihkan dan Merawat Setrika Listrik agar Awet
Perawatan rutin adalah bagian yang sering dilupakan dari cara menggunakan setrika listrik yang benar. Merawat peralatan menyetrika sangat penting untuk performa optimal dan keamanan pengguna, termasuk membersihkan pelat dasar (soleplate) secara berkala untuk mencegah penumpukan residu yang dapat mempengaruhi performa dan menghanguskan kain.
Bersihkan soleplate secara rutin: Pelat dasar yang kotor dapat meninggalkan noda pada pakaian dan mengganggu kelancaran geseran. Bersihkan pelat dasar secara teratur agar setrika tetap bekerja efisien dan aman.
Bersihkan lubang uap dan tangki air: Periksa tangki air dan lubang uap dari endapan mineral, bilas dengan air suling untuk mencegah penyumbatan.
Gunakan fitur self-clean jika tersedia: Bersihkan pelat dasar dari waktu ke waktu dan gunakan fungsi pembersihan mandiri (self-cleaning) jika tersedia setiap tiga puluh hari. Cabut steker dan biarkan setrika dingin sebelum membersihkannya.
Periksa kabel secara berkala: Periksa kabel dan steker secara berkala untuk melihat adanya sobekan, potongan, atau kabel terbuka guna mencegah bahaya listrik. Pastikan steker dalam kondisi utuh dan tersambung dengan aman. Ganti kabel yang rusak segera.
Simpan setrika dengan benar: Setelah dingin sepenuhnya, gulung kabel dengan rapi dan simpan setrika dalam posisi tegak di tempat kering. Hindari menggulung kabel saat setrika masih panas karena dapat merusak isolasi kabel.
Baca juga: Cara Menghemat Listrik di Rumah dengan Merawat Peralatan
7. Cara Menggunakan Setrika Listrik dengan Aman
Aspek keamanan tidak boleh diabaikan saat mempraktikkan cara menggunakan setrika listrik di rumah. Luka bakar merupakan cedera paling umum kelima di rumah tangga Amerika, sehingga memastikan peralatan setrika Anda tidak menjadi bahaya adalah langkah yang bijak.
Jangan pernah meninggalkan setrika tanpa pengawasan: Sebagai aturan dasar, jangan pernah meninggalkan setrika tanpa pengawasan. Anak-anak dan hewan peliharaan bisa bertingkah tak terduga — anak kecil bisa menyentuh pelat panas atau menarik kabel listrik karena mereka tidak menyadari konsekuensinya.
Selalu posisikan setrika tegak saat jeda: Selalu letakkan setrika panas pada posisi berdiri di atas tumitnya atau pada dudukan. Jangan pernah meletakkannya telungkup di atas papan atau permukaan apa pun karena dapat menyebabkan panas berlebih atau kecelakaan.
Jauhkan kabel dari jalur lalu-lalang: Jaga agar kabel setrika tetap pendek dan aman untuk menghindari bahaya tersandung yang dapat menyebabkan kecelakaan saat Anda sedang sibuk menyetrika.
Cabut steker segera setelah selesai: Selalu cabut steker setrika setelah selesai digunakan. Tindakan ini tidak hanya menghemat energi tetapi juga mengurangi risiko luka bakar atau kebakaran akibat kelalaian.
Pastikan sirkulasi udara yang baik: Ruangan yang berventilasi baik mendorong fokus dalam mencapai hasil sempurna sekaligus melindungi kesehatan. Jaga aliran udara dengan membuka jendela atau menggunakan kipas, serta hindari penumpukan uap dan bau saat bekerja dengan kain.
Waspadai waktu pendinginan setrika: Pelat dasar setrika bisa memerlukan waktu hingga 90 menit untuk mendingin sepenuhnya. Pastikan setrika disimpan di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak selama proses pendinginan.
Penting untuk mendaftarkan setrika baru Anda ke produsen sehingga Anda dapat dihubungi jika ada pemberitahuan keamanan atau penarikan produk. Hal ini juga memudahkan pengembalian produk yang bermasalah atau pemesanan perbaikan.
Baca juga: Tips Menghemat Energi Listrik di Rumah
8. Panduan Simbol Setrika pada Label Pakaian
Membaca simbol setrika pada label pakaian adalah langkah awal yang penting sebelum menyetrika jenis kain apa pun. Label pakaian bukan sekadar saran; label tersebut merupakan instruksi vital untuk perawatan pakaian yang memberikan informasi berharga tentang cara mencuci, mengeringkan, dan terutama cara menyetrika pakaian dengan benar.
Simbol setrika menggunakan ikon yang diakui secara internasional. Simbol menyetrika merupakan ikon yang diakui secara universal yang menunjukkan suhu menyetrika dan pengaturan uap yang sesuai untuk suatu pakaian, dan memahami simbol-simbol ini sangat penting untuk menyetrika yang efektif dan aman. Berikut panduan singkatnya:
Satu titik (•): Menandakan suhu rendah, biasanya sekitar 110°C (230°F), cocok untuk kain-kain halus.
Dua titik (••): Menunjukkan suhu sedang, biasanya sekitar 150°C (302°F). Cocok untuk poliester, wol, dan campuran sintetis.
Tiga titik (•••): Gunakan setrika panas dengan suhu pelat dasar maksimal 200°C (390°F). Ideal untuk katun, linen, dan denim.
Simbol setrika disilang (X): Artinya jangan disetrika atau diuapkan. Pengaturan ini untuk kain yang akan rusak atau meleleh jika terkena setrika.
Simbol setrika dengan kain tambahan: Saat Anda melihat simbol setrika dengan kain tambahan, artinya Anda harus menempatkan kain tipis atau pelindung di antara setrika dan pakaian untuk melindungi kain halus dari panas langsung.
Simbol setrika terbalik: Simbol ini menginstruksikan Anda untuk menyetrika pakaian dari sisi dalam, biasa digunakan untuk item dengan cetakan halus atau hiasan pada bagian luar.
Mengabaikan label perawatan dan menebak suhu setrika dapat menyebabkan kerusakan permanen seperti hangus, meleleh, atau kilap. Pentingnya label perawatan tidak bisa dilebih-lebihkan label tersebut adalah panduan langsung dari produsen untuk melestarikan pakaian Anda.
Baca juga: Cara Membaca Label Perawatan Pakaian dengan Benar
9. Kesalahan Umum Saat Menyetrika yang Wajib Dihindari
Banyak orang melakukan kesalahan saat menyetrika tanpa menyadarinya. Mengenali kesalahan-kesalahan ini akan membantu Anda menghindari kerusakan pada pakaian kesayangan dan memaksimalkan hasil setiap kali menggunakan setrika.
Menyetrika pakaian kotor atau bernoda: Menyetrika pakaian kotor adalah kesalahan besar. Jika ada noda pada pakaian, menyetrikanya justru akan membuat noda tersebut permanen karena panas ekstrem dari setrika akan melekatkan noda pada kain.
Menggunakan suhu terlalu tinggi untuk kain halus: Menyetrika dengan cara yang salah dapat menyebabkan kilap, bekas hangus, penyusutan, atau distorsi permanen pada kain.
Menekan terlalu keras saat menyetrika: Menekan terlalu keras saat menyetrika justru kontraproduktif. Biarkan panas dan uap setrika yang bekerja menembus kain tekanan berlebihan dapat meregangkan atau merobek material.
Menggunakan air keran biasa pada setrika uap: Penggunaan air keran sehari-hari dapat menghasilkan endapan mineral dan penyumbatan. Air suling lebih disarankan untuk mencegah kerak pada tangki dan lubang uap.
Menggulung kabel saat setrika masih panas: Panas sisa dapat merusak lapisan isolasi plastik pada kabel, yang berpotensi menyebabkan korsleting pada penggunaan berikutnya.
Tidak memeriksa soleplate sebelum menyetrika: Banyak orang selalu terburu-buru menyetrika tanpa memeriksa noda di pelat dasar. Pastikan pelat dasar bersih dan rapi sebelum memulai proses menyetrika, karena noda di pelat dasar akan menempel pada pakaian Anda.
Melipat pakaian saat masih panas: Biarkan pakaian mendingin dan mengeras bentuknya selama beberapa menit sebelum dikenakan atau disimpan. Menggantung atau melipat pakaian yang baru disetrika dengan rapi membantu mempertahankan tampilan rapi.
10. Tips Menyetrika Lebih Cepat dan Efisien
Selain mengetahui cara menggunakan setrika listrik dengan benar, ada beberapa trik profesional yang dapat membantu Anda menyelesaikan tumpukan cucian lebih cepat tanpa mengorbankan hasil. Menggunakan teknik menyetrika yang tepat dan suhu yang benar dapat mencegah kerusakan serat kain, sementara mengetahui metode yang efisien berarti lebih sedikit gosokan dan hasil yang lebih cepat.
Setrika pakaian saat masih sedikit lembap: Saat serat kain dalam kondisi lembap, serat tersebut akan rileks di bawah panas sehingga kerutan hilang dengan mudah. Jika pakaian sudah kering, semprotkan sedikit air menggunakan botol semprot.
Manfaatkan seluruh permukaan papan setrika: Manfaatkan seluruh permukaan papan setrika letakkan pakaian panjang sepanjang papan dan jangan biarkan menjuntai ke samping atau terseret di kaki Anda. Ujung papan yang menyempit sangat berguna untuk menjangkau kerutan membandel di area ketiak.
Lapisi aluminium foil di bawah penutup papan setrika: Tambahkan aluminium foil di bawah penutup papan setrika karena foil memantulkan panas dan mempercepat proses menyetrika.
Gunakan pelicin pakaian atau kanji semprot: Pelicin pakaian membantu merelaksasi serat kain dan membuat setrika meluncur lebih mulus, sehingga kerutan lebih cepat hilang dalam sekali gosokan.
Setrika secara bertahap, bukan menunggu menumpuk: Menyetrika dalam jumlah kecil secara rutin jauh lebih efisien dan tidak melelahkan dibandingkan menunggu pakaian menumpuk tinggi di akhir pekan.
Jangan menyetrika berlebihan pada kain permanent press: Kain permanent press sudah diproses untuk menahan kerutan, namun tetap bisa rusak oleh panas tinggi, tekanan berat, atau menyetrika yang tidak tepat.
Untuk hasil cucian yang optimal sebelum disetrika, pastikan pakaian Anda dicuci dan dikeringkan dengan benar terlebih dahulu. Pakaian yang dicuci dengan baik akan lebih mudah dan cepat saat proses penyetrikaan.
Baca juga: Teks Prosedur Menggunakan Mesin Cuci yang Benar
Menjaga pakaian tetap rapi juga bisa dilakukan dengan perawatan pencucian yang tepat. Mengetahui cara menggunakan baking soda untuk pakaian atau cara memakai pemutih yang aman akan memastikan kain selalu dalam kondisi prima sebelum masuk tahap penyetrikaan.
Memahami cara menggunakan setrika listrik yang benar bukan hanya soal menghilangkan kerutan, tetapi juga tentang menjaga investasi pakaian Anda. Menyetrika pakaian meningkatkan penampilan, menjaga integritas kain, dan memperpanjang umur pakaian. Pakaian bebas kerutan memberikan tampilan tajam dan rapi yang meningkatkan presentasi Anda di berbagai kesempatan. Dengan menerapkan setiap langkah di atas secara konsisten, Anda akan mendapatkan hasil setrika profesional langsung dari rumah.
11. FAQ
Apakah setrika listrik kering dan setrika uap berbeda cara penggunaannya?
Ya, keduanya berbeda. Setrika kering hanya menggunakan panas untuk merapikan kain, sedangkan setrika uap memanfaatkan kombinasi panas dan uap air. Setrika uap lebih efektif untuk kerutan membandel pada bahan tebal seperti katun dan linen, sementara setrika kering cocok untuk kain ringan.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan setrika untuk mendingin setelah digunakan?
Setelah selesai menyetrika, setrika bisa memerlukan waktu lebih dari satu jam untuk mendingin, jadi pastikan setrika mendingin di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak. Jangan pernah menyimpan setrika sebelum suhunya benar-benar turun ke suhu ruangan.
Apakah aman menggunakan air keran biasa untuk setrika uap?
Penggunaan air keran secara terus-menerus dapat menyebabkan endapan mineral dan kerak pada tangki serta lubang uap setrika. Untuk hasil terbaik dan usia setrika yang lebih panjang, disarankan menggunakan air suling atau air yang sudah difilter saat mengisi tangki setrika uap.
Bagaimana cara menghilangkan bekas kilap pada pakaian akibat setrika?
Bekas kilap biasanya terjadi pada kain sintetis atau berwarna gelap karena suhu terlalu tinggi. Untuk mencegahnya, selalu gunakan kain pelindung atau setrika pakaian dari sisi dalam. Jika sudah terlanjur terjadi, coba uapi area tersebut dan gosok perlahan dengan sikat pakaian.
Apakah setrika dengan fitur auto shut-off sudah cukup aman untuk ditinggal?
Meskipun fitur auto shut-off dirancang untuk keamanan, tetap disarankan untuk mencabut kabel dari stopkontak setelah selesai menyetrika. Fitur elektronik bisa saja mengalami kegagalan fungsi, dan mencabut kabel adalah satu-satunya jaminan arus listrik terputus total.
Mengapa pakaian saya justru lebih kusut setelah disetrika?
Hal ini biasanya terjadi karena suhu yang tidak sesuai dengan jenis kain, gerakan setrika yang tidak searah serat kain, atau pakaian yang langsung dilipat dalam kondisi masih panas. Pastikan Anda mengatur suhu dengan benar dan biarkan pakaian mendingin sebelum dilipat atau disimpan.
Seberapa sering sebaiknya membersihkan pelat dasar setrika?
Pembersihan pelat dasar setrika sebaiknya dilakukan setiap beberapa kali penggunaan atau saat Anda mulai melihat residu menempel. Untuk setrika uap, jalankan fitur self-cleaning sekali dalam sebulan agar lubang uap tidak tersumbat dan performa setrika tetap optimal.
Ikuti kabar terbaru tentang tips dan trik hanya di Kapanlagi.com. Kalau bukan sekarang, KapanLagi?
(kpl/nlw)
Advertisement
D Academy 8
-
Dangdut Academy Hasil Top 26 Dangdut Academy 8: Kadhafy Bangkalan Tersenggol
-
Dangdut Academy Lesti Kejora Rawat Karier Sejak Kecil, Ungkap Kunci Bertahan
-
Selebritis Pacaran Zahra DA7 dan Eby Rizta Bawakan Ulang 'Saat Bahagia' Versi Dangdut