Cara Menggunakan KBBI yang Benar untuk Mencari Arti dan Makna Kata
cara menggunakan kbbi (h)
Kapanlagi.com - Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) merupakan rujukan utama bagi siapa saja yang ingin memahami makna kata dalam bahasa Indonesia secara tepat. Mengetahui cara menggunakan KBBI dengan benar akan membantu kamu menemukan definisi, kelas kata, hingga contoh pemakaian dalam kalimat.[7]
KBBI kini tersedia dalam format cetak maupun daring yang bisa diakses melalui situs resmi kbbi.kemdikbud.go.id serta aplikasi untuk perangkat Android dan iOS. Kemudahan akses ini membuat cara menggunakan KBBI semakin praktis di era digital.[8]
Menurut Liputan6.com, KBBI adalah kamus resmi bahasa Indonesia yang disusun oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, berisi kosakata baku beserta definisi, contoh penggunaan, dan informasi tata bahasa terkait.[7] Meski begitu, banyak orang belum memanfaatkan seluruh fitur yang tersedia, sehingga penting untuk memahami langkah-langkah penggunaannya secara menyeluruh.
Advertisement
1. 1. Cara Menggunakan KBBI Daring melalui Situs Resmi
Cara menggunakan KBBI yang paling mudah dan cepat saat ini adalah melalui versi daring atau online. KBBI Daring bisa diakses siapa saja secara gratis tanpa perlu mengunduh aplikasi, cukup dengan koneksi internet yang stabil.[6]
Buka browser di perangkatmu: Gunakan browser apa pun seperti Chrome, Firefox, atau Safari di komputer maupun ponsel.
Kunjungi situs resmi: Ketik alamat kbbi.kemdikbud.go.id pada kolom URL browser, lalu tekan Enter.
Ketik kata yang dicari: Pada halaman utama, kamu akan menemukan kolom pencarian. Ketikkan kata yang ingin diketahui artinya.[7]
Tekan tombol Cari atau Enter: Hasil pencarian akan muncul secara instan, menampilkan definisi lengkap beserta kelas kata dan contoh penggunaan.
Baca dan pahami hasilnya: Perhatikan semua makna yang ditampilkan, karena satu kata bisa memiliki beberapa arti berbeda sesuai konteks.[1]
Baca juga: Sejarah dan informasi lengkap seputar KBBI
2. 2. Cara Menggunakan KBBI melalui Aplikasi di Ponsel
Selain versi situs web, kamu juga bisa mempraktikkan cara menggunakan KBBI melalui aplikasi resmi yang tersedia untuk ponsel pintar. Aplikasi ini sangat praktis karena bisa diakses kapan saja tanpa harus membuka browser.[6]
Unduh aplikasi KBBI Daring: Buka Google Play Store (Android) atau App Store (iOS), lalu cari "KBBI Daring" dan pasang aplikasinya.
Buka aplikasi setelah terpasang: Tampilan utama aplikasi akan menampilkan kolom pencarian yang serupa dengan versi situs web.
Masukkan kata yang ingin dicari: Ketik kata dasar dari kata yang ingin kamu telusuri maknanya.
Telusuri hasil pencarian: Aplikasi akan menampilkan definisi, kelas kata, dan informasi tambahan lainnya secara langsung.
Simpan kata untuk referensi: Beberapa versi aplikasi menyediakan fitur penyimpanan agar kamu bisa meninjau kembali kata yang pernah dicari.
Kamus daring menawarkan kemudahan akses yang tidak dimiliki versi cetak, termasuk kecepatan pencarian dan pembaruan kosakata secara berkala.[6] Vivienne Westwood pernah menyatakan, "Setiap kali saya harus mencari kata di kamus, saya sangat senang."[1]
3. 3. Cara Menggunakan KBBI Cetak secara Manual
Meski zaman sudah serba digital, memahami cara menggunakan KBBI versi cetak tetap penting, terutama bagi pelajar yang ingin mengasah keterampilan pencarian secara konvensional. Kamus cetak melatih kemampuan pemindaian dan memperluas kosakata secara tidak langsung karena kamu bisa menemukan kata-kata baru di halaman yang sama.[5]
Pastikan kamus asli dan edisi terbaru: KBBI cetak resmi diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Hindari kamus bajakan karena isinya tidak bisa dipertanggungjawabkan.[7]
Tentukan huruf pertama kata yang dicari: Kata dalam KBBI disusun secara alfabetis. Buka halaman yang sesuai dengan huruf awal kata tersebut.[2]
Cari suku kata pertama dan seterusnya: Setelah menemukan kelompok huruf yang tepat, telusuri suku kata pertama dan kedua hingga menemukan kata yang dimaksud.
Baca definisi dan kelas katanya: Perhatikan label kelas kata seperti n (nomina), v (verba), atau a (adjektiva) yang tertera sebelum definisi.[3]
Pilih makna yang sesuai konteks: Jika kata tersebut memiliki lebih dari satu arti, pilih definisi yang paling cocok dengan kalimat yang sedang kamu baca atau tulis.[2]
Baca juga: Daftar lengkap kata baku dan tidak baku dalam bahasa Indonesia
4. 4. Cara Membuat Akun di KBBI Daring untuk Fitur Lengkap
Untuk menikmati semua fitur yang tersedia di KBBI Daring, termasuk mengusulkan kosakata baru, kamu perlu membuat akun terlebih dahulu. Berikut langkah-langkah yang bisa dipraktikkan saat menerapkan cara menggunakan KBBI secara maksimal.
Kunjungi laman KBBI Daring: Buka kbbi.kemdikbud.go.id lalu klik tautan "Daftar" yang biasanya ada di sisi kanan atas halaman.
Isi formulir pendaftaran: Masukkan nama lengkap, nama tampilan, alamat pos-el (email) yang sah, serta kata sandi yang kuat.
Selesaikan verifikasi captcha: Centang "Saya bukan robot" dan ikuti tantangan verifikasi yang muncul untuk membuktikan bahwa kamu bukan program otomatis.
Tekan tombol Daftarkan: Setelah semua kolom terisi, klik tombol pendaftaran untuk mengirimkan formulir.
Konfirmasi melalui email: Buka kotak masuk emailmu, temukan pesan dari KBBI Daring, lalu klik tautan konfirmasi yang disertakan.[7]
Masuk ke akun: Kembali ke laman KBBI Daring, klik "Masuk", lalu gunakan email dan kata sandi yang telah didaftarkan.
5. 5. Cara Mengusulkan Kata Baru ke KBBI
Salah satu fitur menarik KBBI Daring adalah partisipasi masyarakat dalam pengembangan kosakata. Jika kamu menemukan kata yang belum terdaftar, cara menggunakan KBBI untuk mengusulkan kata baru bisa dilakukan dengan langkah berikut.
Masuk ke akun KBBI Daring: Pastikan kamu sudah memiliki akun dan berhasil login terlebih dahulu.
Akses menu Usulan: Cari menu "Usulan" atau "Tambah Usulan" pada panel navigasi setelah masuk ke akunmu.[7]
Isi formulir usulan: Masukkan kata yang diusulkan beserta kelas kata, definisi, dan contoh penggunaan dalam kalimat.
Sertakan alasan dan bukti pendukung: Jelaskan mengapa kata tersebut layak masuk KBBI, sertakan tautan atau dokumen yang membuktikan pemakaiannya secara luas.
Kirim usulan: Setelah semua kolom terisi lengkap, kirimkan usulanmu untuk ditinjau oleh tim penyusun KBBI.
Perlu dipahami bahwa tidak semua kata yang diusulkan akan langsung diterima. Menurut Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, sebuah kata harus memenuhi syarat tertentu seperti bersifat unik, eufonik, seturut kaidah bahasa Indonesia, tidak berkonotasi negatif, dan kerap dipakai oleh masyarakat luas.[7]
Baca juga: Arti asbun yang kini sudah tercantum di KBBI
6. 6. Cara Memahami Struktur Entri dan Label dalam KBBI
Menguasai cara menggunakan KBBI tidak cukup hanya dengan mengetik kata dan membaca hasilnya. Kamu perlu memahami struktur entri yang ditampilkan agar bisa memanfaatkan informasi secara menyeluruh.[3]
Kenali lema atau kata dasar: Lema adalah kata utama yang menjadi entri dalam kamus. Saat mencari kata berimbuhan, cari kata dasarnya terlebih dahulu.[7]
Perhatikan kelas kata: Setiap entri dilengkapi label kelas kata seperti n (nomina/kata benda), v (verba/kata kerja), a (adjektiva/kata sifat), dan adv (adverbia/kata keterangan).[3]
Pahami label bidang ilmu: Beberapa kata memiliki label bidang seperti Bio (biologi), Ling (linguistik), atau Mus (musik) yang menunjukkan konteks penggunaannya.
Baca simbol pemisah makna: Tanda koma (,) memisahkan padanan kata dengan arti sama, sedangkan titik koma (;) memisahkan arti yang berbeda dari entri sebelumnya.[7]
Perhatikan angka superskrip: Jika terdapat angka kecil di samping kata seperti bisa¹ dan bisa², itu menandakan homonim atau kata yang bentuknya sama tetapi maknanya berbeda.[1]
Menurut panduan dari Merriam-Webster, "Peran kamus adalah merekam penggunaan bahasa, bukan mengaturnya."[1] Prinsip ini juga berlaku untuk KBBI yang terus berkembang mengikuti dinamika pemakaian bahasa di masyarakat.
7. 7. Cara Menggunakan KBBI untuk Memeriksa Ejaan Kata Baku
Salah satu fungsi paling praktis dari KBBI adalah sebagai alat verifikasi ejaan. Kamu bisa menerapkan cara menggunakan KBBI ini ketika ragu apakah suatu kata termasuk baku atau tidak, terutama saat menulis dokumen formal atau karya tulis ilmiah.
Ketik kata yang ingin diperiksa: Masukkan kata yang kamu ragukan ejaannya ke dalam kolom pencarian KBBI Daring.
Periksa apakah kata ditemukan: Jika kata tersebut muncul dalam hasil pencarian, berarti ejaannya sudah sesuai dengan kaidah baku.
Coba variasi ejaan: Apabila kata tidak ditemukan, coba variasi ejaan lain. Misalnya, "aktifitas" tidak ada di KBBI, tetapi "aktivitas" merupakan bentuk baku yang benar.[7]
Perhatikan kata serapan: Untuk kata serapan dari bahasa asing, KBBI menunjukkan bentuk yang sudah disesuaikan dengan kaidah fonologi bahasa Indonesia.[8]
Baca juga: Panduan lengkap pengertian kata baku dan contohnya
8. 8. Cara Memanfaatkan KBBI untuk Memahami Kata Berpolisemi
Banyak kata dalam bahasa Indonesia yang bersifat polisemi, yakni memiliki lebih dari satu makna. Memahami cara menggunakan KBBI untuk membedakan makna-makna tersebut sangat berguna, apalagi saat membaca teks akademis atau karya sastra.[2]
Cari kata yang dimaksud: Ketik kata berpolisemi ke dalam KBBI. Contohnya, kata "kepala" memiliki makna literal (bagian tubuh) dan kiasan (pemimpin).
Baca semua definisi yang tersedia: KBBI menyajikan setiap arti dengan penomoran. Baca semuanya sebelum memilih.[1]
Cocokkan dengan konteks kalimat: Tentukan arti mana yang paling sesuai dengan kalimat yang sedang kamu baca atau tulis. Sebelum membuka kamus, cobalah menebak makna dari konteks terlebih dahulu.[2]
Perhatikan contoh pemakaian: KBBI biasanya menyertakan contoh kalimat untuk setiap definisi. Manfaatkan contoh ini sebagai panduan penggunaan yang tepat.[3]
Periksa kata turunan: Lihat juga kata turunan yang tercantum di bagian bawah entri, karena bentuk berimbuhan bisa membantu memahami konteks makna secara lebih spesifik.[8]
Nathaniel Hawthorne pernah berkata, "Kata-kata begitu polos dan tak berdaya saat berdiri di kamus, tetapi menjadi begitu kuat di tangan orang yang tahu cara menggabungkannya."[1] Kutipan ini mengingatkan kita bahwa memahami makna kata melalui KBBI hanyalah langkah awal sebelum menggunakannya secara efektif dalam komunikasi.
Baca juga: Kumpulan diksi indah bahasa Indonesia untuk memperkaya karya tulis
9. Manfaat Menggunakan KBBI dalam Kehidupan Sehari-hari dan Akademis
KBBI bukan sekadar kamus pencari arti kata. Kegunaannya sangat luas, mulai dari keperluan personal hingga profesional. Penggunaan kamus secara rutin terbukti mendorong kebiasaan belajar sepanjang hayat, sebagaimana ditegaskan oleh berbagai studi di bidang pendidikan bahasa.[4]
Memastikan penggunaan kata yang tepat dan baku: KBBI menjadi acuan utama untuk menentukan apakah suatu kata sudah sesuai dengan kaidah ejaan baku bahasa Indonesia.[7]
Memperkaya kosakata secara bertahap: Membuka kamus secara rutin membantu kamu menemukan kata-kata baru yang mungkin belum pernah didengar sebelumnya.[4]
Meningkatkan kualitas penulisan: Penulis profesional dan akademisi menggunakan kamus untuk memilih diksi yang paling tepat dan menghindari ambiguitas.[5]
Membantu penyuntingan naskah: KBBI berguna saat proses proofreading untuk memeriksa kebenaran ejaan, makna, dan kelas kata.[7]
Rujukan karya ilmiah: Dalam penulisan skripsi, tesis, maupun jurnal, KBBI sering dijadikan sumber definisi operasional suatu istilah.
Memahami etimologi kata: KBBI juga menyajikan informasi asal-usul kata, seperti apakah suatu kata berasal dari bahasa Arab, Belanda, Inggris, atau bahasa daerah.[8]
Mengenal istilah teknis: Kata khusus dalam bidang tertentu seperti kedokteran, hukum, atau teknologi juga bisa ditelusuri lewat KBBI.
Ludwig Wittgenstein, seorang filsuf terkemuka, pernah menyatakan, "Batas-batas bahasaku adalah batas-batas duniaku."[1] Memperluas kosakata lewat KBBI pada dasarnya memperluas cara kita memahami dan mengekspresikan realitas di sekitar kita.
10. Perbedaan KBBI Daring dan KBBI Cetak
Kamus daring dan cetak memiliki kelebihan serta kekurangan masing-masing. Memahami perbedaannya membantu kamu memilih format yang paling sesuai dengan kebutuhan. Kamus daring menawarkan kecepatan akses dan pembaruan yang instan, sedangkan kamus cetak memberikan pengalaman membaca yang lebih mendalam dan tidak bergantung pada koneksi internet.[5]
Dari segi pembaruan konten, KBBI Daring diperbarui secara berkala dan mencerminkan perkembangan kosakata terkini. Pemutakhiran biasanya dilakukan setidaknya dua kali dalam setahun.[7] Sementara itu, KBBI cetak hanya diperbarui setiap kali edisi baru diterbitkan, yang bisa memakan waktu bertahun-tahun. Meski demikian, kamus cetak tetap bernilai sebagai dokumentasi historis perkembangan bahasa pada masa terbitnya.
Satu kelebihan kamus cetak yang sering terabaikan adalah kemampuannya melatih keterampilan pemindaian halaman. Saat membolak-balik halaman kamus, kamu bisa menemukan kata-kata baru di halaman yang sama secara tidak sengaja, sehingga memperluas kosakata tanpa disadari.[5] Kamus daring, di sisi lain, unggul dalam fitur audio pengucapan dan tautan ke kata-kata terkait yang memperkaya eksplorasi bahasa secara digital.[6]
Pada akhirnya, pilihan antara daring dan cetak bisa disesuaikan dengan situasi. Untuk keperluan cepat sehari-hari, KBBI Daring lebih efisien. Namun untuk pembelajaran mendalam atau ketika tanpa akses internet, kamus cetak tetap menjadi sahabat yang andal.
Baca juga: Kamus arti kata bahasa Inggris lengkap untuk pemula
11. Peran KBBI dalam Standardisasi Bahasa Indonesia
KBBI bukan sekadar kamus biasa, melainkan instrumen penting dalam menjaga kesatuan dan standarisasi bahasa Indonesia. Sebagai negara dengan ratusan bahasa daerah, Indonesia membutuhkan rujukan tunggal agar komunikasi antarwilayah berjalan lancar. KBBI memenuhi peran tersebut dengan menetapkan kosakata baku yang berlaku secara nasional.[8]
Dalam perspektif global, peran kamus dalam standarisasi bahasa bukanlah hal baru. Noah Webster, leksikograf legendaris Amerika, menciptakan kamusnya dengan tujuan menyatukan ejaan dan pengucapan bahasa Inggris di seluruh Amerika Serikat.[1] Prinsip serupa mendasari keberadaan KBBI, yang berfungsi menyatukan bahasa Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Samuel Johnson, penyusun kamus bahasa Inggris pertama yang berpengaruh, pernah menyatakan, "Sebuah kamus tidak pernah selesai."[1] Pernyataan ini sangat relevan dengan KBBI yang terus mengalami pemutakhiran dari edisi ke edisi.
KBBI juga berperan dalam mendokumentasikan pergeseran makna kata seiring waktu, serta menjembatani masuknya istilah serapan dari bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia secara resmi. Kata-kata seperti "surel" (surat elektronik), "warganet" (netizen), dan "swafoto" (selfie) adalah contoh nyata bagaimana KBBI mengakomodasi perkembangan zaman tanpa mengorbankan identitas bahasa nasional.[7]
Dengan fungsi standarisasinya, KBBI menjadi acuan utama dalam membedakan kata baku dan tidak baku sehingga komunikasi formal tetap terjaga kualitasnya di berbagai ranah, mulai dari pendidikan hingga pemerintahan.
12. Sejarah dan Perkembangan Edisi KBBI
Memahami sejarah KBBI memberikan konteks mengapa kamus ini begitu penting bagi bangsa Indonesia. Menurut KapanLagi.com, KBBI pertama kali diterbitkan pada tahun 1988 oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI.[8] Sejak saat itu, KBBI telah mengalami beberapa kali revisi dan penambahan yang signifikan.
KBBI Edisi I (1988): Edisi pertama yang menjadi tonggak awal dokumentasi resmi kosakata bahasa Indonesia secara komprehensif.[8]
KBBI Edisi II (1991): Terbit tiga tahun setelah edisi pertama dengan sejumlah penyempurnaan definisi dan penambahan kosakata.[7]
KBBI Edisi III (2001): Memperluas cakupan kata yang masuk ke dalam kamus, termasuk istilah-istilah dari berbagai bidang ilmu.
KBBI Edisi IV (2008): Jumlah kata bertambah menjadi kurang lebih 90 ribu entri.[8]
KBBI Edisi V (2016): Memuat sekitar 100 ribu kata dan mulai tersedia dalam format daring yang dapat diakses publik secara gratis.[8]
KBBI Edisi VI (2023): Edisi terbaru yang diluncurkan pada Kongres Bahasa Indonesia XII, dengan penambahan kata-kata baru dari bahasa daerah dan bahasa asing yang telah diserap secara resmi.[8]
Baca juga: Arti kata mangu yang kini tercatat dalam kosakata baku bahasa Indonesia
13. Tips Memaksimalkan Penggunaan KBBI secara Efektif
Agar benar-benar mendapat manfaat optimal, ada beberapa strategi yang bisa diterapkan saat mempraktikkan cara menggunakan KBBI. Tips berikut dikompilasi dari berbagai panduan penggunaan kamus yang terbukti efektif dalam konteks pembelajaran bahasa.[2]
Tebak makna dari konteks terlebih dahulu: Sebelum membuka kamus, cobalah menebak arti kata berdasarkan kalimat atau paragraf di sekitarnya. Gunakan kamus untuk mengonfirmasi tebakan tersebut.[2]
Cari kata dasar, bukan kata berimbuhan: KBBI menyusun entri berdasarkan kata dasar. Jika ingin mencari "mempermasalahkan", carilah kata dasar "masalah" terlebih dahulu.
Pelajari singkatan dan label: Biasakan diri dengan singkatan kelas kata dan label bidang ilmu yang digunakan dalam KBBI agar pencarian lebih efisien.[3]
Manfaatkan contoh kalimat: Contoh pemakaian dalam kalimat sangat membantu memahami cara suatu kata digunakan dalam konteks nyata.[3]
Jangan terlalu sering membuka kamus: Terlalu bergantung pada kamus justru bisa memperlambat proses membaca. Prioritaskan pencarian untuk kata-kata kunci yang benar-benar penting.[2]
Catat kata baru yang ditemukan: Membuat catatan kosakata pribadi yang diisi dari KBBI bisa menjadi cara efektif untuk memperkaya perbendaharaan kata baku.[4]
Eksplorasi fitur "Kata Terkait": Di KBBI Daring, fitur ini menampilkan kata-kata yang berhubungan dengan entri yang sedang kamu baca, memperluas pemahaman secara kontekstual.[7]
Jadikan KBBI sebagai kebiasaan harian: Luangkan waktu setiap hari untuk mempelajari satu atau dua kata baru dari KBBI. Konsistensi ini akan berdampak signifikan terhadap penguasaan bahasa dalam jangka panjang.[4]
Baca juga: Cara efektif hitung kata untuk optimasi konten digital
14. FAQ
Apa itu KBBI Daring dan bagaimana cara mengaksesnya?
KBBI Daring adalah versi online dari Kamus Besar Bahasa Indonesia yang bisa diakses secara gratis melalui situs kbbi.kemdikbud.go.id. Kamu cukup mengetikkan kata yang dicari di kolom pencarian dan tekan Enter untuk menemukan definisinya.[7]
Apakah cara menggunakan KBBI daring berbeda dengan KBBI cetak?
Secara prinsip, keduanya sama-sama digunakan untuk mencari arti kata. Perbedaannya terletak pada metode pencarian; KBBI daring menggunakan kolom pencarian digital, sedangkan KBBI cetak memerlukan pencarian manual berdasarkan urutan abjad.[5]
Apakah semua kata dalam bahasa Indonesia ada di KBBI?
Tidak semua kata tercantum dalam KBBI. Kata-kata slang, istilah sangat teknis, atau kosakata yang sangat baru mungkin belum terdaftar. Namun, KBBI diperbarui secara berkala untuk mengakomodasi perkembangan bahasa.[7]
Bagaimana jika kata yang dicari tidak ditemukan di KBBI?
Jika suatu kata tidak ditemukan, periksa apakah ejaannya sudah benar atau coba cari kata dasarnya. Kamu juga bisa mengusulkan kata tersebut melalui fitur Usulan di KBBI Daring setelah membuat akun.
Apa fungsi label seperti n, v, dan a dalam KBBI?
Label tersebut menunjukkan kelas kata. Huruf n berarti nomina (kata benda), v berarti verba (kata kerja), dan a berarti adjektiva (kata sifat). Memahami label ini membantu kamu menggunakan kata dengan tepat dalam konteks kalimat.[3]
Seberapa sering KBBI Daring diperbarui?
KBBI Daring diperbarui secara berkala, umumnya dilakukan setidaknya dua kali dalam setahun. Pembaruan ini mencakup penambahan kata baru, revisi definisi, dan penyesuaian dengan perkembangan penggunaan bahasa di masyarakat.[7]
Apakah cara menggunakan KBBI bisa membantu meningkatkan kemampuan menulis?
Tentu saja. Dengan rutin memanfaatkan KBBI, kamu bisa memilih diksi yang lebih tepat, memahami nuansa makna kata, dan memastikan ejaan yang benar dalam setiap tulisan. Kebiasaan ini secara bertahap akan meningkatkan kualitas komunikasi tertulis secara keseluruhan.[5]
Daftar Referensi
- Merriam-Webster. How to Use the Dictionary. Diakses pada 6 Mei 2026, dari https://www.merriam-webster.com/grammar/how-to-use-the-dictionary
- Eastern Washington University. Using a Dictionary - Reading and Study Strategies. Diakses pada 6 Mei 2026, dari https://research.ewu.edu/writers_c_read_study_strategies/dictionary
- EAP Foundation. Using Dictionaries. Diakses pada 6 Mei 2026, dari https://www.eapfoundation.com/vocab/dictionaries/
- WordMasters Challenge. Why Use a Dictionary in the 21st Century. Diakses pada 6 Mei 2026, dari https://www.wordmasterschallenge.com/why-use-a-dictionary-in-the-21st-century
- Saylor Foundation. Using the Dictionary and Thesaurus Effectively. Diakses pada 6 Mei 2026, dari https://saylordotorg.github.io/text_handbook-for-writers/s21-04-using-the-dictionary-and-thesa.html
- BureauWorks. Top Underrated Benefits of an Online Dictionary. Diakses pada 6 Mei 2026, dari https://www.bureauworks.com/blog/top-underrated-benefits-of-an-online-dictionary
- Liputan6.com. Tips KBBI: Panduan Lengkap Menggunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia. Diakses pada 6 Mei 2026, dari https://www.liputan6.com/feeds/read/5856192/tips-kbbi-panduan-lengkap-menggunakan-kamus-besar-bahasa-indonesia
- KapanLagi.com. KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia): Sejarah Perkembangan dan Informasi yang Ada di Dalamnya. Diakses pada 6 Mei 2026, dari https://plus.kapanlagi.com/kbbi-kamus-besar-bahasa-indonesia-sejarah-perkembangan-dan-informasi-yang-ada-di-dalamnya-104b52.html
(kpl/fed)
Advertisement
D Academy 8
-
Prestasi Selebritis Valen DA7 dan Mila DA7 Raih Dua Nominasi AMI Awards 2026