The Mauritanian
Synopsis
Mohamedou Ould Slahi (Tahar Rahim) hidup tenang di kampung halamannya sebelum semuanya berubah akibat tuduhan yang tidak pernah ia bayangkan. Setelah serangan besar yang mengguncang dunia, namanya masuk dalam daftar orang yang dicurigai memiliki hubungan dengan kelompok berbahaya. Tanpa bukti kuat, ia ditangkap dan dibawa jauh dari keluarganya. Perjalanan itu menuntunnya ke tempat yang bahkan belum ia ketahui sebelumnya, sebuah penjara bernama Guantanamo Bay.
Hari pertamanya sebagai tahanan bukan sekadar hari biasa. Ia menghadapi interogasi panjang dan perlakuan keras yang tidak memberinya ruang untuk bernapas. Meski tidak ada dakwaan resmi, ia dipaksa mengakui sesuatu yang tidak ia lakukan. Satu per satu harapan di dalam dirinya mulai terkikis, tetapi ia masih berusaha bertahan, percaya bahwa suatu hari kebenaran akan terungkap. Ia hanya tidak tahu kapan hari itu akan tiba.
Di sisi lain, pengacara hak asasi manusia bernama Nancy Hollander (Jodie Foster) mendengar kisah Mohamedou. Meski sempat ragu karena kasus ini penuh misteri, Nancy merasa ada yang janggal dalam penahanan terhadapnya. Bersama rekannya Teri Duncan (Shailene Woodley), Nancy memutuskan menerima kasus tersebut. Keputusan ini membawa mereka pada perjalanan panjang untuk mengungkap dokumen yang disembunyikan dan fakta yang tidak ingin dibuka oleh pihak tertentu.
Sementara itu, jaksa militer bernama Stuart Couch (Benedict Cumberbatch) diberi tugas untuk menuntut Mohamedou. Namun ketika ia mulai membaca seluruh berkas dan mendalami proses penahanan, ia menemukan hal yang tidak sesuai dengan prinsip hukum yang ia junjung. Stuart mulai mempertanyakan apakah tugasnya benar atau ada sesuatu yang harus ia lihat dari sudut pandang berbeda.
Mohamedou menjalani hari demi hari dengan kondisi fisik dan mental yang terus ditekan. Ia kehilangan hitungan waktu, tetapi ia tidak kehilangan kemampuannya untuk berharap. Meski tubuhnya diperlakukan secara tidak manusiawi, pikirannya terus bertahan. Ia mencoba menulis tentang pengalamannya, meski tahu setiap catatan akan diperiksa ketat oleh para penjaga.
Nancy dan Teri menghadapi kesulitan besar ketika permintaan mereka untuk mengakses dokumen selalu ditolak. Setiap pintu yang mereka buka membawa mereka pada lebih banyak pertanyaan. Mengapa Mohamedou ditahan tanpa dakwaan. Mengapa informasi penting disensor. Mengapa pihak tertentu ingin menutup semua proses yang terjadi di balik dinding penjara tersebut. Semua hal ini membuat mereka semakin yakin bahwa kasus Mohamedou tidak sesederhana yang terlihat.
Dalam prosesnya, Stuart semakin gelisah karena ia menemukan bahwa metode interogasi terhadap Mohamedou melanggar batas kemanusiaan. Ia harus memilih antara menjalankan perintah atau mengikuti kata hatinya. Ketika ia mencoba mengambil keputusan, ia sadar bahwa keputusannya dapat berdampak pada karier sekaligus kehormatan militernya. Namun ia juga tahu bahwa membiarkan ketidakadilan terjadi bukanlah pilihan yang bisa ia terima begitu saja.
Setiap perkembangan kasus membawa Nancy dan timnya pada bukti bahwa Mohamedou mungkin menjadi korban dari ketakutan dan politik global. Mereka berusaha keras mengajukan permohonan ke pengadilan, tetapi prosesnya tidak mudah. Mereka harus melewati berbagai hambatan hukum, birokrasi, dan ancaman yang tidak selalu terlihat. Di tengah itu semua, Mohamedou tetap menjadi pusat perjuangan ini, seorang pria yang ingin bebas dan kembali kepada keluarganya.
Ketika persidangan semakin dekat, tekanan pada semua pihak meningkat. Nancy berhadapan dengan sistem yang tidak ingin mengakui kesalahan. Stuart berada dalam dilema moral yang tidak pernah ia bayangkan. Mohamedou harus menyiapkan dirinya untuk kemungkinan apa pun. Ia takut, tetapi ia tetap mencoba bersikap kuat, meski ia tidak tahu apakah pengadilan akan benar benar memulangkannya atau justru membuatnya terus berada di balik jeruji besi.
Dalam momen paling menegangkan, Nancy akhirnya mendapat kesempatan untuk mempresentasikan kasus Mohamedou di pengadilan. Ia menunjukkan bukti bukti yang disembunyikan, mempertanyakan proses penahanan, dan menantang sistem yang selama ini menutup mata. Pertanyaannya sederhana tetapi menampar logika semua pihak. Bagaimana mungkin seseorang ditahan selama bertahun tahun tanpa dakwaan. Siapakah yang sebenarnya bertanggung jawab atas penderitaan ini. Dan apakah keadilan benar benar masih ada dalam sistem yang seharusnya melindungi hak setiap manusia.
Ketika putusan mendekati pengumuman, semua mata tertuju pada hakim. Apakah Mohamedou akhirnya akan mendapatkan kebebasan yang telah ia perjuangkan dengan seluruh kekuatannya atau justru takdir lain yang menantinya setelah bertahun tahun berada dalam ketidakpastian yang menyakitkan.
Penulis Artikel: Anastashia Gabriel
Pemeran
Jadwal Film
Ek Din
The Bell: Panggilan Untuk Mati
Mortal Kombat II
Fuze
Tears of the Azure Sea
Ek Din
The Devil Wears Prada 2
Michael (2026)
Dilan ITB 1997
The Drama
Para Perasuk
Kupilih Jalur Langit
Ikatan Darah
Dalam Sujudku
The Magic Faraway Tree
Project Hail Mary
Tiba Tiba Setan
Warung Pocong
Ghost in the Cell
Ready or Not 2: Here I Come
Lee Cronin's The Mummy
Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?
They Will Kill You
Yohanna
Tumbal Proyek
13 Mei 2026
Semua Akan Baik-Baik Saja
13 Mei 2026
Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan
13 Mei 2026
Top Gun : Maverick ( re-release )
13 Mei 2026
In the Grey
15 Mei 2026
Pati Patni Aur Woh Do
15 Mei 2026
Keluarga Suami Adalah Hama
21 Mei 2026
Gudang Merica
21 Mei 2026
Kamu Harus Mati
21 Mei 2026
Chand Mera Dil
22 Mei 2026
Children of Heaven (2026)
27 Mei 2026
The Furious
29 Mei 2026
Colony (2026)
03 Juni 2026
Nobody Loves Kay
04 Juni 2026
Masters of the Universe (2026)
05 Juni 2026
Air Mata Buaya
07 Juni 2026
Minions & Monsters
30 Juni 2026
402 Rumah Sakit Angker Korea
09 Juli 2026
Badut Gendong
27 Mei 2026
Passenger (2026)
27 Mei 2026
Kucing Hitam
04 Juni 2026
Love Barista (2026)
05 Juni 2026
Dosa
11 Juni 2026
Garuda di Dadaku
11 Juni 2026
Dukun Magang
18 Juni 2026