Sinopsis Jujutsu Kaisen Episode 24, Divergent Fist Yuji Akhirnya Muncul

Yuji Itadori akhirnya mengeluarkan divergent fist
Kapanlagi.com - Halo para penggemar Jujutsu Kaisen!Siap-siap untuk menyelami kembali keseruan dunia penyihir Jujutsu yang penuh kutukan dan pertarungan epik. Kali ini, kita akan mengulas tuntas episode penutup musim pertama yang penuh aksi, yaitu Episode 24, dan sedikit mengintip apa yang menanti kita di musim ketiga yang sangat dinantikan. Yuk, kita bedah satu per satu!
Musim ketiga dari serial anime favorit penggemar, Jujutsu Kaisen, sudah bisa ditonton di Vidio.com per 9 Januari 2026, dengan dua episode pertamanya sebagai bagian dari "Culling Game Part 1". Episode-episode selanjutnya dari cour pertama ini akan dirilis setiap hari Kamis. Musim ketiga ini diperkirakan akan memiliki total 24–26 episode dan kemungkinan akan dibagi menjadi dua bagian atau "cours", dengan cour pertama terdiri dari 12–13 episode.
Musim ketiga ini akan melanjutkan cerita setelah insiden Shibuya di musim kedua, dengan fokus pada arc "Culling Game" yang sangat dinantikan, membawa penggemar lebih dalam ke dunia kutukan dan sihir yang gelap. Arc ini akan menampilkan penyihir jahat Kenjaku yang memulai kontes mematikan yang dikenal sebagai Culling Game, memaksa para penyihir Jujutsu ke dalam pertempuran berisiko tinggi. Selain itu, musim ketiga juga diharapkan akan mencakup arc "Itadori's Extermination" dan "Perfect Preparation".
Advertisement
1. Sinopsis Jujutsu Kaisen Season 1 Episode 24
Episode 24, yang berjudul "Accomplices", menjadi penutup arc "Origin of Obedience" dan menampilkan pertarungan sengit antara Yuji Itadori dan Nobara Kugisaki melawan dua bersaudara Kutukan Rahim: Lukisan Kematian, Eso dan Kechizu. Episode ini dibuka dengan aksi berkecepatan tinggi saat Yuji dan Nobara berusaha menghindari darah beracun dari teknik "Rot Technique Maximum: Wing King" milik Eso.
Eso menyerang dengan tentakel darahnya yang disebut Wing King, sementara Kechizu muncul dan memuntahkan darah ke arah Yuji. Sebelum Nobara sempat bereaksi, ia juga terkena cipratan darah Eso. Eso menjelaskan efek darahnya yang disebut "Rot Technique: Decay", yang menyebabkan tanda hitam muncul di tubuh Yuji dan Nobara, membuat mereka membusuk dan akan berubah menjadi kerangka pada pagi hari.
Namun, Nobara menunjukkan kecerdikannya dengan menyadari bahwa darah kutukan para bersaudara itu juga mengalir di dalam dirinya. Ia kemudian mengaktifkan teknik "Straw Doll Technique: Resonance" miliknya dengan menusuk dirinya sendiri menggunakan paku, secara efektif membalikkan kutukan mereka dan melukai Eso serta Kechizu. Yuji, sebagai wadah Sukuna, memiliki kekebalan terhadap racun, yang memungkinkannya untuk terus bergerak di bawah pengaruh teknik kutukan tersebut.
Yuji memanfaatkan kekebalannya dan terus menyerang Kechizu dengan ganas, sementara Nobara juga terus memberikan tekanan. Melihat saudaranya menderita, Eso menjadi putus asa dan secara naluriah menonaktifkan teknik Decay-nya untuk melindungi Kechizu. Yuji kemudian melancarkan pukulan "Black Flash" yang kuat ke Eso.
Pertarungan mencapai puncaknya ketika Nobara berhasil menghabisi Kechizu dengan teknik "Hairpin" miliknya. Eso yang hancur melihat kematian saudaranya, mencoba melarikan diri dengan melompat ke sebuah truk yang melintas. Namun, Nobara menggunakan lengan Eso yang terputus untuk mengaktifkan Resonance sekali lagi, menusuk Eso melalui dada. Yuji kemudian memberikan pukulan terakhir dengan "Divergent Fist", mengakhiri pertarungan.
Setelah pertarungan, Megumi ditemukan tertidur di tepi sungai, lega karena tidak tewas. Ia menyerahkan jari Sukuna kepada Yuji untuk disimpan, namun Sukuna secara tak terduga memunculkan mulut di telapak tangan Yuji dan memakan jari tersebut, mengejutkan semua orang. Episode ini juga menampilkan Gojo yang memberitahu Utahime tentang keberhasilan murid-murid tahun pertamanya dan kemudian menyuap Mei Mei untuk merekomendasikan murid-murid tahun pertama dan kedua, termasuk Yuji, Nobara, Megumi, Maki, dan Panda, untuk dipromosikan sebagai Penyihir Jujutsu Tingkat 1. Sementara itu, Choso, saudara ketiga dari Lukisan Kematian, merasakan kematian saudara-saudaranya, menyiapkan panggung untuk konflik di masa depan.
(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)
(BCL Bantah Isu Hamil, minta netizen stop berasumsi.)
(kpl/jpg)
Advertisement















































