9 Drakor tentang Anak Muda yang Belum Tahu Tujuan Hidup, Relate dengan Quarter-Life Crisis

9 Drakor tentang Anak Muda yang Belum Tahu Tujuan Hidup, Relate dengan Quarter-Life Crisis
Drakor tentang anak muda yang belum tahu tujuan hidup/ Because This Is My First Life (2017) Netflix

Kapanlagi.com - Memasuki usia dewasa muda tidak selalu berarti seseorang sudah tahu ingin menjadi apa. Drakor tentang anak muda yang belum tahu tujuan hidup justru menarik karena menghadirkan karakter yang masih mencari arah, mempertanyakan pilihan, atau merasa tertinggal dari orang-orang di sekitarnya. Konflik semacam ini terasa dekat dengan kehidupan nyata ketika pekerjaan, impian, hubungan, dan ekspektasi keluarga mulai datang bersamaan.

Tidak semua orang memiliki perjalanan hidup yang lurus. Ada yang sudah memiliki cita-cita sejak kecil, tetapi harus menguburnya karena keadaan. Ada pula yang sudah bekerja dan terlihat baik-baik saja, tetapi diam-diam merasa hidupnya berjalan tanpa tujuan. Kisah-kisah seperti inilah yang membuat drama Korea bertema coming-of-age terasa begitu dekat.

Melalui karakter yang gagal, ragu, kehilangan pekerjaan, menghadapi tekanan keluarga, hingga berani memulai kembali, penonton dapat melihat bahwa menemukan tujuan hidup memang membutuhkan proses. Berikut KapanLagi ulas beberapa drama Korea yang menggambarkan perjalanan tersebut dengan cara yang hangat, realistis, dan menyentuh, Rabu (7/10/2026).

1. Drakor tentang Anak Muda yang Masih Mencari Arah Hidup

Drakor tentang anak muda yang belum tahu tujuan hidup/ Fight for My Way (2017) Netflix

1. Fight for My Way (2017)

Fight for My Way menjadi salah satu drama yang paling mudah dikaitkan dengan perasaan tertinggal dari impian masa kecil. Ceritanya berpusat pada empat sahabat yang memasuki usia dewasa dengan kehidupan yang jauh dari bayangan mereka sebelumnya.

Ko Dong-man (Park Seo-joon) pernah memiliki masa depan menjanjikan sebagai atlet taekwondo. Namun, perjalanan kariernya berhenti dan ia harus menjalani pekerjaan yang tidak sesuai dengan impiannya. Sementara itu, Choi Ae-ra (Kim Ji-won) sejak kecil ingin menjadi pembawa acara televisi, tetapi kenyataan membuatnya bekerja di pusat perbelanjaan.

Keduanya memperlihatkan bahwa kehilangan arah tidak selalu berarti seseorang sudah gagal. Justru dari situ muncul pertanyaan tentang apa yang sebenarnya ingin diperjuangkan. Drama ini terasa relevan bagi anak muda yang bekerja hanya untuk bertahan hidup sambil diam-diam masih memikirkan impian yang pernah mereka tinggalkan.

2. Hello, My Twenties! (2016)

Hello, My Twenties! atau Age of Youth mengikuti kehidupan lima perempuan muda yang tinggal bersama di sebuah rumah kos bernama Belle Epoque. Masing-masing memiliki karakter, masalah, dan latar belakang berbeda.

Ada yang menghadapi tekanan kuliah, persoalan finansial, trauma masa lalu, hubungan percintaan, hingga ketidakpastian mengenai masa depan. Karena itulah, drama ini tidak menghadirkan pencarian tujuan hidup hanya melalui persoalan karier.

Kehidupan bersama membuat kelima karakter perlahan belajar memahami diri sendiri dan orang lain. Mereka tidak selalu mendapatkan jawaban dengan cepat, tetapi mulai menyadari bahwa menjadi dewasa berarti berani menghadapi ketidakpastian.

Bagi penonton yang sedang berada di usia 20-an dan merasa hidup orang lain tampak lebih terarah, drama ini bisa terasa sangat dekat. Pesannya sederhana: setiap orang memiliki waktunya sendiri untuk menemukan jalan.

3. Because This Is My First Life (2017)

Judulnya sendiri sudah menggambarkan gagasan utama drama ini: semua orang sebenarnya sedang menjalani hidup untuk pertama kalinya. Tidak ada buku petunjuk yang menjamin seseorang akan membuat pilihan yang benar.

Yoon Ji-ho (Jung So-min) adalah seorang asisten penulis yang kehilangan pekerjaan dan tempat tinggal. Situasi tersebut membuatnya berada dalam fase kehidupan ketika rencana masa depan terasa semakin tidak jelas. Ia kemudian bertemu Nam Se-hee (Lee Min-ki), seorang pria yang sangat teratur dan memandang hidup dengan cara yang berbeda.

Meski dibungkus dengan kisah romantis, Because This Is My First Life sebenarnya banyak berbicara mengenai tekanan menjadi orang dewasa. Karier, rumah, uang, pernikahan, dan ekspektasi sosial menjadi bagian dari pergulatan para tokohnya.

Drama ini cocok bagi mereka yang merasa harus segera memiliki kehidupan "sempurna", padahal sebenarnya masih belajar menentukan apa yang membuat hidup terasa berarti.

2. Ketika Impian dan Kenyataan Tidak Berjalan Sejalan

Drakor tentang anak muda yang belum tahu tujuan hidup/ Start-Up (2020) Netflix

4. Start-Up (2020)

Start-Up memperlihatkan perjuangan anak muda yang mencoba membangun masa depan melalui dunia bisnis teknologi. Seo Dal-mi (Bae Suzy) memiliki ambisi besar untuk menjadi pengusaha, sementara Nam Do-san (Nam Joo-hyuk) adalah programmer berbakat yang mendirikan Samsan Tech bersama teman-temannya.

Namun, memiliki kemampuan dan impian ternyata belum cukup untuk menjamin keberhasilan. Para karakter harus menghadapi kegagalan, persaingan, keputusan sulit, serta ketidakpastian mengenai masa depan.

Hal menarik dari drama ini adalah gambaran bahwa perjalanan menemukan tujuan hidup dapat berlangsung bersamaan dengan proses menemukan kemampuan diri. Tidak semua orang langsung mengetahui apa yang ingin dilakukan. Terkadang seseorang baru memahami jalannya setelah mencoba, gagal, lalu mencoba lagi.

Karena itu, Start-Up cocok untuk penonton yang sedang mencari motivasi untuk mengambil langkah pertama, terutama ketika masa depan masih terlihat samar.

5. Record of Youth (2020)

Record of Youth mengikuti tiga anak muda yang berusaha membangun karier di industri hiburan dan fesyen. Sa Hye-jun (Park Bo-gum) memiliki impian menjadi aktor, tetapi berkali-kali mengalami penolakan.

Kegagalan tersebut membuatnya harus mempertanyakan apakah impiannya realistis atau justru hanya membuatnya semakin jauh dari kehidupan yang stabil. Persoalan semakin rumit karena ia hidup di tengah lingkungan yang membuat kesuksesan orang lain mudah dijadikan pembanding.

Drama ini memperlihatkan sisi lain dari perjuangan mengejar cita-cita. Bukan hanya soal bekerja keras, tetapi juga tentang menghadapi rasa tidak aman ketika hasil yang diharapkan belum kunjung datang.

Bagi anak muda yang merasa sudah berusaha tetapi belum mendapatkan pencapaian seperti teman sebayanya, cerita ini dapat terasa cukup relevan.

6. Run On (2020)

Run On memiliki pendekatan yang lebih tenang. Ki Seon-gyeom (Im Si-wan) adalah mantan atlet lari nasional yang memilih meninggalkan dunia olahraga setelah menghadapi persoalan yang membuatnya mempertanyakan kehidupannya.

Perubahan tersebut membuatnya harus memikirkan kembali apa yang sebenarnya ia inginkan. Ia kemudian bertemu Oh Mi-joo (Shin Se-kyung), seorang penerjemah film yang juga memiliki cara pandang tersendiri terhadap pekerjaan dan kehidupan.

Salah satu kekuatan Run On adalah keberaniannya menunjukkan bahwa meninggalkan sesuatu yang sudah lama dijalani tidak selalu berarti menyerah. Ada kalanya seseorang perlu berhenti, mengevaluasi diri, kemudian memilih jalan yang berbeda.

Drama ini cocok untuk penonton yang merasa sedang berada di persimpangan dan mulai menyadari bahwa jalan hidup tidak harus selalu sesuai dengan rencana awal.

3. Drakor tentang Kehidupan yang Terasa Hampa dan Tanpa Arah

Drakor tentang anak muda yang belum tahu tujuan hidup/My Liberation Notes (2022) IMDb

7. My Liberation Notes (2022)

Jika mencari drakor tentang anak muda yang belum tahu tujuan hidup dengan suasana yang lebih reflektif, My Liberation Notes menjadi pilihan yang kuat. Drama ini mengikuti tiga bersaudara, Yeom Ki-jung (Lee El), Yeom Chang-hee (Lee Min-ki), dan Yeom Mi-jung (Kim Ji-won), yang menjalani kehidupan monoton di pinggiran Seoul.

Rutinitas pekerjaan, perjalanan panjang, masalah hubungan sosial, dan kondisi ekonomi membuat mereka merasa terjebak. Tidak ada satu konflik besar yang harus segera diselesaikan. Justru kebosanan sehari-hari menjadi sumber kegelisahan mereka.

Mi-jung, khususnya, merasakan kekosongan yang sulit dijelaskan. Ia ingin merasa "dibebaskan" dari kehidupan yang terasa begitu datar. Kehadiran seorang pria misterius bernama Mr. Gu (Son Suk-ku) kemudian menjadi salah satu pemicu perubahan dalam kehidupannya.

My Liberation Notes tidak memberikan jawaban instan tentang bagaimana menemukan tujuan hidup. Drama ini justru mengajak penonton memahami bahwa terkadang seseorang harus terlebih dahulu mengakui rasa lelah, hampa, dan tidak puas yang dirasakannya.

8. Do You Like Brahms? (2020)

Do You Like Brahms? mengikuti Chae Song-ah (Park Eun-bin) dan Park Joon-young (Kim Min-jae), dua anak muda yang berusaha bertahan di dunia musik klasik yang penuh tekanan.

Song-ah sebenarnya datang terlambat ke dunia musik dan harus berhadapan dengan orang-orang yang sudah jauh lebih maju. Sementara itu, Joon-young yang terlihat sukses justru menyimpan tekanan dan konflik batin yang tidak mudah terlihat dari luar.

Drama ini menarik karena menunjukkan bahwa seseorang bisa saja sudah berada di jalur yang tampaknya benar, tetapi tetap merasa ragu. Prestasi tidak otomatis membuat seseorang merasa puas atau mengetahui apa yang benar-benar diinginkan.

Lewat musik, keduanya belajar memahami perasaan dan menentukan pilihan dengan lebih jujur. Ceritanya cocok bagi penonton yang pernah merasa tidak cukup baik atau mempertanyakan apakah pilihan hidupnya benar-benar berasal dari keinginan sendiri.

9. Navillera (2021)

Berbeda dari drama lainnya, Navillera menunjukkan bahwa pencarian tujuan hidup tidak hanya terjadi pada usia 20-an. Sim Deok-chul (Park In-hwan), pria berusia 70 tahun, memutuskan mengejar impiannya untuk belajar balet.

Di sisi lain, Lee Chae-rok (Song Kang) adalah penari muda berbakat yang justru kehilangan semangat dan arah dalam hidupnya. Pertemuan keduanya kemudian menjadi hubungan yang saling menguatkan.

Chae-rok membantu Deok-chul mengejar impian yang selama ini tertunda. Sebaliknya, Deok-chul membantu Chae-rok melihat kembali alasan mengapa ia menari.

Drama ini memberikan perspektif menarik bahwa tujuan hidup tidak selalu berupa jabatan, kekayaan, atau pencapaian besar. Terkadang tujuan tersebut ditemukan ketika seseorang melakukan sesuatu yang benar-benar berarti baginya.

Navillera juga menjadi pengingat bahwa merasa tersesat bukan berarti kesempatan sudah berakhir. Selama masih memiliki keberanian untuk melangkah, seseorang masih dapat menemukan arah baru.

4. Apa yang Bisa Dipelajari dari Drakor tentang Pencarian Tujuan Hidup?

Drakor tentang anak muda yang belum tahu tujuan hidup/ Navillera (2021)Netflix

Kesamaan dari berbagai drama tersebut adalah tidak ada karakter yang langsung mendapatkan jawaban mengenai masa depannya. Mereka mencoba, gagal, kecewa, membandingkan diri dengan orang lain, kemudian perlahan memahami apa yang sebenarnya penting.

Fight for My Way menunjukkan keberanian untuk kembali mengejar mimpi. Start-Up memperlihatkan proses membangun sesuatu dari ketidakpastian. Run On mengajarkan bahwa berganti arah bukan selalu sebuah kegagalan, sedangkan My Liberation Notes menggambarkan kegelisahan ketika hidup terasa monoton.

Sementara itu, Because This Is My First Life mengingatkan bahwa tidak ada orang yang benar-benar memiliki panduan lengkap dalam menjalani kehidupan. Navillera bahkan memperluas perspektif tersebut dengan menunjukkan bahwa menemukan tujuan hidup dapat terjadi pada usia berapa pun.

Itulah yang membuat drakor tentang anak muda yang belum tahu tujuan hidup terasa relevan. Drama-drama tersebut tidak selalu memberikan solusi sederhana, tetapi menawarkan teman untuk menemani penonton ketika sedang berada dalam fase penuh pertanyaan.

Pada akhirnya, mengetahui tujuan hidup bukan perlombaan. Ada orang yang menemukannya sejak muda, sementara yang lain membutuhkan lebih banyak waktu. Yang terpenting adalah tetap memberi diri sendiri kesempatan untuk mencoba hal baru dan mengevaluasi kembali pilihan yang sudah dibuat.

Pertanyaan Seputar Drakor Anak Muda

1. Apa drakor yang cocok untuk anak muda yang sedang kehilangan arah?

Fight for My Way, My Liberation Notes, Because This Is My First Life, dan Run On cocok karena menampilkan karakter yang menghadapi kebingungan mengenai karier, kehidupan, hubungan, serta masa depan.

2. Apa drakor tentang quarter-life crisis yang paling relate?

Fight for My Way dan My Liberation Notes termasuk yang sangat relate karena karakter-karakternya mengalami kegagalan, rutinitas membosankan, tekanan sosial, serta perasaan tertinggal dari orang lain.

3. Apakah ada drakor tentang anak muda yang gagal mengejar impian?

Ada. Fight for My Way, Start-Up, dan Record of Youth sama-sama memperlihatkan karakter yang menghadapi kegagalan dan ketidakpastian ketika berusaha mencapai impian mereka.

4. Drakor apa yang cocok ditonton ketika sedang bingung menentukan masa depan?

Run On dan Because This Is My First Life bisa menjadi pilihan karena keduanya memiliki cerita yang lebih reflektif mengenai pilihan hidup, pekerjaan, hubungan, dan keberanian menentukan jalan sendiri.

5. Apakah drakor tentang pencarian jati diri hanya cocok untuk anak muda?

Tidak. Navillera menunjukkan bahwa pencarian tujuan dan makna hidup dapat terjadi pada usia berapa pun. Drama tersebut justru mengajarkan bahwa seseorang tidak pernah benar-benar terlambat untuk memulai sesuatu yang bermakna.

(kpl/yni)

Rekomendasi

Trending