KOREA

Properti di MV TWICE 'MORE & MORE' Dituding Plagiat Karya Davis McCarty, Begini Respon JYP Entertainment

Rabu, 03 Juni 2020 15:55 Penulis: Iwan Tantomi

credit via JYP Entertainment

Kapanlagi.com - TWICE baru saja comeback dengan mini album MORE & MORE. Sesuai ekspektasi, lagu andalan dalam album yang juga berjudul sama itu pun mendapatkan sambutan antusias. MORE & MORE bahkan merajai urutan pertama iTunes di 30 negara termasuk Indonesia sejak perilisannya.

Begitu halnya dengan Music Video (MV) MORE & MORE juga sukses meraih 20 juta lebih views sejak dirilis pertama kali pada 1 Juni 2020. Sayangnya kabar kurang sedap turut menyertai comeback TWICE kali ini.

Hal ini terjadi setelah seorang seniman bernama Davis McCarty melayangkan tudingan plagiat atas karyanya yang digunakan dalam MV MORE & MORE dengan tanpa izin. Lantas, bagian mana dari MV MORE & MORE ini yang dianggap plagiat oleh Davis?

1. Gara-Gara Instalasi Kristal Warna Pelangi

Dalam postingan di akun Facebook pribadinya, David McCarty tampak meradang setelah mengetahui ada sebuah properti dalam MV MORE & MORE yang serupa dengan karya seninya bernama Pulse Portal.

Pulse Portal ini diciptakan David dalam bentuk sebuah instalasi kristal berwarna pelangi pada 2018 silam untuk Baltimore's Light City Art Walk.

Ia sangat kecewa, karena TWICE yang dianggapnya sebagai salah satu musisi dengan penjualan terbaik sepanjang sejarah, harus menggunakan karyanya dalam MV dengan tanpa izin.

Sementara dalam MV MORE & MORE instalasi tersebut dapat diketahui pada bagian chorus terakhir, sebelum TWCE melakukan dance break. Jihyo cs berdiri di atas sebuah tempat yang mengapung dengan background bukit yang hijau.

2. Respon JYP Entertainment

Menanggapi hal tersebut, JYP Entertainment lantas merilis pernyataan resmi. Menurut agensi TWICE tersebut, pihak agensi tengah berdiskusi dengan produser maupun sang seniman, untuk menemukan solusi permasalahan ini secara kekeluargaan.

JYP Entertainment pun menambahkan, jika kasus ini akan menjadi pembelajaran, agar ke depan lebih jeli melakukan review guna menghindari hal-hal yang terjadi kembali.

(kly/tmi)

Reporter: Iwan Tantomi


REKOMENDASI
TRENDING