FILM INDONESIA

'ANTOLOGI RASA' Rilis, Refal Hady: Yang Lo Perjuangin Belum Tentu yang Terbaik

Selasa, 19 Februari 2019 14:17 Penulis: Dhefa Mauren Roos Mary

Refal Hady dan Carissa Perusset © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com -  

Film ANTOLOGI RASA sudah rilis. Film yang diangkat dari novel karya Ika Natassa ini bahkan diserbu oleh para fans yang penasaran dengan jalan ceritanya. Sesuai nggak sih sama novelnya.

Pasalnya seperti yang kita tahu versi novel bisa dibilang sebagai versi asli. Sedangkan saat diangkat menjadi film adaptasi kisah pasti ada bagian-bagian tertentu yang diubah, ditambahkan, atau malah dihilangkan. Lantas bagaimana dengan film ini?

Sadar akan hal itu, Carissa Perusset sebagai tokoh utama film ini berpendapat kalau esensi asli dari novel ANTOLOGI RASA sudah cukup tersampaikan di film ini. Cukup berasa katanya.

"Menurut gue pribadi, susah sih mau bilang iya atau engga. Buku ini kompleks ya, banyak hal yang harus diganti dalam film ini. Tapi sudah cukup esensinya, berasa lah," jawabnya saat dijumpai di Theatre Visit di CGV D'Mall, Depok, Senin (18/2).

1. 85 %

Senada dengan Carissa, Refal Hady juga punya pendapat yang sama. Di mata Refal 85% porsi dari novel ANTOLOGI RASA berhasil dituangkan ke film ini. Begitu pun dengan rasa dan dialognya.

"Memindahkan rasanya itu ya dari novel ke film. Jadi semoga rasa itu ada di film. Tapi memang untuk kebutuhan film yang nggak ada di novel ada di filmnya, juga sebaliknya. Porsinya mungkin kita bisa bilang 85% mungkin ada dari novel semua. Karena dari voice over dan beberapa dialog itu semua dari novel," sambung Refal Hady.

2. Relate Aja

Selain itu, Refal mengaku kalau film ini punya warnanya sendiri. ANTOLOGI RASA bukan film romantis dengan kisah cinta yang menye-menye. Karena film ini membungkus kisah romantis dengan sentuhan komedi yang pastinya membuat film ini lebih terasa nyata.

"Mungkin yang bikin beda, ANTOLOGI RASA itu punya warna sendiri ya. Jadi ini nggak ada cinta-cintaan yang menye-menye banget, tapi tuh setiap ada kata-kata yang romantis, dibungkusnya secara komedi. Itu yang gua bikin film ini beda sih. Karena kayak nggak cuma, 'Gue sayang sama lo', tapi karena persahabatan juga ya mungkin. Jadi kayak sehari-hari, relatable aja jadinya," ungkap Refal.

3. Belum Tentu yang Terbaik

Kedua, film ini juga mengangkat salah satu istilah dalam percintaan populer. Yaitu PHP alias pemberi harapan palsu. Karena itu, buat kalian yang punya pengalaman soal PHP film ini bakal pas banget dan wajib buat kalian tonton.

Menurut Refal Hady, "Sesuai filmnya, karena yang lo perjuangin belum tentu yang terbaik, tapi yang sering perjuangin lo, dialah yang the one," pungkasnya.


REKOMENDASI
TRENDING