CLOSE

Dede Yusuf Bangga, Rahmat Hidayat Sedih Plus Senang

Kapanlagi.com - Sebagai Wakil Gubernur yang juga wakil artis yang duduk di bangku pemerintahan, Dede Yusuf merasa bangga Festival Film Indonesia tahun ini sukses diadakan di Jawa Barat. Mantan aktor laga ini bersyukur ajang perfilman tersebut bisa meningkatkan pariwisata sekaligus sebagai apresiasinya kepada dunia film."Ini ketiga kalinya FFI digelar di Bandung. Dan ini perjuangan kami bagaimana FFI ada di Bandung. Ini bisa menjadi gambaran baru bahwa jadi artis tidak selesai begitu saja. Tapi artis bisa menjadi politikus, pelaku bisnis, bisa jadi sutradara atau produser. Dan industri ini berjalan dengan baik," jelasnya saat ditemui di FFI yang berlangsung di Gedung Sate, Kantor Gubernur Jawa Barat, Jumat (12/12) malam.Dijelaskan Dede, upaya pelaksanaan FFI kali ini sangat didukung oleh pemerintah, walau masih juga terlihat beberapa kekurangan. Untunglah aktor pecinta social network ini punya trik sendiri."Ya mungkin memang seminggu sebelumnya kalau bisa ada film indie. Ya mungkin ini masih satu kekurangan. Umbul-umbul juga saya lihat kurang, mungkin ini juga karena keterbatasan dana. Tapi yang jelas pemerintah men-support dan yang penting lagi ini bentuk apresiasi biar ke depannya bisa lebih baik. Saya pribadi juga mengiklankan FFI melalui Facebook dan Friendster," ungkapnya.Kesuksesan FFI kali ini membuka mata Dede lebih jauh tentang apa saja yang bisa dilakukannya sebagai artis juga pelaku pemerintahan. Dede berharap untuk ke depannya, ia bisa membuat satu film yang berlokasi di Jawa Barat sendiri. "Saya pengen nanti filmnya kolosal dan sejarah, yang bisa menjadi kebanggaan masyarakat Jabar. Dan juga berharap bisa lebih besar dari FFI seperti mengadakan Asia Afrika Film Festival," pungkasnya.Di tempat yang sama, aktor gaek Rahmat Hidayat juga mengungkapkan pendapatnya soal FFI kali ini. Ia mengaku sedih sekaligus senang. "Karena film pertama dulu adanya di Bandung, itu LUTUNG KASARUNG. Dan saya berharap jangan ada gap antara yang muda dan yang tua. Yang penting film Indonesia jadi tuan rumah di negeri sendiri, syukur-syukur di dunia," kata pria yang mengoleksi delapan piala Citra ini.Vakumnya Rahmat di dunia perfilman tanah air bukan karena apa-apa, melainkan karena faktor usia yang membatasinya. Ia mengaku mengalami stroke selama lima tahun dan absen ke Jakarta. "Saya 50 tahun menggeluti dunia perfilman, tapi sekarang saya bisanya cuma melihat saja. Dan Alhamdulillah dengan FFI ini menjadi ajang pertemuan dengan berbagai kalangan, baik artis yang muda maupun yang tua. Saya juga berbicara dengan beberapa produser," pungkasnya. 

(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)

(kpl/wwn/boo)

Rekomendasi

Trending