Diangkat ke Layar Lebar, Novel DEAR NATHAN Siap Syuting Desember

Kamis, 24 November 2016 08:52 Penulis: Ahmat Effendi
Diangkat ke Layar Lebar, Novel DEAR NATHAN Siap Syuting Desember Dear Nathan ©instagram.com/eriscafebriani

Kapanlagi.com - Belakangan penerbit di Indonesia sedang ramai merilis novel hasil tangan penulis muda jebolan Wattpad; aplikasi online untuk memposting karya tulis berupa cerpen dan novel. Salah satu judul yang menjadi sorotan ketika diterbitkan adalah Dear Nathan karya Erisca Febriani.

Sejak edar di pasaran sekitar bulan Maret kemarin, respon yang diterima sungguh luar biasa. Hingga akhir tahun, novel setebal 528 halaman tersebut sudah dicetak sebanyak tujuh kali.

Melihat fakta di lapangan, rumah produksi Rapi Films mengangkat novel tersebut ke layar lebar. Bila tak ada aral melintang, proses pengambilan gambar akan dimulai pada Desember mendatang.

"Untuk sekarang kita sudah masuk tahap penulisan skenario dan masuk draft ketiga. Saya nggak sabar karena ceritanya bakal keren. Saya baca skenario draft kedua saja sudah merinding," kata Sunil Samtani selaku produser saat ditanya perkembangan adaptasi novel ini oleh KapanLagi.com®.

Skenario film DEAR NATHAN yang diadaptasi dari novel yang sama. ŠKapanLagi.com/Adi Abbas NugrohoSkenario film DEAR NATHAN yang diadaptasi dari novel yang sama. ŠKapanLagi.com/Adi Abbas Nugroho

Selain faktor bestseller, apa alasan Sunil meminang novel yang mengangkat kisah cinta anak SMA ini? "Novel ini memiliki potensi cukup besar, fanbase-nya sendiri juga kuat. Ini cerita ABG yang baper banget, anak umur tujuh belas jatuh cinta, gimana pergaulan mereka, cara hangout. Ini nanti kita eksplor, nggak terlalu lari jauh dari novelnya," papar dia.

Penulisan skenario DEAR NATHAN diolah oleh Bagus Bramanti. Pria berkacamata ini terakhir terlibat proses penulisan TALAK 3 yang dibintangi Laudya Cynthia Bella dan Reza Rahadian.

Sementara orang yang bakal menahkodai filmnya adalah Indra Gunawan atau akrab disapa Indra Kobuts. Karya yang menjadi sorotan adalah HIJRAH CINTA lantaran mengadaptasi kehidupan almarhum Ustaz Jeffry Al Buchori atau Uje.

(kpl/abs/sjw)

Reporter:

Adi Abbas Nugroho


REKOMENDASI
TRENDING